Daftar Penting Perlengkapan Bayi Baru Lahir yang Perlu Anda Siapkan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14 September 2020 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Melihat perlengkapan bayi baru lahir memang menggemaskan dan sering membingungkan. Anda mungkin ingin membeli semua untuk kelengkapan perawatan bayi baru lahir. Mulai pakaian, botol susu, peralatan mandi, sampai benda-benda untuk menjadikan rumah aman untuk anak saat bermain. Jangan bingung, berikut ini daftar keperluan bayi baru lahir yang perlu Anda catat.

Daftar perlengkapan bayi baru lahir yang perlu disiapkan

cara mencuci baju bayi

Untuk memudahkan, keperluan bayi baru lahir bisa dibagi menjadi dua kelompok, perlengkapan dasar dan perlengkapan tambahan. Berikut rinciannya:

1. Pakaian bayi

Perlengkapan dasar untuk bayi baru lahir dimulai dari pakaian, kaus kaki, sampai topi hangat. Beberapa jenis pakaian mungkin perlu Anda siapkan sebelum bayi lahir, yaitu:

1 lusin popok kain

Untuk bayi baru lahir, pilih popok kain atau popok sekali pakai? Penting sekali untuk menyediakan popok kain yang banyak sebelum bayi lahir. Popok kain lebih lembut dan berfungsi untuk menghindari masalah kulit pada bayi, seperti iritasi kulit atau ruam popok.

Bayi baru lahir juga lebih sering buang air besar dan kecil dibanding anak-anak. Bentuk dan warna fesesnya juga berbeda yang menandakan kesehatan bayi. Penting untuk orangtua mengenal feses bayi untuk mengetahui kesehatan si kecil.

1 lusin baju dan celana bayi

Pakaian bayi yang perlu dibeli termasuk baju lengan panjang dan pendek. Sebaiknya pilih baju bayi dari bahan katun atau yang nyaman untuk bayi. Dengan begitu, bayi tidak kepanasan atau kedinginan saat memakainya.

Biasanya baju sudah satu pasang dengan celana, sehingga Anda tidak perlu bingung mencari pilihan untuk pasangannya. Pemilihan bahan penting karena terkadang penyebab bayi menangis karena merasa tidak nyaman dengan pakaiannya.

Jadi, pilih bahan katun yang mampu menyerap keringat bayi lebih baik.

Disarankan untuk memilih baju bayi berkancing depan agar memudahkan saat memakaikan dan melepas ketika selesai mandi atau saat kontrol ke dokter.

1 lusin kaus dalam bayi

Beberapa ibu mungkin memilih untuk tidak memakaikan bayinya kaus dalam. Namun untuk bayi baru lahir, kaus dalam berfungsi untuk membuatnya lebih hangat terutama ketika masuk musim hujan yang dingin. 

2-3 buah topi

Meski termasuk aksesori, topi termasuk ke dalam perlengkapan bayi baru lahir yang harus dimiliki. Topi bisa dipakai saat bayi keluar agar tidak kepanasan kena sinar matahari.

Topi juga bisa dipakai di rumah juga untuk menghangatkan kepala dan telinganya, terutama saat cuaca sedang dingin.

7 pasang sarung tangan dan kaus kaki

Keduanya penting untuk menjaga agar bayi tetap hangat. Sarung tangan juga bisa mencegah agar kuku bayi tidak menggores kulit wajahnya. Hal ini mengingat saat lahir, kuku bayi masih sangat panjang dan tajam. 

Jumlah sarung tangan dan kaki ini tergantung kebutuhan bayi. Namun, tujuh pasang adalah paling sedikit dengan pemakaian satu kali setiap hari. 

Namun pemakaian sarung tangan dan kaki ini tidak dianjurkan untuk digunakan sepanjang hari. IDAI menyebutkan dalam situs resminya bahwa tangan dan kaki merupakan indera peraba yang merupakan alat untuk bayi belajar mengenal rasa.

Jadi, pakaikan sesekali saja terutama saat udara sedang dingin atau di malam hari.

2 buah baju hangat

Pakaian hangat ini bisa digunakan untuk si kecil ketika pergi keluar dan melindunginya dari angin. Jenis baju hangat beragam, seperti jaket dan sweater, keduanya bisa dipilih sesuai keinginan dan kemudahan dalam pemakaian. 

Hal yang sangat penting saat membeli perlengkapan bayi baru lahir adalah mencuci semua pakaian bayi tersebut sebelum dikenakan si kecil, agar bakteri atau kuman yang menempel di pakaian hilang. 

Cucilah dengan detergen khusus untuk baju bayi dan pilih yang tidak mengandung pewangi untuk mengurangi risiko si kecil terkena alergi.

2. Perlengkapan mandi

Selain kelengkapan pakaian, keperluan mandi bayi baru lahir juga tidak boleh tertinggal. Namun saat bayi lahir, ia tidak perlu dimandikan. 

Mengutip dari situs resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) bayi masih memiliki lapisan pelindung yang terlihat seperti lemak berwarna putih yang berfungsi menjaga suhu tubuh si kecil.

Setelah 6 jam, barulah si kecil sudah bisa dibersihkan. Namun tentu saja memandikan bayi baru lahir ini dilakukan dengan cara yang tepat, yaitu dilap memakai air hangat. Air yang digunakan juga hangat suam-suam kuku, hangat menuju dingin untuk ukuran orang dewasa. 

Berikut perlengkapan mandi untuk bayi baru lahir:

  • 1 bak mandi yang didesain khusus untuk mandi bayi
  • 2 handuk bayi
  • Alas tidur tahan air atau perlak
  • Waslap 
  • Sabun bayi
  • Sampo bayi

Untuk memilih sabun dan sampo, pastikan diformulasikan khusus untuk bayi dan tidak mengandung parfum. Ini sebagai cara merawat kulit bayi agar terhindar dari kondisi kulit kering karena masih sangat sensitif. 

3. Perlengkapan tidur

Beberapa perlengkapan tidur bayi baru lahir yang harus disiapkan adalah:

  • Perlak, agar tempat tidur bayi tidak basah jika bayi ngompol saat tidur.
  • Kain bedong untuk membuat bayi lebih hangat, hindari membedong bayi terlalu kencang.
  • Kelambu, untuk melindungi bayi dari gigitan nyamuk.
  • Tempat tidur bayi.

Bagaimana dengan bantal dan selimut bayi? Mengutip dari On Safety, penggunaan bantal dan selimut sebagai perlengkapan si kecil sangat membahayakan bayi baru lahir.

Selimut dan bantal bayi dapat mengganggu tidurnya dan meningkatkan risiko kematian bayi mendadak atau Sudden Infant Death Syndrome (SIDS).

4. Perlengkapan bayi baru lahir yang lain

Selain berbagai perlengkapan bayi baru lahir yang bersifat dasar maupun perlengkapan mandi yang telah disebutkan di atas, ada keperluan lain yang perlu disiapkan.

Anda juga perlu mengetahui daftar perlengkapan bayi baru lahir yang sifatnya pelengkap, seperti: 

  • Selendang atau gendongan bayi
  • Minyak telon
  • Kain kasa dan kapas steril untuk membungkus dan membersihkan tali pusar bayi.
  • Tas bayi untuk dibawa saat kunjungan ke dokter
  • Pembersih telinga
  • Celemek bayi (baby bibs) untuk melindungi baju bayi agar tidak basah terkena air liur
  • Gunting kuku khusus untuk bayi
  • Perabot kamar bayi
  • Selimut bayi

Barang-barang di atas memang sifatnya pelengkap, sehingga perlu dipikirkan dengan cermat agar tidak terlalu banyak tersimpan di rumah.

Perlengkapan menyusu pada bayi baru lahir

pompa ASI manual

Tidak hanya keperluan bayi baru lahir yang harus dipenuhi, tetapi juga perlengkapan untuk ibu menyusui. Ada beberapa perlengkapan untuk mendukung ibu menyusui si kecil, terutama jika Anda sering pompa ASI untuk bayi.

  • Pompa ASI, bisa memilih pompa ASI manual atau elektrik
  • Wadah untuk ASI, bisa memakai botol kaca atau kantong ASI
  • Pendingin atau kulkas khusus untuk ASI yang terpisah dengan penyimpanan bahan makanan
  • Nursing apron (kain penutup menyusui) untuk dipakai di tempat umum
  • Peralatan pembersih botol, seperti sikat botol dan sabun khusus 

Perlengkapan di atas diperlukan ibu yang menyusui bayi baru lahir secara langsung atau direct breastfeeding. Jika si kecil diberikan susu formula, perlengkapan yang diperlukan yaitu: 

  • Cup feeder
  • Peralatan pembersih botol bayi
  • Termos untuk menyimpan air panas
  • Botol kontainer susu untuk memisahkan susu per porsi

Pemberian susu formula atau ASI perah sebaiknya menggunakan cup feeder yang berukuran kecil. Melansir dari situs resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) penggunaan dot pada bayi baru lahir bisa berpengaruh pada teknik isapan bayi yang salah.

Bila bayi baru lahir terbiasa minum susu pakai dot, si kecil bisa menolak menyusu langsung pada payudara Ibu. Ini membuat bayi kurang sering menyusu pada payudara ibunya (bingung puting), dan bisa menyebabkan penyapihan secara dini.

Sebagai penggantinya, media yang disarankan untuk digunakan bayi baru lahir yang minum ASI perah atau susu formula adalah cup feeder.

Penggunaan cup feeder pada bayi baru lahir

Mengutip dari Breastfeeding Supportcup feeder adalah alternatif untuk menghindari bayi baru lahir bingung puting karena terlalu sering minum susu lewat dot.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memakai cup feeder untuk bayi:

  • Isi susu sebanyak setengah atau dua pertiga gelas.
  • Pastikan bayi benar-benar bangun dan tertarik untuk menyusu.
  • Taruh kain di bawah dagu si kecil lalu pangku bayi dalam posisi duduk.
  • Letakkan tepi gelas pada bibir bawa bayi atau bagian gusi.
  • Tuangkan secara perlahan sampai masuk ke mulut bayi.
  • Hindari menuangkan langsung ke dalam mulutnya, tapi arahkan susu ke tepi cangkir.
  • Berikan jeda saat bayi sedang minum.

Hal yang terpenting adalah hindari bayi tersedak,  tidak memuntahkan susunya, dan nyaman saat menyusu. Tidak lupa untuk menyendawakan bayi setelah menyusu untuk mengeluarkan gas di dalam perut.

Namun kekurangan dari cup feeder adalah proses menyusu memakan waktu lama dibanding memakai botol. Selain itu, risiko susu tumpah juga cukup besar karena bentuknya yang seperti gelas.

Daftar perlengkapan bayi baru lahir tidak perlu dibeli terlalu banyak

bayi baru lahir

Jika dilihat daftar perlengkapan bayi baru lahir yang harus dibeli memang sangat banyak jumlahnya. Namun dari sekian banyaknya barang yang perlu dibeli, Anda sebenarnya bisa mengurangi pembelian sejumlah barang yang biasa didapatkan dari kado.

Umumnya kado yang diberikan kepada bayi baru lahir adalah:

  • Perlengkapan mandi bayi seperti handuk, sabun, bedak bayi, dan sejenisnya
  • Gendongan bayi
  • Selimut bayi
  • Tas khusus untuk membawa berbagai perlengkapan bayi
  • Sarung tangan, kaos kaki, dan sepatu bayi

Anda bisa menyesuaikan dengan kondisi dan jumlah barang yang ada di rumah, sehingga perlengkapan dan keperluan bayi baru lahir tidak menumpuk terlalu banyak.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Melahirkan di Rumah Sakit Saat Pandemi COVID-19, Apa Saja yang Harus Disiapkan?

Saat pandemi COVID-19, ibu hamil perlu mengikuti prosedur tindakan pencegahan sampai proses melahirkan selesai. Apa saja yang perlu siapkan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 14/05/2020 . Waktu baca 5 menit

Begini Frekuensi Normal BAB Bayi yang Baru Saja Lahir

BAB bayi yang baru lahir memang dapat menjadi indikator dari kondisi kesehatan mereka, terutama frekuensi dan warnanya. Bagaimana frekuensi normal BAB bayi?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 27/04/2020 . Waktu baca 5 menit

Cara Menghitung Hari Perkiraan Lahir untuk Kehamilan IVF (Bayi Tabung)

Setiap kehamilan pasti punya tanggal HPL. Apabila hamil lewat bayi tabung atau IVF, bagaimana cara menghitung hari perkiraan lahir yang benar?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Melahirkan, Kehamilan 16/12/2019 . Waktu baca 4 menit

Bayi Baru Lahir Menangis Tanpa Air Mata, Kenapa Ya?

Bayi menangis tidak keluar air mata, wajar adanya. Pada usia tiga hingga empat minggu, kelenjar air mata pada bayi masih dalam proses perkembangan.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 01/12/2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mengantar istri melahirkan ke rumah sakit

Ayah, Ini Tips Mengantar Ibu Hamil ke Rumah Sakit untuk Kelahiran

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 27/06/2020 . Waktu baca 4 menit
cara memandikan bayi yang baru lahir

Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 9 menit
depresi pasca melahirkan ayah

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit
asi tidak keluar

Penyebab dan Cara Mengatasi ASI yang Tidak Keluar Setelah Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020 . Waktu baca 10 menit