Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

4 Penyakit yang Menimbulkan Bentol Berair pada Kulit Bayi

4 Penyakit yang Menimbulkan Bentol Berair pada Kulit Bayi

Bayi memiliki kulit yang sensitif sehingga rentan sekali bermasalah, salah satu yang sering dialami si kecil adalah bentol berair pada kulit bayi. Apa yang menyebabkan bentol berair pada kulit bayi? Lalu, bagaimana cara menyembuhkannya? Berikut penjelasan lengkapnya.

Penyebab bentol berair pada kulit bayi dan cara mengobatinya

Mengutip dari Raising Children, bentol atau bintik merah berair pada kulit bayi umumnya disebabkan oleh gesekan yang membuat kulit lecet dan melepuh.

Bentol berair akibat gesekan biasanya dapat pulih sendiri dalam beberapa hari tanpa meninggalkan bekas luka. Namun, perlu diketahui bahwa tidak semua bentol disebabkan oleh iritasi dan gesekan.

Masalah ini juga bisa disebabkan oleh infeksi dari virus maupun bakteri. Agar cara mengobatinya tepat, Anda perlu tahu penyebab pastinya.

Berikut ini berbagai masalah kesehatan yang bisa menimbulkan lenting atau bintik merah berair terasa gatal pada kulit bayi:

1. Cacar air

bintik cacar air

Munculnya lenting berair yang terasa gatal pada kulit bayi bisa disebabkan oleh cacar air. Penyakit ini terjadi akibat infeksi virus Varicella.

Cacar air biasanya didahului oleh gejala lain, misalnya demam tinggi beberapa hari sebelum lenting gatal muncul.

Demam lebih cenderung muncul pada bayi di atas 3 bulan. Demam jarang atau bahkan tidak muncul pada bayi yang usianya lebih muda daripada itu.

Bentol atau bintik merah berair akibat cacar awalnya muncul di area leher, dada, atau wajah yang lama-lama menyebar ke seluruh tubuh.

Selain itu, anak mungkin akan kehilangan nafsu makan dan terlihat lemah tidak seperti biasanya.

Bentol berair pada kulit bayi yang disebabkan oleh cacar tidak boleh dipecahkan supaya tidak meninggalkan bekas di kulit, menyebar ke seluruh tubuh, atau menular pada orang lain.

Cara mengobati cacar air pada bayi:

Jika Anda mengamati kemunculan bentol berair pada kulit bayi yang merujuk ke cacar, segera bawa ke dokter.

Hindari memencet lenting dan jangan biarkan si kecil menggaruknya. Virus penyebab cacar dapat menular melalui lendir dari lenting yang pecah, air liur, atau cairan tubuh lainnya dari orang yang terinfeksi.

Dokter dapat memberikan pengobatan yang tepat untuk melawan dan menghentikan infeksi virus tersebut.

Petugas medis juga dapat meresepkan obat lain untuk sebagai cara mengurangi gejala cacar air, contohnya krim pereda gatal yang dioleskan pada kulit.

Umumnya bayi dapat sembuh dari cacar air dalam seminggu. Namun, kasus infeksi yang parah mungkin memerlukan waktu lebih dari dua minggu sampai anak kembali sehat.

Jika si kecil belum pernah mengalami cacar air, segera dapatkan vaksin cacar air. Anda tidak perlu ragu untuk memandikan anak yang sedang mengalami cacar air. Boleh mandi seperti biasa tapi berhati-hati dalam mengeringkan dengan handuk, cukup ditempel-tempel dengan lembut hindari mengusapnya hingga memecahkan lenting.

Selain itu, jauhi si kecil dari anggota keluarga yang memang sedang sakit cacar. Berdekatan dengan pengidap cacar dapat meningkatkan peluang bayi tertular penyakit serupa.

2. Impetigo

impetigo pada bayi

Penyakit kulit bernama impetigo dapat menjadi penyebab munculnya bentol berair pada kulit bayi.

Mengutip dari Kids Health, impetigo terjadi akibat infeksi bakteri A streptococcus atau Staphylococcus aureus pada area kulit yang rusak, contohnya:

  • Kulit lecet
  • Luka akibat pecahnya lenting cacar
  • Bekas gigitan serangga.

Lenting akibat impetigo umumnya berukuran lebih besar, keras, dan padat daripada lenting cacar. Bila pecah, lenting impetigo akan mengeluarkan cairan berwarna kuning kecokelatan yang akan berubah menjadi kerak.

Bentol berair ini dapat menimbulkan rasa gatal pada kulit bayi. Namun, bentol tidak boleh disentuh atau sengaja dipecahkan karena bisa memperburuk atau memperbesar area infeksi.

Cara mengatasi impetigo pada bayi:

Jika Anda curiga bentol berair pada kulit bayi disebabkan oleh impetigo, bawa si kecil ke dokter.

Impetigo adalah penyakit infeksi bakteri, sehingga pengobatannya akan berupa antibiotik yang diresepkan dokter. Pertama-tama, dokter akan meresepkan obat antibiotik oles lebih dahulu.

Kemudian jika tidak efektif, barulah antibiotik minum dalam bentuk cair diberikan.

Pemberian antibiotik minum bisa diitambah dengan obat lain yang bisa meredakan gatal-gatal akibat gejala impetigo, terutama rasa gatal.

Langkah terpenting untuk mendukung pemulihan kulit sekaligus mencegah infeksi berulang adalah menjaga kebersihan kulit bayi, terutama pada area yang terluka.

Luka ini perlu ditutup dengan perban dan kasa dan rajin dibersihkan.

3. Kudis

penyakit kulit pada bayi

Anda mungkin mengira bahwa kudis hanya bisa dialami oleh orang dewasa. Nyatanya, bayi juga bisa kena kudis.

Penyakit kulit ini disebabkan oleh gigitan kutu yang disebut Sarcoptes scabiei pada kulit bayi, yang kemudian memunculkan bentol berair.

Kudis sangat menular dan ditularkan lewat kontak dengan seseorang yang terinfeksi, misalnya saat bersalaman.

Kutu penyebab kudis dapat ditularkan melalui penggunaan barang yang sama, seperti selimut, handuk, atau pakaian.

Penyakit ini juga sangat mudah menular di tempat ramai yang membuat banyak kontak dekat. Sebagai contoh, asrama, taman bermain, atau tempat penitipan anak.

Selain benjolan berair, kudis juga menyebabkan gejala seperti kulit menebal, bersisik, keropeng, dan gatal. Benjolan dapat muncul di bagian tubuh mana pun, namun paling sering di area tangan dan kaki.

Cara mengatasi kudis pada bayi:

Dokter akan mengobati kudis dengan memberikan krim atau losion yang dapat membunuh kutu. Obat ini harus dioleskan ke seluruh tubuh, tidak hanya pada area yang bentol berair saja.

Si kecil perlu memakai obat ini dalam waktu 8 hingga 12 jam, setelahnya kulit harus dibersihkan sehingga obat lebih efektif digunakan menjelang tidur.

Pada bentol berair pada kulit bayi yang berukuran besar, dokter akan meresepkan obat oral dan obat lain untuk meredakan gatal.

Untuk mencegahnya, hindari kontak intens atau penggunaan barang yang sama dengan orang terinfeksi. Anda juga perlu membersihkan barang yang sering digunakan bersamaan dengan air hangat, seperti handuk, seprai, atau pakaian.

4. Eksim

gejala impetigo

Kulit yang memiliki bentol berair dapat disebabkan oleh eksim, terutama pada bayi berusia 6 bulan.

Mengutip dari America Academy of Dermatology Association (AAD) eksim atau dermatitis atopik adalah masalah kulit yang umum dialami bayi. Setidaknya 25 – 60 persen anak mengalami eksim di kehidupan pertama mereka.

Penyebab eksim tidak diketahui secara pasti. Namun, periset percaya paparan dari beberapa zat di lingkungan dapat mengiritasi kulit dan memicu sistem imun bereaksi secara negatif.

Eksim juga bisa disebabkan oleh faktor genetik dari orangtua atau keluarga dekat.

Selain lenting berair, gejala lain dari eksim adalah kulit menebal, kemerahan, bersisik, membengkak, dan terasa gatal. Dapat juga menyebabkan luka terbuka jika bayi menggaruk area kulit yang terkena.

Cara mengatasi eksim pada bayi:

Eksim tidak dapat disembuhkan. Namun, perawatan yang tepat dapat meredakan dan mencegah kekambuhan gejala di kemudian waktu.

Orangtua bisa mengubah teknik atau cara memandikan bayi yang tepat untuk bayi penderita eksim, yaitu:

  • Tidak menggunakan sabun mengandung parfum atau pewangi
  • Hindari menggosok kulit bayi karena bisa membuat luka
  • Batasi waktu mandi sekitar 5-10 menit
  • Gunakan pelembap setelah mandi

Dokter akan memberikan obat khusus untuk mengurangi ruam, gatal, dan menjaga kelembapan kulit bayi. Orangtua juga perlu menghindari si kecil dari pemicunya, misalnya bahan pakaian, keringat, atau cuaca panas.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

How to treat eczema in babies. (2020). Retrieved 12 October 2020, from https://www.aad.org/public/diseases/eczema/childhood/treating/treat-babies

Impetigo (for Kids) – Nemours KidsHealth. (2020). Retrieved 12 October 2020, from https://kidshealth.org/en/kids/impetigo.html

Scabies (for Parents) – Nemours KidsHealth. (2020). Retrieved 12 October 2020, from https://kidshealth.org/en/parents/scabies.html

Blisters. (2020). Retrieved 12 October 2020, from https://raisingchildren.net.au/guides/a-z-health-reference/blisters

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 16/08/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x