Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Kapan Saat yang Tepat untuk Mengajak Bayi Naik Pesawat?

Kapan Saat yang Tepat untuk Mengajak Bayi Naik Pesawat?

Bila Anda ingin mengajak bayi naik pesawat, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pasalnya, ada syarat usia dan aspek kesehatan yang tidak bisa diabaikan saat mengajak si kecil naik pesawat, mulai dari usia bayi sampai keamanannya. Berikut penjelasan lengkapnya.

Hal yang perlu diperhatikan saat mengajak bayi naik pesawat

Mengutip dari Mayo Clinic, ada kondisi kesehatan yang perlu diperhatikan saat membawa si kecil naik pesawat, yaitu:

1. Usia bayi

Pertanyaan yang paling umum dilontarkan orangtua adalah, kapan dan umur berapa bayi bisa naik pesawat?

Para dokter biasanya melarang perjalanan lewat udara saat bayi baru lahir.

Selain itu, dikutip dari NHS, sangat tidak disarankan membawa bayi yang usianya masih di bawah 48 jam.

Alasannya, bayi baru lahir belum memiliki sistem kekebalan tubuh yang optimal.

Hal ini karena risiko penularan penyakit di pesawat terbang cukup besar akibat udara hanya berputar di dalam ruangan kabin.

Dikutip dari situs resmi Winchester Hospital, umumnya dokter baru memperbolehkan orangtua membawa si kecil naik pesawat ketika umur bayi sudah berusia 3 bulan.

2. Tekanan udara selama di pesawat

Perubahan tekanan udara selama penerbangan bisa memicu sakit pada bagian telinga. Tentu kondisi ini bisa membuat si kecil tidak nyaman saat naik pesawat.

Untuk membantu agar bayi lebih nyaman, Anda bisa menyusui si kecil secara langsung, lewat botol, atau empeng.

Mengisap bisa meredakan tekanan udara selama penerbangan, terutama saat pesawat lepas landas dan mendarat.

Mulut bayi yang bergerak saat mengisap dan mengemut empeng, dapat membantu mengatasi perbedaan tekanan udara di pesawat.

Bayi juga disarankan untuk menggunakan earmuff atau peredam bising untuk mengurangi kebisingan mesin pesawat yang sangat keras.

Penggunaan earmuff juga membuat bayi lebih mudah untuk tidur sehingga mengurangi rewel.

3. Perhatikan masalah kesehatan bayi

Selama penerbangan, tekanan di dalam kabin pesawat lebih rendah dibanding di darat. Perubahan kadar oksigen ini tidak menimbulkan masalah bagi bayi yang sehat.

Akan tetapi, perhatikan saat naik pesawat, bila bayi memiliki kondisi kesehatan di bawah ini:

Konsultasikan dahulu ke dokter sebelum membawa si kecil naik pesawat. Dikhawatirkan, membawa si kecil dalam kondisi tersebut bisa mengganggu kesehatan bayi.

4. Hindari memberi obat tidur pada bayi

Bayi mudah rewel ketika mendengar suara bising, termasuk saat naik pesawat karena bunyi suara mesin.

Untuk membuatnya tenang, hindari memberi atau menerima obat tidur yang dijual secara bebas di pasaran, seperti diphenhydramine dan benadryl.

Hal tersebut tidak disarankan dan bisa mengganggu kesehatan bayi Anda.

5. Perhatikan kondisi kota tujuan

Sangat penting untuk orangtua memperhatikan kondisi kota tujuan, apakah sedang terjadi wabah atau banyak penyakit.

Sebagai contoh, bila di tempat atau kota tujuan menjadi endemik penyakit campak, dokter anak akan merekomendasikan imunisasi MMR sebelum berangkat.

Pertimbangkan secara matang bila ingin mengajak bayi bepergian naik pesawat karena sistem kekebalan tubuh si kecil belum terbentuk sempurna.

6. Mengganti popok sebelum berangkat

Sebelum naik pesawat bersama bayi, disarankan untuk mengganti popok di ruang laktasi bandara.

Tentunya ruangan tersebut lebih baik dan lebih luas dibanding mengganti popok di dalam pesawat.

Kamar mandi di dalam pesawat cenderung lebih kecil dan memuat satu orang saja.

Kebersihannya juga belum tentu terjamin karena ada banyak orang yang menggunakan kamar mandi untuk buang air.

Maka itu, penting untuk mengganti popok bayi di bandara terlebih dulu.

7. Menjaga kebersihan

Saat berada di pesawat, jangan lupa untuk tetap menjaga kebersihan secara teratur.

Tetap mencuci tangan dengan menggunakan air mengalir atau hand sanitizer di pesawat.

Hal ini dilakukan untuk melindungi bayi dari kuman penyakit dan mengurangi pemindahan kuman dari tangan.

Sebisa mungkin, jauhkan si kecil dari penumpang lain. Termasuk mereka yang sekadar ingin menyentuhnya.

Anda berhak melarang orang lain menyentuh bayi yang baru lahir. Ini untuk mengurangi penularan kuman penyakit.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Scotland, P. (2020). Air Travel – Fit for Travel. Retrieved 31 December 2020, from https://www.fitfortravel.nhs.uk/advice/general-travel-health-advice/air-travel

Air travel with infant: Is it safe?. (2020). Retrieved 31 December 2020, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/expert-answers/air-travel-with-infant/faq-20058539

Author: Wendy Sue Swanson, M., & Wendy Sue Swanson, M. (2012). When Is It Okay To Fly WIth My Newborn Baby?. Retrieved 31 December 2020, from https://seattlemamadoc.seattlechildrens.org/when-is-it-okay-to-fly-with-my-newborn-baby/

Traveling With a Newborn Baby: By Plane | Winchester Hospital. (2020). Retrieved 31 December 2020, from https://www.winchesterhospital.org/health-library/article?id=598940

Flying with Baby: Parent FAQs. (2020). Retrieved 31 December 2020, from https://www.healthychildren.org/English/safety-prevention/on-the-go/Pages/Flying-with-Baby.aspx

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Riska Herliafifah Diperbarui 13/04/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita