Benarkah Kulit Bayi Bisa Putih Kalau Ibu Rajin Minum Susu Kedelai Saat Hamil?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 23 Oktober 2017 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda salah satu ibu hamil yang rutin minum susu kedelai selama hamil, semata agar kulit bayi putih ketika ia lahir nanti? Anda mungkin mendapat info ini dari sesama ibu hamil atau wejangan orangtua Anda sendiri. Lantas, apa ini terbukti benar secara medis?

Apa yang menentukan warna kulit manusia?

Warna kulit manusia dapat bervariasi dari sangat pucat hingga sangat gelap. Ragam warna kulit manusia yang berbeda antar satu dan lainnya ditentukan oleh jumlah melanin (zat pewarna kulit). Semakin banyak melanin di kulit Anda, akan semakin gelap warna kulit Anda.

Itulah kenapa kulit orang-orang ras kaukasia, atau yang sering kita kenal dengan sebutan “bule”, memiliki  warna kulit yang lebih terang. Sementara itu orang-orang ras Asia cenderung berkulit kekuningan hingga sawo matang karena memiliki lebih banyak melanin.

Sedikit banyaknya melanin yang Anda miliki dikendalikan oleh genetik keturunan kedua orangtua Anda. Jika Anda dan pasangan memiliki warna kulit yang berbeda, maka bayi Anda akan mewarisi genetik pigmen kulit yang paling dominan di antara keduanya.

Rutin minum susu kedelai saat hamil agar kulit bayi putih, mitos atau fakta?

Wejangan agar ibu hamil rajin minum susu kedelai semata agar kulit bayi putih, tidak benar adanya. Kedelai, sama seperti makanan lainnya, tidak memiliki peran apapun dalam menentukan warna kulit seseorang ketika ia lahir ke dunia. Sampai saat ini tidak ada penelitian medis yang dapat mendukung nasehat turun temurun ini.

Seperti yang telah dijelaskan di atas, faktor utama penentu terang-gelap warna kulit seseorang adalah genetik warisan kedua orangtua. Hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh juga bisa memengaruhi warna kulit Anda, dengan memengaruhi produksi sel melanosit kulit. Selain itu, faktor-faktor lain dari lingkungan juga turut menentukan warna kulit. Misalnya paparan sinar matahari, paparan bahan kimia tertentu, kerusakan kulit, dan lainnya. Kesemua ini dapat memengaruhi produksi melanin sehingga memengaruhi warna kulit Anda.

Namun demikian, bukan berarti Anda harus menghentikan kebiasaan minum susu kedelai. Faktanya, susu kedelai yang Anda minum mungkin akan sangat bermanfaat untuk kesehatan Anda dan bayi yang ada di dalam kandungan.

Manfaat minum susu kedelai saat hamil

Kedelai mengandung antioksidan dan fitonutrien yang telah dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan. Kedelai adalah salah satu sumber protein nabati terbaik. Per 100 gram porsi kacang kedelai mengandung sekitar 36 gram protein. Konsumsi protein kedelai telah dikaitkan dengan penurunan kadar kolesterol.

Kedelai juga mengandung protein bioaktif, seperti lektin dan lunasin, yang mungkin memiliki sifat anti-kanker. Terlebih, kedelai adalah sumber yang baik dari folat yang juga dikenal sebagai vitamin B9 atau asam folat. Asupan asam folat sangat penting selama masa kehamilan untuk mencegah risiko penyakit bawaan lahir seperti spina bifida dan anencephaly.

Kacang kedelai juga dapat memenuhi hingga 27% kebutuhan kalsium harian ibu hamil. Kebutuhan kalsium saat hamil penting untuk membantu bayi dalam kandungan membentuk tulang dan gigi yang kuat, serta mengembangkan jantung, saraf, dan otot yang kuat. Selain itu, kalsium juga menurunkan risiko Anda mengalami hipertensi saat hamil dan menurunkan risiko Anda terhadap preeklampsia. Susu kedelai juga dapat mencukupi kebutuhan vitamin D untuk wanita hamil yang kekurangan vitamin D

Porsi aman minum susu kedelai saat hamil adalah 3-4 gelas per hari. Lebih dari itu, susu kedelai mungkin akan berbalik mengganggu kesehatan Anda.

Masalah yang mungkin terjadi kalau kebanyakan minum susu kedelai

Kedelai adalah sumber protein nabati yang baik. Namun demikian, protein dalam kedelai (glikinin dan kongildinin) dapat memicu reaksi alergi pada beberapa orang yang memiliki alergi makanan. Jika Anda salah satunya, perlu untuk menghindari mengonsumsi kacang kedelai sama sekali dalam bentuk apapun.

Di samping itu, kedelai mengandung cukup banyak serat. Konsumsi serat yang tinggi dapat menyebabkan perut kembung dan diare pada beberapa orang yang perutnya memang sensitif, serta juga dapat memperburuk gejala irritable bowel syndrome (IBS).

Ada juga kekhawatiran bahwa konsumsi tinggi produk makanan dari kedelai, termasuk susu kedelai, dapat menekan fungsi tiroid dan menyebabkan hipotiroidisme pada individu yang sensitif atau yang memang dari awalnya memiliki kelenjar tiroid yang kurang aktif. Satu studi dari Jepang pada 37 orang dewasa melaporkan gejala yang terkait dengan hipotiroidisme setelah mengonsumsi 30 gram kedelai setiap hari selama 3 bulan. Gejalanya meliputi rasa tidak enak badan, cepat lelah, gampang mengantuk, sembelit, dan pembengkakan tiroid.

Agar lebih amannya, konsultasikan dulu dengan dokter kandungan Anda sebelum memutuskan makan atau minum apapun selama masa kehamilan.

 

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ibu, Ini Bahanya Menggunakan Bantal Bayi Saat Si Kecil Tidur

Rata-rata, ada 3500 kematian bayi per tahun karena kematian mendadak akibat menggunakan bantal. Mengapa begitu? Berikut ulasannya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 10 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Aborsi, Prosedur Medis untuk Menggugurkan Kandungan

Ada berbagai pertimbangan sebelum dokter melakukan aborsi. Apalagi, ini adalah keputusan yang cukup berat dilakukan. Simak dulu penjelasannya!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Persalinan, Melahirkan, Kehamilan 8 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit

Tantrum pada Anak: Apa Penyebabnya dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Tantrum pada anak bisa terjadi kapan pun di manapun, termasuk di tempat umum. Berikut cara untuk mengatasi dan mencegahnya di kemudian hari,

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Anak 1-5 Tahun, Parenting, Perkembangan Balita 2 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit

8 Cara Ampuh Mengatasi Biang Keringat pada Bayi

Biang keringat membuat si kecil tidak nyaman. Jangan cemas, Anda bisa mengikuti cara mengatasi biang keringat pada bayi berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 30 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

susu sapi vs susu kedelai

Susu Sapi vs Susu Kedelai, Mana yang Lebih Bernutrisi?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
mitos induksi

5 “Fakta” Tentang Induksi Persalinan Alami yang Sering Bikin Salah Paham

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 18 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
umur bayi keluar rumah

Usia Berapa Bayi yang Baru Lahir Diperbolehkan Keluar Rumah?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 18 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
bercak putih pada kulit bayi

4 Kondisi yang Menjadi Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 10 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit