Ini Panduan Manajemen ASI Perah untuk Ibu Bekerja

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 28/04/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Ibu yang bekerja bisa memberikan ASI perah untuk memenuhi kebutuhan ASI eksklusif untuk bayinya. Namun, terkadang ibu masih bingung apakah kebutuhan ASI bisa tercukupi atau tidak. Lantas, bagaimana manajemen ASI perah yang tepat dan perlu berapa kali ibu bekerja memerah atau memompa ASI dalam sehari?

Manajemen ASI perah yang dapat dilakukan ibu bekerja

Bagi ibu yang bekerja, menyusui masih tetap bisa dilakukan dengan memerah atau memompa ASI, baik menggunakan tangan langsung atau alat pompa ASI. Berikut beberapa hal yang perlu ibu bekerja ketahui mengenai manajemen ASI perah agar bayi Anda tetap terpenuhi kebutuhannya.

1. Memperkirakan kebutuhan ASI perah

Sebelum memulai memberikan ASI perah pada bayi, ibu bekerja perlu mengetahui berapa kebutuhan ASI untuk bayi per harinya. Dilansir dari International Lactation Consultant Association, bayi di bawah usia 6 bulan mengonsumsi sekitar 30 ml ASI per jam. Bila meninggalkan bayi untuk bekerja selama 10 jam, maka ibu bekerja perlu mempersiapkan dan memerah ASI 10 kali lipat lebih besar dari kebutuhan per jam tersebut, atau sekitar 300 ml – 365 ml.

Selepas dari usia bayi 6 bulan, kebutuhan ASI bayi umumnya berkurang. Apalagi ia sudah mulai diberikan makanan pendamping ASI (MPASI). Begitupun pada bayi yang terus disusui ASI hingga usia 2 tahun, kebutuhan ASI akan semakin berkurang setiap harinya.

Meski demikian, setiap bayi membutuhkan jumlah ASI yang berbeda. Oleh karena itu, penting bagi ibu bekerja untuk menghitung berapa ASI yang dikonsumsi setiap hari agar kebutuhan ASI untuk bayi Anda tercukupi.

2. Membuat jadwal pompa ASI

Sebelum cuti melahirkan berakhir, sebaiknya ibu bekerja sudah mulai rutin memerah ASI agar ASI perah sudah tersedia begitu mulai bekerja. Hal ini bisa dilakukan pada sela-sela waktu setelah menyusui. Di sisi lain, memerah ASI secara rutin pun dapat meningkatkan produksi ASI.

Berikut panduan umum jadwal memerah ASI mulai dari pagi hingga malam hari, termasuk saat ibu berada di kantor:

  • Ibu bekerja pun perlu mulai memerah ASI pada pagi hari sebelum berangkat ke kantor. Perahlah ASI kurang lebih selama 15-30 menit untuk mengosongkan payudara.
  • Untuk bayi di bawah usia 6 bulan, ibu bisa memerah ASI setiap 3 jam sekali atau memerah tiga kali selama berada di kantor, yaitu pada pukul pada pukul 10 pagi, 1 siang, dan 4 sore.
  • Pada bayi berusia 6-10 bulan, ibu bisa memerah ASI setiap 4 jam sekali atau memerah dua kali selama berada di kantor yaitu pada pukul 11 siang dan 3 sore  di kantor.
  • Untuk bayi usia di atas 10 bulan, ibu bisa memerah satu kali sehari selama berada di kantor, yaitu seusai makan siang.
  • Begitu pulang dari kantor, ibu harus tetap menyusui bayi Anda secara langsung sesuai dengan keinginan bayi Anda, termasuk pada malam hari ketika bayi terbangun.
  • Ibu juga perlu memerah ASI satu kali sepulang bekerja, yaitu sebelum tidur.

3. Menyimpan dan memberikan ASI perah dengan tepat

Dalam manajemen ASI perah, ibu bekerja pun perlu mengetahui bagaimana ASI disimpan dan kapan diberikan kepada bayi. Untuk penyimpanan, Anda bisa menyimpan ASI perah di botol kecil dan letakkan di dalam kulkas yang ada di kantor. Jangan lupa untuk menuliskan nama Anda atau bayi Anda, tanggal, dan jam perah ASI dilakukan di setiap botol.

Saat pulang, ASI perah perlu diletakkan di dalam tas pendingin atau cooler bag khusus dengan dilengkapi  ice gel agar ASI bertahan lama. Pasalnya, lama waktu penyimpanan ASI dipengaruhi oleh suhu selama penyimpanan ASI.

Untuk memberikan ASI perah, Anda dapat menggunakan ASI yang diperah satu hari sebelumnya. Sebagai contoh, ASI perah pada hari senin bisa disimpan di dalam kulkas untuk digunakan pada hari selasa. ASI yang diperah pada hari selasa disimpan untuk digunakan pada hari rabu. Begitupun seterusnya hingga ASI yang diperah pada hari jumat dapat dibekukan di freezer.

Adapun untuk hari senin, Anda bisa menggunakan ASI perah yang dibekukan di freezer tersebut. Sebelumnya Anda harus memindahkan ASI yang beku ke dalam kulkas pada minggu malam agar mencair dan kemudian ASI bisa dipanaskan pada hari senin sebelum diberikan kepada bayi Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bisakah Kandungan Susu Formula Menggantikan Manfaat ASI?

Kandungan susu formula tidak akan sama dengan ASI. Namun, apakah ada kandungan penting dalam susu formula yang bisa menggantikan manfaat ASI pada bayi?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Parenting, Nutrisi Anak 07/01/2020 . Waktu baca 4 menit

Apakah Jamu Pelancar ASI Itu Manjur dan Aman Diminum?

Demi kelancaran produksi ASI, jamu kerap menjadi pilihan para ibu menyusui. Namun sebelumnya, ketahui dulu keefektifan dan keamanan jamu pelancar ASI ini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Parenting, Menyusui 03/09/2019 . Waktu baca 12 menit

Berapa Lama Waktu Ideal untuk Menyimpan ASI?

Lama waktu penyimpanan ASI tidak selalu sama, karena tergantung dari tempat yang digunakan. Lantas, berapa lama masa ketahanan ASI berdasarkan tempatnya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Parenting, Menyusui 02/09/2019 . Waktu baca 7 menit

Bukan Hanya Satu, Ini 3 Jenis Botol ASI Beserta Kelebihan dan Kekurangannya

Ada berbagai jenis wadah alias botol ASI yang biasa dipakai selama menyimpan ASI. Sebelum menggunakannya, yuk, simak informasi lengkapnya di sini!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Parenting, Menyusui 02/09/2019 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

asi dan mpasi

Agar Tidak Keliru, Begini Cara Menyeimbangkan Pemberian ASI dan MPASI Bayi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 8 menit
asi tidak keluar

Penyebab dan Cara Mengatasi ASI yang Tidak Keluar Setelah Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020 . Waktu baca 10 menit
rasa asi

Kerap Bikin Penasaran, Ternyata Seperti Inilah Rasa ASI

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 23/05/2020 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
peralihan asi ke susu formula

Bu, Ini Tips Peralihan dari ASI ke Susu Formula

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 27/04/2020 . Waktu baca 4 menit