Kulit Bayi Kering Sampai Mengelupas? Ini Penyebab, Cara Mencegah dan Mengatasinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14 September 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Anda mungkin mengira kulit kering hanya masalahnya orang dewasa. Namun, kondisi kulit bayi justru lebih rentan kering dan bahkan mungkin sampai mengelupas. Bagi orangtua, melihat kulit kering pada bayi kesayangan tentu membuat khawatir. Yuk cari tahu apa penyebabnya dan cara yang tepat untuk mengatasinya.

Penyebab kulit kering dan mengelupas pada bayi

Kulit kering dan mengelupas cenderung sering ditemui pada bayi yang baru lahir. Namun khusus bayi yang baru lahir, pengelupasan yang terjadi sebetulnya bukanlah sel kulit mati selayaknya orang dewasa.

Kulit bayi tampak mengelupas dalam beberapa hari setelah kelahiran adalah karena luruhnya vernix caseosa pada bayi baru lahir yang melapisi kulit. Lapisan ini berfungsi untuk mempermudah bayi keluar dari vagina sang ibu sekaligus melindungi kulit bayi dari infeksi.

Setelah dilahirkan, lapisan vernix akan terlihat lebih tebal dan akan mengelupas bila dibersihkan dengan rutin. Kondisi ini akan berhenti sendiri seiring waktu dan idak butuh perawatan khusus.

Pada bayi yang sudah agak besar, kulit mereka bisa kering dan mengelupas karena lapisan terluarnya (epidermis) kekurangan cairan. Epidermis yang mengalami “dehidrasi” dapat dipicu oleh berbagai faktor, meliputi:

1. Kondisi udara yang kering

Tips Aman Kalau Harus Mengajak Bayi Jalan-jalan Keluar Rumah

Kesehatan kulit sangat bergantung dengan suhu udara di sekitar. Bila lingkungan sekitarnya cenderung panas dan kering, kulit bayi akan kehilangan banyak cairan.

Ini juga berlaku pada ruangan yang menggunakan AC. Meskipun udaranya dingin, AC membuat udara jadi kering sehingga dapat mengurangi kelembapan kulit bayi. 

2. Pilihan sabun yang tidak tepat

sabun untuk alergi

Kulit bayi perlu beradaptasi dengan berbagai zat yang ada di lingkungan, salah satunya sabun. Produk perawatan kulit bayi ini dibuat dengan berbagai bahan yang mungkin tidak cocok dengan kulit bayi. Inilah yang membuat Anda perlu mengetahui cara memilih produk perawatan kulit bayi sensitif.

Apalagi jika bayi memiliki jenis kulit yang sensitif, pemakaian sabun yang tidak tepat bisa membuat kulitnya kering dan mengelupas.

3. Masalah kulit

eksim pada bayi

Kulit mengelupas pada bayi juga bisa disebabkan oleh masalah kulit, seperti eksim, psoriasis, atau ichthyosis. Eksim pada kulit bayi adalah penyakit kulit kronis yang menyebabkan ruam, kulit menebal dan gatal serta terkelupas.

Munculnya gejala tersebut dapat dipicu oleh berbagai hal, seperti alergi pada makanan atau lingkungan. Selain eksim, penyakit kulit lain seperti penyakit psoriasis dan iktiosis juga bisa menyebabkan kulit kering.

Psoriasis adalah penyakit kronis yang menyebabkan produksi sel kulit terjadi sangat cepat sehingga membuat kulit kering, pecah-pecah, dan mengelupas. Sementara, iktiosis adalah kondisi genetik yang menyebabkan kulit bersisik, mengelupas, dan gatal.

Penyakit yang membuat kulit menjadi kering dan terkelupas ini memang tidak bisa disembuhkan. Namun, Anda bisa menerapkan perawatan untuk mengurangi gejala sekaligus mempertahankan kulit agar tetap sehat.

4. Kebiasaan tertentu yang mengeringkan kulit

cara memandikan agar kulit bayi tidak kering dan mengelupas

Kulit kering dan mengelupas pada bayi bisa terjadi akibat suatu kebiasaan, misalnya mandi dengan air hangat dalam waktu lama. Paparan suhu panas dan air dapat mengganggu keseimbangan minyak dan air di kulit Anda sehingga membuat kulit jadi kering.

Sebenarnya, memandikan bayi tidak perlu lama-lama. Anda hanya perlu mengusap tubuh bayi dengan sabun, membilasnya hingga bersih, dan mengeringkan tubuhnya dengan handuk.

Gejala kulit kering dan mengelupas pada bayi

Sangat penting mengetahui gejala kulit kering pada bayi agar Anda bisa berhati-hati. Ada beberapa gejala yang menjadi tanda bahwa kulit pada bayi akan kering dan mengelupas, yaitu:

  • Kulit bayi terlihat bersisik
  • Kasar
  • Kulit mengelupas
  • Kulit bayi kemerahan
  • Lecet
  • Kulit menebal
  • Ruam di wajah, leher, lutut, siku, dan pergelangan kaki

Bila kulit sangat kering, sangat mungkin terjadi pecah-pecah yang menyakitkan. Kondisi sangat parah bahkan bisa sampai berdarh atau infeksi

Cara mencegah kulit kering dan mengelupas pada bayi

Bila bayi belum menunjukkan tanda kulit kering dan mengelupas, haruskah melakukan upaya pencegahan? Sebaiknya iya, sebelum kondisi kulit si kecil berubah.

Ada beberapa langkah untuk mencegah kulit bayi kering atau bersisik, bahkan sampai mengelupas, yaitu:

Hindari mandi memakai air panas

Air mandi bayi yang terlalu panas bisa membuat kulit bayi iritasi, sehingga kondisi air yang paling ideal untuk si kecil adalah hangat suam-suam kuku.

Maksud dari hangat suam kuku adalah air yang cenderung hampir dingin, tapi masih terasa hangat sedikit.

Bagi orang dewasa mungkin tidak terasa hangat, tapi ini cukup untuk bayi dan bisa merawat kulit agar tidak kering dan mengelupas.

Tidak perlu mandi setiap hari

Berbeda dengan orang dewasa yang perlu mandi setiap hari, bayi tidak perlu rutin dimandikan. Mengutip dari Raising Children, bayi, terutama yang baru lahir, kulitnya lebih tipis dan rapuh dari orang dewasa. Mandi terlalu sering bisa menurunkan kelembapan kulit lebih cepat, sehingga membuat kulit cepat kering.

Tidak hanya itu, bayi juga tidak membutuhkan sabun di awal kehidupannya. Hindari memberikan sabun terlalu banyak untuk mencegah kulit pada bayi kering dan mengelupas.

Hindari sinar matahari langsung

Bayi membutuhkan sinar matahari untuk menambah kadar vitamin D agar tulangnya kuat. Biasanya Anda menjemur si kecil di pagi atau sore hari. Namun yang perlu diperhatikan, hindari sinar matahari langsung untuk mencegah kulit bayi kering. 

Menjemur bayi di bawah sinar matahari bisa dengan tetap memakaikannya baju agar kulit bayi tetap terlindungi. Tidak perlu khawatir, sinar matahari tetap bisa memberikan vitamin D pada bayi meski ditutup pakaian. 

Memakai bahan pakaian yang lembut

Pakaian si kecil juga memengaruhi kondisi kulit bayi. Pasalnya, memakai baju yang terlalu ketat bisa membuat kulit bayi iritasi, ruam kemerahan, sampai kering. 

Sebaiknya pilih pakaian bayi yang longgar dengan bahan katun lembut. Ini bermanfaat agar kulit bayi bisa bernapas.

Cara mengatasi kulit kering dan mengelupas pada bayi

mengobati kulit bayi kering dan mengelupas

Umumnya kulit bayi kering tidak berbahaya, Anda cukup merawat kulit bayi dengan benar, kondisi kulit akan segera membaik. Namun, pada bayi yang kulitnya kering akibat masalah kesehatan tertentu, pengobatan dokter diperlukan.

Mayo Clinic menyebutkan bahwa kulit kering  tidak mendapatkan perawatan yang tepat dapat menyebabkan komplikasi, seperti infeksi akibat adanya luka karena kulit yang mengelupas.

Ikuti cara berikut ini untuk mengatasi kulit kering dan mengelupas pada si kecil, seperti:

Tidak memandikan bayi terlalu lama

Kebiasaan mandi atau main air terlalu lama bisa memicu terjadinya kulit kering dan mengelupas pada bayi. Memang menyenangkan bila bisa bermain air bersama bayi Anda, mungkin bayi Anda juga menyukainya. Namun, terlalu lama dan sering terkena air justru bikin kulit mudah kering. 

Batasi waktu mandi bayi sampai 10 menit saja. Gunakan air yang hangat dan sabun yang tidak mengandung terlalu banyak bahan kimia tambahan, misalnya parfum, pewarna, atau pengawet.

Pakai pelembap

Setelah memandikan bayi berkulit sensitif, segera mengoleskan pelembap agar kelembapan kulitnya terjaga. Hal ini perlu dilakukan secara rutin saat kondisi kulit bayi bersih.

Pilihlah produk yang aman bagi bayi Anda. Sekarang ini sudah banyak produk pelembap khusus bayi di pasaran yang bisa Anda pilih. Penting untuk Anda memilih pelembap bayi yang tepat agar kulit si kecil tidak iritasi.

Pastikan kebutuhan cairannya tercukupi

Tak hanya merawat kulitnya, namun Anda juga harus memastikan jika kulit bayi Anda tidak ‘kehausan’. Hal ini bisa dilakukan dengan cara memberikannya cairan yang cukup.

Pastikan kalau bayi Anda sering minum air, tapi jika masih di bawah 6 bulan, ASI saja sudah cukup.

Jaga kesehatan kulitnya

Selain pelembap, Anda bisa menggunakan tabir surya atau sunblock khusus bayi dan anak-anak. Tujuannya, agar kulit bayi tetap terjaga ketika berada di luar ruangan dan terpapar sinar matahari langsung.

Jika Anda mengajak si kecil bermain di pantai atau kolam renang, setelah bermain sebaiknya segera bilas tubuh si kecil hingga bersih.

Klorin dan garam yang ada di kolam renang maupun air laut, dapat menyebabkan kerusakan kulit, apalagi jika bayi memiliki penyakit tertentu, seperti eksim.

Lakukan pengobatan dokter

Kondisi kulit yang kering dan mengelupas pada si kecil tidak selalu efektif diobati dengan pengobatan rumah. Si kecil mungkin butuh perawatan dokter, terutama bila terjadi akibat masalah kesehatan tertentu.

Bila bayi mengalami tanda dan gejala berikut ini, segera periksakan kondisinya pada dokter:

  • Perawatan di rumah tidak membuat kondisinya jadi lebih baik
  • Kulit kering yang terjadi disertai kemerahan
  • Muncul rasa gatal yang membuat bayi rewel bahkan susah tidur
  • Menimbulkan luka lecet, bersisik, dan pengelupasan terus melebar

Perawatan dokter untuk kulit kering dan mengelupas pada bayi dapat meliputi pemberian obat oral, topikal, maupun terapi. Ini juga dilakukan untuk membantu mencegah terjadinya komplikasi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Gangguan Pencernaan yang Sering Dialami Bayi dan Anak-Anak

Orangtua pasti cemas bukan main melihat anaknya bolak-balik BAB. Tenang dulu. Cari tahu penyebab, gejala, dan cara mengobati diare pada anak di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Penyakit Pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 30 September 2020 . Waktu baca 10 menit

Penyebab Psoriasis dan Faktor-Faktor Risiko yang Perlu Dihindari

Pemicu kambuhnya psoriasis bisa dikendalikan dengan menghindari faktor-faktor risiko. Namun, apa sebenarnya penyebab penyakit psoriasis?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan Kulit, Psoriasis 24 September 2020 . Waktu baca 8 menit

5 Cara Merawat Kulit yang Mengelupas

Entah karena terbakar matahari, perawatan wajah, atau alasan lain, Anda mungkin menemukan kulit mengelupas tiba-tiba. Bagaimana merawatnya agar tak rusak?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Kecantikan 11 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Benarkah Cacingan Bisa Menyebabkan Stunting pada Anak?

Cacingan masih menjadi masalah kesehatan yang mengkhawatirkan. Belum lagi cacingan diduga bisa jadi penyebab stunting pada anak. Cari tahu lebih jauh, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Konten Bersponsor
penyebab stunting
Kesehatan Anak, Parenting 10 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ciri kulit sensitif

Ciri Kulit Sensitif dan 8 Cara Jitu Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 7 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
cara merawat kulit bayi

Cara Merawat Kulit Bayi yang Tepat Tanpa Membuat Iritasi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 6 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit
bayi tidur

Informasi Seputar Jam Bayi Tidur, Cara Menidurkan, dan Posisi yang Tepat

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit
bullying pada remaja

Tanda yang Muncul Jika Anak Anda Jadi Korban Bullying

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 1 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit