Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Buat Bayi, Lebih Baik Membuat MPASI Sendiri Atau Racik yang Instan?

Buat Bayi, Lebih Baik Membuat MPASI Sendiri Atau Racik yang Instan?

Memberi makanan pertama untuk bayi yang baru belajar makan merupakan tantangan tersendiri. Setiap makanan yang Anda pilih akan sangat berpengaruh pada proses tumbuh kembang bayi ke depannya. MPASI yang bergizi dapat membantu perkembangan otak dan meningkatkan daya tahan tubuhnya sehingga bayi tumbuh sehat dan cerdas. Namun jika harus memilih, lebih baik membuat MPASI sendiri atau boleh pakai yang instan?

Lebih sehat membuat MPASI sendiri daripada pakai yang instan?

Beberapa ibu percaya bahwa bayinya akan tumbuh lebih sehat jika diberi makan MPASI racikan sendiri yang terbuat dari bahan-bahan organik.

Tentunya, membuat MPASI sendiri di rumah lebih terjamin kebersihannya dan gizinya ketimbang yang instan. Kita belum tentu tahu pasti apa saja yang terkandung dalam menu MPASI instan di pasaran. Apakah dibuat dengan ditambahkan penyedap rasa atau MSG? Apakah pembuatannya higienis?

Maka untuk menghindari berbagai kemungkinan terburuknya, banyak ibu tidak merasa kerepotan harus membuat MPASI sendiri ketimbang yang instan. Selain kebersihan dan kualitas bahannya yang lebih terjaga, makanan organik atau alami juga memiliki kandungan gizi yang lebih sehat dan beragam dibanding makanan buatan atau siap saji.

Ibu pun lebih leluasa mengatur menu makanan untuk bayinya. Dalam hal menyajikan MPASI rumahan untuk bayi, sebaiknya pilihlah bahan makanan yang beragam agar bayi mendapatkan asupan gizi seimbang sekaligus belajar mengenal rasa-rasa makanan. Menu makanan yang beragam juga dapat mencegah bayi terbiasa pilih-pilih makanan (picky eating) nantinya.

Namun, yang mungkin sulit dan perlu lebih diperhatikan adalah takaran setiap gizinya saat membuat MPASI rumahan untuk bayi. Beberapa ibu mungkin tidak paham benar apakah semangkuk MPASI rumahan tersebut sudah bisa mencukupi kebutuhan gizi yang harus diterima bayi meski isi bahan makanannya beragam.

Bagaimana jika bayi diberi MPASI instan? Apakah sehat?

Untuk ibu yang tidak punya cukup waktu untuk membuat MPASI sendiri, adanya MPASI instan tentu sangat membantu. Tapi, apakah sehat?

MPASI instan bukan berarti pasti tidak sehat. Jika tidak sehat, tentu MPASI instan tidak diperbolehkan dijual di pasaran. Agar bisa dijual ke masyarakat, sebuah produk makanan (apalagi untuk bayi) pasti harus menjalani tes kelayakan dan diseleksi terlebih dahulu. MPASI instan harus memenuhi standar-standar khusus yang sudah ditetapkan oleh WHO dan juga BPOM, termasuk standar keamanan dan higienitas.

Bagaimana dengan bahan pengawet dalam MPASI instan? MPASI dibuat dengan mengeringkan bahan-bahan makanan sehingga kadar air yang ada di dalamnya berkurang. Hal ini pun memperpanjang umur simpan MPASI. Jika pun ada bahan pengawet dalam MPASI pasti telah memenuhi standar keamanan untuk bayi.

Selain praktis, pemberiak MPASI instan dapat membantu ibu memenuhi kebutuhan gizi bayi. MPASI instan banyak yang diperkaya dengan berbagai zat gizi penting untuk bayi, dari zat besi, omega 3, dan omega 6 yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi.

Maka jika ternyata situasi Anda kurang memungkinkan untuk selalu membuat MPASI sendiri, atau jika Anda merasa gizi yang diterima bayi masih kurang walau sudah diberi MPASI rumahan, Anda tidak perlu takut untuk memberikan MPASI instan.

Namun begitu, MPASI rumahan yang dibuat sendiri tetap menjadi pilihan utama untuk diberikan ke bayi. Kandungan gizi, kebersihan bahan, rasa makanan tentu lebih terjamin. Anda hanya perlu mencoba membuatnya dari berbagai macam bahan makanan agar pilihan makanan bayi lebih luas dan gizi yang diterima bayi pun lengkap.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Wirahmadi, Angga. (2017). Apakah Makanan Pendamping ASI (MPASI) Komersial Berbahaya Buat Bayi?. [online] Available at: http://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/apakah-makanan-pendamping-asi-mpasi-komersil-berbahaya-buat-bayi [Accessed 17 March. 2019].

Sudiarti, Trini. (2017). Pengaruh Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu Terhadap Pertumbuhan Bayi Usia Enam Sampai dengan Sebelas Bulan. Ringkasan Disertasi Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia.


Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Arinda Veratamala, S.Gz Diperbarui 2 minggu lalu