home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Panduan Memberi Makanan Bayi agar Tidak Sembelit

Panduan Memberi Makanan Bayi agar Tidak Sembelit

Bayi yang baru mengenal makanan padat selain ASI (MPASI) rentan mengalami sembelit. Kondisi ini bisa terjadi karena sistem pencernaan si kecil yang baru beradaptasi dengan makanan baru setelah sebelumnya hanya minum ASI. Selain itu, mungkin juga Anda memberikan makanan yang kurang tepat untuknya. Pertanyaannya, seperti apa MPASI yang sebaiknya diberikan supaya tidak menyebabkan sembelit pada bayi?

Panduan pemberian MPASI yang tidak menyebabkan sembelit

Masalah sembelit alias susah buang air besar adalah gangguan pencernaan yang kerap kali menyerang anak-anak, tak terkecuali di masa perkembangan bayi.

Hal ini dapat berdampak pada menurunnya nafsu makan bayi sehingga membuat Anda khawatir.

Menurut Mayo Clinic, bayi dikatakan sembelit jika menunjukkan gejala seperti jarang buang air besar disertai dengan feses yang keras dan ukurannya lebih kecil.

Bila Anda perhatikan, si kecil akan menunjukkan wajah kesakitan bahkan menangis ketika buang air besar (BAB).

Salah satu penyebab bayi bisa mengalami sembelit yakni karena pemberian MPASI atau lebih spesifiknya pada pilihan makanan.

Itulah mengapa Anda perlu menyiapkan makanan padat atau MPASI yang tidak menyebabkan sembelit pada bayi.

Nah, berikut panduan yang perlu Anda terapkan saat memberikan MPASI agar tidak menyebabkan bayi mengalami sembelit:

1. Hati-hati dalam memilih makanan berserat

Kurang serat bisa menjadi penyebab bayi sembelit saat makan MPASI.

Ini karena salah satu fungsi serat di dalam makanan adalah untuk melunakkan feses dengan menarik banyak air ke dalam usus.

Selain itu, jenis serat tertentu juga membantu merangsang pergerakan usus jadi lebih cepat sehingga feses bisa terdorong mencapai anus dan mudah dikeluarkan.

Atas dasar itulah memberikan MPASI yang mengandung serat sangat direkomendasikan agar tidak menyebabkan sembelit pada bayi.

Sayangnya, tidak semua makanan berserat bisa dikonsumsi bayi yang baru memulai MPASI.

Beberapa contoh makanan padat atau MPASI yang dianjurkan agar tidak menyebabkan sembelit pada bayi antara lain:

  • Susu tinggi serat
  • Sayuran dengan jumlah yang cukup agar kandungan serat tidak terlalu rendah maupun terlalu tinggi untuk bayi seperti brokoli, wortel, daun kale, lobak hijau, dan bayam
  • Buah-buahan seperti pisang, apel, pir, alpukat, pepaya, jeruk atau stroberi
  • Kacang-kacangan seperti kacang hijau, kacang polong, atau kacang merah
  • Bubur gandum (oatmeal)

Selain pilihan makanan, agar tidak menyebabkan sembelit pada bayi, asupan MPASI sebaiknya juga tidak boleh berlebihan.

Dikutip dari situs Kids Pediatric, bayi usia 6 bulan hingga 1 tahun membutuhkan sekitar 5 gram (gr) serat per hari.

Ya, sama dengan kekurangan, ternyata terlalu banyak asupan serat juga dapat membuat bayi mengalami sembelit.

Kebanyakan makan makanan berserat tanpa didampingi dengan asupan air putih yang cukup dapat menyebabkan pencernaan bayi malah terganggu.

Hal ini dikarenakan sistem pencernaan bayi belum sepenuhnya berfungsi normal untuk bisa mengolah serat dalam jumlah banyak.

2. Perkenalkan makanan baru satu per satu

Agar tidak menyebabkan sembelit pada bayi, Anda sebaiknya tidak memperkenalkan berbagai jenis makanan dalam waktu yang bersamaan.

Itu artinya, Anda hanya boleh memberikan makanan baru pada si kecil satu per satu dengan pola pergantian jenis makanan setiap 3-5 hari sekali.

Namun bila pencernaan bayi sudah kembali normal, tetap terapkan panduan MPASI seimbang yang terdiri dari karbohidrat, protein hewani, sayur dan buah.

3. Hindari makanan pemicu sembelit

Selain ada makanan yang memperlancar BAB bayi, ada juga yang bisa memicu sembelit.

Makanan yang memicu sembelit ini umumnya tidak mengandung serat yang dibutuhkan si kecil.

Sumber makanan untuk MPASI yang sebaiknya dihindari bayi agar tidak menyebabkan sembelit meliputi:

  • Fast food yang banyak mengandung lemak
  • Makanan olahan, seperti sosis, bakso, dan pizza
  • Keripik, biskuit, wafer, dan makanan ringan lainnya
  • Daging sapi olahan

Makanan yang mengandung lemak, garam, gula, dan pengawet tidak hanya menyebabkan sembelit, tapi juga tidak sehat bagi kesehatan tubuh si kecil.

Pada beberapa kasus, makanan pemicu sembelit juga dilihat berdasarkan masalah kesehatan yang dimiliki si kecil.

Ambil contohnya bayi yang memiliki intoleransi laktosa tidak bisa minum susu formula dari sapi, kambing, atau domba maupun produk olahannya.

Bila si kecil diberi makanan ini, ia bisa mengalami berbagai gejala, salah satunya sembelit.

Jika Anda kesulitan untuk menemukan makanan pemicu sembelit pada bayi, coba konsultasikan lebih lanjut dengan dokter.

Selain menemukan makanan pemicu sembelit, dokter juga akan membantu Anda agar kebutuhan gizi bayi tetap terpenuhi meski tidak boleh makan makanan tertentu.

4. Sajikan makanan sesuai usianya

Rata-rata bayi di usia kurang dari 1 tahun belum memiliki gigi utuh yang bisa mengunyah makanan bertekstur keras.

Oleh karena itu, pastikan makanan yang Anda sajikan teksturnya lembut dan mudah ditelan. Anda bisa memberikan buah untuk melancarkan sembelit yang jadi favorit si kecil.

Pilihan buah untuk bayi ini bisa Anda ganti jenisnya setiap hari.

5. Seimbangkan dengan cairan

Mencegah sembelit pada bayi tidak hanya dilihat dari pilihan makanan saja, tapi juga asupan cairan. Serat makanan yang diperoleh bayi bisa bekerja dengan optimal dengan bantuan air.

Air berguna untuk membentuk feses jadi lebih bervolume dan lunak sehingga lebih mudah untuk dikeluarkan.

Bayi usia 6 bulan ke atas sudah boleh mendapatkan asupan carian dari ASI, air putih untuk bayi, dan makanan yang dimakan.

Untuk susu formula, pilihlah susu formula yang baik untuk pencernaan bayi yaitu susu formula yang tidak bikin sembelit.

Ketahui juga cara membuat susu formula yang benar sesuai petunjuknya.

Selain memenuhi kebutuhan cairan anak, Anda bisa sekaligus memenuhi kebutuhan serat harian anak.

Resep MPASI yang tidak menyebabkan bayi sembelit

Bila Anda bingung ingin membuat MPASI apa yang aman dan tidak menyebabkan sembelit pada bayi, berikut beberapa resep yang bisa dicoba di rumah:

Bubur pir

Bahan-bahan:

  • 1 buah pir (bisa diganti dengan aprikot atau peach)
  • Air secukupnya

Cara membuat:

  • Cuci pir hingga bersih lalu kupas
  • Potong pir menjadi dua bagian dan bersihkan bagian tengah
  • Potong pir berbentuk dadu kecil-kecil
  • Masak air hingga mendidih di dalam panci dan masukkan pir
  • Ketika pir melembut, angkat pir, keringkan
  • Haluskan dengan blender
  • Sajikan untuk bayi

Bubur sayuran

Bahan-bahan:

  • 1 kentang kecil yang dikupas
  • 1 potongan kecil labu yang sudah dikupas atau sayuran lain dalam porsi cukup agar tidak menyumbang serat yang terlalu rendah maupun tinggi untuk bayi
  • 1/2 cangkir wortel parut
  • 1 brokoli

Cara membuat:

  • Potong kecil-kecil brokoli hingga halus
  • Gunakan panci atau steamer dan didihkan air
  • Masukkan sayuran, tutup panci rapat dan masak hingga lunak (jangan terlalu lama)
  • Setelah sayuran lunak, saring dan keringkan
  • Haluskan ke dalam blender atau food processor
  • Sajikan ke dalam mangkuk makan kepada si kecil

Mudah bukan dalam membuat MPASI yang tidak menyebabkan bayi mengalami sembelit?

Kini Anda bisa mencoba resep ini di rumah agar si kecil tetap ternutrisi selama pemulihan sembelitnya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Constipation. Retrieved 20 November 2020, from http://kidshealth.org/en/parents/constipation.html#

Constipation in Children – Symptoms and causes. Retrieved 20 November 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/constipation-in-children/symptoms-causes/syc-20354242 

Constipation in Children – Symptoms and causes. Retrieved 20 November 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/constipation-in-children/symptoms-causes/syc-20354242 

What Are the Signs of Infant Constipation? And What’s the Best Way to Treat It?. Retrieved 20 November 2020, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/expert-answers/infant-constipation/faq-20058519#:~:text=If%20your%20baby%20seems%20constipated,that%20acts%20like%20a%20laxative.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
Tanggal diperbarui 15/09/2016
x