Gejala dan Cara Mengatasi Campak Pada Bayi agar Tidak Semakin Parah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26/03/2020 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Campak termasuk salah satu imunisasi yang wajib diberikan pada bayi. Penyakit ini mampu menyebar dari infeksi virus yang mengakibatkan demam tinggi dan ruam kemerahan pada kulit. Kondisi tersebut sering membuat orangtua panik akan kesehatan anaknya. Berikut penjelasan seputar campak atau tampek pada bayi yang perlu diketahui. 

Apa itu campak pada bayi?

Mengutip dari Mayo Clinic, campak adalah infeksi pada bayi dan anak-anak yang disebabkan oleh virus paramyxovirus. Biasanya ditularkan lewat kontak langsung dan melalui udara.

Campak atau tampek menginfeksi saluran pernapasan lalu menyebar ke seluruh tubuh. 

Masih berdasarkan Mayo Clinic, campak bisa membunuh 100 ribu orang per tahun, sebagian besar anak dan bayi di bawah usia 5 tahun. 

Data dari WHO menunjukkan bahwa sebelum vaksin campak pada bayi digalakkan, penyakit ini terjadi setiap dua sampai tiga kali dalam setahun dan campak menyebabkan 2,6 juta kematian setiap tahun.

Masih dari data WHO, vaksin campak bisa menurunkan kematian pada bayi sekitar 73 persen atau sekitar 23,3 juta jiwa, antara tahun 2000 sampai 2018.

Tanda dan gejala campak pada bayi

Melihat betapa bahayanya campak atau tampek pada bayi, apa tanda dan gejala campak pada bayi? Berikut beberapa di antaranya

Demam

WHO menjelaskan bahwa tanda pertama campak adalah demam tinggi selama 10-12 hari setelah terpapar virus. Demam berlangsung selama 4-7 hari. 

Demam ini diikuti dengan kondisi lain, yaitu:

  • Hidung berair
  • Batuk
  • Sakit tenggorokan
  • Mata merah dan berair
  • Bintik putih kecil di pipi

Ruam merah pada kulit

Setelah demam selama 4-7 hari, ruam akan mulai muncul di area wajah dan leher bagian atas. Lebih dari tiga hari, ruam akan menyebar dan sampai ke tangan dan kaki. 

Ruam ini berlangsung selama 5-6 hari dan lama-lama akan memudar. Ruam biasanya terjadi 14 hari setelah terpapar virus, dengan kisaran 7-18 hari.

Siapa yang berisiko terkena campak?

Campak sangat mematikan bila tidak diberikan vaksin pada bayi. Dari situs resmi WHO dijelaskan bahwa bayi yang tidak divaksin berisiko tinggi terkena campak dan komplikasi lainnya, bahkan sampai kematian. 

Berikut kondisi bayi yang berisiko terkena campak, mengutip dari Healthy Children:

  • Bayi di bawah usia 12 bulan yang tidak mendapatkan imunisasi campak
  • Bayi yang tinggal di area pada penduduk
  • Bayi yang tidak mendapat ASI eksklusif
  • Perjalanan ke negara dengan tingkat campak tinggi
  • Defisiensi vitamin A

Setiap orang yang tidak kebal, tidak divaksin atau sudah divaksin tapi tidak mengembangkan kekebalan tubuh, bisa terinfeksi campak. 

Meski vaksin sudah marak di beberapa negara, campak masih umum terjadi di banyak negara berkembang. Terutama di bagian Afrika dan sebagian Asia. 

Sebagian besar, lebih dari 95 persen kematian akibat campak terjadi di negara-negara dengan pendapatan per kapita rendah dan fasilitas kesehatan yang lemah.

Wabah campak bisa sangat mematikan di negara yang mengalami bencana alam atau konflik.

Kerusakan dan kepadatan di tenda perumahan sangat meningkatkan risiko infeksi dan penularannya.

Cara mengatasi campak pada bayi

Campak adalah salah satu penyakit yang sangat menular, karena bisa menyebar lewat kontak fisik dan udara. Kondisi ini bisa menyebabkan epidemi yang menyebabkan banyak kematian.

Berikut cara mengatasi tampek pada bayi agar si kecil tidak terinfeksi:

Imunisasi

Mengutip dari WHO, imunisasi adalah salah satu strategi efektif untuk mengurangi angka kematian akibat campak.

Vaksin campak pada bayi sudah dipakai selama hampir 60 tahun dan sudah terbukti aman juga efektif.

Pada tahun 2018, sekitar 86 persen anak di dunia menerima satu dosis vaksin campak pada ulang tahun pertama. Angka ini naik dari tahun 2000 yang sekitar 72 persen. 

Namun, diperkirakan sekitar 19,2 juta bayi di dunia tidak menerima vaksin rutin campak, 6,1 juta jiwa berada di tiga negara, yaitu India, Nigeria, dan Pakistan.

Ini yang membuat virus tetap aktif dan menular di udara serta permukaan yang terinfeksi sampai dua jam.

Hindari perjalanan 

Bila Anda sudah merencanakan perjalanan ke luar negeri bersama keluarga, termasuk si kecil, sebaiknya hindari.

Pasalnya, bayi di bawah usia enam bulan masih terlalu muda untuk diberikan vaksin campak, sehingga ketika perjalanan, ia akan lebih mudah terkena virus yang ada di luar. 

Ditambah bila Anda melakukan perjalanan ke negara atau daerah dengan angka risiko campak yang tinggi. Lebih baik ditunda sampai waktu si kecil mendapatkan imunisasi campak.

Komplikasi serius campak pada bayi

Kematian karena campak atau tampek pada bayi sering disebabkan oleh komplikasi yang serius. Ini sering terjadi pada anak di bawah usia 5 tahun atau orang dewasa di atas usia 30 tahun.

Komplikasi serius tersebut di antaranya:

Infeksi telinga

Salah satu komplikasi yang paling umum dari campak pada bayi adalah infeksi telinga. Infeksi ini sering terjadi karena suhu dingin, infeksi tenggorokan, atau alergi yang menyebabkan cairan terjebak di area telinga.

Bronkitis

Campak bisa menyebabkan radang pada dinding bagian dalam yang melapisi saluran udara utama paru-paru (saluran bronkial) si kecil. Kondisi yang cukup parah bisa menimbulkan komplikasi seperti bronkitis pada anak.

Pneumonia

Bayi yang sedang mengalami campak dan memiliki sistem imun yang kurang sempurna, memiliki kemungkinan terkena komplikasi pneumonia dan ini cukup fatal.

Pneumonia merupakan infeksi yang menyerang paru-paru, sehingga menyebabkan kantung udara di dalam paru meradang dan membengkak.

Pneumonia pada anak dan bayi bisa sangat berbahaya dan menyebabkan kematian. WHO menyebutkan bahwa pneumonia adalah penyebab kematian balita 16 persen di dunia pada tahun 2015.

Bila bayi mengalami campak dan komplikasi dengan pneumonia, ini sangat berbahaya bahkan bisa sebabkan kematian.

Encephalitis

Ini adalah kondisi peradangan jaringan otak yang sebenarnya sangat jarang terjadi tapi bila sudah menyerang, bisa sangat serius.

Ketika komplikasi tampek pada bayi bersamaan dengan encephalitis, sangat berbahaya. Bisa menyebabkan kejang dan kelemahan otak.

Anak-anak yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, sangat rentan mengalami ini.

Encephatilis disebabkan salah satu dari beberapa infeksi virus, sehingga kadang disebut ensafalitis virus.

Selain empat penyakit di atas, komplikasi juga bisa menyebabkan:

  • Kebutaan
  • Infeksi pembengkakan otak (ensefalitis)
  • Diare parah 
  • Dehidrasi

Campak akan mudah terkena pada bayi dan anak-anak yang kurang gizi, terutama bayi kekurangan vitamin A. Selain itu, campak juga mudah terkena bagi anak yang sistem kekebalan tubuhnya lemah karena HIV/AIDS.

Kapan harus ke dokter untuk memeriksakan campak pada bayi?

Ada beberapa kondisi bayi yang membuat Anda harus membawanya ke dokter, yaitu:

  • Sulit dibangunkan
  • Linglung atau terus menerus mengigau
  • Kesulitan bernapas dan keluhannya tidak membaik setelah Anda membersihkan hidungnya
  • Mengeluhkan sakit kepala parah
  • Terlihat sangat pucat, lemah, dan lunglai
  • mengeluhkan sakit telinga
  • mengeluarkan cairan kuning dari mata
  • masih mengeluhkan demam setelah hari keempat ruam timbul
  • demam semakin parah

Dokter biasanya bisa mendiagnosis campak dengan melihat tanda dan gejala. Selain itu, akan dilakukan tes darah untuk memastikan apakah ada virus rubela atau tidak di tubuh anak. 

Campak adalah penyakit yang harus dilaporkan pada dokter. Pada bayi, campak harus mendapatkan penanganan agar tidak menular dan memperburuk kesehatannya.

Bila campak pada anak sekolah, biasanya tidak diizinkan masuk sekolah setelah ruam muncul di kulit.

Cara mengobati campak pada bayi

Sebenarnya, tidak ada pengobatan khusus untuk campak, baik pada bayi juga orang dewasa. Alasannya, tidak seperti infeksi bakteri, campak disebabkan infeksi virus yang tidak sensitif terhadap antibiotik.

Virus dan gejalanya bisa hilang dalam waktu sekitar dua sampai tiga minggu. Hal yang bisa dilakukan oleh orangtua adalah mengurangi tingkat keparahannya, yaitu:

Vaksin campak

Apakah yang sudah terkena campak bisa langsung divaksin? Bisa, tapi tidak langsung. Beri jeda setelah terkena paparan campak setelah 72 jam. 

Konsumsi protein imun

Menaikkan sistem kekebalan tubuh sangat penting agar tubuh bayi bisa melawan virus dan bakteri yang menyerang. Anda bisa memberikan protein imun yang disebut imunoglobulin. Bisa dikonsumsi dalam waktu enam hari setelah terpapar atau mengalami gejala campak.

Obat penurun demam

Ketika anak demam karena campak, Anda perlu menurunkan demam si kecil dengan memberikan ibuprofen atau acetaminophen. Bayi disarankan untuk istirahat agar meningkatkan sistem kekebalan tubuh si kecil.

Suplemen vitamin A

Bayi yang terkena campak, tubuhnya cenderung kekurangan vitamin A. Setelah dokter mengetahui si kecil terkena campak, biasanya akan diberikan suplemen vitamin A untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya.

Cegah infeksi baru

Bila bayi Anda sudah terkena campak, tubuh sudah membangun sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi. Ini membuat anak Anda tidak akan mengalami campak untuk kedua kalinya.

Untuk mencegah terkenanya infeksi baru, berikut beberapa langkahnya, mengutip dari Mayo Clinic:

Menjaga kekebalan tubuh

Vaksin salah satu cara untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit campak, termasuk pada bayi. Sangat penting untuk menjaga tubuh tetap sehat setelah vaksin dengan mengonsumsi makanan sehat.

Namun baru-baru ini, tingkat bayi yang mendapatkan vaksin berkurang cukup banyak karena keluarga memilih untuk tidak memberi vaksin anaknya dengan alasan tertentu.

Mencegah penyakit lain

Vaksin campak sering bergabung dengan rubella, ini adalah inisiatif antara WHO dan UNICEF untuk menurunkan dan memastikan bahwa tidak ada anak yang meninggal karena campak dan dilahirkan dengan sindrom rubella bawaan.

Ini merupakan salah satu cara untuk mencegah dan menghentikan campak dan rubella pada anak-anak. Inilah yang membuat bayi perlu diberikan vaksin measles and rubella (MR) pada usia 9-15 bulan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa yang Harus Diakukan Jika Anak Step (Kejang Demam)

Wajar bila orangtua panik saat bayi atau balitanya mendadak step alias kejang saat demam. Tapi sebenarnya, kondisi ini tak seburuk kelihatannya, kok.

Ditulis oleh: dr. Angga Maulana
Parenting, Tips Parenting 21/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Benarkah Cacingan Bisa Menyebabkan Stunting pada Anak?

Cacingan masih menjadi masalah kesehatan yang mengkhawatirkan. Belum lagi cacingan diduga bisa jadi penyebab stunting pada anak. Cari tahu lebih jauh, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Konten Bersponsor
penyebab stunting
Kesehatan Anak, Parenting 10/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Mengapa Kuku Bisa Cantengan dan Bagaimana Mengobatinya?

Kuku yang cantengan tak hanya mengerikan untuk dipandang mata, namun bisa terasa menyakitkan dan mungkin bernanah. Begini cara mengobatinya.

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Tips Sehat 08/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Kadang, ibu tidak memperhatikan kapan harus mengganti popok dan cenderung membiarkan bayinya memakai popok terlalu lama. Ini akibatnya pada bayi Anda.

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
kesehatan dan kebahagiaan anak

Begini Pengaruh Kesehatan terhadap Kebahagiaan Anak

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 10/08/2020 . Waktu baca 5 menit
bayi demam naik turun

Penyebab Demam Naik Turun Pada Bayi (dan Cara Mengatasinya)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 21/07/2020 . Waktu baca 3 menit
mengatasi anak step kejang demam saat anak kejang

Kejang Dengan Demam (Kejang Febrile)

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 21/07/2020 . Waktu baca 6 menit
mengatasi anak step kejang demam saat anak kejang

Yang Harus Anda Lakukan Saat Anak Anda Kejang

Ditulis oleh: Thendy Foraldy
Dipublikasikan tanggal: 21/07/2020 . Waktu baca 4 menit