Kapan Berat Badan Bayi Dikatakan Kurang dari Angka Normalnya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 September 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Berat badan bayi merupakan salah satu tolak ukur penilaian pertumbuhan dan perkembangannya. Bayi dikatakan memiliki status gizi yang baik bila indikator tumbuh kembangnya berada di jalur yang tepat, salah satunya termasuk berat badan yang tidak kurang atau rendah.

Jika berat badan bayi termasuk kurang atau lebih rendah dari rentang normalnya, asupan nutrisi harian mungkin tidak dapat memenuhi kebutuhan gizinya. Lantas, kapan berat badan bayi dikatakan kurang dan apa penyebab awalnya? Berikut informasi selengkapnya yang perlu Anda tahu.

Berapa berat badan bayi yang normal?

Sejak baru lahir, ada beberapa indikator yang dijadikan patokan dalam menilai apakah tumbuh kembang si kecil berjalan dengan baik.

Selain tinggi atau panjang badan dan lingkar kepala, masih ada berat badan bayi yang juga termasuk aspek untuk menentukan status gizi si kecil.

Salah satu hal yang mendukung normalnya kenaikan berat badan bayi yakni asupan nutrisi yang didapat dari makanan padat serta minuman harian.

Jika asupan nutrisi atau zat gizi tersebut mampu memenuhi kebutuhan gizi harian bayi, kenaikan berat badannya tentu dapat berjalan dengan baik.

Sebaliknya, jika asupan zat gizi tersebut cenderung kurang memenuhi kebutuhan gizi si kecil, otomatis hal ini akan berpengaruh pula pada kenaikan berat badannya.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), cara termudah untuk mengetahui berat badan bayi usia 12 bulan normal atau tidak yakni membandingkannya dengan berat badan saat lahir.

Berat badan bayi 12 bulan seharusnya sudah mencapai tiga kali dari berat badannya saat lahir. Akan tetapi, sebenarnya Anda tidak perlu khawatir karena proses pertumbuhan setiap anak berbeda-beda.

Selama berat badan bayi berada di rentang normal dan tidak kurang atau lebih dari itu, berarti tumbuh kembangnya termasuk baik.

Indikator yang biasanya digunakan untuk menilai berat badan bayi yakni berat badan menurut usia (BB/U) dan berat badan menurut panjang atau tinggi badan (BB/PB).

Menurut WHO dan Kementerian Kesehatan RI, berat badan bayi dikatakan normal dan tidak kurang atau lebih saat berada pada rentang berikut ini:

Bayi laki-laki

Berdasarkan tabel WHO, berat badan normal bayi laki-laki sampai usia 24 bulan yakni:

  • Usia 0 bulan atau baru lahir: 2,5-3,9 kilogram (kg)
  • Usia 1 bulan: 3,4-5,1 kg
  • Usia 2 bulan: 4,3-6,3 kg
  • Usia 3 bulan: 5,0-7,2 kg
  • Usia 4 bulan: 5,6-7,8 kg
  • Usia 5 bulan: 6,0-8,4 kg
  • Usia 6 bulan: 6,4-8,8 kg
  • Usia 7 bulan: 6,7-9,2 kg
  • Usia 8 bulan: 6,9-9,6 kg
  • Usia 9 bulan: 7,1-9,9 kg
  • Usia 10 bulan: 7,4-10,2 kg
  • Usia 11 bulan: 7,6-10,5 kg
  • Usia 12 bulan: 7,7-10,8 kg
  • Usia 13 bulan: 7,9-11,0 kg
  • Usia 14 bulan: 8,1-11,3 kg
  • Usia 15 bulan: 8,3-11,5 kg
  • Usia 16 bulan: 8,4-13,1 kg
  • Usia 17 bulan: 8,6-12,0 kg
  • Usia 18 bulan: 8,8-12,2 kg
  • Usia 19 bulan: 8,9-12,5 kg
  • Usia 20 bulan: 9,1-12,7 kg
  • Usia 21 bulan: 9,2-12,9 kg
  • Usia 22 bulan: 9,4-13,2 kg
  • Usia 23 bulan: 9,5-13,4 kg
  • Usia 24 bulan: 9,7-13,6 kg

Berat badan bayi laki-laki yang berada di rentang tersebut termasuk normal atau tidak kurang dan lebih.

Bayi perempuan

Berdasarkan tabel WHO, berat badan normal bayi perempuan sampai usia 24 bulan yakni:

  • Usia 0 bulan atau baru lahir: 2,4-3,7 kg
  • Usia 1 bulan: 3,2-4,8 kg
  • Usia 2 bulan: 3,9-5,8 kg
  • Usia 3 bulan: 4,5-6,6 kg
  • Usia 4 bulan: 5,0-7,3 kg
  • Usia 5 bulan: 5,4-7,8 kg
  • Usia 6 bulan: 5,7-8,2 kg
  • Usia 7 bulan: 6,0-8,6 kg
  • Usia 8 bulan: 6,3-9,0 kg
  • Usia 9 bulan: 6,5-9,3 kg
  • Usia 10 bulan: 6,7-9,6 kg
  • Usia 11 bulan: 6,9-9,9 kg
  • Usia 12 bulan: 7,0-10,1 kg
  • Usia 13 bulan: 7,2-10,4 kg
  • Usia 14 bulan: 7,4-10,6 kg
  • Usia 15 bulan: 7,6-10,9 kg
  • Usia 16 bulan: 7,7-11,1 kg
  • Usia 17 bulan: 7,9-11,4 kg
  • Usia 18 bulan: 8,1-11,6 kg
  • Usia 19 bulan: 8,2-11,8 kg
  • Usia 20 bulan: 8,4-12,1 kg
  • Usia 21 bulan: 8,6-12,3 kg
  • Usia 22 bulan: 8,7-12,5 kg
  • Usia 23 bulan: 8,9-12,8 kg
  • Usia 24 bulan: 9,0-13,0 kg

Begitu pula untuk bayi perempuan, jika hasil pengukuran berat badan si kecil berada di bawah rentang tersebut artinya termasuk kurang.

Sementara jika lebih dari rentang tersebut, berat badan bayi perempuan tergolong lebih hingga obesitas.

Kapan berat badan bayi dikatakan kurang?

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, cara paling mudah untuk menentukan apakah berat badan bayi sekarang termasuk kurang, normal, atau lebih yakni membandingkannya dengan berat badan saat lahir.

Jika saat berat berat badan buah hati Anda sudah mencapai tiga kali bobot tubuhnya saat baru lahir, artinya pertumbuhannya termasuk normal.

Namun untuk lebih jelasnya, Anda bisa mengambil kesimpulan kategori berat badan bayi berdasarkan Permenkes Nomor 2 Tahun 2020.

Permenkes Nomor 2 Tahun 2020 mengategorikan berat badan bayi berdasarkan usia (BB/U) sebagai berikut:

  • Berat badan sangat kurang: kurang dari -3 SD
  • Berat badan kurang: -3 SD sampai dengan kurang dari -2 SD
  • Berat badan normal: -2 SD sampai dengan +1 SD
  • Risiko berat badan lebih: lebih dari +1 SD

Permenkes Nomor 2 Tahun 2020 mengkategorikan berat badan bayi berdasarkan panjang badan (BB/PB) sebagai berikut:

  • Gizi buruk: kurang dari -3 SD
  • Gizi kurang: -3 SD sampai dengan kurang dari -2 SD
  • Gizi baik: -2 SD sampai dengan +1 SD
  • Berisiko gizi lebih: lebih dari +1 SD sampai dengan +2 SD
  • Gizi lebih: lebih dari +2 SD sampai dengan +3 SD
  • Obesitas: lebih dari +3 SD

Satuan dari pengukuran tersebut dikenal dengan nama standar deviasi (SD). Jadi, berat bayi dikatakan normal alias tidak kurang dan lebih saat berada di rentang -2 sampai +1 SD pada tabel WHO berdasarkan BB/U.

Jika berada di bawah -2 SD, berat badan bayi termasuk kurang bahkan sangat kurang. Sementara jika bayi lebih dari +1 SD berat badan bayi tergolong lebih.

Apa penyebab berat badan bayi kurang?

Berat badan bayi yang tergolong kurang bahkan rendah dari normal bisa disebabkan oleh beberapa hal. Jika kurangnya berat badan ini dialami oleh bayi baru lahir, bisa dikarenakan ia lahir lebih awal dari waktunya (prematur).

Bayi dikatakan prematur ketika lahir di usia kehamilan yang belum mencapai 37 minggu. Sementara untuk bayi yang sudah berusia beberapa bulan, berat badan kurang bisa disebabkan oleh asupan nutrisi yang kurang mencukupi.

Selain itu, adanya kondisi medis tertentu juga dapat memengaruhi berat badan bayi sehingga membuatnya kurang atau lebih rendah dari normal.

Ambil contohnya bayi yang lahir dengan kelainan jantung bawaan dan penyakit celiac biasanya mengalami penambahan berat badan yang cenderung lebih lambat ketimbang bayi lainnya.

Kapan harus ke dokter?

IDAI menjelaskan bahwa 1000 hari pertama kehidupan alias sejak bayi berada di dalam kandungan sampai usianya dua tahun merupakan masa perkembangan tercepat.

Itulah mengapa mungkin Anda pernah mendengar bahwa wajib untuk memenuhi asupan gizi si kecil dengan baik selama masa 1000 hari tersebut.

Jika ternyata penambahan berat badan bayi tidak mengalami peningkatan yang baik bahkan cenderung terus menurun dalam pencacatan kartu menuju sehat (KMS), segera konsultasikan dengan dokter.

Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan pertumbuhan bayi terlebih dahulu untuk mencari tahu penyebab dan penanganan yang sesuai.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Efektifkan Melangsingkan Tubuh Dengan Akupunktur?

Akupunktur adalah pengobatan alternatif untuk banyak kondisi, termasuk untuk diet. Tapi, seberapa efektif sih, akupunktur untuk menurunkan berat badan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Pengobatan Alternatif, Pengobatan Herbal dan Alternatif 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Kartu Menuju Sehat (KMS), Manfaat dan Cara Membacanya

Kartu Menuju Sehat (KMS) sudah digunakan di Indonesia sejak tahun 1970-an sebagai alat untuk memantau tumbuh kembang anak. Bagaimana cara membacanya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Anak 1-5 Tahun, Parenting, Perkembangan Balita 18 November 2020 . Waktu baca 7 menit

9 Jenis Susu Anak dan Tips Memilihnya Sesuai Kebutuhan

Ada banyak jenis susu yang dijual di pasaran, mulai dari susu bubuk sampai susu UHT yang bisa langsung minum. Namun, apa susu yang tepat untuk anak?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Anak 6-9 tahun, Gizi Anak, Parenting 13 November 2020 . Waktu baca 12 menit

Kalau Ingin Berat Badan Ideal, Berapa Kalori yang Harus Dibakar?

Berapa banyak kalori yang harus dibakar per hari? Jika ingin berat badan ideal, olahraga juga perlu untuk membakar kalori, bukan hanya membatasi makanan.

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 4 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

olahraga kardio dan angkat berat untuk menurunkan berat badan

Olahraga Kardio vs Angkat Beban: Mana yang Lebih Cepat Turunkan Berat Badan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 11 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
medical checkup

Perlukah Melakukan Medical Check Up secara Rutin?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 7 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
susu penambah berat badan

Apakah Susu Penambah Berat Badan Betulan Ampuh Bikin Berisi?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 7 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
cepat turun berat badan pagi hari

7 Kebiasaan di Pagi Hari yang Bikin Cepat Turun Berat Badan

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit