Bayi 6 Bulan Ternyata Suka Saat Gerak-geriknya Ditiru Orang Dewasa

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Sebuah penelitian terbaru di Swedia menemukan bahwa bayi enam bulan sudah bisa mengerti saat orang dewasa meniru gerak-geriknya. Selain itu, bayi juga menunjukkan rasa suka ketika ekspresi wajah dan gerak badannya ditiru orang lain.

Meniru adalah perilaku umum dalam perkembangan bayi. Berbagai studi terdahulu banyak membahas manfaatnya pada bayi karena biasanya merekalah yang menunjukkan perilaku ini, bukan sebaliknya. Temuan baru ini kian membuktikan bahwa kemampuan sosial anak terbentuk lebih awal dari yang dikira.

Mengapa bayi suka saat ditiru?

penyakit pompe adalah pompe disease

Sejumlah peneliti dari Lund University, Swedia, mempelajari perkembangan emosi bayi berusia enam bulan dengan mengajak mereka bermain. Para peneliti bermain bersama bayi dengan empat cara berbeda.

Keempat cara tersebut yakni meniru persis setiap gerak-gerik bayi, meniru gerak bayi dengan bagian tubuh sebaliknya, meniru hanya gerak tubuh tanpa ekspresi wajah, dan melakukan gerakan yang sama sekali berbeda dari bayi.

Selama pengamatan, para bayi duduk di pangkuan ibunya dan dekat dengan sebuah meja. Sementara itu, para peneliti berfokus pada ekspresi wajah dan setiap gerak-gerik yang ditunjukkan oleh bayi.

Para peneliti menemukan bahwa bayi yang gerak badannya ditiru persis lebih banyak menatap dan tersenyum. Bayi dalam kelompok ini menunjukkan ekspresi suka ketika ditiru dan lebih sering berusaha mendekat pada peneliti selama sesi bermain.

Selain ekspresi wajah, para peneliti juga mengamati perilaku bayi sepanjang penelitian. Saat bayi memukul meja dan diikuti peneliti di depannya, bayi tersebut cenderung melakukannya lagi sambil hati-hati mengamati ekspresi wajah si peneliti.

makanan bayi

Bahkan ketika para peneliti tidak menunjukkan emosi apa pun dari wajahnya, bayi-bayi tersebut tampaknya tetap mengerti bahwa mereka sedang ditiru. Mereka juga tetap merespons dengan kembali memukul-mukul meja.

Gabriela-Alina Sauciuc selaku pimpinan penelitian menduga perilaku meniru mungkin adalah cara efektif untuk menarik perhatian bayi dan balita. Bahkan, para ibu dalam penelitian ini juga terkesan melihat anaknya mau bermain dengan orang asing.

Ketika seseorang tahu dirinya sedang ditiru, ini biasanya menjadi tanda. Orang yang ditiru sadar bahwa gerak-geriknya mirip dengan orang yang menirunya. Dengan kata lain, terjadilah interaksi sosial.

Bayi yang gerak badannya ditiru dalam penelitian ini menunjukkan perhatiannya lewat ekspresi suka, tatapan mata, dan senyuman. Ini adalah bahasa bayi untuk memberi tahu orang dewasa di hadapannya bahwa mereka mengerti dan ingin berinteraksi.

Memanfaatkannya dalam perkembangan anak

distrofi otot muscular dystrophy adalah

Perilaku meniru, baik dari anak ke orangtua ataupun sebaliknya, memiliki peran penting dalam perkembangan sosial anak. Perilaku ini bahkan sudah dimulai sejak beberapa bulan pertama kehidupan, jauh sebelum anak bisa berbicara dengan lancar.

Apa yang dilakukan orangtua maupun pengasuh berpengaruh besar terhadap pikiran anak yang sedang berkembang. Guna mengoptimalkan kemampuan sosialnya, Anda dapat berperan aktif dengan cara berikut:

1. Bayi

Patut diingat bahwa pada masa-masa ini, perilaku anak adalah cerminan orangtuanya. Setiap perlakuan seperti bermain dan “mengobrol” akan tersimpan kuat dalam otak mereka.

Berikut beberapa tips untuk mengajaknya belajar:

  • Saat “mengobrol” dengan bayi, lakukan tiap gerakan dengan perlahan. Ini akan membuat mereka lebih mudah meniru Anda.
  • Buat suara-suara agar si kecil meniru Anda. Coba juga meniru suara yang keluar dari mulutnya.
  • Bernyanyi dengan bayi atau menggunakan piano kecil.
  • Memukul pelan meja atau bertepuk tangan.
  • Letakkan tangan Anda di atas kepala dan katakan, “Besaaar sekali.” Bayi suka melihat ini sehingga kemungkinan besar Anda akan ditiru.

2. Balita

Balita suka meniru orang-orang di sekitarnya dan menunjukkan bahwa mereka bisa banyak hal. Ajak atau mintalah si kecil melakukan sesuatu yang membuat mereka merasa membantu.

Berikut contohnya:

  • Contohkan cara memegang sendok, meletakkan sepatu, atau tugas sederhana lainnya. Kemudian, biarkan ia mencobanya.
  • Ajak anak ketika Anda membereskan meja, melipat pakaian, dan membereskan mainan.
  • Coba aktivitas fisik seperti melompat, berlari-lari kecil, dan merangkak.

Sejak dahulu, banyak ahli percaya bahwa bayi dapat belajar berinteraksi dan mengenal norma lewat perilaku meniru. Ekspresi suka bayi ketika ditiru adalah salah satu bukti bahwa perilaku ini memang berperan penting bagi kemampuan sosial mereka.

Perannya pun sudah terasa sejak enam bulan awal kehidupan dan akan menentukan perilakunya selama bertahun-tahun mendatang. Anda dapat memanfaatkan momen emas ini dengan selalu dekat dengan si kecil dan menjadi contoh yang baik.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Usia Berapa Anak Mulai Belajar Berlari?

Sudah mampu berdiri dan berjalan sendiri, di usia berapa anak mulai akan belajar berlari? Dan bagaimana cara ortu bantu melatihnya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Anak 1-5 Tahun, Parenting, Perkembangan Balita 11 Januari 2020 . Waktu baca 5 menit

Idealnya, Berapa Kali Balita Buang Air Besar dalam Seminggu?

Tidak sedikit orangtua yang khawatir saat balitanya sering atau jarang BAB. Adakah patokan angka normal untuk balita buang air besar dalam sehari?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Serat Anak, Parenting, Nutrisi Anak 11 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit

Tahapan Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini 1-5 Tahun

Memahami perkembangan bahasa balita sangat penting untuk memantaunya. Berikut tahap perkembangan bahasa balita usia 2-5 tahun.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Anak 1-5 Tahun, Parenting, Perkembangan Balita 2 Desember 2019 . Waktu baca 11 menit

Perkembangan Kecerdasan Emosional Bayi di Satu Tahun Pertamanya

Mengembangkan kecerdasan emosional bayi penting agar mampu mengelola emosi diri. Pola pengasuhan sejak dini turut andil menentukan perkembangannya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 22 November 2019 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab alasan bayi menangis

Bayi Menangis Terus? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Yurika Elizabeth Susanti
Dipublikasikan tanggal: 3 September 2020 . Waktu baca 10 menit
bayi tidur

Informasi Seputar Jam Bayi Tidur, Cara Menidurkan, dan Posisi yang Tepat

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 2 September 2020 . Waktu baca 11 menit
keterampilan sosial anak gadget

Gadget Tidak Buruk bagi Keterampilan Sosial Anak, Tapi Orangtua Harus Cermati Ini

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 30 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
mandi bersama pasangan

Mandi Bareng Pasangan, Hubungan Jadi Tambah Romantis

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 23 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit