home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Apakah Perut Bayi Buncit Itu Normal?

Apakah Perut Bayi Buncit Itu Normal?

Perut buncit terkait dengan banyak masalah kesehatan serius akibat pola makan yang buruk. Akan tetapi, hal ini lebih cenderung terjadi pada orang-orang dewasa. Lantas sebagai orang tua, Anda pasti akan bertanya-tanya: apa artinya jika perut bayi buncit? Apakah perut buncit termasuk hal yang normal dialami oleh bayi saya, atau menandakan hal lain yang perlu dikhawatirkan? Kupas tuntas jawabannya di artikel ini.

Perut bayi buncit, normal atau tidak?

Perut bayi buncit umumnya normal dan tidak perlu dikhawatirkan. Pada kebanyakan kasus, perut si kecil membuncit artinya ia kekenyangan setelah selesai menyusu. Namun biasanya akan segera mengempis dan kembali seperti semula setelah buang air kecil atau BAB.

Kemungkinan lainnya adalah perut kembung. Hal ini juga termasuk normal, karena bayi bisa menelan banyak udara ketika bayi menangis atau selama menyusu. Selain itu, sistem pencernaan bayi juga belum sematang anak yang lebih tua atau orang dewasa sekalipun. Ususnya juga belum menghasilkan cukup bakteri yang baik, sehingga membuat perut bayi kembung.

Untuk mengatasinya, bantu si kecil untuk bersendawa setelah selesai menyusui. Menengkurapkan bayi dan memijat punggungnya juga dapat mengatasi perut kembung.

Namun yang perlu Anda garis bawahi adalah bayi masih kesulitan dalam menyampaikan keluhan yang dirasakannya. Untuk itu Anda sebagai orangtua harus selalu memperhatikan perubahan-perubahan yang terjadi pada buah hati Anda.

Kapan harus ke dokter?

Perut bayi buncit adalah hal yang normal jika tidak disertai dengan gejala lainnya. Bila perut bayi membesar terjadi dalam waktu lama setelah diatasi dengan cara-cara di atas, juga disertai dengan tangisan meraung yang berlangsung lama, demam, sakit perut, ruam, ataupun perutnya terasa keras membengkak, lebih baik Anda konsultasikan dengan dokter anak Anda guna mendapat penanganan yang tepat.

Hal ini dapat menandakan alergi makanan hingga masalah lain yang lebih serius dan harus diwaspadai seperti penyumbatan usus, malabsorpsi (masalah penyerapan nutrisi), atau karena adanya infeksi pada usus. Organ lain dalam tubuhnya juga bisa mengalami pembengkakan seperti jantung, hati, limpa, dan ginjal yang kemudian membuat perut tampak buncit.

Pada intinya, yang perlu Anda lakukan saat mengetahui perut bayi bunci yaitu kenali dulu gejala dan penyebabnya. Jika perut buncitnya tidak berlangsung lama, berarti tidak terdapat masalah serius pada anak Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Common Conditions in Newborns. https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/Pages/Common-Conditions-in-Newborns.aspx Diakses pada 19 Februari 2018.

Abdominal Distention in Infants. https://www.livestrong.com/article/498228-abdominal-distention-in-infants/ Diakses pada 19 Februari 2018.

Foto Penulis
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri pada 09/03/2018
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x