Agar Tidak Keliru, Ketahui Aturan Pemberian Vitamin untuk Anak

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16 November 2020 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Ada banyak produk vitamin dan multivitamin untuk anak yang dijual di pasaran. Pilihan bentuk dan tekstur vitaminnya juga beragam, misalnya ada yang seperti jeli, permen, atau sirup agar anak lebih mudah untuk mengonsumsinya. Namun sebenarnya, apakah anak benar membutuhkan suplemen vitamin (multivitamin) tambahan atau cukup dari sumber makanan harian?

Sumber vitamin untuk anak bisa didapat dari makanan

bekal makan siang sehat untuk anak

Sebenarnya bila kebutuhan gizi anak sekolah di masa perkembangan usia 6-9 tahun sudah tercukupi dengan baik, ia tidak perlu diberikan suplemen vitamin atau multivitamin tambahan.

Ini karena ada banyak vitamin yang bisa didapatkan dari makanan yang konsumsi sehari-hari.

Asupan berbagai nutrisi, termasuk vitamin, penting bagi tumbuh kembang anak termasuk perkembangan fisik anak dan perkembangan kognitif anak.

Mengutip dari laman Mayo Clinic, suplemen tambahan tidak dibutuhkan untuk anak yang sehat yang pertumbuhannya sesuai dengan grafik WHO.

Pasalnya, makanan sehat untuk anak yang dimakan sehari-hari merupakan sumber nutrisi terbaik.

Makanan tersebut bisa mencakup menu makan utama, camilan sehat untuk anak, maupun bekal anak sekolah setiap harinya.

Pertanyaan yang mungkin ada di benak Anda, bagaimana dengan anak picky eater?

Sebenarnya anak picky eater atau pemilih makanan tidak selalu kekurangan gizi.

Ada banyak makanan dan minuman kaya vitamin dan nutrisi baik untuk si kecil yang mungkin dikonsumsinya.

Hanya saja, jika ia makan makanan yang itu-itu saja, kebutuhan vitamin dan mineralnya pun tidak beragam.

Akibatnya, ia bisa saja kekurangan zat gizi tertentu. Namun perlu diketahui bahwa satu makanan bisa mengandung berbagai jenis vitamin, misalnya:

Susu dan produk olahannya

Susu dan produk susu, contohnya keju dan yoghurt, mengandung berbagai jenis zat gizi seperti kalsium, fosfor, vitamin D, dan protein sekaligus. 

Dalam satu gelas susu berisi 240 mililiter (ml), mengandung:

  • Kalori: 149 kilo kalori (kkal)
  • Air: 88%
  • Protein: 7,7 gram (gr)
  • Karbohidrat: 11,7 gr
  • Gula: 12,3 gr
  • Lemak: 8 gr

Anda bisa menyesuaikan dengan porsi dan waktu pemberian susu anak. Sementara itu, mengutip dari Data Komposisi Pangan Indonesia, 100 gram keju mengandung:

  • Kalori: 326 kal
  • Protein: 22,8 gram
  • Lemak: 20,3 gram
  • Karbohidrat: 13,1 gram
  • Kalsium: 777 mg
  • Zinc: 3,1 mg

Keju tidak hanya dimakan secara langsung, tetapi juga bisa dijadikan bahan masakan yang disesuaikan dengan kesukaan si kecil.

Sayur dan buah

Tidak hanya vitamin, anak juga membutuhkan serat yang bisa melancarkan buang air besar. Sayuran dan buah-buahan merupakan sumber terbaik untuk vitamin, mineral, dan serat.

Sayur dan buah bisa menjadi andalan untuk memenuhi kebutuhan serat harian anak

Protein nabati dan hewani

Beragam makanan sumber protein nabati dan hewani juga mengandung aneka vitamin untuk mendukung perkembangan anak.

Selain vitamin, buah hati Anda juga membutuhkan protein untuk memenuhi gizi harian.

Adapun sumber protein hewani maupun nabati misalnya ikan, daging sapi, daging ayam, telur, tahu, tempe, dan sebagainya.

Dalam makanan-makanan tersebut Anda bisa menemukan protein, zat besi, seng, berbagai mineral, serta vitamin lainnya.

Anda bisa menyesuaikan bahan di atas dengan selera si kecil. Bila ingin mengenalkan makanan baru, buat tampilan menu makanan yang bisa menarik perhatiannya.

Apa saja vitamin yang dibutuhkan anak?

makanan berserat untuk anak

Supaya memaksimalkan pertumbuhan dan perkembangannya, anak butuh diberikan berbagai makanan yang mengandung zat gizi, termasuk vitamin.

Berikut jenis vitamin yang umumnya dibutuhkan untuk mendukung tumbuh kembang anak:

Vitamin A

Jenis vitamin yang satu ini bermanfaat untuk membantu pertumbuhan serta perkembangan anak secara keseluruhan.

Manfaat vitamin A anak yaitu berperan penting dalam memperbaiki jaringan dan tulang yang rusak, menjaga sistem kekebalan tubuh, serta menjaga kesehatan indra penglihatan.

Sumber makanan yang mengandung vitamin A adalah susu, keju, telur ayam, dan jenis buah atau sayur yang berwarna kuning kemerahan seperti wortel dan jeruk.

Anjuran kebutuhan vitamin A untuk anak usia 6-9 tahun yakni sekitar 450-500 retinol equivalents (RE) per hari.

Vitamin B

Keluarga vitamin B, yaitu B2, B3, B6, dan B12 merupakan vitamin yang berperan penting dalam metabolisme dan produksi energi dalam tubuh si kecil.

Sementara itu, manfaat kelompok vitamin B untuk anak juga menjaga kesehatan jantung dan sistem saraf.

Makanan yang banyak mengandung vitamin B adalah daging sapi, daging ayam, ikan, kacang-kacangan, telur, susu, keju, dan kedelai.

Vitamin C

Kandungan vitamin C bertanggung jawab dalam menjaga kesehatan otot, jaringan ikat, dan kulit.

Vitamin C banyak ditemukan dalam berbagai jenis buah-buahan, seperti, stroberi, kiwi, dan jeruk.

Selain itu, sayur-sayuran jenis brokoli, tomat, dan berbagai sayur berdaun hijau tua.

Anda bisa memberikan jenis buah tersebut sebagai camilan karena manfaat vitamin C untuk tumbuh kembang anak.

Anjuran kebutuhan vitamin D untuk anak usia 6-9 tahun yakni sekitar 45 mikrogram (mcg) per hari.

Vitamin D

Jenis vitamin yang bisa didapat dengan berjemur di bawah sinar matahari ini berperan dalam penyerapan kalsium dalam tubuh dan menjaga kadarnya normal. 

Oleh karena itu, vitamin D penting untuk tumbuh kembang anak seperti mendukung kekuatan tulang dan gigi.

Sumber utama vitamin D sebenarnya dari sinar matahari.

Namun beberapa sumber makanan juga mengandung vitamin D, yaitu minyak ikan dari salmon dan makarel, serta susu. 

Anjuran kebutuhan vitamin D untuk anak usia 6-9 tahun yakni sekitar 15 mcg per hari.

Vitamin E

Asupan vitamin E berguna untuk melindungi sel-sel serta jaringan agar tidak rusak sekaligus menjaga kesehatan sel darah merah.

Makanan sumber vitamin E meliputi biji-bijian seperti gandum, sayuran berdaun hijau, kuning telur, dan kacang-kacangan.

Anjuran kebutuhan vitamin D untuk anak usia 6-9 tahun yakni sekitar 7-8 mcg per hari.

Vitamin K

Peran vitamin K bagi si kecil juga tidak kalah penting dalam proses pembekuan darah. Ketika anak mengalami luka, vitamin K mempercepat proses berhentinya perdarahan.

Anda bisa memberikan sumber makanan vitamin K dari sayuran berdaun hijau, minyak kedelai, susu, dan yoghurt.

Anjuran kebutuhan vitamin D untuk anak usia 6-9 tahun yakni sekitar 20-25 mcg per hari.

Kapan anak butuh suplemen vitamin atau mineral tambahan?

mengajari anak makan sehat

Suplemen vitamin atau multivitamin dapat diberikan untuk anak bila mengalami beberapa kondisi khusus atau gangguan kesehatan. 

Selain suplemen vitamin tambahan, anak juga bisa mendapatkan suplemen mineral tambahan sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya.

Selain vitamin, zat gizi mikro seperti mineral dibutuhkan oleh tubuh karena membawa berbagai manfaat baik.

Manfaat mineral mulai dari menjaga daya tahan alias sistem imun tubuh, melancarkan kerja beragam sel dan organ tubuh, hingga membantu fungsi otak anak.

Bahkan, beberapa jenis mineral juga berperan dalam perkembangan mental, saraf, dan kecerdasan anak.

Anak yang kekurangan mineral berisiko mengalami berbagai gejala, seperti rambut rontok, detak jantung cepat, kulit kering, kuku mudah patah, dan lainnya.

Gejala tersebut bisa berbeda-beda tergantung asupan mineral yang kurang pada anak.

Itulah mengapa meski jumlahnya terbilang sedikit, tapi asupan mineral anak tidak boleh disepelekan atau sampai kurang.

Penting untuk memastikan makanan harian anak memenuhi semua kebutuhan zat gizi makro dan mikronya, termasuk vitamin dan mineral.

Melansir dari NHS, suplemen vitamin maupun mineral tambahan atau multivitamin si kecil biasanya diberikan dalam kondisi seperti:

  • Anak yang mengalami penyakit seperti diare, asma, dan berbagai kondisi kekurangan zat gizi lainnya.
  • Anak yang sangat susah makan dan asupan makanannya sangat rendah dalam satu hari.
  • Anak yang sedang mengalami kondisi maupun menjalani diet tertentu (misalnya diet vegan pada anak).
  • Anak yang memiliki alergi makanan.
  • Anak yang memiliki keterlambatan pertumbuhan fisik dan perkembangan (gagal tumbuh).

Segera konsultasikan ke dokter bila si kecil mengalami salah satu kondisi di atas untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Ya, pemberian multivitamin untuk anak sebaiknya sesuai saran dan petunjuk dari dokter.

Hal ini dikarenakan multivitamin memiliki dosis dan aturan minum yang perlu dipatuhi, termasuk bila minum multivitamin disertai dengan konsumsi obat lainnya.

Perhatikan sebelum memberi suplemen vitamin dan mineral anak

vitamin K untuk anak

Gizi yang baik bisa didapatkan dari mengonsumsi berbagai makanan yang sehat dan segar.

Hindari berpikiran bahwa pemberian suplemen atau multivitamin adalah cara mudah untuk membuat anak sehat.

Kebanyakan suplemen vitamin tambahan mengandung karbohidrat dan gula yang tinggi sehingga tidak baik untuk kesehatan anak.

Hal ini terjadi karena produsen ingin suplemennya disukai oleh anak-anak dari segi rasa.

Oleh karena itu, banyak suplemen atau multivitamin untuk anak yang memiliki rasa manis dan berwarna.

Jika Anda terlalu sering memberikan suplemen untuk anak, bukan tidak mungkin anak malah mengalami overweight atau obesitas pada anak.

Begitu pula dalam pemberian suplemen mineral tambahan untuk anak.

Melansir dari laman JAMA Pediatrics, ada beberapa kondisi yang mau tidak mau mengharuskan anak untuk minum suplemen vitamin dan mineral sebagai pelengkap makanan.

Di samping memberikan variasi makanan sumber berbagai mineral, dokter dan ahli gizi biasanya juga menganjurkan untuk melengkapi asupan anak dari suplemen.

Hal ini bertujuan agar asupan vitamin dan mineral anak tidak kurang sehingga dapat tercukupi dengan baik.

Dokter maupun ahli gizi umumnya akan menganjurkan jenis suplemen mineral terbaik, beserta aturan dan dosis minumnya sesuai kondisi anak.

Namun yang perlu diingat, pemberian suplemen mineral atau vitamin untuk anak dengan kondisi tertentu bukanlah makanan pokok, melainkan hanya sebagai tambahan atau pelengkap saja.

Sebaliknya, hindari memberikan suplemen mineral atau vitamin bila si kecil dalam kondisi sehat dan tidak berisiko kekurangan.

Sebab hal tersebut justru akan membuat asupan vitamin dan mineralnya jauh melebihi kebutuhan yang seharusnya.

Tidak menutup kemungkinan, kondisi ini membuat anak berisiko mengalami mual, muntah, sakit perut, masalah saraf, hingga gangguan organ hati.

Jadi, pastikan Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum memberikan multivitamin anak.

Cara aman memberi suplemen vitamin (multivitamin) anak

makanan sehat untuk anak makanan bergizi untuk anak

Jika Anda terpaksa untuk memberikan anak suplemen vitamin atau multivitamin, sebaiknya dilihat dulu kebutuhannya agar tidak menjadi overdosis.

Bahkan, bila perlu diskusikan hal ini kepada dokter agar takarannya tepat. Berikut tips memberikan vitamin pada anak:

Menjauhkan suplemen dari jangkauan anak

Mungkin anak Anda akan mengira suplemen tersebut permen karena rasa yang manis dan bentuknya yang lucu.

Maka akan lebih baik bila menyimpan suplemen di tempat yang jauh dari jangkauan si kecil, agar ia tidak mudah untuk memakannya.

Tetap utamakan memberi makanan sehat

Sebelum memberi suplemen tambahan untuk anak, baiknya utamakan makanan segar dan sehat terlebih dahulu.

Jika anak susah makan, Anda bisa membuat hidangan makanan dengan menarik sehingga anak tertarik untuk memakannya

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bantu Cegah Penyakit, Ini Peran Vitamin C, D, dan Kalsium di Sistem Imun

Demi fungsi sistem imun yang optimal, tubuh butuh asupan nutrisi termasuk vitamin dan mineral. Ketahui peran nutrisi untuk dukung sistem imun dan sumbernya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
fungsi sistem imun
Nutrisi, Hidup Sehat 1 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Panduan Makanan Bergizi untuk Orang dengan Thalassemia

Salah satu masalah orang thalasemia adalah masalah gizi. Apa saja pilihan nutrisi dan makanan untuk penderita thalasemia?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Penyakit Kelainan Darah, Thalasemia 22 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Pedoman Memilih Suplemen dan Obat Herbal yang Aman Dikonsumsi

Banyak produk herbal di pasaran yang mengandung bahan kimia obat dan tidak mendapat izin edar BPOM. Begini cara tahu mana obat herbal yang aman dikonsumsi.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Tips Sehat 19 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Mengenal ASI: Jenis, Warna, Kandungan, dan Kebutuhan Harian untuk Bayi

Ada beberapa jenis ASI dengan warna, kandungan, hingga tekstur kental dan cair yang berbeda. Sudah tahukah apa perbedaan dan berapa kebutuhan ASI bayi?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Parenting, Menyusui 16 Oktober 2020 . Waktu baca 14 menit

Direkomendasikan untuk Anda

vitamin C mencerahkan kulit

Benarkah Vitamin C Bisa Membuat Warna Kulit Lebih Cerah?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 24 November 2020 . Waktu baca 4 menit
kms

Kartu Menuju Sehat (KMS), Manfaat dan Cara Membacanya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 18 November 2020 . Waktu baca 7 menit
susu anak

9 Jenis Susu Anak dan Tips Memilihnya Sesuai Kebutuhan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 November 2020 . Waktu baca 12 menit
antibodi bayi dari sang ibu

Pentingnya Persiapkan Daya Tahan si Kecil Sebelum dan Sesudah Lahir

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 10 November 2020 . Waktu baca 7 menit