home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Anak Sudah Besar, Tapi Masih Tidur di Kamar Ortu? Studi Ungkap Efeknya Pada Psikologis Ibu

Anak Sudah Besar, Tapi Masih Tidur di Kamar Ortu? Studi Ungkap Efeknya Pada Psikologis Ibu

Bagi kebanyakan orangtua di Indonesia, membiarkan anak kecil tidur sendiri di kamarnya mungkin belum menjadi sesuatu hal yang lazim. Apalagi, tidur bareng di kamar yang sama juga dirasa lebih hemat waktu dan tenaga daripada harus bolak-balik kamar yang berbeda ketika anak terbangun di tengah malam karena mimpi buruk atau kelaparan. Namun, tahukah Anda bahwa membiasakan anak tidur bareng orangtua meski usianya sudah cukup besar untuk bisa tidur sendiri bakal memberikan pengaruh buruk pada kesehatan sang ibu?

Anak tidur bareng orangtua tiap malam, ini efeknya pada ibu

Tidak semua orangtua sampai hati untuk membiarkan anaknya tidur sendirian sepanjang malam. Itu kenapa masih ada banyak orangtua yang membolehkan anak mereka tidur bareng di kasur yang sama.

Di satu sisi, tidur bersama orangtua dapat mendukung kesejahteraan fisik dan mental si anak.

Anak akan lebih jarang menangis karena merasa nyaman dan aman, juga lebih baik mengendalikan stresnya. Ini semua berkat jalinan ikatan batin yang semakin kuat antara orangtua dan anak.

Namun saat usia si kecil sudah mulai beranjak lebih dewasa, ada baiknya Anda mulai melatih dan membiasakan anak tidur di kamar sendiri.

Sebuah studi tahun 2017 yang diterbitkan pada Journal of Developmental and Behavioral Pediatrics ternyata menemukan potensi dampak buruk khususnya bagi kesehatan mental sang ibu jika terus-terusan membolehkan anak tidur bareng orangtua di kasur yang sama.

Anak kecil, terutama yang berusia 12-23 bulan, adalah kelompok usia yang masih sulit tidur nyenyak.

Mereka masih suka terbangun tengah malam entah karena lapar, mengompol, atau takut. Kebanyakan anak kecil juga termasuk aktif bahkan saat tidur sekali pun.

Mereka mungkin berguling, menendang, memukul, hingga memutar badannya ke segala arah.

Nah, berbagai isu tidur malam ini cenderung membuat ibunya ikut terbangun.

Peneliti menemukan bahwa ibu yang bolak-balik terbangun tengah malam karena “ulah” anaknya (baik sengaja atau tidak) melaporkan mengalami gejala stres, gangguan kecemasan, bahkan hingga depresi.

Para ibu ini juga mengalami kekurangan waktu tidur hingga sekitar 1 jam saat tidur bersama sang anak.

Di sisi lain, ibu yang sudah melatih anaknya tidur di kamar sendiri tidak mengalami hal-hal demikian.

Kurang tidur dan gangguan mental saling berkaitan

tubuh pendek akibat kurang tidur

Kurang tidur memang bukan penyebab langsung dari gangguan kejiwaan. Namun, sudah banyak studi di luaran sana yang melaporkan berbagai efek merugikan dari kurang tidur yang berkaitan dengan kondisi kejiwaan kita.

Menghimpun berbagai penelitian, rata-rata orang yang mengidap insomnia kronis dapat memiliki risiko menderita depresi hingga empat kali lipat.

Studi lain menemukan bahwa masalah gangguan tidur terjadi sebelum munculnya depresi.

Gangguan mental itu sendiri juga erat kaitannya dengan masalah sulit tidur. Para ahli menemukan bahwa gejala gangguan mental seperti depresi atau gangguan kecemasan dapat memperparah insomnia dan masalah tidur lainnya.

Lalu, apa yang harus dilakukan orangtua?

anak tidur sendiri

Kesehatan setiap anggota keluarga adalah sama pentingnya. Jadi, di samping memastikan supaya anak bisa tidur cukup dan nyenyak, Anda pun juga harus memastikan hal yang sama bagi diri sendiri dan pasangan. Namun, bagaimana caranya?

Solusinya adalah dengan tidak lagi membiasakan anak tidur bareng orangtua di kamar yang sama. Ajarkan anak untuk mulai tidur sendiri.

Latihlah anak secara perlahan hingga ia mulai terbiasa. Awalnya Anda bisa pisahkan anak dari ranjang tidur Anda, namun tetap dalam ruangan yang sama.

Jika sudah mulai terbiasa, Anda bisa memisahkan ruangan tidur Anda dengan si kecil.

Ketika mengajarkan anak tidur di kamarnya sendiri, Anda juga tidak perlu berlama-lama menemaninya. Cukup antar si kecil ke kamar tidurnya, bacakan dongeng jika perlu, dan ucapkan selamat malam.

Anda bisa berikan boneka atau mainan lainnya yang disukai anak sebagai teman tidur. Begitu si kecil tampak mulai pulas, anda boleh kembali ke kamar tidur pribadi untuk beristirahat dengan nyaman.

Membiasakan anak tidur di kamarnya sendiri berarti melatih anak untuk hidup mandiri dan berani. Namun jika masalah tidur anak malah makin parah hingga bahkan memengaruhi kesehatan Anda dan pasangan, sebaiknya konsultasi lebih lanjut ke dokter untuk mencari solusi terbaiknya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Co-Sleeping With a Toddler May Affect Mom’s Health. https://www.verywellfamily.com/co-sleeping-with-a-toddler-4157986. Accessed on October 24, 2018.

The Long-Term Effects of Co-Sleeping with Children. https://www.livestrong.com/article/245233-long-term-effects-of-sleeping-with-children/. Accessed on October 24, 2018.

Is “Bed Sharing” Beneficial and Safe during Infancy? A Systematic Review. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3941230/. Accessed on October 24, 2018.

Perceived Toddler Sleep Problems, Co-sleeping, and Maternal Sleep and Mental Health. https://journals.lww.com/jrnldbp/Citation/2018/04000/Perceived_Toddler_Sleep_Problems,_Co_sleeping,_and.7.aspx. Accessed on October 24, 2018.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji
Tanggal diperbarui 4 minggu lalu
x