home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Jangan Anggap Sepele, Ini 5 Efek Kurang Tidur pada Otak

Jangan Anggap Sepele, Ini 5 Efek Kurang Tidur pada Otak

Berpapasan dengan anak sekolah dan pekerja kantoran yang tampak kurang tidur bukan lagi sebuah fenomena baru di jalanan. Bahkan, mungkin Anda sendiri juga habis begadang semalam. Yuk, hentikan kebiasaan kurang tidur karena ini bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan, salah satunya fungsi otak dan mental Anda. Memangnya, apa saja efek kurang tidur pada otak, ya?

Efek negatif kurang tidur pada otak

Begadang mengerjakan deadline atau susah tidur karena insomnia, tidak hanya membuat Anda kantuk semata. Ternyata, kekurangan tidur juga bisa mempengaruhi kesehatan otak Anda seperti berikut ini.

1. Otak jadi lemot

Para peneliti telah menemukan bahwa efek kurang tidur pada otak adalah dapat menyebabkan kewaspadaan dan konsentrasi menurun. Tak heran jika setelah berjam-jam (atau bahkan berhari-hari) tidak tidur nyenyak, Anda jadi suka bingung sendiri, gampang lupa, dan sulit berpikir jernih.

Dalam dunia medis, kondisi gangguan berpikir akibat otak yang kelelahan ini sering disebut sebagai brain fog. Akan tetapi, Anda mungkin lebih familiar dengan istilah lemot.

Otak yang sedang lemot ini adalah waktu terburuk dalam mengambil keputusan, karena Anda pasti sulit untuk memilih mana keputusan yang paling baik. Meski terkesan sepele, brain fog ini tidak boleh disepelekan. Brain fog bisa jadi merupakan gejala awal dari penyakit demensia.

2. Gampang lupa

lupa bikin otak lebih pintar

Ketika Anda mengantuk, Anda cenderung gampang lupa. Selain karena konsentrasi dan fokus memburuk, efek kurang tidur pada otak, membuat ingatan juga perlahan memburuk.

Perlu Anda ketahui bahwa tidur meningkatkan memori, dari penimpaan input stimulus lain. Selain itu, tidur juga bisa membentuk ingatan jangka panjang. Tentunya, hal ini membuat daya ingat jadi lebih tajam dan Anda tidak mudah lupa. Namun, ingat manfaatnya ini bisa Anda dapatkan bila Anda bisa tidur dengan nyenyak atau pada fase tidur ‘slow sleep wave’.

3. Sulit menerima informasi baru

Efek kurang tidur pada otak selanjutnya adalah bisa menurunkan kemampuan Anda dalam memahami informasi baru lewat dua cara. Pertama, Anda akan menjadi tidak fokus sehingga sulit untuk menerima informasi baru. Dengan begitu, Anda tidak dapat belajar dengan efisien.

Kedua, seperti yang telah disebutkan di atas, kurang tidur akibat begadang berdampak pada kemampuan mengingat. Daya ingat yang lemah akan mempersulit Anda untuk menyimpan informasi baru yang Anda pelajari ke dalam ingatan.

4. Picu penyakit mental

dampak gangguan pencernaan radang usus

Kurang tidur memang bukan penyebab langsung dari gangguan kejiwaan. Meskipun begitu, beragam penelitian menemukan adanya potensi besar kemunculan beberapa penyakit mental, seperti depresi, ADHD, gangguan kecemasan, dan gangguan bipolar sebagai efek kurang tidur pada otak.

Nah, kurang tidur akibat gangguan tidur, seperti insomnia sendiri dipercaya dapat memicu munculnya episode mania pada pasien gangguan bipolar. Episode mania adalah fase ledakan emosi atau perilaku yang tak terkendali.

Terus mengantuk juga menimbulkan pikiran negatif, yang dalam jangka panjang bisa menimbulkan kecemasan dan rasa takut yang erat kaitannya dengan gangguan kecemasan.

5. Motivasi otak untuk melakukan tugas tidak optimal

Anda mungkin tidak menyadari, bahwa kurang tidur juga memberikan efek pada motivasi otak dalam mengerjakan tugas. Saat Anda kurang tidur dan mengatuk, otak Anda hanya bisa mengerjakan tugas sederhana.

Jika tugas yang dikerjakan cukup rumit, motivasi untuk menyelesaikannya dengan baik hanya bertahan dalam waktu singkat. Akibatnya, hal ini bisa memengaruhi performa kerja Anda dalam melakukan berbagai aktivitas. Pada tugas 1 atau 2, tugas dapat diselesaikan dengan baik dan tanpa masalah. Namun, pada tugas berikutnya, Anda mungkin akan menjadi kurang berusaha dan melakukan banyak kesalahan.

Sungguh banyak, bukan, efek kurang tidur pada otak? Jadi, jangan lagi Anda mengesampingkan kebutuhan tidur yang sesuai. Mulailah untuk memperbaiki jam tidur yang berantakan agar kualitas tidur jadi meningkat. Jika kesulitan tidur yang Anda alami berkaitan dengan kondisi kejiwaan, konsultasikan lebih jauh pada dokter.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Publishing, H. Sleep and mental health. Retrieved April 09, 2021, from https://www.health.harvard.edu/newsletter_article/Sleep-and-mental-health.

Alhola, P., & Polo-Kantola, P. (2007).Sleep deprivation: Impact on cognitive performanceNeuropsychiatric disease and treatment3(5), 553–567.

How does lack of sleep effect cognitive impairment? (2020, December 11). Retrieved April 09, 2021, from https://www.sleepfoundation.org/sleep-deprivation/lack-of-sleep-and-cognitive-impairment.

Rasch, B., & Born, J. (2013). About sleep’s role in memoryPhysiological reviews93(2), 681–766. https://doi.org/10.1152/physrev.00032.2012.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji
Tanggal diperbarui seminggu yang lalu
x