home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

7 Trik Jitu Menenangkan Anak yang Mimpi Buruk

7 Trik Jitu Menenangkan Anak yang Mimpi Buruk

Mimpi buruk bisa terjadi pada siapa pun. Pada anak-anak, biasanya mimpi buruk mulai muncul saat pada usia 3 tahun. Ketika anak mimpi buruk, biasanya mereka akan sulit untuk tidur lagi. Entah karena mereka tidak mau mimpi tersebut terulang lagi atau karena mereka terlalu takut dan tegang untuk terlelap. Jika ini terjadi, Anda dan pasangan perlu menerapkan cara khusus agar si buah hati bisa kembali tenang. Silakan contek trik-trik cerdas berikut ini.

Mengapa anak mimpi buruk?

Ada berbagai alasan mengapa anak mimpi buruk. Misalnya hari itu anak baru saja mendengar cerita seram, mengalami kejadian menakutkan seperti hilang di pusat perbelanjaan, sedang sakit, atau kalau anak sedang cemas akan suatu hal.

Mimpi buruk yang dialami anak juga biasanya sangat dipengaruhi oleh tahap perkembangannya saat itu. Misalnya, anak di bawah usia lima tahun (balita) sering bermimpi berpisah dari orangtuanya. Sementara anak usia sekolah kerap bermimpi tentang kematian, situasi berbahaya, atau adegan film horor yang pernah ditontonnya.

BACA JUGA: Mimpi Buruk Saat Demam Tinggi? Inilah Penyebabnya

Mimpi buruk muncul ketika anak berada dalam tahap tidur yang paling pulas, yaitu rapid eye movement atau REM. Mimpi yang benar-benar menyeramkan akan menyebabkan dirinya terbangun tiba-tiba. Jika anak Anda masih sangat kecil, ia akan kesulitan membedakan mimpi dan kenyataan. Inilah yang membuat anak jadi histeris atau cemas berlebihan. Namun, bahkan pada anak berusia 10 tahun yang sudah bisa membedakan mimpi dan kenyataan pun rasa takut yang muncul tidak main-main.

BACA JUGA: Dari Mimpi Basah Sampai Mimpi Jatuh ke Jurang: Kenapa Kita Bermimpi?

Menenangkan anak yang mimpi buruk

Kalau anak mimpi buruk sampai terbangun dan ketakutan, jangan disepelekan begitu saja. Anda perlu menemani dan membantu anak menenangkan diri. Perhatikan berbagai triknya di bawah ini.

1. Menemani anak

Berapa pun usia buah hati Anda, segera temani kalau anak mimpi buruk sampai terbangun. Jika Anda tidak tidur sekamar atau sekasur dengan anak, dekati dan duduklah di sampingnya. Anda bisa memeluk atau mengusap-usap anak dengan lembut sampai ia cukup tenang. Pastikan bahwa anak tahu ia sudah terbangun dan hal yang terjadi dalam mimpinya tidak nyata.

Hati-hati kalau anak minta untuk tidur di kamar atau kasur Anda. Sekali saja dibiarkan, anak akan mengulangi kebiasaan ini. Sebaiknya tetap temani anak sampai ia tertidur atau mengantuk di kasurnya sendiri. Dengan begitu, Anda memberinya kesempatan belajar untuk jadi seorang pemberani sekaligus menunjukkan padanya bahwa mimpi buruk adalah hal yang lumrah terjadi.

BACA JUGA: 8 Trik Membiasakan Anak untuk Tidur di Kamar Sendiri

2. Memaklumi ketakutannya

Namun, bukan berarti Anda bisa meremehkan ketakutan yang dirasakan anak. Tunjukkan bahwa Anda memahami perasaannya dengan mengatakan, “Ayah/ Ibu tahu kamu sangat takut. Tuh, kamu sampai berkeringat begitu. Sekarang ganti baju dulu, yuk.” Anda juga perlu meyakinkan anak bahwa mimpinya tidak nyata dengan mengatakan, “Wah, seram sekali mimpimu, Nak. Tapi kamu tahu kan kalau kenyataannya Ayah dan Ibu tak mungkin membiarkan kamu hilang sendirian di hutan?”

3. Minta anak menceritakan mimpi buruknya

Kadang, mengungkapkan mimpi buruk yang dialaminya sudah bisa membantu anak merasa lebih baik. Tak perlu bercerita panjang lebar, cukup garis besarnya saja. Setelah itu, Anda dan si kecil bisa membahas mimpi buruknya lebih jauh di pagi hari. Supaya anak merasa lebih percaya diri, Anda bisa mengajak anak untuk mengarang sendiri akhir cerita seram tersebut. Misalnya, anak akan mendapat pedang ajaib yang bisa mengalahkan monster yang mengejar-ngejar anak dalam mimpinya.

4. Menangkal mimpi buruk

Ciptakan mantra atau trik untuk menangkal mimpi buruk bersama dengan anak. Misalnya kalau anak mimpi buruk dan terbangun, ajari anak untuk membalik bantalnya supaya mimpi buruk yang tadi muncul bisa dikubur di bawah bantalnya. Cara lain adalah meminta bantuan boneka, mainan, atau binatang peliharaan anak untuk berjaga-jaga selama ia tidur. Katakan pada anak, “Lihat, Ayah/ Ibu sudah minta tolong pada si beruang untuk mengusir mimpi burukmu. Kalau kamu mimpi buruk, nanti si beruang akan tetap menemani kamu. Jadi kamu tidak perlu takut lagi, ya.”

5. Menciptakan suasana yang aman dan tenang

Anak mungkin akan sulit tidur lagi setelah bermimpi buruk. Untuk itu, pastikan anak merasa aman dan tenang di tempat tidurnya. Kalau anak minta lampunya dinyalakan, Anda bisa menyalakan lampu tidur yang cahayanya lembut. Anda juga bisa membuka sedikit pintu kamarnya dan meyakinkan anak bahwa Anda akan kembali lagi ke kamar anak untuk mengecek keadaannya dalam beberapa saat.

6. Mengalihkan ketakutan anak

Kadang, mimpi buruk bisa membuatnya ketakutan setengah mati. Maka, alihkan perhatian anak dengan membahas hal-hal yang menyenangkan. Misalnya cerita lucu saat Anda sekeluarga berlibur atau peristiwa menyenangkan yang baru saja dialami anak. Kalau tidak berhasil, Anda bisa menceritakan kisah-kisah pendek yang menghibur.

BACA JUGA: ‘Ketindihan’ Saat Tidur? Ini Penjelasan Medisnya

7. Menjanjikan hal yang menyenangkan di pagi hari

Saat anak mimpi buruk, ia mungkin jadi takut tidur lagi meskipun sudah lelah dan mengantuk. Supaya anak mau cepat tidur, Anda bisa menjanjikan hal-hal yang menarik di pagi hari. Misalnya menonton film favoritnya atau menyiapkan menu sarapan yang paling ia sukai. Ini juga bisa membantu anak untuk fokus pada hal yang positif di pagi hari, bukan pada mimpi buruknya. Ketika pagi hari tiba, jangan lupa untuk memuji keberanian anak yang berhasil melalui mimpi buruknya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Nightmares. http://kidshealth.org/en/parents/nightmare.html# Diakses pada 16 Desember 2016.

Children and Bedtime Fears and Nightmares. https://sleepfoundation.org/ask-the-expert/children-and-bedtime-fears-and-nightmares Diakses pada 16 Desember 2016.

Things That Go Bump In the Night. https://www.babble.com/toddler/sleep-children-nightmares-dreams/ Diakses pada 16 Desember 2016.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Irene Anindyaputri
Tanggal diperbarui 23/12/2016
x