Tidak Perlu Bingung Pilih Hewan Peliharaan untuk Anak, Ini 5 Tips dan Manfaatnya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Bayangan anak-anak bermain dengan hewan peliharaannya, entah itu anjing atau kucing, memang terlihat menggemaskan. Hewan peliharaan dapat menjadi sahabat bagi anak dan memberikan mereka kesempatan untuk bertanggung jawab. Namun, sebelum memilih hewan peliharaan untuk anak, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan bagi para orangtua. 

Tips memilih hewan peliharaan untuk anak

manfaat hewan peliharaan untuk anak

Banyak anak yang menginginkan untuk memelihara anjing, kucing, atau hewan lainnya. Akan tetapi, memilih hewan peliharaan, terutama yang jinak, untuk anak tidak semudah membelikan mereka baju setiap liburan. 

Dilansir dari American Academy of Child and Adolescent Psychiatry, keterlibatan orangtua, berdiskusi terbuka dan perencanaan yang matang sangat diperlukan. Hal ini bertujuan agar semua anggota keluarga mendapatkan pengalaman positif ketika merawat binatang. 

Berikut ini ada beberapa tips yang mungkin membantu orangtua ketika memilihkan hewan peliharaan untuk anak mereka. 

1. Melihat dahulu tahapan perkembangan anak

perkembangan anak usia 6 tahun

Sebelum memilih hewan peliharaan untuk anak sebaiknya lihat dahulu tahapan perkembangan mereka. Begini, merawat hewan akan menyita waktu dan perhatian Anda dan anggota keluarga lainnya, sehingga lebih baik menunggu anak cukup dewasa hingga mereka mengerti. 

Normalnya, Anda bisa menunggu sampai anak berusia 5 atau 6 tahun. Pasalnya, anak yang berusia lebih muda mungkin lebih sulit membedakan hewan dengan mainan. Akibatnya, tidak jarang anak kecil bisa memprovokasi gigitan hewan lewat perlakuan buruk atau ledekan. 

Selanjutnya, ketika anak sudah siap secara usia dan perkembangan, mulai obrolan dengan mereka tentang kebutuhan hewan dan apa saja yang diperlukan ketika merawatnya. Anda mungkin bisa mulai dengan artikel tentang perawatan hewan yang membantu anak memahami tanggung jawab

Bila memungkinkan, ajak anak mengunjungi teman atau kerabat yang mempunyai hewan peliharaan. Lalu, biarkan mereka melihat secara langsung kebutuhan orang lain saat merawat anjing dan kucing. 

2. Bertanya apakah Anda dan lainnya siap

penularan hepatitis

Setelah memutuskan anak sudah siap secara usia dan perkembangan, memilih hewan untuk mereka juga perlu diskusi dengan anggota keluarga lainnya. Terlebih lagi ketika keputusan ini dilakukan pertama kali dalam keluarga Anda. 

Hal ini dikarenakan Anda dan orang dewasa di rumah tersebut tidak dapat menyerahkan anak merawat hewan peliharaannya sepenuhnya. Orangtua mempunyai tanggung jawab utama dalam merawat hewan, terlepas anak menyanggupi atau tidak. 

Sebagai contoh, ketika anak diberikan tugas untuk memberi makan atau mengajak jalan anjing mereka, Anda perlu memastikan tugas tersebut dilaksanakan. Selain itu, orangtua juga perlu memperhatikan kesehatan hewan yang dipelihara, terutama jadwal pemeriksaan rutin. 

Anak-anak dapat membantu orangtua dalam merawat hewan peliharaan dalam cara yang berbeda. Semuanya tergantung bagaimana perkembangan usia yang anak alami. Bahkan, seorang balita juga dapat mulai berperan dalam menyayangi binatang ketika diawasi dengan ketat. 

3. Mempertimbangkan penyakit yang bisa ditularkan binatang

Anak dan anggota keluarga lainnya sudah siap menerima dengan tangan terbuka, tetapi ada satu hal yang penting diperiksa saat memilih hewan peliharaan untuk anak.

Orangtua perlu mempertimbangkan alergi dan penyakit yang disebabkan oleh binatang dan bagaimana pengaruhnya terhadap kesehatan anak. 

Misalnya, bulu pada hewan tertentu, seperti anjing dapat menyebabkan reaksi alergi pada anak yang memang memiliki riwayat alergi. Maka itu, ketika anak atau anggota keluarga lainnya mempunyai alergi, seperti eksim dan asma, sepertinya bukan ide baik untuk mengadopsi hewan. 

Sementara itu, hampir setiap jenis binatang bisa menjadi sumber penyakit dan anak bisa terinfeksi. Sebagai contoh, semua reptil dapat menularkan bakteri salmonella yang mengakibatkan diare. 

Namun, jika anak dan anggota keluarga lainnya menjaga kebersihan dan kesehatan, seperti mencuci tangan sebelum dan sesudah bermain dengan hewan, tidak menjadi masalah. 

4. Memilih hewan yang kecil dan berasal dari penampungan

dijilat anjing kucing

Sebenarnya, ketika anak mulai memilih hewan peliharaan untuk pertama kali, usahakan agar mereka mulai dari yang kecil. Anak mungkin ingin memelihara anjing atau hewan berbulu yang menggemaskan lainnya, tetapi semakin besar ukuran binatang tentu semakin sulit perawatannya.

Apabila memungkinkan, ajak anak untuk mulai dari hewan yang kecil, seperti ikan mas. Akan tetapi, ketika anak tidak tertarik mungkin memilih anjing atau kucing pun tidak masalah.

Anda bisa mulai mencari dan mendapatkan saran dari orang lain perihal tempat adopsi atau penampungan hewan yang bagus. 

5. Mencocokkan kepribadian hewan dan anak

Setelah berhasil memilih tempat penampungan hewan peliharaan untuk diadopsi, usahakan untuk mengadopsi hewan yang cocok dengan kepribadian anak. 

Tantangan terbesar dalam pencarian hewan pertama untuk anak adalah apakah jenis binatang ini tepat dengan sifat anak Anda. Para ahli menyarankan agar orangtua realistis dalam memilih hewan agar tercipta hubungan yang baik dengan anak. 

Sebagai contoh, anak yang sangat aktif perlu selalu diawasi, terutama ketika mereka berada di dekat hewan peliharaan dibandingkan anak yang terlihat santai dan kalem.

Pasalnya, kombinasi yang paling sulit dan memperburuk suasana rumah adalah anak yang sangat aktif memiliki hewan bersifat penakut dan gugup.

Orangtua pun perlu meneliti jenis hewan yang akan mereka bawa pulang dan menghubungkannya dengan sifat anak dan anggota keluarga lainnya. Hewan peliharaan yang paling sering dipilih adalah kucing dan anjing karena mereka bisa dilatih dan lebih mudah ‘terkoneksi’ dengan manusia. 

Maka itu, banyak hal yang perlu dipertimbangkan ketika memilih hewan peliharaan untuk anak mengingat Anda akan membawa pulang makhluk hidup untuk tinggal bersama. 

Manfaat memelihara hewan untuk anak

hewan peliharaan

Setelah berhasil memilih hewan yang cocok untuk anak, tentu Anda tidak ingin melewatkan manfaat apa saja yang diperoleh dari merawat hewan. 

Anak yang dibesarkan dengan hewan umumnya dapat mengembangkan perasaan positif terhadap binatang. Bahkan, hal tersebut juga berpengaruh terhadap harga diri dan rasa percaya diri anak

Memiliki hubungan positif antara anak dan hewan peliharaan juga membantu anak mengembangkan hubungan saling percaya dan komunikasi dengan orang lain. Hewan peliharaan juga membuat anak mengasihi makhluk hidup dan menumbuhkan empati non verbal. 

Maka dari itu, memilih hewan peliharaan untuk anak tidak boleh sembarangan mengingat banyak manfaat yang bisa diperoleh dari merawat binatang dengan kasih sayang.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mulai Kapan Gigi Susu Anak Copot? Apakah Pasti Akan Copot Semua?

Gigi susu anak mulai tumbuh di usia 8-12 bulan. Gigi-gigi kecil ini kemudian akan digantikan oleh 32 buah gigi permanen. Mulai kapan gigi susu copot?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Gigi Anak, Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 6 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Rubella (Campak Jerman)

Rubella atau campak Jerman adalah penyakit menular yang disebabkan virus. Apa gejala dan penyebabnya? Bagaimana mencegah kondisi ini?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Infeksi pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 2 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit

Growing Pain

Growing pain biasanya lebih sering terjadi pada anak laki-laki dari pada perempuan. Kenapa itu bisa terjadi? Bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Penyakit pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 31 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Scarlet Fever, Demam Sekaligus Kemerahan pada Kulit Anak

Demam scarlet atau juga dikenal eritema disebabkan oleh berkembangnya bakteri pada penderita angina. Penyakit ini biasa menyerang anak kecil.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Penyakit Infeksi pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 27 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat mual anak cara mengatasi mual anak

Daftar Obat Mual untuk Anak, Mulai dari Resep Dokter Sampai Perawatan di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
obat pilek bayi

Pilihan Obat Pilek yang Bisa Diberikan pada Anak dan Bayi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
Memahami Tumbuh Kembang Gigi dan Rahang Anak

7 Trik Membujuk Anak Agar Tak Takut ke Dokter Gigi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
menonton tv terlalu dekat

Benarkah Nonton TV Terlalu Dekat, Bisa Bikin Mata Anak Rusak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit