10 Cara Mendisiplinkan Anak agar Patuh Sejak Kecil

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 31 Agustus 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Seiring bertambahnya usia anak, Anda perlu menerapkan cara mendisiplinkan kesehariannya agar ia mampu belajar mengatur waktu. Kemampuan disiplin diri ini perlu dilatih sejak kecil agar segala sesuatu dapat berjalan dengan baik.

Nah, bagaimana cara mendisiplinkan anak tanpa membuatnya merasa tertekan? Intip tips jitunya di bawah ini, ya!

Cara mendisiplinkan anak yang tepat

Anak-anak, khususnya di perkembangan usia 6-9 tahun, sedang dalam tahap mengenal aturan mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan.

Bahkan saat semakin besar, anak akan dihadapkan berbagai kegiatan, baik itu di rumah maupun sekolah.

Jadi, bukan hanya memerhatikan perkembangan kognitif dan perkembangan fisik anak, Anda juga perlu mengajarkan cara mendisiplinkan diri sejak kecil.

Agar semua kegiatannya dapat dilakukan dengan baik, Anda perlu mengajari cara mendisiplinkan anak.

Dengan begitu, baik kegiatan satu dengan yang lainnya tidak akan saling bentrok atau membuatnya keteteran.

Mendisiplinkan anak secara tidak langsung juga mengajarkan anak untuk pandai mengatur waktu yang ia punya.

Bila Anda tipe orangtua yang disiplin maupun santai, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mendisiplinkan anak sejak dini:

1. Buat jadwal kegiatan

melatih anak mengorganisasikan sesuatu

Supaya anak lebih lebih disiplin dan pinter mengatur waktu, ajaklah ia untuk membuat jadwal kegiatan.

Cara mendisiplinkan anak ini akan membantunya lebih terarah dalam menjalani kegiatan pada hari itu maupun beberapa hari ke depan.

Awali dengan jadwal kegiatan sederhana mulai dari bangun tidur hingga kembali tidur.

Lengkapi jadwal tersebut dengan keterangan waktu supaya anak paham kapan ia harus memulai aktivitas sebelum beralih ke aktivitas lainnya.

Ajak anak untuk membuat jadwal kegiatan dengan alat tulis yang ia punya agar lebih menyenangkan.

Kemudian, tempelkan jadwal di tempat yang mudah dilihat anak setiap hari.

2. Menyediakan waktu luang

anak main gadget cara mendisiplinkan

Menerapkan cara mendisiplinkan anak bukan berarti memenuhi seluruh waktu di hari itu dengan setumpuk kegiatan.

Saat membuat jadwal, pastikan ia juga membuat jadwal untuk waktu luang atau waktu bebasnya.

Waktu ini bisa dimanfaatkan anak untuk bermain sendiri, tidur, atau melakukan sesuatu yang ia sukai.

Dengan begitu, anak tidak akan merasa terbebani dan terkekang mengikuti jadwal yang ia buat.

3. Beri tahu apa yang sebaiknya anak lakukan

pelecehan seksual anak

Ketimbang bicara panjang lebar dengan mengatakan hal-hal apa saja yang tidak seharusnya anak lakukan, lebih baik beri tahu apa yang boleh ia lakukan.

Agar anak bisa belajar disiplin dan mengatur waktu, ia harus terbiasa dengan jadwal kegiatan yang ia buat. Ajak anak untuk menandai kegiatan yang ia buat dengan coretan atau ceklis.

Tujuannya, agar si kecil paham apa saja kegiatannya di hari itu dan berhasil melakukannya dengan baik.

Jika, si kecil mulai melanggar jadwal, Anda boleh mengingatkannya dengan lembut.

Misalnya katakan “Ayo, waktu bermain Kakak sudah habis. Sekarang waktunya mandi, lho.” atau “Wah, sudah jam 4 sore, waktunya apa ya, Kak, sekarang?”

Contoh lainnya, saat Anda melihat anak melompat-lompat di atas kasur, ingatkan mereka apa yang seharusnya dilakukan.

Dibanding Anda mengatakan, “Jangan lompat-lompat di kasur dong, Kak.” Lebih baik ganti menjadi, “Kak, kalau mau lompat-lompat di lantai saja sini pakai karpet, kasurnya ‘kan untuk tidur.”

Mengatakan hal yang seharusnya anak lakukan biasanya lebih mudah ia tangkap dan ingat.

4. Hindari membuat aturan terlalu ketat

menjelaskan mimpi basah anak

Bila cara mendisiplinkan anak yang Anda lakukan membuatnya merasa terlalu diatur karena keinginannya serba dilarang, ia malah jadi takut untuk mencoba hal baru.

Pastikan cara dalam mendisiplinkan anak yang Anda terapkan tidak terlalu ketat. Tetapkan larangan hanya untuk hal-hal yang benar-benar penting disertai cara yang mudah dipahami anak.

Ajari anak untuk mengontrol diri dengan baik sehingga ia bisa tetap memiliki kebebasan tapi tahu batasan.

Ambil contohnya saat anak sudah menyelesaikan PR-nya dan ingin bermain video game, Anda bisa melonggarkan sedikit waktu untuk membiarkan anak bersantai sejenak.

Namun, tetap katakan pada anak bahwa setelah waktu bermain video game selesai, ia harus melakukan kegiatan setelahnya, misal mandi sore.

5. Sebaiknya jangan menceramahi anak panjang lebar

mengkritik anak cara mendisiplinkan

Terkadang, ada orangtua yang memilih cara mendisiplinkan anak melalui penjelasan panjang lebar dengan nada yang menyalahkan dan penuh tuntutan.

Namun sebenarnya, ceramah yang kepanjangan akan membuat anak-anak bosan dan cenderung tidak menimbulkan efek jera.

Jika ingin mendisiplinkan lewat kata-kata, katakan secara padat, singkat, dan jelas. Jangan lupa juga jelaskan apa perubahan yang Anda ingin dari anak atau perilaku apa yang tidak seharusnya ia lakukan.

Hal ini biasanya akan jauh lebih mudah diingat dan dipatuhi anak. Jadi misalnya anak membiarkan mainannya berantakan di ruang tengah.

Daripada mengomel panjang lebar pada anak, cukup katakan, “Kak, sehabis main tanggung jawab Kakak ya untuk merapikan mainan sendiri. Yuk, bereskan supaya rapi lagi.”

6. Penuhi kebutuhan nutrisinya

Menjaga kesehatan anak

Agar bisa mengikuti semua kegiatan yang telah dijadwalkan dalam cara mendisiplinkan anak, tentu ia perlu energi.

Untuk itulah Anda perlu memastikan kebutuhan gizi anak sekolah tercukupi dengan baik, di samping terus mengajari cara mendisiplinkan diri.

Siapkan makanan sehat untuk anak setiap hari, termasuk camilan sehat untuk anak dan bekal anak sekolah.

Makanan yang sehat tidak hanya menyediakan energi, tapi juga membantu anak untuk fokus dengan kegiatan yang dilakukan.

Bila perlu, berikan vitamin anak untuk menjaga daya tahan tubuhnya selama belajar disiplin dalam mengatur waktu.

Dengan begitu, ia dapat menyelesaikan jadwal yang telah dibuatnya sendiri dengan lebih baik.

7. Jangan mengubah-ubah aturan dan hukuman

manfaat baca buku untuk anak

Aturan yang berubah-ubah hanya akan membuat si kecil bingung. Berdasarkan Harvard Health Publishing, ketika Anda mencontohkan bagaimana anak melakukan sesuatu, artinya memang seharusnya seperti itu.

Namun tentu saja seiring perkembangan usia anak, Anda harus menerapkan aturan baru atau mengubah aturan yang lama.

Misalnya, saat si kecil masih berusia dua tahun, Anda perlu maklum jika ia bermain-main dengan makanannya.

Namun setelah ia beranjak dewasa, terlebih di usia 6-9 tahun, kebiasaan ini tentu sebaiknya tidak lanjutkan.

Jelaskanlah juga alasan kenapa bermain-main dengan makanan tak lagi dibolehkan di usia anak saat ini.

Baik itu aturan baru maupun aturan lama yang berubah, selalu jelaskan padanya apa alasan Anda menerapkan aturan baru tersebut.

8. Pastikan siapapun yang mengasuh anak menerapkan cara mendisiplinkan yang sama

belajar membaca anak sd

Jika ibu bilang tidak boleh tapi ayah mengizinkan, anak Anda tentu akan bingung. Apalagi karena anak cerdik, ia tahu bahwa untuk dapat melakukan hal-hal yang dilarang oleh ibu, ia hanya perlu bilang, “Kata ayah boleh.”

Anda dan pasangan pun secara tak sengaja jadi korban adu domba. Hal yang sama bisa terjadi pada babysitter maupun nenek, kakek, dan tante si kecil yang ikut mengasuhnya.

Pastikan mereka semua tahu batasan mana saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama Anda menerapkan cara mendisiplinkan anak.

9. Ingat bahwa si kecil meniru Anda

rasa tanggung jawab pada anak

Jika Anda menerapkan hidup disiplin dan teratur, anak melihat dan merekamnya di dalam otak.

Seiring pertumbuhan anak, ia juga akan melihat, mempelajari, dan mengikuti apa yang biasa dilakukan orangtua.

Jadi, pastikan Anda selalu mencontohkan hal-hal baik sembari menerapkan cara mendisiplinkan anak.

10. Hindari menggunakan kekerasan pada anak

mendisiplinkan anak dengan cara menampar

Senakal apa pun anak kekerasan bukanlah solusi terbaik. Seperti dijelaskan sebelumnya, anak belajar berperilaku dari orangtuanya, melansir dari laman Raising Children.

Jadi, kalau Anda menggunakan kekerasan tentu yang akan dicontoh anak adalah bagaimana menggunakan kekerasan sebagai cara berkomunikasi.

Anak juga akan meniru orangtuanya yang tidak mampu mengendalikan diri ketika sedang emosi.

Karena itu, anak yang dididik dengan penuh kekerasan justru lebih sulit diajarkan kedisiplinan. Hal ini membuat anak tidak akan menghormati aturan serta mengetahui batasan perilaku baik dan buruk.

Akibatnya anak pun akan terus-terusan melakukan kesalahan atau pelanggaran aturan, apalagi tanpa sepengetahuan orangtua.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Cara Menghilangkan Dahak pada Anak Secara Alami

Dahak yang menumpuk di tenggorokan bisa membuat anak Anda tidak nyaman. Berikut cara alami yang dapat membantu menghilangkan dahak pada anak.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Parenting, Tips Parenting 9 September 2020 . Waktu baca 3 menit

11 Gejala Pneumonia Pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Pneumonia pada anak diklaim sebagai penyebab kematian anak tiap 20 detik. Berikut beberapa gejala pneumonia pada anak yang sebaiknya Anda ketahui.

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Parenting, Tips Parenting 3 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Bayi Menangis Terus? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Karena belum bisa berbicara, menangis adalah satu-satunya cara bayi berkomunikasi. Apa saja penyebab bayi menangis dan bagaimana mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Yurika Elizabeth Susanti
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 3 September 2020 . Waktu baca 10 menit

Mengulik Tahapan Perkembangan Emosi Anak Usia 6-9 Tahun

Kemampuan dalam mengelola emosi perlu ditumbuhkan dalam diri anak sejak kecil. Sudah tahukah Anda tahapan perkembangan emosi anak usia 6-9 tahun?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 3 September 2020 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gangguan atau penyimpangan makan pada remaja

Penyebab Gangguan Makan pada Remaja dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 19 September 2020 . Waktu baca 10 menit
pendidikan montessori

Mengenal Metode Pendidikan Montessori: Membebaskan Anak untuk Bereksplorasi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 17 September 2020 . Waktu baca 4 menit
mengajari anak gosok gigi

6 Cara Efektif Mengajarkan Anak Gosok Gigi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 16 September 2020 . Waktu baca 5 menit
bakat anak

Tips Mencari Tahu dan Mengembangkan Bakat Anak

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 10 September 2020 . Waktu baca 4 menit