Voltadex

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Fungsi & Penggunaan

Untuk apa obat Voltadex digunakan?

Voltadex adalah obat yang umumnya digunakan untuk mengobati nyeri ringan sampai sedang, seperti pada pengapuran sendi tulang (osteoarthritis), radang sendi asam urat, rheumatoid arthritis, sakit kepala, sakit gigi, nyeri menstruasi, dan sebagainya.

Voltadex adalah obat yang mengandung diklofenak. Bahan aktif tersebut merupakan obat golongan antiperadangan nonsteroid (nonsteroidal anti-inflammatory drug atau NSAID).

Obatt NSAID biasa digunakan untuk meredakan rasa sakit dan peradangan. Obat ini bekerja dengan cara menghambat kerja zat dalam tubuh yang menyebabkan rasa sakit dan pembengkakan (prostaglandin).

Bagaimana aturan pakai Voltadex?

Ikuti aturan minum obat yang diberikan oleh dokter atau apoteker sebelum memulai pengobatan. Selalu baca petunjuk pemakaian obat sebelum menggunakan obat ini.

Baca dengan saksama petunjuk pemakaian yang tertera pada label kemasan atau resep. Jangan gunakan obat ini melebihi dosis yang dianjurkan, lebih sedikit, lebih lama dari yang disarankan.

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Bagaimana cara menyimpan obat ini?

Voltadex paling baik disimpan pada suhu ruangan dan dijauhkan dari paparan sinar cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi dan jangan dibekukan.

Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat ini ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlaku obat telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi.

Konsultasikan kepada apoteker atau instansi pembuangan sampah setempat mengenai bagaimana cara aman membuang obat Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan dengan Voltadex.

Berapa dosis Voltadex untuk dewasa?

Berikan Voltadex sebanyak 25 mg – 50 mg, 3 kali sehari. Untuk pengobatan jangka panjang cukup dengan dosis 75 – 100 mg sehari. Dosis sehari jangan melebihi 150 mg.

Berapa dosis Voltadex untuk anak-anak?

Untuk penggunaan obat Voladex di bawah 14 tahun, tidak disarankan mengonsumsi  lebih dari 75-100mg. Ada baiknya Anda berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu untuk mendapatkan dosis yang aman dan tepat untuk anak Anda.

Dalam dosis dan sediaan apa obat ini tersedia?

Obat ini umumnya tersedia dalam bentuk tablet dalam dua jenis kemasan dosis, Voltadex 25 mg (Diclofenac sodium 25 mg) dan Voltadex 50 mg (Diclofenac sodium 50 mg), per tablet.

Efek Samping

Apa efek samping Voltadex yang mungkin terjadi?

Seperti penggunaan obat-obatan lainnya, penggunaan Voltadex dapat menyebabkan beberapa efek samping. Kebanyakan dari efek samping berikut jarang terjadi dan tidak memerlukan pengobatan tambahan.

Namun, penting bagi Anda untuk berkonsultasi dengan dokter Anda jika Anda memiliki masalah apapun setelah minum obat ini.

Adapun efek samping yang umum meliputi:

  • sakit perut atau kram perut
  • nyeri atau ketidaknyamanan (ringan sampai sedang)
  • pusing
  • sakit kepala
  • mengantuk
  • mual
  • muntah

Tidak menutup kemungkinan obat ini dapat memicu terjadinya reaksi alergi. Segera hentikan penggunaan obat ini dan hubungi dokter Anda jika terjadi reaksi alergi parah (anafilaktik), dengan gejala-gejala seperti:

  • pembengkakan pada wajah, bibir, tenggorokan, atau lidah
  • ruam kulit
  • gatal-gatal
  • kesulitan bernapas

Tidak semua orang mengalami efek samping saat menggunakan obat ini. Mungkin juga ada beberapa efek samping yang belum disebutkan di atas.

Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan Voltadex?

Sebelum memutuskan untuk memakai obat ini, Anda perlu memerhatikan beberapa hal. Berikut adalah kondisi-kondisi yang harus dipertimbangkan:

Obat-obatan

Beri tahu dokter mengenai obat-obatan yang sedang Anda gunakan, baik obat resep, nonresep, suplemen, atau obat herbal. Hal ini dikarenakan beberapa jenis obat mungkin dapat berinteraksi dengan Voltadex.

Penyakit tertentu

Selain itu, penting juga untuk menginformasikan dokter mengenai penyakit atau kondisi kesehatan lain yang sedang Anda derita. Kemungkinan obat ini dapat memicu terjadinya interaksi dengan penyakit atau kondisi kesehatan tertentu.

  • Pasien yang akan atau telah menjalani operasi jantung sebaiknya jangan menggunakan Voltadex Tablet 50 mg.
  • Obat ini juga dikontraindikasikan untuk pasien yang memiliki masalah ginjal, hati, atau radang atau ukak pada lambung atau usus.
  • NSAID termasuk Voltadex Tablet 50 mg tidak boleh diberikan untuk penderita demam berdarah, karena menginduksi kebocoran kapiler dan gagal jantung.
  • Jangan diberikan untuk penderita penyakit jantung iskemik, penyakit arteri perifer, dan gagal jantung kongestif.

Alergi

Beri tahu dokter jika Anda memiliki riwayat alergi terhadap Voltadex, diklofenak, atau bahan lainnya yang terkandung dalam obat ini. Selain itu, periksakan diri Anda untuk mengetahui jika Anda memiliki alergi lain, misalnya terhadap makanan, pewarna, atau hewan tertentu.

Jangan digunakan untuk pasien yang memiliki riwayat alergi terhadap diklofenak, NSAID, atau riwayat reaksi alergi (bronkospasme, shock, rhinitis, urtikaria) 

Lansia

Beberapa jenis obat belum diuji keamanannya untuk orang-orang berusia lanjut. Maka itu, obat ini mungkin memiliki cara kerja yang berbeda, atau berpotensi menyebabkan efek samping berbeda pada lansia. Khusus untuk lansia, konsultasikan pemakaian obat ini ke dokter terlebih dahulu.

Apakah obat ini aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Sebaiknya ibu hamil dan ibu menyusui tidak mengonsumsi Voltadex terlebih dahulu. Dikhwatirkan akan menimbulkan cacat pada janin, dan memengaruhi kesehatan bayi secara umum.

Selalu konsultasi terlebih dulu pada dokter atau bidan sebelum menggunakan obat apapun, jika Anda sedang hamil, menyusui, atau sedang merencanakan kehamilan.

Interaksi Obat

Obat apa saja yang tak boleh dikonsumsi bersamaan dengan Voltadex?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam artikel ini.

Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

Berikut adalah efek yang terjadi jika Voltadex 50 mg Tablet (Diclofenac) digunakan dengan obat-obat lain :

  • Antikoagulan (misalnya, warfarin), aspirin, kortikosteroid dapat meningkatkan risiko perdarahan lambung meningkat.
  • Jika Anda mengonsumsi seperti captopril, enalapril atau obat diuretik lainnya, bisa membuat efektivitas obat Voltadex menurun.
  • Hindari pula penggunaan aspirin atau NSAID lainnya (misalnya, ibuprofen, celecoxib) selama menggunakan Voltadex.

Makanan dan minuman apa yang tak boleh dikonsumsi saat menggunakan obat ini?

Baca baik-baik petunjuk penggunaan yang terdapat di kemasan obat Voltadex. Dalam petunjuk tersebut, biasanya telah terdaftar apa saja makanan dan minuman yang sebaiknya Anda hindari selama menggunakan obat ini.

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dengan makanan dapat terjadi.

Merokok tembakau atau mengonsumsi alkohol dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi.

Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan dokter, tim medis, atau apoteker.

Apakah ada kondisi kesehatan tertentu yang harus menghindari Voltadex?

Kandungan diklofenak pada obat Voltadex jika digunakan pada orang yang telah memiliki penyakit jantung atau stroke dapat meningkatkan risiko serangan jantung mendadak. Terlebih, jika Anda mengonsumsi Voltadex dalam jangka panjang.

Overdosis

Bagaimana gejala overdosis Voltadex dan apa efeknya?

Gejala overdosis Voltadex bisa menyebabkan beberapa gejala seperti berikut:

  • Kadar gula darah naik
  • Nyeri
  • Mual dan muntah
  • Sakit kepala

Efek overdosis kandungan diklofenak dalam Voltadex bisa menyebabkan  kelainan fungsi ginjal atau hati, dan bahkan menyebabkan luka pada usus dan lambung.

Apa yang harus saya lakukan dalam keadaan darurat atau overdosis?

Pada situasi gawat darurat atau overdosis, hubungi 119 atau segera larikan ke rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan kalau saya lupa minum obat atau lupa pakai obat?

Jika Anda melewatkan satu dosis, segera minum sesegera mungkin saat Anda ingat. Namun, jika Anda baru ingat setelah sudah waktunya untuk dosis selanjutnya, abaikan saja dosis yang terlupa, dan lanjutkan pemakaian sesuai jadwal. Jangan menggandakan dosis obat dalam satu kali minum.

Hello Health Group tidak menyediakan konsultasi medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Obat Nyeri Otot: Mulai dari Obat Resep Dokter Hingga Herbal

Nyeri otot dapat mengganggu aktivitas harian. Temukan berbagai obat nyeri otot yang ampuh, mulai dari obat resep dokter hingga obat herbal.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Muskuloskeletal, Myalgia (Nyeri Otot) 17 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit

11 Kondisi yang Bisa Menjadi Penyebab Sakit Perut

Sakit perut termasuk gejala yang bisa diakibatkan banyak hal, dari sembelit sampai batu ginjal. Simak berbagai penyebab sakit perut berikut.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Pencernaan 16 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Pilihan Obat yang Digunakan untuk Meredakan Nyeri Tulang

Nyeri tulang dapat menggangu aktivitas Anda dan harus diobati dengan baik. Berikut adalah berbagai obat yang bisa digunakan untuk mengobati nyeri tulang.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 5 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

7 Obat-obatan Alami untuk Sakit Perut yang Ampuh

Selain jahe, ada beberapa ramuan alami yang bisa didapat di dapur Anda, dan bisa membantu meringankan sakit perut yang sedang menyerang. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Pencernaan 4 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

fakta soal lutut manusia

5 Fakta Mengagumkan Soal Lutut Manusia yang Tangguh Tapi Rawan Cedera

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Inflammatory bowel disease adalah

Inflammatory Bowel Disease (IBD)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 1 Februari 2021 . Waktu baca 9 menit
manfaat jahe

Manfaat Jahe untuk Mengurangi Nyeri Otot dan Sendi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 29 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
badan sakit setelah olahraga

Badan Sakit Setelah Olahraga, Apakah Artinya Olahraga Anda Ampuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit