Berbagai Makanan yang Bisa Mengganggu Kerja Obat Dalam Tubuh

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 November 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda sedang mengonsumsi obat-obatan saat ini? Jika iya, maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan demi menunjang keberhasilan efek dari obat-obatan yang Anda konsumsi. Selain memperhatikan anjuran dokter mengenai jadwal minum obat, yang harus Anda ketahui lainnya adalah tentang interaksi obat dengan makanan yang Anda konsumsi di waktu bersamaan.

Banyak hal yang bisa dibahas jika berbicara soal interaksi obat dengan zat gizi. Hubungan interaksi tersebut dapat terbentuk dua arah, yaitu obat-obatan yang Anda konsumsi mempengaruhi penyerapan zat gizi, dan sebaliknya, zat gizi yang Anda dapatkan dari makanan bisa saja menghambat atau mempercepat kerja obat, bahkan menimbulkan efek samping akibat berinteraksi dengan obat-obatan.

Sama seperti makanan, obat-obatan juga sebagian besar dikonsumsi melalui mulut, harus dicerna melalui sistem pencernaan serta diserap pada usus halus. Oleh karena itu, makanan dan obat sering kali menimbulkan interaksi yang menimbulkan dampak pada penyerapan obat maupun makanan.

Makanan yang paling sering menimbulkan interaksi dengan obat

Grapefruit, atau jeruk bali merah, adalah salah satu makanan yang cukup banyak memiliki kemampuan untuk mempengaruhi kerja suatu obat. Jenis buat tersebut dapat meningkatkan efektifitas kerja dari beberapa macam obat dan menurunkan penyerapan obat-obatan lainnya, seperti obat untuk menurunkan kadar kolesterol. Oleh karena itu jika Anda mempunyai kolesterol yang tinggi dan kemudian mengonsumsi obat-obatannya, lebih baik Anda tidak makan buah grapefruit terlebih dahulu karena mempengaruhi kerja obat tersebut.

Grapefruit juga dapat menyebabkan metabolisme dari obat-obatan terganggu, sehingga dapat menurunkan atau meningkatkan kadar obat-obatan dalam darah. Banyak obat yang berinteraksi dengangrapefruit dan menyebabkan hal tersebut terjadi, seperti pada obat antihistamin, obat tekanan darah tinggi, obat untuk penyakit tiroid, pil KB, obat maag, serta obat flu dan batuk. Maka dari itu, sebaiknya menghindarigrapefruit dulu jika sedang mengonsumsi obat-obatan.

Hal ini terjadi karena grapefruit mengandung zat yang disebut dengan furanocoumarins yang bekerja untuk menghalangi kerja obat-obatan tersebut. Sehingga, interaksi yang kurang baik terjadi di antara anggur dengan obat-obatan yang telah disebutkan sebelumnya.

BACA JUGA: Jangan Membuang Obat Kedaluwarsa Sembarangan! Ini Cara yang Benar

Berbagai interaksi obat dengan makanan yang mungkin terjadi

1. Warfarin, obat pengencer darah

Sayuran berdaun hijau seperti bayam, sawi, brokoli atau kangkung ternyata dapat mempengaruhi penyerapan obat pengencer darah atau warfarin dan coumadin. Cara kerja obat-obatan pengencer darah adalah dengan cara menurunkan jumlah vitamin K di dalam tubuh yang berfungsi sebagai faktor pembekuan darah. Namun, sayuran yang berdaun hijau merupakan salah satu sumber utama vitamin K, sehingga jika Anda terlalu banyak mengonsumsi sayur berdaun hijau, maka akan meningkatkan vitamin K dan menghambat obat-obatan untuk mengencerkan darah.

Walaupun begitu, jangan khawatir karena kondisi ini hanya akan terjadi jika waktu konsumsinya berdekatan dan terlalu banyak sayuran berdaun hijau yang dikonsumsi.

BACA JUGA: 5 Obat Nyeri Alami yang Bebas Bahan Kimia

2. Antidepresan

Obat untuk mengatasi depresi ini bekerja dengan cara membuat normal kembali zat neurotransmitter yang terganggu ketika mengalami tekanan yang besar. Zat neurotransmitter tersebut adalah monoamine oxiase inhibitor (MAOIs) yang bekerja sebagai pengantar sinyal antara sel saraf dan mengatur mood seseorang.

Obat jenis antidepresan diketahui memiliki interaksi dengan makanan yang mengandung tyramine, yaitu minuman grapefruit, yogurt, pisang serta beberapa jenis makanan olahan. Jika interaksi terjadi antara antidepresan dengan obat-obatan yang telah disebutkan tersebut maka akan berisiko menimbulkan tekanan darah tinggi.

BACA JUGA: Pro dan Kontra Mengonsumsi Obat Antidepresan

3. Obat antibiotik

Antibiotik adalah obat yang paling sering dan banyak dikonsumsi oleh sebagian besar orang. Dan dengan cara pemberian yang bermacam-macam, yaitu dengan suntikan atau melalui pil/kapsul yang langsung bisa diminum. Tetapi perlu diperhatikan bahwa ternyata makanan yang mengandung zat besi, kalsium, dan magnesium yang tinggi dapat menghambat kerja dari obat antibiotik.

Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa susu dapat menurunkan kerja antibiotik dalam tubuh, contohnya antibiotik jenis ciprofloxacin dan tetracycline. Tetracycline bisa dikonsumsi satu jam sebelum atau dua jam setelah makan, dan tidak boleh diiringi dengan minum susu. Zat besi dan kalsium yang terkandung di dalam susu bisa berikatan dengan obat antibiotik yang membuat penyerapan obat tersebut terhambat.

BACA JUGA: 5 Fakta Seputar Antibiotik yang Perlu Anda Tahu

4. Obat analgesik

Obat jenis ini adalah obat penghilang rasa sakit, sehingga sering kali digunakan untuk menghilangkan berbagai nyeri dan demam. Salah satu contoh penghilang rasa sakit yang paling sering digunakan adalah acetaminophen. Dalam beberapa riset disebutkan bahwa acetaminophen harus dikonsumsi sebelum makan karena makanan yang ada di dalam perut dapat menghambat efektifitas kerja obat ini. Namun untuk obat jenis lain seperti ibuprofen, naproxen, ketoprofen, dan obat penghilang rasa sakit lainnya harus dikonsumsi setelah makan, karena dapat menyebabkan iritasi pada dinding lambung.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Tak Hanya Memutihkan Kulit, Ini 6 Manfaat Bengkoang Bagi Kesehatan

    Siapa yang suka makan bengkoang? Nyatanya, kandungan dan manfaat bengkoang sangat baik untuk kesehatan tubuh. Apa saja manfaatnya?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Hidup Sehat, Kecantikan 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit

    5 Cara Diet Tanpa Sayur yang Aman untuk Tubuh

    Di semua anjuran makanan sehat, selalu saja ada sayur di dalamnya. Bagaimana jika Anda tak suka makan sayur? Berikut ini diet tanpa sayur tapi tetap sehat.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Nutrisi, Hidup Sehat, Tips Sehat 25 November 2020 . Waktu baca 3 menit

    6 Khasiat Teh Chamomile yang Baik Bagi Tubuh

    Pernahkan Anda mencicipi teh chamomile? Ternyata salah satu teh herbal ini banyak manfaatnya, lho! Simak manfaat teh chamomile bagi kesehatan tubuh.

    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Hidup Sehat, Fakta Unik 25 November 2020 . Waktu baca 3 menit

    Untuk Para Suami, Ini 10 Trik Memanjakan Istri Agar Lebih Bergairah

    Pasangan Anda belum cukup luwes dan percaya diri saat berhubungan intim? Tenang, ini dia berbagai cara merangsang istri yang ampuh dan penuh kehangatan.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Seks & Asmara 24 November 2020 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    mulur kering xerostomia adalah

    Xerostomia (Mulut Kering)

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 27 November 2020 . Waktu baca 10 menit

    Penyebab Serangan Jantung Pada Anak Muda

    Ditulis oleh: Adinda Rudystina
    Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 5 menit
    akibat sering main hp

    4 Jenis Gangguan Kesehatan Akibat Terlalu Sering Bermain Smartphone

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
    Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit
    gingsul, salah satu jenis maloklusi

    Fakta Seputar Gigi Gingsul yang Harus Anda Tahu

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 6 menit