Minoxidil

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Minoxidil Obat Apa?

Untuk apa Minoxidil?

Minoxidil adalah obat yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi (hipertensi).

Obat ini termasuk vasodilator yang bekerja dengan cara memperlebar pembuluh darah. Dengan begitu aliran darah dapat mengalir lebih lancar. Hal ini juga memungkinkan tekanan darah yang semula tinggi akan perlahan menurun. Tekanan darah yang terkendali dapat mengurangi risiko stroke, serangan jantung, serta gangguan fungsi ginjal.

Selain sebagai obat minum, obat ini juga tersedia dalam sediaan topikal (oles) yang berfungsi sebagai obat perangsang pertumbuhan rambut. Minoxidil jenis ini bekerja dengan memperlebar pembuluh darah sehingga folikel rambut akan mendapatkan asupan nutrisi dan oksigen yang cukup. Kebutuhan nutrisi dan oksigen yang terpenuhi ini dapat memperlancar pertumbuhan folikel rambut.

Bagaimana cara penggunaan Minoxidil?

Obat ini dapat diminum setelah atau sebelum makan. Tanyakan pada dokter atau apoteker kapan waktu terbaik untuk mengonsumsinya.

Minum obat sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Jangan coba-coba untuk menambahkan atau mengurangi dosis sendiri tanpa seizin dokter. Selain menurunkan efektivitas obat, cara itu juga dapat meningkatkan potensi efek samping.

Anda juga tidak disarankan untuk memberikan obat ini ke orang lain, meski mereka mengeluhkan gejala yang serupa dengan Anda. Sebab, pemberian dosis disesuaikan dengan kondisi kesehatan serta respon pasien terhadap pengobatan. Itu sebabnya, dosis setiap orang mungkin dapat berbeda-beda.

Dokter umumnya akan memberikan dosis dari yang terendah lebih dulu. Setelah itu dokter akan melihat respon pasien terhadap pengobatan. Jika diperlukan, dosis obat dapat ditingkatkan secara bertahap. Tetap minum obat sesuai yang dianjurkan meski dokter mengubah dosis Anda beberapa kali.

Supaya tekanan darah Anda cepat stabil, minum obat ini secara rutin di waktu yang sama setiap harinya. Untuk memudahkan Anda mengingat, catatlah jadwal minum obat Anda pada buku catatan khusus atau aplikasi pengingat di ponsel.

Selama mengonsumsi obat ini, Anda mungkin juga akan diminta dokter untuk cek tekanan darah secara rutin. Pasalnya, tekanan darah bisa berubah kapan pun dan di mana pun, tergantung jenis aktivitas yang Anda lakukan.

Di samping itu, tekanan darah tinggi pun sering kali muncul tanpa gejala yang berarti. Oleh karenanya, untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, lanjutkan pengobatan meski Anda merasa sudah sehat.

Secara umum, mungkin akan dibutuhkan waktu beberapa minggu hingga benar-benar mendapatkan manfaat penuh dari obat ini. Beri tahu dokter jika kondisi tidak bertambah baik atau malah semakin buruk.

Pada intinya, Minoxidil adalah obat yang harus diminum sesuai aturan dokter atau anjuran yang tertera dalam kemasan obat. Simak dan pahami baik-baik informasi tersebut. Jika Anda belum paham betul cara pakai dan berapa banyak dosis obat yang harus digunakan, jangan ragu berkonsultasi ke dokter atau apoteker.

Bagaimana cara penyimpanan Minoxidil?

Minoxidil adalah salah satu obat hipertensi yang sebaiknya disimpan pada suhu ruangan. Juhkan dari cahaya langsung dan tempat lembab. Jangan disimpan di dalam kamar mandi. Jangan dibekukan.

Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi.

Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis Minoxidil

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis Minoxidil untuk orang dewasa?

Dosis standar untuk membantu menurunkan tekanan darah yang tinggi adalah 5 miligram (mg), diminum sehari sekali. Dosis pemeliharaan berkisar dari 10-40 mg terbagi ke dalam 1-2 dosis.

duntuk setiap orang mungkin bisa berbeda. Pemberian dosis obat biasanya disesuaikan dengan usia, kondisi kesehatan pasien secara menyeluruh, serta respon mereka terhadap pengobatan.

Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter atau apoteker sebelum mengonsumsi obat jenis apa pun. Ini untuk memastikan bahwa Anda mengonsumsi obat sesuai dengan dosis yang dianjurkan.

Bagaimana dosis Minoxidil untuk anak-anak?

Dosis untuk anak-anak belum ditentukan. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Dalam dosis apakah Minoxidil tersedia?

Untuk mengobati tekanan darah tinggi, obat ini tersedia dalam bentuk tablet dengan kekuatan 2.5 mg dan 5 mg. Sementara untuk mengatasi kerontokan rambut, obat ini tersedia dalam bentuk topikal atau oles.

Efek samping Minoxidil

Efek samping apa yang dapat dialami karena Minoxidil?

Beberapa efek samping obat Minoxidil yang paling umum adalah:

  • Mual dan muntah
  • Pusing
  • Sakit kepala ringan
  • Kliyengan
  • Mengantuk
  • Jantung berdebar-debar
  • Ruam kemerahan pada kulit
  • Terjadi perubahan warna, panjang, atau ketebalan pada tubuh atau rambut wajah

Hubungi dokter jika Anda memiliki efek samping serius seperti:

  • Batuk kering, nyeri pada dada terasa seperti tertusuk
  • Nyeri pada dada menyebar ke lengan atau bahu; mual, berkeringat, merasa sakit secara keseluruhan
  • Masalah pernapasan (khususnya ketika berbaring)
  • Bengkak pada kaki, pergelangan kaki
  • Kenaikan badan secara cepat sebanyak 2,5 kg atau lebih
  • Jantung berdebar-debar
  • Mati rasa tiba-tiba, lemah, sakit kepala, bingung, atau masalah dengan penglihatan, bicara, atau keseimbangan
  • Demam, sakit tenggorokan, dan sakit kepala dibarengi dengan kulit melepuh, mengelupas, dan terdapat ruam kemerahan pada kulit
  • Muncul gejala ruam kulit seberapa pun ringannya
  • Mudah memar atau berdarah
  • Merasa akan kehilangan kesadaran

Reaksi alergi yang parah akibat mengonsumsi obat ini sangat jarang terjadi. Namun, sebaiknya Anda segera berobat ke dokter bila mengalami sejumlah tanda dan gejala reaksi alergi serius seperti:

  • Pembengkakan di wajah, lidah, bibir, dan tenggorokan
  • Gatal-gatal parah di sebagian atau seleuruh tubuh
  • Sulit bernapas
  • Kesadaran hampir hilang
  • Ruam kulit yang tidak biasa

Tidak semua orang mengalami efek samping berikut ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah kepada dokter atau apoteker Anda.

Peringatan dan Perhatian Obat Minoxidil

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan Minoxidil?

Sejumlah hal yang perlu diperhatikan dan dilakukan sebelum menggunakan obat Minoxidil adalah:

  • Beri tahu dokter dan apoteker jika Anda alergi terhadap minoxidil, bahan yang terkandung dalam obat ini., atau jenis obat hipertensi lainnya. Tanyakan pada dokter maupun apoteker perihal daftar bahan penyusunnya.
  • Beri tahu dokter dan apoteker jika Anda sedang atau akan minum obat secara rutin. Baik itu obat resep, nonresep, atau obat alami dari bahan herbal.
  • Beri tahu dokter jika Anda memiliki pheochromocytoma ( tumor di kelenjar adrenal). Dokter Anda mungkin akan menyarankan Anda untuk tidak menggunakan obat iin.
  • Beri tahu dokter jika Anda pernah atau baru-baru ini terkena serangan jantung, atau jika memiliki penyakit jantung atau ginjal.
  • Beri tahu dokter jika Anda hamil, berencana untuk hamil, atau sedang menyusui.
  • Beri tahu dokter jika Anda akan menjalani operasi medis, termasuk operasi gigi.

Penting untuk diketahui bahwa obat ini dapat menyebabkan mengantuk. Oleh sebab itu, pastikan Anda tidak mengendari mobil atau mengoperasikan mesin dan alat berat sampai efek obat benar-benar hilang.

Obat ini juga dapat menimbulkan efek samping pusing dan kliyengan. Sebaiknya Anda tidak bangun terlalu cepat dari posisi berbaring atau duduk. Jika tetap dilakukan, Anda berisiko tinggi untuk terjatuh.

Nah, untuk menghindari masalah tersebut, bangunlah dari tempat tidur secara perlahan-lahan. Posisikan kaki Anda di lantai selama beberapa menit sebelum berdiri.

Jangan lupa untuk rutin cek tekanan darah Anda. Hal ini untuk memantau kondisi kesehatan sekaligus respon pengobatan pada tubuh Anda sendiri. Bila tekanan darah terus naik, segeralah lapor ke dokter.

Intinya, jangan ragu berobat ke dokter bila kondisi Anda tidak membaik, semakin buruk, atau Anda mengalami gejala yang tidak biasa. Semakin cepat diobati, maka akan semakin baik. Dokter mungkin akan mengubah dosis atau mengganti obat yang lebih cocok dengan kondisi Anda.

Apakah Minoxidil aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini.

Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C menurut Food and Drugs Administration (FDA) di Amerika Serikat, atau setara dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Indonesia.

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :

  • A = Tidak berisiko
  • B = Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  • C = Mungkin berisiko
  • D = Ada bukti positif dari risiko
  • X = Kontraindikasi
  • N = Tidak diketahui

Sementara untuk ibu menyusui, belum ada bukti jelas apakah obat ini membahayakan bayi atau tidak. Untuk menghindari berbagai kemungkinan negatif, jangan minum obat ini sembarangan atau tanpa seizin dokter.

Interaksi Obat Minoxidil

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan Minoxidil?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam artikel ini.

Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

Beritahu dokter semua obat-obatan yang Anda gunakan, terutama guanethidine (Ismelin).

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan Minoxidil?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi.

Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi.

Alkohol biasanya dapat menurunkan tekanan darah dan meningkatkan efek samping tertentu dari obat ini.

Selain itu, jangan mengonsumsi suplemen kalium atau pengganti garam saat minum obat ini kecuali jika dokter menyatakan tidak apa-apa.

Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan Minoxidil?

Adanya masalah kesehatan lain di tubuh Anda dapat mempengaruhi penggunaan obat ini. Beri tahu dokter bila Anda memiliki masalah kesehatan lain, khususnya:

  • Angina (nyeri dada)
  • Serangan jantung
  • Stroke
  • Penyakit jantung
  • Penyakit kardiovaskuler
  • Penyakit ginjal
  • Penyakit hati

Overdosis Minoxidil

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (119) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Ketika seseorang mengalami overdosis, berbagai gejala yang mungkin muncul yaitu:

  • Tekanan darah yang terlalu rendah (hipotensi) yang membuat kepala menjadi pusing
  • Pingsan
  • Detak jantung cepat dan tidak teratur
  • Detak jantung lebih lambat dari kondisi normal

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis dalam satu kali minum.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Bagaimana Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) Bisa Memicu Hipertensi?

    Menurut penelitian di tahun 2018, keadaan post-traumatic stress disorder yang dimiliki seseorang bisa memicu naiknya risiko hipertensi.

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha

    Vasodilator, Obat untuk Memperlebar Pembuluh Darah

    Vasodilator merupakan salah satu pengobatan untuk menangani kondisi hipertensi atau penyakit jantung. Simak penjelasannya di sini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha

    Tidur Siang Baik untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

    Sebuah studi menyatakan bahwa tidur siang dapat menjadi salah satu cara untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Simak selengkapnya.

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha

    4 Tips Mudah Mengurangi Makan Garam Agar Tak Kena Hipertensi

    Katanya, makanan tanpa garam tak sedap. Namun, jika makan garam terlalu banyak bikin tekanan darah naik. Lalu, bagaimana cara mengurangi makan garam?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M

    Direkomendasikan untuk Anda

    senam hipertensi

    Manfaat dan Jenis-jenis Senam untuk Penderita Hipertensi

    Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
    pantangan darah tinggi

    11 Pantangan Darah Tinggi yang Harus Anda Hindari

    Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Shylma Na'imah
    Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020
    tekanan darah tinggi saat puasa

    5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Dipublikasikan tanggal: 04/05/2020
    mengukur tekanan darah anak

    Panduan Lengkap Mengukur Tekanan Darah Anak di Rumah

    Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Dipublikasikan tanggal: 22/04/2020