Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Hipertrikosis

Hipertrikosis

Rambut yang tumbuh lebat di sekujur tubuh adalah sebuah kelainan yang disebut hypertrichosis atau sindrom werewolf. Cari tahu lebih lanjut apa penyebab dan cara mengatasinya.

Apa itu sindrom werewolf (hipertrikosis)?

Hypertrichosis (hipertrikosis) adalah kondisi kelainan langka yang ditandai dengan proses pertumbuhan rambut terlalu cepat dan berlebih di sekujur tubuh, bahkan hingga menutupi wajah.

Hipertrikosis dapat muncul saat lahir atau berkembang seiring waktu. Baik pria maupun wanita sama-sama bisa mengalami hypertrichosis.

Secara umum, kondisi ini berbeda dengan hirsutisme, yaitu pertumbuhan rambut berlebih pada wanita. Namun, hirsutisme merupakan salah satu jenis hipertrikosis.

Pada hipertrikosis, rambut dapat tumbuh lebat di seluruh tubuh atau berkumpul di area tertentu menjadi bercak-bercak kecil.

Tanda-tanda dan gejala hypertrichosis

Hipertrikosis dapat terjadi saat lahir atau berkembang di kemudian hari.

Kondisi ini biasanya menyebabkan pertumbuhan satu dari tiga jenis rambut berikut.

1. Vellus

Jenis rambut ini umumnya pendek (panjangnya kurang dari 0,2 cm) dan tidak terlihat jelas.

Jenis rambut ini bisa terdapat di hampir seluruh bagian tubuh kecuali telapak kaki, punggung telinga, bibir, dan telapak tangan, atau bekas luka.

2. Lanugo

Jenis rambut ini sangat lembut dan halus, seperti pada tubuh bayi yang baru lahir, biasanya tidak memiliki pigmen.

Sebagian besar bayi kehilangan lanugo dalam beberapa hari atau minggu setelah kelahiran.

3. Terminal

Jenis rambut ini biasanya panjang, tebal, dan sangat gelap. Wanita dengan hirsutisme mengembangkan rambut hitam yang kaku seperti pada wajah, dada, dan punggung.

Hipertrikosis memang ditandai dengan tumbuhnya rambut di sekujur tubuh, tapi bisa juga menyebabkan masalah pada gusi atau gigi.

Orang dengan hypertrichosis bisa memiliki gusi yang membesar atau kehilangan gigi.

Penyebab hipertrikosis

Hampir kebanyakan kasus werewolf syndrom disebabkan oleh mutasi genetik pada gen yang merangsang pertumbuhan rambut.

Mutasi genetik ini mengaktifkan sel-sel yang biasanya mematikan pertumbuhan rambut di daerah yang tidak biasa seperti kelopak mata dan dahi.

Itulah mengapa rambut di seluruh tubuh tumbuh dengan cepat dan lebat.

Sementara, pada kasus hirsutisme wanita, pertumbuhan rambut lebat disebabkan oleh gen warisan yang menyebabkan kelebihan produksi androgen (hormon seks pria).

Jika ibu atau kakak perempuan Anda memiliki kondisi ini, maka kemungkinan besar Anda akan mengalami hirsutisme.

Penyebab hipertrikosis lainnya meliputi hal-hal berikut.

  • Malnutrisi.
  • Pola makan yang buruk atau gangguan makan tertentu, seperti anoreksia nervosa.
  • Obat-obatan tertentu, seperti obat penumbuhan rambut, imunosupresan tertentu, dan steroid androgenik.
  • Kanker dan mutasi sel.
  • Penyakit autoimun dan menular yang mempengaruhi kulit.

Terkadang, kondisi kulit menjadi sangat peka terhadap sinar UV (porfiria cutanea tarda) juga dapat memicu hypertrichosis.

Hipertrikosis yang hanya terjadi di bagian tubuh tertentu mungkin disebabkan oleh lichen simplex. Ini biasanya ditandai dengan ruam berulang, gatal, dan goresan kulit tertentu.

Peningkatan suplai darah dalam satu area tertentu dari tubuh juga dapat menyebabkan kondisi tersebut.

Werewolf syndrom juga dapat diakibatkan oleh efek samping dari obat antibotak. Beberapa kasus lainnya dapat terjadi tanpa sebab yang diketahui.

Jenis hypertrichosis

Ada beberapa jenis hipertrikosis yang dapat terjadi pada tubuh manusia.

Berdasarkan penjelasan DermNet New Zealand beberapa jenis hypertrichosis adalah sebagai berikut.

1. Hipertrikosis kongenital lanuginosa

Pertama kali muncul sebagai rambut halus yang tumbuh normal saat lahir.

Namun, setelah berminggu-minggu, rambut ini tidak hilang, justru terus tumbuh di berbagai tempat di tubuh bayi.

2. Hipertrikosis kongenital terminalis

Pertumbuhan rambut abnormal dimulai saat lahir dan berlanjut sepanjang hidup seseorang. Rambut ini biasanya panjang dan tebal, menutupi wajah dan tubuh.

3. Nevoid hypertrichosis

Pertumbuhan rambut yang berlebihan dalam bentuk apa pun. Dalam beberapa kasus, rambut bisa tumbuh lebih dari satu helai rambut.

4. Hirsutisme

Bentuk hipertrikosis ini hanya terjadi pada wanita yang ditandai dengan pertumbuhan rambut gelap dan tebal.

Rambut ini tumbuh pada bagian tubuh yang normalnya tidak memiliki ditumbuhi rambut secara lebat, seperti wajah, dada, dan punggung.

5. Hipertrikosis yang didapatkan

Kondisi ini cenderung berkembang di kemudian hari. Kelebihan rambut lebat bisa tumbuh terbatas di sebagian kecil area tubuh saja atau di sekujur tubuh.

Perawatan untuk hypertrichosis

Anda tidak dapat melakukan apapun untuk mencegah bentuk penyakit bawaan.

Risiko bentuk hipertrikosis tertentu dapat diturunkan dengan menghindari obat tertentu, seperti minoksidil.

Mengobati hypertrichosis adalah dengan menghilangkan rambut melalui berbagai metode seperti:

  • mencukur,
  • waxing,
  • mencabut bulu, dan
  • pemutihan rambut.

Semua metode tersebut adalah solusi sementara menghilangkan bulu di badan.

Metode tersebut juga berisiko menyebabkan iritasi kulit yang menyakitkan atau membuat tidak nyaman.

Pada beberapa bagian tubuh, Anda mungkin tidak mudah untuk melakukan cara menghilangkan rambut tersebut.

Perawatan jangka panjang di antaranya adalah elektrolisis dan operasi laser. Elektrolisis adalah penghancuran folikel rambut dengan muatan listrik kecil.

Operasi laser melibatkan penerapan sinar laser khusus pada beberapa rambut sekaligus. Perawatan ini bisa saja menghilangkan rambut secara permanen.

Kesimpulan

  • Tergantung jenisnya, hipertrikosis sering disertai dengan gejala lain dan penyebabnya mungkin terkait dengan penyakit lain.
  • Kelainan genetik bisa menjadi penyebab beberapa jenis hipertrikosis.
  • Mengelola gejala atau mengobati kondisi penyebabnya dapat mengatasi sindrom werewolf ini.


Pernah alami gangguan menstruasi?

Gabung bersama Komunitas Kesehatan Wanita dan dapatkan berbagai tips menarik di sini.


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Hayashi, R., Yoshida, K., Abe, R., Niizeki, H., & Shimomura, Y. (2017). First Japanese case of congenital generalized hypertrichosis with a copy number variation on chromosome 17q24. Journal of dermatological science, 85(1), 63–65. https://doi.org/10.1016/j.jdermsci.2016.10.010 

Pavone, P., Praticò, A. D., Falsaperla, R., Ruggieri, M., Zollino, M., Corsello, G., & Neri, G. (2015). Congenital generalized hypertrichosis: the skin as a clue to complex malformation syndromes. Italian journal of pediatrics, 41, 55. https://doi.org/10.1186/s13052-015-0161-3 

Saleh, D., Yarrarapu, S. N. S., Cook, C. (2021). Hypertrichosis. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing.  

Wendelin, D. S., Pope, D. N., & Mallory, S. B. (2003). Hypertrichosis. Journal of the American Academy of Dermatology, 48(2), 161–181. https://doi.org/10.1067/mjd.2003.100 

Hypertrichosis. (n.d.). Columbia University Irving Medical Center. Retrieved June 16, 2022 from, https://www.columbiadoctors.org/specialties/dermatology/our-specialties/hair-scalp-disorders/hypertrichosis 

Ngan, V. (2016). Hypertrichosis. Dermnet New Zealand. Retrieved June 16, 2022 from https://dermnetnz.org/topics/hypertrichosis

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Andisa Shabrina Diperbarui Jul 05
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan