Kapsida

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Fungsi & Penggunaan

Untuk apa Kapsida digunakan?

Kapsida, atau Kapsul Bersih Darah Kembang Bulan, adalah adalah obat untuk meringankan dan mengobati berbagai permasalahan kulit, meliputi:

Kapsul ini mengandung ekstrak ketumbar dan sambiloto yang diyakini memiliki sifat antibakteri.

Ketumbar

Ketumbar, atau yang disebut juga dengan coriander, adalah salah satu jenis bumbu dapur yang juga umum digunakan untuk berbagai kondisi kesehatan.

Tanaman ini mengandung antioksidan yang dapat mencegah tubuh dari kerusakan sel-sel. Selain itu, antioksidan juga membantu tubuh melawan inflamasi atau peradangan.

Sambiloto

Tanaman lain yang terdapat dalam Kapsida adalah sambiloto, atau yang memiliki nama lain andrographis.

Sambiloto adalah tanaman herbal yang mengandung zat antioksidan, antibakteri, antikanker, antiradang, serta dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Sambiloto biasa digunakan untuk mengobati berbagai macam keluhan, yang salah satunya untuk masalah kulit.

Kapsul Bersih Darah Kembang Bulan juga mengandung bahan-bahan lainnya yang dapat membantu melancarkan peredaran darah sekaligus memelihara kesehatan kulit.

Bagaimana aturan pakai Kapsida?

Kapsul bersih darah ditelan lewat mulut (diminum) sesuai anjuran dokter atau sesuai aturan minum obat yang tertera pada label kemasan.

Obat ini biasanya diminum 3 kali sehari, yakni sebelum makan dan sebelum tidur di malam hari dengan 2 buah kapsul sekali minum.

Pastikan Anda tidak minum obat ini melebihi dosis yang disarankan. Untuk pertanyaan lebih lanjut, konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana cara menyimpan obat ini?

Kapsida paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari sinar matahari langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan.

Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram Kapsida ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlaku obat telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi.

Konsultasikan kepada apoteker atau instansi pembuangan sampah setempat mengenai bagaimana cara aman membuang obat Anda.

Dosis

Berapa dosis Kapsida untuk dewasa?

Dosis Kapsida untuk orang dewasa dianjurkan adalah 3 kali sehari. Aturan minumnya adalah 1 kapsul sebelum makan dan 2 kalpsul sekaligus sebelum tidur di malam hari.

Berapa dosis Kapsida untuk anak-anak?

Keamanan dan efektivitas obat ini belum ditetapkan pada pasien anak-anak (kurang dari 18 tahun).

Dalam dosis dan sediaan apa obat ini tersedia?

Kapsida tersedia dalam bentuk kapsul untuk orang dewasa.

Setiap kapsul obat ini mengandung:

  • 17 miligram (mg) coriandri fructus
  • 35 mg centellae herba
  • 14 mg imperatae rhizoma
  • 28 mg amomi fructus
  • 42 mg languatis rhizoma
  • 53 mg curcumae domesticae rhizoma
  • 52 mg zingiberis aromaticae rhizoma
  • 74 mg burmani cortex
  • 35 mg androgrpahidis herba

Efek Samping

Apa efek samping Kapsida yang mungkin terjadi?

Jika diminum sesuai aturan, seharusnya Kapsida tidak menimbulkan efek samping.

Jika muncul, efek samping dari konsumsi obat ini tidak selalu terjadi pada setiap orang. Hentikan penggunaan obat ini dan segera konsultasikan dengan dokter jika Anda mengalami satu atau lebih efek samping.

Tidak menutup kemungkinan obat ini juga bisa memicu terjadinya reaksi alergi. Segera hentikan penggunaan obat ini dan hubungi dokter Anda jika terjadi reaksi alergi parah (anafilaktik), dengan gejala-gejala seperti:

  • pembengkakan pada wajah, bibir, tenggorokan, atau lidah
  • ruam kulit
  • gatal-gatal
  • kesulitan bernapas

Jika Anda khawatir dengan kemungkinan efek samping yang timbul, silakan konsultasikan lebih lanjut dengan dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan Kapsida?

Sebelum menggunakan obat ini, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan lebih dulu. Beri tahu dokter mengenai obat yang sedang rutin Anda konsumsi saat ini, serta penyakit yang sedang atau sudah pernah dialami sebelumnya.

Beri tahu dokter juga jika Anda mengalami reaksi tak biasa atau alergi terhadap obat-obatan tertentu, terutama Kapsida atau bahan-bahan tertentu yang ada dalam obat ini.

Beberapa kondisi kesehatan mungkin lebih rentan terhadap timbulnya efek samping.

Apakah obat ini aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil, menyusui, atau sedang merencakan kehamilan.

Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini.

Interaksi Obat

Obat apa saja yang tidak boleh dikonsumsi bersamaan dengan Kapsida?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam laman ini.

Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

Menurut RxList, berikut adalah daftar obat-obatan yang mungkin bisa berinteraksi dengan kandungan sambiloto dalam Kapsida:

  • captopril
  • enalapril
  • losartan
  • valsartan
  • diltiazem
  • amlodipine
  • hydrochlorothiazide
  • furosemide

Makanan dan minuman apa saja yang tidak boleh dikonsumsi saat menggunakan Kapsida?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dengan makanan dapat terjadi.

Merokok tembakau atau mengonsumsi alkohol dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi.

Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan dokter, tim medis, atau apoteker.

Apakah ada kondisi kesehatan tertentu yang harus menghindari Kapsida?

Kondisi kesehatan yang dialami mungkin bisa memengaruhi efek penggunaan obat ini. Selalu beri tahu dokter jika Anda memiliki masalah kesehatan tertentu, terutama:

  • multiple sclerosis (MS)
  • lupus
  • rheumatoid arthritis
  • penyakit autoimun lainnya

Overdosis

Bagaimana gejala overdosis Kapsida dan apa efeknya?

Overdosis bahan-bahan yang terkandung di dalam Kapsida bisa menimbulkan gejala overdosis yang serius hingga mengancam nyawa.

Maka itu, jangan pernah minum obat ini melebihi dosis yang telah dianjurkan dokter atau apoteker Anda.

Apa yang harus saya lakukan dalam keadaan darurat atau overdosis?

Pada situasi gawat darurat atau timbul gejala-gejala overdosis, hubungi 118 atau 119 atau segera larikan ke rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan kalau saya lupa minum obat atau lupa pakai obat?

Jika Anda melewatkan satu dosis, segera minum sesegera mungkin saat Anda ingat. Namun, jika Anda baru ingat setelah sudah waktunya untuk dosis selanjutnya, abaikan saja dosis yang terlupa, dan lanjutkan pemakaian sesuai jadwal. Jangan gunakan obat ini dengan dosis digandakan.

Hello Health Group tidak menyediakan konsultasi medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Cara Memilih Obat untuk Kulit yang Gatal Karena Infeksi Jamur Kulit

    Jangan biarkan Infeksi jamur kulit mengganggu kegiatanmu, segera diatasi dengan obat khusus untuk mencegah penyebaran dan penularan.

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Konten Bersponsor
    obat untuk infeksi jamur kulit
    Dermatologi, Health Centers 26 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit

    Penyebab Masalah Kulit Saat Karantina dan Cara Merawatnya

    Meskipun kulit aman dari polusi, faktor lainnya di rumah bisa memicu masalah kulit. Ini sederet tips merawat kulit saat karantina.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Perawatan Kulit, Hidup Sehat 27 April 2020 . Waktu baca 6 menit

    Muncul Ruam dan Gatal Sebelum Melahirkan? Itu Adalah PUPPP

    PUPPP atau PUPPS adalah masalah kulit yang sering terjadi pada ibu hamil. Namun, apa yang membuat kondisi ini terjadi dan bagaimana cara mengatasinya?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 26 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit

    4 Penyakit yang Menimbulkan Bentol Berair pada Kulit Bayi

    Bentol berair pada kulit bayi tidak hanya terjadi akibat lecet saja. Namun, pada juga muncul akibat masalah kesehatan tertentu. Apa saja? Baca di sini.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 14 Maret 2020 . Waktu baca 6 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    psoriasis

    Psoriasis

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 12 menit
    komplikasi obat hiv

    Anda Punya Alergi pada Obat? Kenali Ciri-Ciri dan Cara Mencegahnya

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 22 September 2020 . Waktu baca 11 menit
    penyebab penyakit kulit

    Penyebab Penyakit Kulit Beserta Faktor yang Meningkatkan Risikonya

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 11 menit
    teledermatologi saat pandemi

    Teledermatologi, Layanan Konsultasi Masalah Kulit Online di Tengah Pandemi

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 4 Juli 2020 . Waktu baca 6 menit