Reaksi Alergi Parah (Reaksi Anafilaktik)

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 02/03/2020
Bagikan sekarang

  • Definisi
  • Apa itu reaksi alergi parah?

Anafilaktik atau reaksi anafilaktik adalah sebuah reaksi alergi yang parah dan terjadi secara tiba-tiba ketika Anda terpapar oleh suatu zat yang dahulu pernah terpapar dengan tubuh Anda, sehingga tubuh Anda jadi lebih sensitif dan rentan.

Reaksi ini berbahaya dan dapat menyebabkan pelepasan zat kimia tubuh tiba-tiba, termasuk pelepasan histamin dari sel-sel dalam darah dan jaringan tubuh. Zat kimia ini dapat melebarkan pembuluh darah, menurunkan tekanan darah, dan menyebabkan pembuluh darah bocor serta mengakibatkan gatal-gatal dan bengkak terutama di sekitar wajah dan tenggorokan. Zat kimia ini juga bereaksi pada paru-paru dan menyebabkan reaksi asma yang menyebabkan saluran paru-paru menyempit, sehingga membuat bernapas jadi sangat sulit.

Dalam beberapa kasus, gejala anafilaktik mungkin ringan saja dan hanya menyebabkan gatal-gatal. Tapi ternyata gejala penyakit ini bisa mematikan. Tekanan darah bisa Anda bisa turun tiba-tiba dan menyebabkan hilangnya kesadaran. Selain itu penyakit ini dapat menimbulkan pembengkakan di tenggorokan dan saluran udara yang menyebabkan Anda kesulitan saat bernafas, berbicara, dan menelan.

Apa saja tanda dan gejalanya?

Gejala dan karakteristik penyakit ini meliputi:

  • Gejala yang datang tiba-tiba dalam waktu 30 sampai 60 menit
  • Mengi, sesak napas, batuk, suara serak, dan kesulitan bernapas
  • Sesak di bagian dada atau tenggorokan
  • Gatal-gatal yang menyebar, pembengkakan
  • Pusing atau pingsan
  • Pernah mengalami reaksi alergi yang sama sebelumnya, akibat zat/alergen yang sama
  • Biasanya terjadi karena sengatan lebah, obat, atau makanan
  • Cara menanganinya

Apa yang harus saya lakukan?

Jika Anda mengalami keadaan ini, segera beri suntikan epinefrin atau adrenalin  (jika Anda punya). Perhatikan aturan berikut saat menyuntikkannya:

  • Anak-anak dengan berat badan 9-20 kg: Auto-inject Epi-Pen Jr.
  • Berat badan di atas 50 kg: Auto-inject Epi-Pen
  • Suntikkan di paha atas bagian luar, atau pada bagian yang berlemak

Banyak orangtua yang ragu-ragu untuk memberikan suntikan epinefrin untuk anak mereka. Jika misalnya anak Anda mengalami gejala reaksi anafilaktik, sebaiknya segera beri mereka epinefrin. Selain itu, jika anak Anda mengalami reaksi yang sangat berbahaya di masa lalu dan sekarang kembali terpapar zat alergi yang sama (misalnya, makanan atau sengatan lebah), berilah epinefrin sebelum anak Anda menampakkan gejala. Zat ini tidak berbahaya untuk anak Anda, justru yang berbahaya adalah jika Anda tidak memberikan epinefrin segera.

Beri antihistamin sesegera mungkin jika anak Anda masih sanggup menelan. Berikan Benadryl atau antihistamin apa saja yang Anda miliki di rumah. Dosis antihistamin untuk remaja adalah 50 mg.

Jika alat penyengat masih ada di dalam luka, segera keluarkan dengan ujung pisau atau kartu kredit dan jangan memencetnya keluar.

Jika Anda tidak dapat menelepon dokter namun keadaan anak Anda masih stabil, segeralah pergi ke UGD terdekat.

Kapan saya harus ke dokter?

Segera larikan ke rumah sakit jika anak Anda mengalami kesulitan bernapas dan pingsan. Mintalah anak Anda berbaring dengan kaki ditinggikan untuk mencegah syok.

  • Pencegahan

Anak-anak yang meengalami reaksi anafilaktik perlu dievaluasi nantinya oleh ahli alergi. Karena reaksi ini dapat berakibat fatal, Anda harus menyediakan obat-obatan terutama epinefrin di rumah, di sekolah, dan dalam ransel atau tas kecil Anda (obat ini hanya tersedia lewat resep dokter).

Pastikan anak Anda membawa kartu identitas yang berisi nama mereka, nomor rumah dan nomor telepon kantor orangtua, nama dokter, nomor telepon dokter, dan jenis alergi apa yang mereka milik. Idealnya, anak Anda harus mengkenakan kalung identifikasi kesehatan atau gelang yang menunjukan alergi serangga, makanan, atau alergi obat yang ia miliki.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"

    Yang juga perlu Anda baca

    Kulit Anak Terinfeksi Setelah Dicakar Kucing; Apakah Akan Menular ke Anak Lain?

    Dicakar kucing tidak hanya menimbulkan lecet, tapi juga bisa berisiko menimbulkan infeksi pada anak. Lantas, bila si kecil terinfeksi, apakah akan menular?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji

    Panduan Memberi Pertolongan Pada Korban Jatuh dari Ketinggian

    Pertolongan pertama yang Anda berikan saat seseorang jatuh dari ketinggian akan memberikan pengaruh yang besar. Berikut langkah-langkahnya.

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu

    7 Cara Cepat Mengatasi Gejala Asma yang Kambuh

    Penting untuk tahu cara mengatasi penyakit asma ketika kambuh agar tidak semakin parah! Termasuk kapan harus menghubungi dokter atau pergi ke IGD terdekat.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Asma, Health Centers 10/12/2019

    7 Gejala Alergi dari yang Ringan Sampai Parah

    Gejala alergi bukan hanya gatal dan bersin. Cari tahu gejala reaksi alergi lainnya yang mungkin berdampak lebih parah dalam ulasan berikut ini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph

    Direkomendasikan untuk Anda

    gejala alergi cat rambut

    Ingin Warnai Rambut? Hati-hati, Kenali Dulu Gejala Alergi Cat Rambut

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 13/05/2020
    vitamin pencernaan anak

    Vitamin Terbaik untuk Sistem Pencernaan Anak

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 23/04/2020
    kebutuhan cairan anak balita

    Seberapa Banyak Kebutuhan Cairan Anak Balita Usia 2-5 Tahun?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Dipublikasikan tanggal: 14/04/2020
    cara dekat dengan anak pasangan

    Begini Cara Dekat dengan Anak Pasangan Tanpa Rasa Canggung

    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Dipublikasikan tanggal: 18/03/2020