Fluocortolone

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12/05/2020
Bagikan sekarang

Fluocortolone Obat Apa?

Untuk apa fluocortolone?

Fluocortolone, atau yang disebut juga dengan fluocortolone pivalate, adalah obat topikal (obat luar) yang digunakan untuk mengatasi berbagai masalah kulit. Obat ini tergolong dalam jenis kortikosteroid, sehingga sering disebut juga sebagai steroid topikal atau salep kortikosteroid.

Obat ini dapat digunakan untuk meringankan gejala peradangan kulit, seperti eksim atau dermatitis. Beberapa gejala tersebut meliputi gatal dan kemerahan.

Bagaimana cara penggunaan fluocortolone?

Berikut adalah aturan pemakaian fluocortolone pivalate yang perlu diperhatikan baik-baik:

  • Sebelum memulai pengobatan, bersihkan area kulit yang bermasalah dan keringkan dengan baik.
  • Ambil obat sedikit dengan ujung jari, kemudian oleskan tipis-tipis hanya pada permukaan kulit yang meradang. Banyaknya frekuensi pemakaian obat disesuaikan dengan anjuran dokter.
  • Jumlah steroid topikal yang perlu Anda gunakan umumnya diukur dengan satu buku jari orang dewasa. 
  • Jangan mengoleskan obat ini di luka terbuka atau kulit yang mengalami infeksi.
  • Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah selesai mengoleskan obat.
  • Pastikan area kulit yang meradang tidak ditutupi plester atau perban, kecuali dokter menganjurkan yang sebaliknya.
  • Gunakan obat ini secara rutin untuk mendapatkan manfaatnya. Supaya Anda selalu ingat, ada baiknya gunakan obat di waktu yang sama setiap hari.
  • Jangan gunakan obat ini melebihi dosis yang dianjurkan, lebih sedikit, atau lebih lama dari yang disarankan karena akan memengaruhi kinerja obat.
  • Ikuti aturan yang diberikan oleh dokter atau apoteker sebelum memulai pengobatan. Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Bagaimana cara penyimpanan obat ini?

Perhatikan tata cara penyimpanan fluocortolone pivalate berikut ini:

  • Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker.
  • Simpan obat pada suhu ruangan dan jauhkan dari sinar matahari atau tempat yang lembap.
  • Hindari menyimpan fluocortolone pivalate di kamar mandi.
  • Hindari membekukan obat di freezer.
  • Jauhkan obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
  • Jika Anda sudah tidak menggunakan obat ini lagi atau jika obat telah kedaluwarsa, segera buang obat ini sesuai tata cara membuang obat.
  • Jangan mencampurkan obat ini dengan sampah rumah tangga. Jangan pula membuang obat ini di saluran pembuangan air seperti toilet.
  • Tanyakan kepada apoteker atau petugas dari instansi pembuangan sampah setempat mengenai tata cara membuang obat yang benar dan aman untuk kesehatan lingkungan.

Dosis Fluocortolone

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis fluocortolone untuk orang dewasa?

Dosis fluocortolone pivalate yang diberikan oleh dokter tergantung pada kondisi dan tingkat keparahan kulit Anda.

Bagaimana dosis fluocortolone untuk anak-anak?

Belum ada ketentuan dosis obat ini untuk anak-anak. Konsultasikan pada dokter atau apoteker untuk informasi lebih lanjut.

Dalam dosis apakah obat ini tersedia?

Fluocortolone tersedia dalam dosis:

Tablet, oral: 5 mg, 20 mg

Efek samping Fluocortolone

Efek samping apa yang dapat dialami karena fluocortolone?

Menurut Patient, berikut adalah efek samping paling umum dari penggunaan obat fluocortolone pivalate:

  • rasa terbakar di kulit
  • penipisan kulit
  • muncul stretchmark permanen
  • tumbuh rambut di bagian kulit yang diolesi obat
  • steroid mungkin dapat terserap ke dalam aliran darah

Apabila Anda mengalami reaksi alergi parah (anafilaktik) pada obat ini, segera cari pertolongan medis. Gejala reaksi alergi dapat berupa:

  • gatal-gatal
  • kesulitan bernapas
  • pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan

Tidak semua orang mengalami efek samping ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas.

Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Peringatan dan Perhatian Obat Fluocortolone

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan fluocortolone?

Sebelum menggunakan obat fluocortolone pivalate, sebaiknya beri tahu dokter jika:

  • jika terdapat bagian kulit yang terinfeksi
  • jika Anda memiliki rosacea atau jerawat
  • jika Anda sedang hamil atau menyusui
  • jika Anda pernah mengalami reaksi alergi terhadap pengobatan kulit

Apakah obat ini aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C menurut US Food and Drugs Administration (FDA). Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA:

A= Tidak berisiko,

B=Tidak berisiko pada beberapa penelitian,

C=Mungkin berisiko,

D=Ada bukti positif dari risiko,

X=Kontraindikasi,

N=Tidak diketahui

Belum tersedia informasi tentang keamanan dalam menggunakan obat ini selama menyusui. Namun, obat telah digunakan bertahun-tahun pada wanita menyusui dan tidak menimbulkan efek samping yang berbahaya. Mintalah saran medis dari dokter Anda.

Interaksi Obat Fluocortolone

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan fluocortolone?

Obat ini tidak diketahui dapat mempengaruhi obat-obatan lainnya. Namun, sama dengan semua obat-obatan lain, jika Anda sudah mengonsumsi obat lain Anda harus selalu memeriksa dengan apoteker Anda sebelum menggunakan obat ini juga.

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan fluocortolone?

Obat-obatan tertentu, termasuk metamizole, tidak boleh digunakan pada saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dengan makanan dapat terjadi.

Merokok tembakau atau mengonsumsi alkohol dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi.

Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan  penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan obat ini?

Adanya masalah kesehatan lain di tubuh Anda dapat mempengaruhi penggunaan obat ini. Beritahukan dokter Anda bila Anda memiliki masalah kesehatan lain, terutama:

  • penekanan adrenal
  • riwayat tuberkulosis
  • hipertensi
  • penyakit hati dan gagal ginjal
  • osteoporosis
  • glaukoma
  • perforasi kornea
  • gangguan afektif parah
  • epilepsi
  • ulkus peptik
  • hipotiroidisme
  • riwayat miopati steroid

Overdosis Fluocortolone

Apa yang harus dilakukan dalam keadaan darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis akibat fluocortolone pivalate, hubungi ambulans (118) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus dilakukan bila lupa minum obat atau lupa pakai obat?

Jika Anda melewatkan satu dosis, gunakan sesegera mungkin saat Anda ingat. Namun, jika Anda baru ingat setelah sudah waktunya untuk dosis selanjutnya, abaikan saja dosis yang terlupa, dan lanjutkan pemakaian sesuai jadwal. Jangan gunakan obat ini dengan dosis digandakan.

Hello Health Group tidak menyediakan konsultasi medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penyebab dan Cara Mengatasi ASI yang Tidak Keluar Setelah Melahirkan

Banyak ibu yang khawatir karena setelah sang buah hati lahir ke dunia, ASI tidak kunjung keluar dari payudara. Sebenarnya, apa penyebab kondisi ini?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Menyusui 05/06/2020

Mengulik Berbagai Manfaat Kacang Pistachio untuk Kesehatan

Tak hanya memiliki citarasa khas yang manis dan gurih, berbagai manfaat kesehatan dari kacang pistachio ini sayang untuk Anda lewatkan.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Nutrisi, Hidup Sehat 05/06/2020

Khasiat Minyak Esensial untuk Meredakan Stres

Pertolongan pertama saat stres: gunakan minyak esensial untuk meredakan stres. Apa saja jenis minyak esensial dan bagaimana cara menggunakannya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

Saran Kemenkes untuk Manfaatkan Obat Tradisional Sebagai Pencegah COVID-19

Kemenkes menyarankan penggunaan obat tradisional untuk mencegah COVID-19. Tapi penggunaannya harus tetap sesuai prosedur medis. Simak ulasan berikut.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 05/06/2020

Direkomendasikan untuk Anda

protein untuk anak saat puasa

Cara Protein Whey Membantu Tubuh Anak Tetap Fit saat Puasa

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020
persiapan puasa untuk lansia

3 Hal yang Harus Diperhatikan Lansia Saat Sahur dan Berbuka Puasa

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020
penyebab rasisme

Apa Penyebab Rasisme yang Masih Terjadi di Sekitar Kita?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020

Wabah Virus Ebola Kembali Muncul di Kongo, Bagaimana Penanganannya?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020