Mengenal Beragam Jenis Obat Topikal (Obat Oles) dan Beda Fungsinya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro

Jika Anda pernah diresepkan atau menggunakan obat yang berlabel “topikal” artinya obat ini ditujukan hanya untuk pemakaian luar. Lebih tepatnya, obat topikal adalah jenis obat yang cara pakainya dioleskan langsung pada permukaan kulit. Obat topikal itu sendiri terbagi menjadi beberapa jenis, yakni krim, busa, gel, losion, dan salep. Bila semuanya digunakan dengan cara yang sama, lalu apa yang menjadi perbedaannya?

Perbedaan beragam bentuk obat topikal

Pemberian obat topikal pada kulit maupun selaput lendir bertujuan agar obat dapat memasuki tubuh langsung melalui area tersebut. Obat ini biasanya digunakan untuk meredakan nyeri, memberikan nutrisi pada kulit, atau melindungi kulit dari risiko atau masalah tertentu.

Berikut adalah beberapa jenis obat topikal serta masing-masing fungsinya:

1. Obat krim

krim hidrokortison untuk obat jerawat

Krim topikal umumnya digunakan untuk mengatasi masalah kulit berlingkup luas, mulai dari gigitan serangga, eksim, dermatitis, ruam, hingga rasa gatal pada organ intim. Obat ini pun bisa digunakan untuk mengurangi bengkak dan kemerahan akibat gejala alergi.

Bahan-bahan dalam krim topikal dapat berupa kortikosteroid (hidrokortison), asam salisilat, atau retinoid.

Krim topikal hanya boleh dioleskan pada kulit badan, tapi tidak pada wajah, ketiak, dan kulit kepala. Kecuali obat sudah dikhususkan untuk area tersebut atau dokter menyarankan demikian.

2. Obat busa (foam)

Masalah kulit yang ditangani dengan krim topikal biasanya juga dapat diatasi dengan obat topikal dari jenis busa.

Selain itu, obat topikal berbentuk busa pun ditemukan pada produk pembasmi jerawat serta bius lokal. Bius biasanya diberikan sebelum seseorang menjalani prosedur seperti endoskopi.

Jika Anda menggunakan obat busa untuk mengatasi jerawat, obat bisa dioleskan langsung pada jerawat yang muncul. Sementara itu, obat busa yang diperuntukkan sebagai bius harus digunakan oleh tenaga medis dengan mengikuti dosis yang dianjurkan.

3. Obat gel

thrombophob gel

Gel topikal umumnya digunakan untuk mengatasi nyeri otot dan sendi, terutama pada penderita radang sendi, sakit punggung, dan cedera otot.

Kandungan mentol dan metil salisilat di dalamnya bekerja dengan memberikan sensasi dingin, lalu disusul dengan rasa hangat sehingga Anda teralihkan dari nyeri.

Seperti jenis obat topikal lainnya, gel topikal juga hanya boleh digunakan pada kulit. Jangan mengoleskannya pada kulit yang terluka atau mengalami iritasi.

Efek samping berupa kemerahan dan rasa panas mungkin muncul, tapi hentikan pemakaian jika efek ini bertambah parah.

4. Obat losion

Tergantung fungsinya, losion topikal dapat mengandung asam salisilat, vitamin D, atau pelembap. Obat ini digunakan untuk mengatasi gatal, kemerahan, dan pembengkakan akibat penyakit kulit.

Beberapa jenis losion topikal juga mengandung antibiotik untuk menghentikan pertumbuhan bakteri penyebab jerawat.

Losion topikal memiliki keunggulan dibandingkan obat topikal lainnya, yakni memerangkap air sehingga kelembapan kulit tetap terjaga. Oleh sebab itu, losion juga sering digunakan untuk mengendalikan gejala peradangan pada kulit dan area sekitarnya.

5. Obat salep

salep obat bisul

Jenis obat topikal lainnya yang umum digunakan adalah salep.

Salep adalah obat topikal berbasis minyak atau lemak yang mengandung bahan aktif sesuai fungsi utamanya, mulai dari asam salisilat, pelembap, antibiotik, hingga vitamin D. Semua bahan ini dicampur menggunakan sejenis minyak sehingga salep cenderung meninggalkan bekas lengket.

Untuk menggunakannya, bersihkan kulit dengan air dan keringkan. Oleskan tipis-tipis, lalu pijat sedikit hingga salep menyerap. Beberapa obat mata terkadang juga berbentuk salep. Salep mata dapat langsung dioleskan pada bagian dalam kelopak mata dengan cara yang sama.

Pilih yang mana?

Obat topikal hadir dalam berbagai bentuk dengan fungsinya masing-masing. Jika salah satu obat topikal tidak bekerja dengan efektif pada Anda, Anda mungkin perlu menggunakan obat topikal dengan bentuk yang lain.

Sebelum menggunakan obat topikal dengan jenis apa pun, pastikan Anda sudah memahami cara penggunaannya. Hal ini bertujuan agar obat bekerja secara optimal dengan risiko efek samping yang lebih kecil.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Desember 19, 2019 | Terakhir Diedit: Desember 9, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca