Dogmatil

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 09/03/2020
Bagikan sekarang

Penggunaan

Apa fungsi Dogmatil?

Dogmatil adalah obat benzamide yang tergolong dalam kelas antipsikotik. Obat ini mengandung bahan aktif sulpiride, yang umumnya digunakan untuk mengatasi skizofrenia.

Skizofrenia sendiri adalah gangguan mental yang memengaruhi pikiran, perasaan, dan tingkah laku. Gejala-gejala skizofrenia termasuk mendengar, melihat, atau merasakan sesuatu yang tidak nyata, serta selalu merasa takut atau curiga.

Dogmatil adalah obat yang hanya bisa didapat dengan resep dokter. Pemberian obat ini harus dilakukan dengan hati-hati karena berpotensi menyebabkan efek ketergantungan serta risiko gejala putus obat (sakau).

Bagaimana cara pakai Dogmatil?

Untuk bentuk sediaan oral, Anda harus:

  • Mengonsumsi Dogmatil melalui mulut seperti yang diarahkan oleh dokter Anda mengenai dosis dan jadwal minum obat.
  • Baca label atau petunjuk dari dokter dengan hati-hati sebelum menggunakan obat ini.
  • Konsultasikan dengan dokter Anda untuk informasi apapun pada label yang tidak jelas.
  • Telanlah tablet secara keseluruhan dengan minum air.

Bagaimana cara menyimpan obat ini?

Dogmatil adalah obat yang paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan.

Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.                            

Jangan menyiram Dogmatil ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang obat Anda.

Dosis

Informasi berikut ini tidak bisa dijadikan pengganti resep dokter. Anda HARUS berkonsultasi dengan dokter atau apoteker sebelum menggunakan Dogmatil.

Berapa dosis Dogmatil untuk orang dewasa?

Konsultasikan dengan dokter Anda untuk informasi tentang dosis Dogmatil.

Dosis awal yang biasa adalah 400mg (2 tablet 200mg atau 1 tablet 400mg) untuk 800mg (4 tablet 200mg atau 2 tablet 400mg) setiap hari tergantung pada penyakit Anda.

Dokter Anda dapat mengubah dosis Anda tergantung pada situasi Anda.

Berapa dosis Dogmatil untuk anak?

Konsultasikan dengan dokter Anda untuk informasi tentang dosis Dogmatil. Tablet Dogmatil tidak dianjurkan untuk anak di bawah usia 14 tahun.

Dalam bentuk apa saja obat ini tersedia?

Berikut adalah bentuk dan ukuran Dogmatil yang tersedia:

  • Tablet Dogmatil 200mg
  • Tablet Dogmatil 400mg dilapisi film

Peringatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Apa yang harus saya perhatikan sebelum menggunakan Dogmatil?

Sebelum menggunakan obat ini, beri tahu dokter Anda jika Anda:

  • Mengonsumsi obat-obatan lainnya, baik dalam bentuk resep, nonresep, maupun obat-obatan herbal
  • Memiliki penyakit atau kondisi kesehatan tertentu
  • Memiliki reaksi alergi obat-obatan lain, makanan, pewarna, pengawet, atau hewan
  • Anak-anak
  • Berusia lanjut

Selain itu, obat ini juga berpotensi menimbulkan gejala putus obat (sakau) jika tidak digunakan sesuai dengan resep dokter, atau berhenti dikonsumsi secara mendadak. Berikut adalah gejala-gejala putus obat yang perlu Anda waspadai:

  • mual
  • muntah
  • berkeringat
  • susah tidur (insomnia)
  • gejala-gejala psikotik semakin parah

Apakah obat ini aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai pada wanita untuk menentukan risiko ketika menggunakan Dogmatil selama kehamilan atau saat menyusui. Bicaralah dengan dokter atau apoteker Anda sebelum memggunakan obat ini jika Anda sedang hamil, mungkin menjadi hamil, atau berpikir Anda mungkin hamil.

Jangan menyusui jika Anda menggunakan tablet Dogmatil. Hal ini karena jumlah kecil dari obat dapat masuk ke dalam susu ibu. Jika Anda menyusui atau berencana untuk menyusui, konsultasikan dengan dokter atau apoteker sebelum menggunakan obat apapun.

Efek Samping

Apa efek samping Dogmatil yang mungkin terjadi?

Seperti penggunaan obat-obatan lainnya, penggunaan Dogmatil dapat menyebabkan beberapa efek samping. Kebanyakan dari efek samping berikut jarang terjadi dan tidak memerlukan pengobatan tambahan.

Namun, penting bagi Anda untuk berkonsultasi dengan dokter Anda jika Anda memiliki masalah apapun setelah minum obat ini.

Beberapa efek samping yang dapat terjadi tercantum di bawah ini:

  • Tremor, kekakuan, dan gerakan menyeret (Parkinson)
  • Gemetar, kejang otot, atau gerakan lambat (gangguan ekstrapiramidal)

Tidak semua orang mengalami efek samping berikut ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Interaksi Obat

Obat apa saja yang tak boleh dikonsumsi bersamaan dengan Dogmatil?

Dogmatil dapat berinteraksi dengan obat lain yang sedang Anda gunakan yang dapat mengubah cara obat Anda bekerja atau meningkatkan risiko efek samping yang serius.

Untuk menghindari interaksi obat, Anda harus menyimpan daftar semua obat yang Anda gunakan (termasuk obat resep, obat nonresep dan produk herbal) dan beri tahu dokter dan apoteker.

Menurut EMC, berikut adalah obat-obatan yang mungkin dapat berinteraksi dengan kandungan sulpiride dalam obat ini:

  • obat untuk penyakit Parkinson (ropinirole, levodopa)
  • obat beta blocker
  • obat calcium channel blocker (diltiazem, verapamil, dan clonidine)
  • obat anti-aritmia (quinidine, sotalol)
  • obat barbiturat
  • obat benzodiazepin

Apakah ada makanan dan minuman yang tak boleh dikonsumsi saat menggunakan Dogmatil?

Obat ini dapat berinteraksi dengan makanan atau alkohol sehingga dapat mengubah cara kerja obat atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Silakan diskusikan dengan dokter atau apoteker Anda mengenai potensi interaksi makanan atau alkohol sebelum menggunakan obat ini.

Jangan minum alkohol atau mengambil obat-obatan yang mengandung alkohol saat dirawat dengan Tablet Dogmatil. Hal ini karena alkohol dapat meningkatkan efek dari tablet Dogmatil.

Apakah ada kondisi kesehatan tertentu yang harus menghindari Dogmatil?

Obat ini dapat berinteraksi dengan kondisi kesehatan Anda. Interaksi ini dapat memperburuk kondisi kesehatan Anda atau mengubah cara kerja obat. Penting untuk selalu membiarkan dokter dan apoteker tahu semua kondisi kesehatan Anda saat ini.

Berikut adalah kondisi kesehatan yang mungkin menimbulkan interaksi dengan obat ini:

Dosis

Apa yang harus saya lakukan dalam keadaan darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (119) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan kalau saya lupa minum/pakai obat?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Jangan Sampai Tertukar, Ini Perbedaan Skizofrenia dan Bipolar Disorder

    Meski sama-sama termasuk penyakit kejiwaan, nyatanya ada banyak perbedaan skizofrenia dan bipolar disorder yang kerap sulit dibedakan.

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
    Hidup Sehat, Psikologi Desember 15, 2018

    4 Kiat Andalan untuk Mencegah Kambuhnya Skizofrenia

    Skizofrenia tidak terjadi setiap saat, melainkan bisa sembuh dan kambuh kapan pun. Sebelum terulang, masih ada kesempatan untuk mencegah skizofrenia kambuh.

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
    Hidup Sehat, Tips Sehat Desember 5, 2018

    Pseudoseizure, Kejang-kejang yang Menandakan Gejala Gangguan Mental

    Ternyata, tidak semua kejang termasuk epilepsi alias ayan. Gejala kejang juga dapat terjadi akibat dipicu oleh gangguan jiwa seperti skizofrenia.

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh Kemal Al Fajar
    Hidup Sehat, Psikologi, Fakta Unik Oktober 31, 2018

    4 Faktor Utama Penyebab Skizofrenia, dari Genetik Hingga Stres Kronis

    Anda berisiko mengalami skizofrenia hingga 50 persen jika saudara kembar Anda mengidap skizofrenia. Perhatikan faktor risiko skizofrenia lainnya disini.

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh Adelia Marista Safitri
    Hidup Sehat, Psikologi Oktober 16, 2018

    Direkomendasikan untuk Anda

    pasung orang dengan gangguan jiwa

    Bahaya Pasung pada Orang dengan Gangguan Jiwa

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh Ulfa Rahayu
    Tanggal tayang April 9, 2020
    sikzonoate

    Sikzonoate

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh Annisa Hapsari
    Tanggal tayang Agustus 1, 2019
    halusinasi-dan-delusi

    Meski Berbeda, Bisakah Halusinasi dan Delusi Terjadi Secara Bersamaan?

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh Diah Ayu
    Tanggal tayang Juli 3, 2019
    fakta tentang skizofrenia

    Bukan Penyakit Gila, Ini 5 Fakta Penting Skizofrenia yang Masih Disalahpahami

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
    Tanggal tayang Desember 23, 2018