Mengenali Tanda dan Gejala Orang Sakau Narkoba

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19/11/2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Orang yang sedang mengalami sakau biasanya sering diabaikan atau malah dijauhi. Padahal, setiap orang yang sudah ketergantungan narkoba juga pasti akan melalui tahap sakau jika ingin “bersih” dan berhenti menjadi pemakai. Tapi apa itu sakau? Apa yang akan terjadi pada tubuh pengguna narkoba saat sedang sakaw? Dan bagaimana cara kita membantu meringankan penderitaan saat sakau narkoba? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Kenapa orang bisa kecanduan narkoba?

Narkoba membuat penggunanya merasa sangat bahagia hingga ‘teler’. Ini adalah akibat dari lonjakan dopamin dan serotonin yang dilepaskan otak di luar batas toleransi, sebagai reaksi rangsangan narkotika. Secara otomatis, efek nagih ini akan membuat tubuh membutuhkan penggunaan obat yang berulang demi memuaskan kebutuhan akan kebahagiaan ekstrem tersebut.

BACA JUGA: 4 Jenis Narkoba Terpopuler di Indonesia dan Efeknya Pada Tubuh

Penyalahgunaan obat dan zat terlarang yang berkepanjangan akan merusak sistem dan sirkuit reseptor motivasi dan penghargaan otak, menyebabkan ketergantungan.

Dilansir dari Kompas, kasus penyalahgunaan narkoba dan obat terlarang di Indonesia tahun 2015 hampir mencapai 6 juta jiwa. Lebih lanjut menurut data Badan Narkotika Nasional (BNN), diperkirakan 50 orang meninggal setiap harinya akibat penyalahgunaan narkotika.

Apa itu sakau dan apa penyebab sakau?

Sakau,  atau sakaw, alias putus obat, adalah gejala tubuh yang terjadi akibat pemberhentian pemakaian obat secara mendadak, atau akibat penurunan dosis obat secara drastis sekaligus.

Gejala sakau narkoba meliputi gejala emosional dan fisik, yaitu:

Gejala emosional yang akan dialami orang sakau

Gejala fisik yang akan dialami orang sakaw

  • Berkeringat
  • Jantung berdebar
  • Detak jantung keras
  • Otot menegang
  • Dada terasa sesak
  • Kesulitan bernapas
  • Tremor
  • Mual, muntah, atau diare

Kenapa tingkat keparahan sakau berbeda-beda pada tiap pengguna narkoba?

Gejala dan kronologis waktu dari sakaw akan berbeda untuk setiap obat, tergantung dari bagaimana mereka berinteraksi dengan otak dan fungsi tubuh. Narkoba diserap oleh tubuh dan bisa tetap aktif dalam jangka waktu yang berbeda pula.

BACA JUGA: Jenis-Jenis Narkoba Paling Mematikan di Dunia

Tingkat keparahan dan durasi sakaw dipengaruhi oleh tingkat ketergantungan pada zat tersebut dan beberapa faktor lain, termasuk:

  • Jangka waktu penggunaan obat
  • Jenis obat yang digunakan
  • Cara penggunaan obat (melalui suntik, dihirup oleh hidung, rokok, atau ditelan)
  • Dosis setiap kali menggunakan obat
  • Riwayat keluarga dan genetik
  • Faktor kesehatan medis dan jiwa

Misalnya, seseorang yang telah bertahun-tahun menggunakan heroin suntik dengan riwayat ketergantungan di keluarga dan masalah kejiwaan, lebih mungkin untuk mengalami sakaw dalam waktu lama dengan gejala yang lebih kuat daripada seseorang yang menggunakan heroin dalam dosis kecil dalam periode singkat.

Detoksifikasi sebagai jalan keluar utama ketergantungan narkoba

Karena sakaw umumnya memuncak setelah beberapa hari dari dosis terakhir, detoksifikasi adalah metode utama pemulihan diri dari ketergantungan dan gejala sakau, serta mencegah potensi kambuh menyandu, dengan membuang sisa obat-obatan terlarang dalam tubuh.

Program detoksifikasi bisa dilakukan dengan rawat jalan atau rawat inap di pusat rehabilitasi narkoba. Namun, rehab rawat inap adalah pilihan yang paling cocok agar pasien bisa mengontrol dan mengelola gejala sakau dan ngidam, yang akan jadi sangat kuat selama detoks, dengan pengawasan ketat tim medis profesional. Program ini menawarkan pemantauan medis atas sakau, membantu pasien tetap aman, dan senyaman mungkin selama menjalani rehabilitasi.

Detoks dimulai sebelum obat sepenuhnya keluar dari sistem tubuh, dan biasanya akan berjalan selama 5-7 hari. Untuk pengguna kronis, detoks dapat berjalan lebih lama, hingga 10 hari.

 Tekanan darah, denyut jantung, pernapasan, dan suhu tubuh akan dipantau untuk menjaga pasien tetap aman sepanjang proses detoksifikasi, termasuk memastikan gejala yang dialami akibat sakau bisa ditanggulangi dengan baik.

BACA JUGA: 6 Herbal yang Bisa Digunakan untuk Detoksifikasi Hati

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

    Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Parenting, Tips Parenting 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Cara Membedakan Stres, Depresi, dan Gangguan Kecemasan

    Setiap orang pernah mengalami stres. Tapi tidak semua orang mengalami depresi atau gangguan kecemasan. Lalu, apa bedanya stres dan depresi serta kecemasan?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Hidup Sehat, Psikologi 09/06/2020 . Waktu baca 6 menit

    Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

    Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Psikologi 26/05/2020 . Waktu baca 6 menit

    Ketagihan Selingkuh Bisa Saja Terjadi, Tapi Mengapa Perilaku Ini Muncul?

    Katanya ketika seseorang sekali selingkuh, pasti selingkuh lagi. Lantas, benarkah seseorang bisa ketagihan selingkuh dalam hubungan asmaranya?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Hidup Sehat, Seks & Asmara 28/04/2020 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    fenomena bucin budak cinta

    ‘Bucin’ Alias Budak Cinta, Fenomena Ketika Cinta Menjadi Candu

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 24/06/2020 . Waktu baca 7 menit
    akibat anak terlalu sering dibentak

    Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . Waktu baca 8 menit
    sumber stres dalam pernikahan

    6 Sumber Stres Utama dalam Pernikahan

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit
    pro kontra antidepresan

    Pro dan Kontra Mengonsumsi Obat Antidepresan

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 18/06/2020 . Waktu baca 5 menit