5 Jenis Obat-obatan yang Harus Selalu Tersedia di Tas Anda

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang


Tidak hanya alat make-up dan dompet, beberapa jenis obat tertentu juga harus selalu tersedia di dalam tas Anda. Ketersediaan obat di dalam tas akan menjadi penolong saat Anda tiba-tiba merasa tidak enak badan atau mengalami kecelakaan. Namun, obat apa sajakah yang harus selalu tersedia di dalam tas? Pasalnya, tidak mungkin bukan, jika Anda harus membawa semua stok obat yang ada di lemari obat? Nah, berikut ini daftar obat-obat darurat yang harus selalu ada di dalam tas Anda.

Daftar obat yang harus tersedia di dalam tas

1. Obat resep dokter

Bila dokter sudah meresepkan Anda obat-obatan tertentu seperti antibiotik, obat diabetes, maupun obat hipertensi, Anda tentu harus membawanya semua di dalam tas karena obat tersebut harus diminum teratur sampai habis. Selain itu, jangan lupa untuk selalu membawa inhaler di dalam tas apabila Anda memiliki asma.

Sedangkan jika Anda memiliki kondisi khusus seperti epilepsi dan penyakit jantung dan diharuskan bepergian jauh, konsultasikan dulu dengan dokter Anda berapa banyak obat yang perlu Anda bawa serta berapa dosisnya yang tepat sesuai dengan kebutuhan Anda. 

Bahkan bila perlu, selalu bawa salinan resep dan nomor telepon dokter Anda. Ini dilakukan untuk memudahkan Anda membeli obat di apotek jika sewaktu-waktu persediaan obat resep dokter Anda habis.

2. Obat alergi

Ini merupakan obat yang penting bagi Anda yang memiliki riwayat alergi. Solusinya, Anda harus selalu sedia obat antihistamin sebagai upaya jaga-jaga bila Anda mendadak mengalami alergi. Jika Anda pernah mengalami reaksi anafilaktik dan dokter sudah meresepkan epinefrin, jangan lupa selalu bawa obat tersebut kemana pun Anda pergi.

3. Obat pereda nyeri

Obat pereda nyeri jadi benda wajib yang harus Anda di dalam tas Anda. Pasalnya, obat jenis ini jadi pertolongan pertama apabila Anda mengalami berbagai rasa sakit dan nyeri baik dalam skala ringan, sedang, hingga berat.

Kebanyakan orang mengonsumsi obat pereda nyeri untuk membantu mengurangi sakit kepala, pusing, demam, dan lain sebagainya. Daftar obat pereda nyeri yang harus selalu ada di dalam tas Anda seperti paracetamol, ibuprofen, dan aspirin.

4. Obat asam lambung

Bagi Anda yang punya penyakit asam lambung, pasti kebayang bukan betapa sengsaranya ketika gejala penyakit tersebut mulai kumat? Nah, itu sebabnya jika Anda memiliki penyakit maag dan refluks asam lambung (GERD), wajib hukumnya untuk selalu membawa obat asam lambung di tas Anda.

Ada berbagai macam jenis obat maag, beberapa di antaranya seperti antacid (antasida) dan proton pump inhibitor (PPI). Kedua obat tersebut jadi favorit banyak orang karena khasiatnya yang manjur dan cepat untuk menetralkan atau mengikat cairan asam lambung.

5. Suplemen multivitamin

Jika Anda memiliki mobilitas tinggi dan tidak bisa mencukupi asupan nutrisi dari makan yang Anda konsumsi sehari-hari, Anda butuh konsumsi suplemen multivitamin. Pasalnya, suplemen multivitamin bisa membantu agar asupan vitamin dan mineral yang masuk ke tubuh Anda mendekati angka rekomendasi yang dibutuhkan. Konsultasikan terlebih dahulu ke dokter agar Anda tahu jenis suplemen multivitamin apa yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

6. Obat luka

Meski sudah hati-hati, kecelakaan bisa saja terjadi sewaktu-waktu. Untuk mengatasi luka lecet, gores, dan masalah lainnya akibat kecelakan kecil yang perlu mendapatkan pertolongan dengan cepat sebelum pergi ke dokter, Anda bisa pakai pakai perban berperekat dan obat luka. Nah,  itu sebabnya sebabnya penting bagi Anda untuk selalu siap sedia perban berperekat dan obat luka di dalam tas Anda.

Yang harus diperhatikan ketika bawa obat di dalam tas

Anda tidak perlu membawa terlalu banyak suplai obat-obatan. Jadi, bawa saja secukupnya. Misalnya dua tablet untuk masing-masing jenis obat. Meski begitu, sesuaikan juga dengan durasi dan tempat tujuannya Anda ketika bepergian.

Tempatkan semua obat tersebut dalam satu wadah yang bisa ditutup rapat. Namun jangan lupa beri label supaya Anda tidak lupa mana obat pereda nyeri dan mana obat maag misalnya.

Solusi terbaik jika Anda lupa bawa obat

Daftar obat-obatan yang sudah disebutkan di atas adalah kebutuhan penting yang harus selalu tersedia di mana pun Anda berada. Entah itu di rumah, kampus, kantor, bahkan disimpan di dalam mobil atau di dalam tas bila perlu.

Sayangnya, tidak semua orang bisa selalu siap membawa obat-obatan yang mereka butuhkan ke mana pun mereka pergi. Terburu-buru dalam perjalanan bisa jadi penyebab yang paling sering dilakukan sehingga banyak orang yang lupa bawa obat.

Meski begitu Anda jangan khawatir, kini ada solusi mudah dan praktis untuk membeli obat yang Anda butuhkan. Anda bisa pesan dan beli obat dari MoCehat, marketplace yang terhubung dengan banyak apotek di Indonesia sehingga obat apapun yang Anda cari bisa didapat di sini. Transaksinya yang cepat memungkinkan obat diantar bahkan dalam 4 jam setelah pemesanan. Yang terpenting, pesan obat di MoCehat juga bebas ongkos kirim dan bisa dibayar di rumah, loh. Nah, untuk pemesanan obat dan informasi lebih lanjut, silakan klik di sini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ragam Jenis Obat Maag yang Ampuh Menurut Fungsinya

Minum obat merupakan salah satu cara ampuh mengatasi sakit maag. Yuk, lihat berbagai jenis dan fungsi obat maag yang bisa Anda pilih!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Pencernaan, Gastritis & Maag 3 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Trauma Gigi

Trauma gigi atau cedera pada gigi sering ditandai dengan keluarnya darah dari gusi. Jika kasusnya ringan, cedera bisa Anda tangani sendiri di rumah.

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Pertolongan Pertama, Hidup Sehat 1 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Luka Gores

Biasanya, luka akibat goresan benda tajam hanya menimbulkan bekas sayatan. Namun, mengobati luka gores juga tidak boleh sembarangan.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Pertolongan Pertama, Hidup Sehat 27 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Luka Lecet

Luka lecet tidak hanya terasa perih dan menyakitkan, tapi juga bisa mengganggu penampilan. Lantas, bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Pertolongan Pertama, Hidup Sehat 27 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

dosis obat pereda nyeri

Berapa Banyak Dosis Aman Minum Obat Pereda Nyeri?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
obat pereda nyeri

Terlalu Sering Minum Obat Pereda Nyeri, Bikin Obat Jadi Tak Mempan Lagi

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
membersihkan luka diabetes dengan sabun

Luka Tertusuk

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 7 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
penyakit campak pada bayi

Campak

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 2 menit