backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

2

Tanya Dokter
Simpan
Konten

Serba-serbi Multivitamin, Perlukah Minum Setiap Hari?

Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro · General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Annisa Nur Indah Setiawati · Tanggal diperbarui 2 minggu lalu

Serba-serbi Multivitamin, Perlukah Minum Setiap Hari?

Vitamin dan mineral berperan penting mendukung fungsi dasar dan vital tubuh. Sebagian besar kebutuhan vitamin maupun mineral harian bisa diperoleh asupan makanan, ataupun konsumsi multivitamin. Nah, apakah Anda wajib minum multivitamin setiap hari? Ketahui jawabannya dalam artikel ini.

Apa itu multivitamin?

Multivitamin adalah salah satu jenis suplemen yang mengandung berbagai vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh. Beberapa jenis vitamin yang biasanya ada dalam suplemen ini yaitu vitamin A, B, C, D, E, dan K.

Sementara itu, mineral yang umum ada dalam multivitamin yaitu kalsium, yodium, zat besi, magnesium, mangan, selenium, dan seng.

Beberapa suplemen vitamin dan mineral juga mengandung asam amino, asam lemak, atau kandungan herbal lainnya.

Vitamin dan mineral merupakan zat yang diperlukan oleh tubuh manusia untuk metabolisme, pertumbuhan, dan fungsi sistem kekebalan tubuh. 

Sayangnya, tubuh hanya memproduksi vitamin dan mineral dalam jumlah kecil sehingga Anda harus memenuhi kebutuhan keduanya melalui asupan makanan. 

Konsumsi multivitamin dianjurkan jika Anda kesulitan mencukupi kebutuhannya dari asupan makanan ataupun mengalami defisiensi (kekurangan vitamin ataupun mineral).

Apakah perlu mengonsumsi multivitamin setiap hari?

Jika sudah memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral dari makanan, Anda tidak perlu minum multivitamin setiap hari.

Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui apakah Anda perlu mengonsumsi multivitamin setiap hari ataupun tidak. Ini sangat tergantung dengan kondisi kesehatan masing-masing orang.

Dokter nantinya akan menentukan dosis multivitamin yang sesuai berdasarkan kondisi Anda. 

Anda yang ingin mengonsumsi multivitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh bisa mengikuti dosis pada aturan pakai yang tertera pada produk.

Namun, utamakan untuk selalu mengikuti saran medis dari dokter. Pasalnya, ada dampak buruk yang mungkin muncul jika suplemen dikonsumsi secara berlebihan.

Kapan perlu mengonsumsinya?

Banyak orang yang bertanya-tanya, siapa yang membutuhkan multivitamin? Berikut ini beberapa kelompok orang atau kondisi yang biasanya dianjurkan dokter untuk mengonsumsi multivitamin.

  • Memiliki kondisi kekurangan zat gizi tertentu dalam pola makan. 
  • Orang yang sedang sakit untuk mempercepat penyembuhan bisa minum multivitamin untuk daya tahan tubuh.
  • Orang yang memiliki penyakit celiac, kolitis ulseratif, atau fibrosis kistik direkomendasikan mengonsumsi suplemen vitamin dan mineral. Hal ini karena kondisi tersebut menyebabkan gangguan penyerapan zat gizi.
  • Orang dengan usia lanjut direkomendasikan untuk mengonsumsi suplemen vitamin dan mineral. Ini karena penyerapan nutrisi mungkin tidak seefisien pada saat muda. Multivitamin untuk lansia biasanya mengandung vitamin B12, vitamin B9, kalsium, zat besi, seng, kalium, dan magnesium. 
  • Para vegan atau vegetarian memiliki risiko kekurangan vitamin B12, zat besi, dan kalsium. Suplemen bisa membantu menutupi kekurangan zat tersebut.
  • Wanita hamil atau menyusui bisa mengonsumsi suplemen karena membutuhkan lebih banyak zat gizi, seperti asam folat dan zat besi. 
  • Orang yang sedang dalam masa pengobatan obat PPI, dan pengobatan penyakit Parkinson. Jenis obat ini bersifat diuretik dan dapat menghabiskan cadangan magnesium, kalium, dan kalsium dalam tubuh.

Aturan konsumsi multivitamin yang benar

konsumsi suplemen multivitamin

Berikut ini aturan konsumsi multivitamin yang sebaiknya Anda ikuti.

1. Tetap penuhi kebutuhan nutrisi dari makanan

Meskipun suplemen bisa memenuhi kebutuhan nutrisi, tetapi sebaiknya tetap penuhi kebutuhan vitamin dan mineral ini dari makanan. 

Pasalnya, banyak zat gizi yang tidak ditemukan dalam suplemen vitamin dan mineral. Selain itu, beberapa suplemen tidak dapat diserap oleh tubuh secara sempurna layaknya vitamin dan mineral yang bersumber dari makanan. 

2. Ikuti dosis dan cara penggunaan yang tepat

Bacalah dengan teliti petunjuk dosis yang tertera pada kemasan multivitamin sebelum mengonsumsinya atau sesuai dengan petunjuk dokter.

Hindari melebihi dosis yang disarankan kecuali atas saran dokter. Pasalnya, mengonsumsi vitamin berlebihan tidak direkomendasikan karena bisa meningkatkan risiko efek samping.

3. Perhatikan waktu konsumsi

Waktu minum suplemen vitamin dan mineral sebenarnya bisa dikonsumsi kapan saja. Namun, beberapa vitamin, seperti vitamin B dan C, lebih baik dikonsumsi saat perut kosong atau sebelum makan agar diserap lebih baik. 

Sementara itu, vitamin yang larut dalam lemak (A, D, E, K) biasanya lebih baik diserap ketika dikonsumsi setelah makan.

4. Periksa kandungan bahan multivitamin

Memperhatikan komposisi produk dan memastikan kandungan ini benar-benar menyediakan zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Selain itu, sebaiknya hindari memilih multivitamin yang mengandung pewarna, pengawet, atau pemanis buatan. Hal ini karena zat tambahan ini rentan menyebabkan reaksi alergi pada beberapa orang.

Apa bedanya vitamin dan multivitamin?

Vitamin terdiri dari dua jenis, yaitu vitamin larut dalam lemak (seperti vitamin A, D, E, dan K) dan vitamin larut dalam air (seperti vitamin C dan vitamin B kompleks). Sementara itu, multivitamin mengandung berbagai jenis vitamin dan mineral dalam satu formula.

Dampak jika mengonsumsi multivitamin berlebihan

Mengonsumsi suplemen terlalu banyak dapat memiliki beberapa dampak negatif pada kesehatan, seperti dijelaskan berikut ini.

  • Vitamin A berlebihan: mual, muntah, pusing, dan kerusakan hati.
  • VItamin D berlebihan: peningkatan kadar kalsium dalam darah, yang berpotensi merusak organ seperti ginjal dan jantung.
  • Vitamin E berlebihan: peningkatan risiko pembekuan darah.
  • Vitamin C berlebihan: gangguan fungsi ginjal.
  • Yodium berlebihan: gangguan fungsi tiroid.
  • Gangguan pencernaan, seperti diare, mual, atau gangguan lambung.
  • Gangguan metabolisme dan penyerapan nutrisi.

Selain itu, mengonsumsi vitamin B6 secara berlebihan juga dikaitkan dengan peningkatan risiko patah tulang pinggul.

Hal ini tertulis dalam salah satu penelitian pada salah satu jurnal Journal of Bone and Mineral Research

Efek samping multivitamin dalam dosis tinggi secara terus-menerus juga dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan jangka panjang, termasuk risiko penyakit jantung, dan kanker.

Oleh karena itu, sebelum mengonsumsi suplemen vitamin dan mineral, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Dokter nantinya menentukan jenis suplemen, dosis, dan jangka waktu pemakaian sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.



Ditinjau secara medis oleh

dr. Patricia Lukas Goentoro

General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Annisa Nur Indah Setiawati · Tanggal diperbarui 2 minggu lalu

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan