Lithium obat apa?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Nama Generik: Lithium Merek: Frimania.

Penggunaan

Untuk apa Lithium?

Lithium adalah obat untuk mengatasi penyakit mental seperti gangguan bipolar. Gangguan bipolar membuat penderitanya mengalami perubahan suasana hati yang ekstrim. Perubahan suasana hati ini terjadi dalam 2 fase, yaitu fase naik (episode mania) dan fase turun (depresi).

Dokter juga dapat memberikan obat ini pada pasien yang mengalami depresi kronis dan skizofrenia. Secara umum, obat ini bekerja dengan cara meningkatkan senyawa kimia tertentu di dalam sistem saraf dan otak. Dengan minum obat, pasien dengan penyakit mental akan merasa lebih tenang dan rileks.

Obat ini juga dapat digunakan untuk mengatasi gangguan makan layaknya anoreksi dan bulmia, serta gangguan darah termasuk anemia, dan neutropenia (sel darah putih rendah).

Tak berhenti di situ, nyatanya obat ini juga dapat digunakan untuk mengatasi kondisi seperti:

  • Alkoholisme
  • Epilepsi
  • Sakit kepala
  • Penyakit hati
  • Gangguan ginjal
  • Radang sendi
  • Penyakit kulit seborrhea
  • Hipertiroidsm
  • Attention deficit-hyperactivity disorder (ADHD)

Litium juga dapat digunakan untuk hal lain yang tidak disebutkan dalam ulasan berikut. Silakan bertanya langsung ke dokter untuk mengetahui lebih lanjut tentang obat ini.

Penting untuk diketahui, litium termasuk obat keras yang penggunannya harus diawasi ketat oleh dokter. Pastikan obat ini digunakan sesuai dengan yang dianjurkan dokter supaya terhindar dari risiko efek samping yang berbahaya.

Bagaimana cara penggunaan Lithium?

Gunakan obat ini persis seperti yang dianjurkan dokter. Ikuti semua petunjuk pemakaian obat yang tertera pada lebel resep dan baca semua panduan pengobatan atau lembar instruksi dengan teliti. Jangan ragu bertanya ke dokter bila Anda belum paham betul cara pakainya.

Pastikan Anda tidak menggunakan obat litium lebih banyak, sedikit, atau lebih lama dari yang dianjurkan. Penggunaan yang tidak sesuai aturan dapat menurunkan efektivitas obat sekaligus meningkatkan risiko efek samping.

Setiap orang mungkin akan mendapatkan dosis yang berbeda. Hal ini karena pemberian dosis disesuaikan dengan kondisi kesehatan serta respon pasien terhadap pengobatan.

Karena alasan itulah, obat ini tidak dianjurkan diberikan ke orang lain. Bahkan, meski mereka menunjukkan gejala yang serupa dengan Anda. Dokter dapat sewaktu-waktu mengubah dosis untuk memastikan Anda mendapat manfaat terbaik dari obat ini.

Untuk obat berbentuk tablet, minum langsung dengan segelas air putih tanpa perlu menghancurkannya. Tanyakan pada dokter kapan harus meminum obat ini, apakah sebelum atau setelah makan.

Pastikan juga bahwa takarannya sudah sesuai dengan perintah pada petunjuk kemasan. Jangan menggunakan sendok makan di rumah untuk mengonsumsi obat sirup. Pasalnya, sulit untuk menakarnya dengan takaran yang tepat.

Supaya Anda ingat terus, minum obat in pada waktu yang sama setiap hari. Anda juga bisa membuat pengingat di ponsel atau buku catatan bila harus minum obat ini dalam siklus tertentu.

Selama minum obat ini, usahakan untuk lebih banyak minum supaya Anda terhindar dari dehidrasi. Dehidrasi dapat meningkatkan beberapa efek samping lithium.

Gunakan obat ini sesuai jangka waktu yang ditentukan oleh dokter. Walaupun gejala Anda telah membaik, jangan hentikan pengobatan. Jangan lupa untuk memberi tahu dokter mengenai perkembangan kondisi Anda. Segera beri tahu dokter bila kondisi Anda tidak membaik atau semakin memburuk.

Bagaimana cara penyimpanan Lithium?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan.

Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi.

Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis Litium untuk orang dewasa?

Untuk mengatasi gangguan bipolar dan episode mania akut, dosis obat yang direkomendasikan adalah 1800 mg/hari. Sementara untuk terapi jangka panjang, dosisnya berkisar dari 900 sampai 1200 mg/ hari.

Pada prinsipnya, setiap orang mungkin akan mendapatkan dosis obat yang berbeda. Hal ini karena pemberian dosis disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan respon pasien terhadap pengobatan. Silakan konsultasi ke dokter untuk informasi lebih lanjut.

Anda juga sebaiknya segera memberi tahu dokter atau apoteker bila kondisi Anda tidak membaik atau semakin memburuk. Dokter mungkin akan memberikan obat lain yang lebih cocok dan aman untuk kondisi Anda.

Bagaimana dosis Lithium untuk anak-anak?

Pemberian dosis untuk anak-anak berdasarkan usia dan berat badan mereka. Dokter juga mempertimbangkan kondisi kesehatan serta respon anak terhadap obat.

Maka itu, dosis obat untuk setiap anak bisa berbeda-beda. Untuk mengetahui dosis pastinya, silakan berkonsultasi langsung ke dokter.

Dalam dosis apakah Lithium tersedia?

Lithium tersedia dalam bentuk tablet dengan kekuatan 300 mg.

Efek Samping

Efek samping apa yang dapat dialami karena Litium?

Seperti obat pada umumnya, litium juga berpotensi menyebabkan efek samping dari ringan hingga berat. Beberapa efek samping paling umum dan sering dikeluhkan pasien setalah minum obat ini di antaranya:

  • Tremor ringan pada tangan
  • Badan terasa lemas dan tidak bertenaga
  • Mual dan muntah
  • Sakit perut
  • Diare
  • Berat badan menurun
  • Denyut nadi dan jantung tidak beraturan
  • Sering merasa haus dan buang air kecil
  • Perasaan bingung atau linglung
  • Daya ingat menurun
  • Sering sesak napas, terutama setelah melakukan aktivitas yang berat
  • Memicu atau memperparah jerawat, psosiaris, dan ruam

Hentikan pemakaian dan segera berobat ke dokter bila Anda mengalami berbagai efek samping berikut:

  • Perasaan seperti akan pingsan
  • Nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil
  • Kulit pucat, sesak napas, denyut jantung cepat, kepala keliyengan, dan sulit konsentrasi
  • Halusinasi
  • Terusan merasa gelisah
  • Jantung berdebar kencang
  • Tanda awal keracunan lithium, seperti mual, muntah, diare, mengantuk, lemah otot, tremor, penglihatan kabur, atau telinga berdenging

Obat ini juga bisa menyebabkan reaksi alergi parah yang disebut dengan syok anafilaktik. Ketika hal ini terjadi, Anda akan mengalami:

  • Ruam kulit
  • Gatal-gatal
  • Sulit bernapas
  • Pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan
  • Kesadaran hampir hilang

Tidak semua orang mengalami efek samping berikut ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan Lithium?

Sebelum menggunakan litium, ada beberapa hal yang perlu diketahui dan dilakukan, di antaranya:

  • Beri tahu dokter dan apoteker jika Anda alergi terhadap lithium, obat lain, atau salah satu bahan yang terkandung dalam obat ini. Tanyakan apoteker untuk mengetahui daftar bahan penyusunnya.
  • Beri tahu dokter dan apoteker semua obat-obatan yang sedang atau akan rutin Anda minum. Entah itu obat resep, nonresep, hingga obat-obatan herbal.
  • Beri tahu dokter Anda jika Anda memiliki atau pernah memiliki penyakit jantung, gagal jantung bawaan, penyakit ginjal atau penyakit hati
  • Beri tahu dokter Anda jika Anda sedang atau berencana hamil dalam waktu dekat dan atau sedang menyusui.

Obat ini dapat membuat Anda mengantuk. Oleh sebab itu, jangan menyentir mobil atau mengoperasikan kendaraan bermesin sampai efek obat menghilang.

Selain itu, obat ini juga bisa menyebabkan pusing ringan ketika Anda bangun terlalu cepat dari berbaring atau duduk. Hal ini biasanya terjadi ketika Anda pertama kali meminumnya.

Untuk membantu menghindari masalah ini, bangunlah dari tempat tidur secara perlahan-lahan. Posisikan kaki Anda di lantai selama beberapa menit sebelum berdiri.

Anda mungkin akan diminta dokter untuk menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala, seperti tes darah. Fungsinya untuk memantau keadaan ginjal dan hati Anda karena obat ini dapat memengaruhi kedua organ tersebut bila digunakan dalam waktu yang lama.

Apakah Lithium aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini.

Menurut Food and Drugs Administration (FDA) Amerika Serikat, atau setara dengan Badan POM di Indonesia, obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori DBerikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA:

  • A = Tidak berisiko
  • B = Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  • C = Mungkin berisiko
  • D = Ada bukti positif dari risiko
  • X = Kontraindikasi
  • N = Tidak diketahui

Dikarenakan obat ini masuk kategori D, hindari meminumnya saat sedang hamil. Jika Anda baru saja hamil, segera hentikan konsumsinya.

Sementara untuk ibu menyusui, belum ada bukti jelas apakah obat ini membahayakan bayi atau tidak. Untuk menghindari berbagai kemungkinan negatif, jangan minum obat ini sembarangan atau tanpa seizin dokter.

Interaksi

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan Lithium?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini.

Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

Beberapa obat yang berpotensi menyebabkan interaksi dengan obat litium di antaranya:

  • Acetazolamide (Diamox)
  • Aminophylline (Truphylline) atau theophylline (Elixophyllin, Respbid, Theo-Bid, Theo-Dur, Uniphyl)
  • Sodium bicarbonate (Alka-Seltzer, Bicitra, Polycitra, atau baking soda home remedy antacid)
  • Carbamazepine (Carbatrol, Tegretol)
  • Fluoxetine (Prozac)
  • Metronidazole (Flagyl)
  • Obat tiroid potassium iodide (Pima)
  • ACE inhibitor seperti benazepril (Lotensin), captopril (Capoten), fosinopril (Monopril), enalapril (Vasotec), lisinopril (Prinivil, Zestril), moexipril (Univasc), perindopril (Aceon), quinapril (Accupril), ramipril (Altace), atau trandolapril (Mavik)
  • Calcium channel blocker seperti diltiazem (Tiazac, Cartia, Cardizem) atau verapamil (Calan, Covera, Isoptin, Verelan)
  • Obat untuk mengobati kelainan jiwa, seperti haloperidol (Haldol), aripiprazole (Abilify), chlorpromazine (Thorazine), clozapine (Clozaril, Fazaclo), olanzapine (Zyprexa), quetiapine (Seroquel), pimozide (Orap), risperidone (Risperdal), atau ziprasidone (Geodon); atau
  • Celecoxib (Celebrex)
  • NSAID seperti ibuprofen (Motrin, Advil), naproxen (Aleve, Naprosyn), diclofenac (Voltaren), diflunisal (Dolobid), etodolac (Lodine), flurbiprofen (Ansaid), indomethacin (Indocin), ketoprofen (Orudis), ketorolac (Toradol), mefenamic acid (Ponstel), meloxicam (Mobic), nabumetone (Relafen), piroxicam (Feldene), dan lain-lain
  • Diuretik (pil air) seperti amiloride (Midamor, Moduretic), bumetanide (Bumex), chlorthalidone (Hygroton, Thalitone), ethacrynic acid (Edecrin), furosemide (Lasix), hydrochlorothiazide (HCTZ, HydroDiuril, Hyzaar, Vasoretic,Zestoretic), indapamide (Lozol), metolazone (Mykrox, Zaroxolyn), spironolactone (Aldactazide, Aldactone), triamterene (Dyrenium, Maxzide, Dyazide), torsemide (Demadex), dan lain-lain

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan Lithium?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi.

Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan Lithium?

Adanya masalah kesehatan lain di tubuh Anda dapat mempengaruhi penggunaan obat ini. Beritahukan dokter Anda bila Anda memiliki masalah kesehatan lain, khususnya:

  • Sindroma Brugada (kelaina jantung), atau riwayat keluarga sindroma tersebut atau
  • Susah buang air kecil
  • Diare berkepanjangan
  • Infeksi berat dengan demam
  • Penyakit ginjal
  • Keringat berkepanjangan
  • Muntah berkepanjangan
  • Dehidrasi berat
  • Penyakit jantung atau pembuluh darah
  • Hiponatremia (kadar sodium rendah dalam darah)
  • Penyakit ginjal berat
  • Kelemahan otot berat
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah karena HIV/AIDS atau penyakit lainnya.
  • Sindroma Encefalopati (penyakit otak)
  • Gondok atau gangguan tiroid lain
  • Gangguan sistem saraf
  • Penyakit ginjal
  • Penyakit jantung
  • Stroke

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (119) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Ketika seseorang mengalami overdosis, berbagai gejala yang mungkin muncul yaitu:

  • Tekanan darah yang terlalu rendah (hipotensi) yang membuat kepala menjadi pusing
  • Pingsan
  • Detak jantung cepat dan tidak teratur
  • Detak jantung lebih lambat dari kondisi normal

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis dalam satu kali minum.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: Januari 1, 1970 | Terakhir Diedit: November 4, 2019

Sumber