Efavirenz obat apa?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Nama Generik: Efavirenz Merek: efavirenz, Efavirenz, Efavirenz dan Efavirenz.

Penggunaan

Untuk apa obat efavirenz itu?

Efavirenz adalah obat minum berbentuk kapsul yang termasuk kelompok non-nucleoside reverse transcriptase inhibitors (NNRTIs), yaitu obat antivirus.

Obat ini digunakan bersama obat-obatan HIV lainnya untuk mengontrol infeksi yang disebabkan virus HIV. Efavirenz berfungsi untuk mencegah virus HIV berkembang biak di dalam tubuh. 

Utamanya, obat ini digunakan untuk membantu menurunkan jumlah virus HIV dalam tubuh Anda sehingga sistem imun akan bekerja lebih baik. Selain itu, efavirenz juga membantu Anda untuk mengurangi risiko terkena komplikasi HIV, seperti infeksi baru dan kanker.

Obat ini juga mungkin digunakan dalam kombinasi bersama obat-obatan HIV lainnya untuk mengurangi risiko terjangkit HIV setelah kontak pertama dengan virus. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut. 

Obat ini adalah obat resep sehingga Anda hanya bisa mendapatkannya dengan resep dari dokter.

Bagaimana cara pakai obat efavirenz?

Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan saat menggunakan obat efavirenz berikut, yaitu:

  • Minum obat satu kali sehari sebelum tidur, atau sesuai petunjuk dokter.
  • Obat ini harus dikonsumsi dalam kondisi perut kosong. Jika mengonsumsi efavirenz dibarengi dengan makanan akan menimbulkan efek samping tertentu.
  • Anda harus minum sesuai dosis yang dianjurkan karena telah disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan riwayat obat yang Anda minum.
  • Informasikan dokter dan apoteker Anda mengenai semua produk yang sedang Anda gunakan, termasuk obat resep/nonresep dan obat-obatan herbal.
  • Pada pasien anak, berat badan juga merupakan salah satu faktor yang harus diperhatikan.
  • Penting untuk terus melanjutkan penggunaan obat ini (dan obat-obatan HIV lainnya) sesuai dengan yang diresepkan dokter Anda.
  • Melewati atau mengubah dosis tanpa persetujuan dokter dapat berisiko pertumbuhan virus meningkat secara drastis, membuat infeksi sulit untuk ditangani (kebal obat), atau memperparah efek samping.
  • Efavirenz bekerja optimal saat kadar obat-obatan dalam tubuh Anda berada dalam kondisi stabil.
  • Sebaiknya minum obat ini dengan jadwal yang rutin dan sama setiap harinya.

Berikut adalah langkah-langkah yang bisa Anda lakukan untuk mengonsumsi obat ini:

  • Telan obat ini dengan satu gelas air. Jika Anda mengalami kesulitan untuk menelan kapsulnya, cangkang kapsul boleh dibuka dan larutkan isi kapsul dengan sedikit makanan lunak (1-2 sdt), seperti, agar/pudding, atau yogurt.
  • Setelahnya, tambahkan 2 sendok teh makanan tersebut ke dalam wadah yang telah digunakan untuk mencampur obat dan telan habis sampai Anda yakin Anda sudah mengonsumsi dosis yang tepat.
  • Konsumsi dalam jangka waktu 30 menit setelah Anda mencampur obat.
  • Jangan makan makanan lain selama 2 jam setelah mengonsumsi obat ini.
  • Untuk bayi yang belum bisa mengunyah, isi obat dapat dicampur dengan 2 sendok makanan bayi dan diberikan menggunakan suntikan oral.

Bagaimana cara penyimpanan efavirenz?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda.

Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.                            

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Berapa dosis efavirenz untuk orang dewasa?

Dosis untuk orang dewasa pengidap infeksi HIV

600 mg diminum satu kali sehari

Dosis orang dewasa untuk orang yang baru terkena virus HIV (nonoccupational exposure)

Rekomendasi WHO: 600 mg diminum satu kali sehari

Durasi terapi: 28 hari

Dosis orang dewasa untuk orang yang baru terpapar virus HIV (occupational exposure)

Rekomendasi WHO: 600 mg diminum satu kali sehari

Durasi terapi: 28 hari, jika dapat ditoleransi

Berapa dosis efavirenz untuk anak-anak?

Dosis umum untuk anak pengidap HIV

Berat badan 3.5 – 5 kg: 100 mg diminum 1 kali sehari
Berat badan 5 – 7.5 kg: 150 mg diminum 1 kali sehari
Berat badan 7.5 – 15 kg: 200 mg diminum 1 kali sehari
Berat badan 15 – 20 kg: 250 mg diminum 1 kali sehari
Berat badan 20 – 25 kg: 300 mg diminum 1 kali sehari
Berat badan 25 – 32.5 kg: 350 mg diminum 1 kali sehari
Berat badan 32.5 – 40 kg: 400 mg diminum 1 kali sehari
Berat badan >40 kg: 600 mg diminum 1 kali sehari

Dalam dosis apakah efavirenz tersedia?

Evafirenz tersedia dalam dosis-dosis sebagai berikut:

  • tablet, oral: 600 mg
  • kapsul, oral: 50 mg, 200 mg

Efek Samping

Efek samping apa yang dapat dialami karena efavirenz?

Segera hubungi dokter Anda jika Anda mengalami efek samping serius, seperti:

  • reaksi alergi parah pada kulit
  • demam
  • sakit tenggorokan
  • pembengkakan pada wajah atau lidah
  • mata terasa panas terbakar
  • nyeri pada kulit disertai luka lecet berwarna merah yang menyebar (terutama pada wajah dan tubuh bagian atas)
  • kulit melepuh dan mengelupas.

Efavirenz dapat menyebabkan gejala psikiatrik serius, seperti:

  • kebingungan
  • depresi berat
  • keinginan untuk bunuh diri
  • lebih agresif
  • ketakutan yang amat sangat
  • halusinasi
  • nyeri dada
  • napas pendek
  • perasaan akan hilang kesadaran

Hubungi dokter jika Anda mengalami efek samping serius, seperti:

  • mual
  • kram perut
  • nafsu makan berkurang
  • urine berwarna gelap
  • feses berwarna pucat
  • penyakit kuning (mata dan kulit berubah warna menjadi kuning)
  • demam
  • menggigil
  • badan linu
  • gejala flu umum
  • tanda-tanda infeksi baru

Efek samping lainnya yang lebih umum, meliputi:

  • mual ringan, muntah, atau kram perut, diare, atau konstipasi
  • batuk-batuk
  • penglihatan kabur
  • sakit kepala, capek,pusing, berkunang-kunang
  • masalah keseimbangan atau koordinasi tubuh
  • nyeri otot atau sendi
  • gangguan tidur (insomnia)
  • mimpi aneh dan tidak masuk akal
  • perubahan bentuk tubuh (pada lengan, kaki, wajah, leher, dada, dan pinggang)

Tidak semua orang mengalami efek samping yang telah disebutkan di atas. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan efavirenz?

Sebelum menjalani pengobatan dengan evafirenz ada beberapa hal yang harus Anda ketahui dan lakukan: 

  • Beri tahu dokter atau apoteker Anda jika Anda pernah mengalami reaksi alergi parah terhadap evafirenz atau obat lainnya
  • Beri tahu obat-obatan herbal yang sedang Anda konsumsi.
  • Beri tahu dokter atau apoteker Anda jika Anda sedang mengonsumsi atau pernah: 
    • mengonsumsi alkohol dalam jumlah sangat banyak
    • menggunakan narkotika
  • Beri tahu dokter bilaa Anda memiliki atau pernah mengalami kejang, punya riwayat kolesterol tinggi, depresi atau gangguan mental lainnya.
  • Beri tahu dokter jika Anda memiliki riwayat penyakit jantung, hati, atau pankreas.
  • Selama menggunakan obat ini Anda tidak disarankan untuk merencanakan kehamilan, sehingga Anda harus tes kehamilan dulu sebelum mulai terapi.
  • Gunakan kontrasepsi selama proses terapi dijalankan. Konsultasikan pada dokter kontrasepsi mana yang tepat. 
  • Supaya lebih aman, gunakan kondom ketika berhubungan seks.
  • Bila di tengah terapi Anda positif hamil, segera konsultasi ke dokter karena hal ini bisa membahayakan janin.
  • Jangan menyusui jika Anda terjangkit infeksi HIV atau sedang dalam terapi efavirenz.
  • Beri tahu dokter atau apoteker Anda jika Anda akan mengjalani operasi, termasuk bedah gigi. 
  • Obat ini dapat membuat Anda cepat mengantuk dan sulit berkonsentrasi.
  • Obat ini mungkin berdampak pada kesehatan psikis Anda, maka itu segera konsultasi ke dokter jika Anda merasa depresi, halusinasi, dan mudah marah. 

Apakah efavirenz aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Penelitian membuktikan bahwa penggunaan obat ini pada ibu dalam masa kehamilan dapat mengancam keselamatan janin. Meskipun begitu, pada kasus-kasus tertentu yang mengancam nyawa, faktor risiko yang akan muncul selama terapi  mungkin akan setimpal dengan manfaatnya.

Obat ini masuk ke dalam risiko kehamilan kategori D menurut US Food and Drugs Administration (FDA) atau setara dengan Badan POM di Indonesia. Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA:

  • A= Tidak berisiko
  • B=Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  • C=Mungkin berisiko
  • D=Ada bukti positif dari risiko
  • X=Kontraindikasi
  • N=Tidak diketahui

Obat ini terbukti dapat keluar melalui Air Susu Ibu (ASI) sehingga ada kemungkinan bayi Anda akan mengonsumsi obat ini. Jika Anda ingin menggunakan obat ini, konsultasikan terlebih dahulu pada dokter Anda.

Interaksi

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan efavirenz?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini. Simpan dan informasikan pada dokter Anda daftar semua produk yang sedang Anda gunakan maupun yang sudah dihentikan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) selama terapi. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

  • artemether/lumefantrine, bupropion, rifabutin, sertraline, warfarin (Coumadin, Jantoven)
  • astemizole (Hismanal)
  • cisapride (Propulsid)
  • obat-obatan ergot-type seperti bromocriptine (Parlodel)
  • cabergoline (Dostinex)
  • dihydroergotamine (D.H.E. 45, Migranal)
  • ergoloid mesylates (Germinal, Hydergine)
  • ergonovine (Ergotrate)
  • ergotamine (Bellergal-S, Cafergot, Ergomar, Wigraine)
  • methylergonovine (Methergine)
  • methysergide (Sansert)
  • pergolide (Permax)
  • midazolam (Versed)
  • triazolam (Halcion)
  • voriconazole (Vfend)
  • obat-obatan antifungal—itraconazole, ketoconazole, posaconazole, voriconazole
  • obat-obatan penurun kolesterol—atorvastatin (Lipitor), pravastatin, simvastatin (Zocor)
  • obat-obatan penyakit jantung atau tekanan darah—diltiazem, felodipine, nicardipine, nifedipine, verapamil
  • obat-obatan hepatitis C –boceprevir, telaprevir
  • immunosuppressant–cyclosporine, sirolimus, tacrolimus
  • obat-obatan HIV atau AIDS lainnya–atazanavir, indinavir, lopinavir/ritonavir, maraviroc, raltegravir, saquinavir; atau
  • obat-obatan kejang–carbamazepine, phenytoin

Daftar di atas bukanlah daftar yang lengkap. Obat-obatan lainnya pun dapat berinteraksi dengan efavirenz, termasuk obat resep/nonresep, vitamin, dan obat-obatan herbal. Tidak semua interaksi yang mungkin terjadi tertera dalam artikel ini.

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan efavirenz?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. 

Konsumsi evafirenz yang dibarengi dengan jenis makanan tertentu menyebabkan meningkatnya risiko efek samping tertentu, tetapi pada kasus tertentu risiko ini dapat dihindari. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan efavirenz?

Kondisi kesehatan lain yang Anda miliki bisa memengaruhi penggunaan obat ini. Selalu beri tahu dokter jika Anda memiliki masalah kesehatan lain, terutama:

  • Kecanduan alkohol dan narkotika
  • Depresi, riwayatnya
  • Gangguan mental. Dapat meningkatkan risiko efek samping yang bersifat psikiatrik atau yang berkaitan dengan kesehatan mental
  • Hepatitis B atau C
  • Penyakit hati. Gunakan dengan bijak. Efavirenz dapat menyebabkan kondisi ini memburuk
  • Kejang. Gunakan dengan bijak. Efavirenz dapat menyebabkan frekuensi konvulsi semakin sering

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Gejala-gejala overdosis, termasuk:

  • pergerakan motorik yang tidak dapat dikontrol
  • pusing
  • sakit kepala
  • gugup
  • sulit berkonsentrasi
  • kebingungan
  • pikun
  • gangguan tidur (sulit tidur atau kerap terbangun saat tidur)
  • cepat mengantuk
  • halusinasi
  • perasaan bahagia yang tidak normal

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

 

Sumber

Direview tanggal: Juli 16, 2019 | Terakhir Diedit: Juli 16, 2019

Yang juga perlu Anda baca