Nama Generik: Calcitriol Merek: .

Penggunaan

Untuk apa obat Calcitriol?

Calcitriol  biasa digunakan untuk menangani kondisi yang disebabkan oleh ketidakseimbangan kadar hormon paratiroid. Calcitriol diberikan pada pasien yang menjalani dialisis ginjal kronis dengan kadar kalsium darah rendah. Calcitriol juga dapat digunakan untuk kondisi lain yang terdeteksi oleh dokter Anda. Dalam bentuk vitamin D, calcitriol bekerja dengan cara meningkatkan penyerapan kalsium dan fosfat oleh tubuh dalam perkembangan dan perawatan tulang yang normal.

Bagaimana aturan pakai Calcitriol?

Konsumsilah calcitriol dengan mengikuti petunjuk dari dokter Anda atau lihat petunjuk pemakaian pada label kemasan. Petunjuk ini dapat berupa:

  • Calcitriol dikonsumsi dari mulut sebagai kapsul atau kaplet salut. Biasanya, Anda disarankan untuk mengonsumsi calcitriol sekali dalam sehari atau satu setiap pagi dengan atau tanpa makanan.
  • Jangan mengonsumsi minyak yang mengandung mineral (mineral oil) atau antasida yang mengandung magnesium bersamaan dengan calcitriol karena dapat mengurangi penyerapan calcitriol.
  • Jangan mengonsumsi lebih atau kurang dari anjuran.
  • Dokter Anda mungkin akan memulai dari dosis yang paling rendah dan akan ditingkatkan secara bertahap, tidak lebih dari sekali dalam 2-8 minggu.
  • Jangan berhenti mengonsumsi calcitriol tanpa konsultasi dengan dokter Anda terlebih dahulu, walaupun Anda sudah merasa lebih baik.

Bagaimana cara menyimpan Calcitriol?

Calcitriol paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan simpan calcitriol di kamar mandi atau freezer. Merek lain dari calcitriol mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada dokter atau apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan membuang calcitriol ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan, kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasi pada dokter atau apoteker sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis Calcitriol untuk orang dewasa?

Dosis umum dewasa untuk Hipokalsemia:

  • Oral: dosis awal 0,25 mcg secara oral satu kali dalam sehari diikuti dengan dosis selanjutnya  0,25 mcg/ dosis dalam interval 4-8 minggu.
  • Parenteral: dosis awal 0,5 mcg melalui IV 3 kali seminggu diikuti dosis selanjutnya  0,25 hingga 0,5 mcg/ dosis pada interval 2-4 minggu.

Dosis umum dewasa untuk Osteodistrofi Ginjal

  • Oral: dosis awal 0,25 mcg secara oral satu kali dalam sehari diikuti dengan dosis selanjutnya 0,25 mcg/ dosis dalam interval 4 hingga 8 minggu.
  • Parenteral: dosis awal 0,5 mcg melalui IV 3 kali seminggu diikuti dosis selanjutnya  0,25 hingga 0,5 mcg/ dosis pada interval 2-4 minggu.

Dosis umum dewasa untuk Hipoparatiroidisme

  • Dosis awal: 0,25 mcg secara oral satu kali dalam sehari di pagi hari diikuti dengan dosis selanjutnya  0,25 mcg/ dosis pada interval 2 hingga 4 minggu. Kebanyakan pasien merespon hingga 0,25 hingga 2 mcg sekali sehari.

Dosis umum dewasa untuk Riketsia

1 mcg secara oral satu kali dalam sehari.

Dosis umum dewasa untuk Hiperparatiroidisme Sekunder

  • Pasien predialisis: 0,25 mcg secara oral satu kali dalam sehari di pagi hari.
  • Pasien dialisis: 0,25 mcg secara oral satu kali dalam sehari di pagi hari. Tingkatkan dosis bila diperlukan hingga 0,25 mcg/ dosis pada interval 2-4 minggu.

Bagaimana dosis Calcitriol untuk anak?

Dosis umum anak untuk Hipoparatiroidisme

  • Anak kurang dari 1 tahun: 0,04 hingga 0,08 mcg/ kg secara oral satu kali sehari.
  • Anak 1-5 tahun: 0,25 hingga 0,75 mcg secara oral satu kali sehari. Dosis ini dapat ditingkatkan hingga 0,25 mcg/ dosis pada interval 2-4 minggu.
  • Anak 6 tahun atau lebih: 0,5 hingga 2 mcg. Dosis ini dapat ditingkatkan hingga 0,25 mcg/ dosis pada interval 2-4 minggu.

Dosis umum anak untuk Riketsia

  • Vitamin D dependen riketsia: 1 mcg secara oral satu kali sehari.
  • Vitamin D resisten riketsia (familial hypophosphatemia): Awal 0,015 hingga 0,02 mcg/ kg secara oral satu kali sehari diikuti dosis selanjutnya 0,03 hingga 0,06 mcg/ kg secara oral satu kali sehari. Dosis maksimum yang dapat diresepkan adalah 2 mcg satu kali sehari.

Dosis umum anak untuk Hipokalsemia

  • Untuk hipokalsemia sekunder hingga hipoparatiroidisme: 1 mcg secara oral satu kali sehari untuk 5 hari pertama pada bayi baru lahir, atau 0,02 hingga 0,06 mcg/ kg/ hari untuk bayi baru lahir.
  • Untuk tetani hipokalsemia: Dosis untuk bayi baru lahir sebesar 0,05 mcg/ kg melalui IV satu kali sehari untuk 5 hingga 12 hari atau 0,25 mcg secara oral satu kali sehari diikuti 0,01 hingga 0,10 mcg/ kg/ hari terbagi dalam 2 dosis sehari (dosis harian maksimum: 2 mcg).

Untuk perawatan hipokalsemia pada pasien dengan chronic kidney disease (CKD): indikasi untuk terapi ketika level serum 25(OH)D sudah lebih dari 30 ng/mL (75 nmol/L) dan level serum intact parathyroid hormone (iPTH) di atas jangkauan target untuk CKD; level serum dari total kalsium yang benar adalah kurang dari 9,5 sampai 10 mg/ dL dan level serum dari phosphorus adalah kurang dari upper limits of normal (ULN) berdasarkan usia.

Dalam dosis dan sediaan apakah Calcitriol tersedia?

Calcitriol tersedia dalam dosis dan bentuk: 0,25 mcg, 0,5 mcg, 1 mcg/mL, 2 mcg/mL.

Efek Samping

Efek samping apa yang mungkin terjadi karena Calcitriol?

Calcitriol dilaporkan tidak memiliki efek samping umum ketika digunakan dalam dosis rendah. Bagaimanapun, beberapa hal umum yang dapat menjadi efek samping serius adalah:

  • Lemas
  • Sakit kepala
  • Kelesuan
  • Nyeri perut
  • Muntah
  • Mulut kering
  • Konstipasi
  • Nyeri otot
  • Nyeri tulang
  • Rasa metal di mulut
  • Meningkatkan rasa haus
  • Penurunan nafsu makan
  • Penurunan berat badan
  • Peningkatan frekuensi buang air kecil (terutama di malam hari)
  • Kesulitan atau sakit saat buang air kecil
  • Perubahan penglihatan
  • Kekurangan semangat pada hal-hal di sekitar Anda
  • Halusinasi (melihat dan mendengar sesuatu yang tidak ada)
  • Demam atau menggigil
  • Tinja yang besar dan pucat
  • Penguningan pada kulit atau mata
  • Hidung berair
  • Pengurangan hasrat seksual
  • Detak jantung tidak teratur
  • Ruam
  • Gatal-gatal
  • Kesulitan bernapas atau menelan

Tidak semua orang merasakan efek samping ini. Ada beberapa efek samping yang tidak tercantum di atas. Jika Anda memiliki kecemasan tertentu silahkan konsultasikan dengan dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa yang harus diketahui sebelum menggunakan Calcitriol?

Sebelum mengonsumsi calcitriol, Anda harus memberitahu dokter Anda jika memiliki:

  • Alergi pada calcitriol, atau bentuk lain dari vitamin D seperti calcifediol (Calderol), dihydrotachysterol (Hytakerol, DHT), doxercalciferol (Hectorol), ergocalciferol (Drisdol, Calciferol), paricalcitol (Zemplar), penggunaan dosis yang mengandung calcitriol. Informasi ini tercantum secara rinci di brosur.
  • Alergi pada obat, makanan, cat, bahan pengawet, atau binatang.
  • Anak-anak: Calcitriol tidak boleh digunakan untuk anak berusia di bawah 6 tahun tanpa resep dokter.
  • Lansia.
  • Kondisi kesehatan lainnya, operasi.
  • Pengobatan lain yang sedang dijalani, seperti, calcitriol seperti antasida; suplemen kalsium; cholestyramine (Questran); colestipol (Colestid); digoxin (Lanoxin); diuretics (‘water pills’) ketoconazole (Nizoral);lanthanum (Fosrenol); laxatives; steroid makan seperti dexamethasone (Decadron, Dexone), methylprednisolone (Medrol), dan prednisone (Deltasone); bentuk lain dari vitamin D; phenobarbital (Luminal, Solfoton); phenytoin (Dilantin); dan sevelamer (Renagel), ergocalciferol (Drisdol, Calciferol).
  • Kehamilan atau menyusui.

Apakah Calcitriol aman untuk ibu hamil atau menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori  C menurut US Food and Drugs Administration (FDA).

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :

  • A= Tidak berisiko
  • B= Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  • C= Mungkin berisiko
  • D= Ada bukti positif dari risiko
  • X= Kontraindikasi
  • N= Tidak diketahui

Interaksi

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan Calcitriol?

Calcitriol dapat berinteraksi dengan obat yang sedang Anda konsumsi, yang dapat mengubah cara kerja obat atau meningkatkan risiko efek samping serius. Untuk mencegahnya sebaiknya simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/ nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter. Obat yang dapat berinteraksi dengan calcitriol, meliputi cardiac glycosides (e.g., digoxin, digitalis), cholestyramine (Questran); colestipol (Colestid); digoxin (Lanoxin); diuretics (‘water pills’) ketoconazole (Nizoral); lanthanum (Fosrenol); laksatif; steroid makan seperti dexamethasone (Decadron, Dexone), methylprednisolone (Medrol), dan prednisone (Deltasone); bentuk lain dari vitamin D; phenobarbital (Luminal, Solfoton); phenytoin (Dilantin);dan sevelamer (Renagel). Periksa label dari semua obat resep maupun nonresep atau produk herbal (seperti antasida, laksatif, vitamin) karena dapat mengandung kalsium, magnesium, fosfat, dan vitamin D.

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan Calcitriol?

Calcitriol dapat berinteraksi dengan makanan atau alkohol dengan mengubah cara kerja obat atau meningkatkan risiko efek samping serius. Silakan konsultasikan dengan dokter atau apoteker mengenai makanan atau alkohol yang berpotensi interaksi sebelum mengonsumsi obat ini. Terutama untuk penyakit ginjal.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan Calcitriol?

Calcitriol dapat berinteraksi dengan kondisi kesehatan Anda. Interaksi ini dapat memperburuk kondisi kesehatan Anda atau mengubah cara kerja obat. Sangatlah penting untuk selalu membiarkan dokter dan apoteker mengetahui semua hal mengenai kondisi kesehatan yang tengah Anda alami, terutama penyakit empedu atau ginjal.

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Jika tertelan atau overdosis terdeteksi, hubungi pusat kendali keracunan atau penyedia layanan gawat darurat lokal (118/ 119) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis calcitriol, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Maret 14, 2017 | Terakhir Diedit: Maret 14, 2017