Vitamin dan Suplemen yang Perlu Anda Konsumsi di Segala Usia

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Vitamin merupakan zat yang sangat penting bagi tubuh agar dapat bekerja optimal. Dari bayi hingga orang tua, semuanya membutuhkan vitamin. Jenis vitamin yang dibutuhkan semua orang segala usia sebetulnya sama saja, tapi dosis dan aturan minum vitamin bagi anak-anak, orang dewasa, dan lansia bisa berbeda. Berikut ulasannya.

Panduan minum vitamin berdasarkan usia

Berikut panduan minum vitamin berdasarkan usia, yaitu:

Di usia anak dan remaja

ekskul dan les bimbel

Menurut Stephanie Schiff, RDN, ahli gizi di rumah sakit Huntington Northwell Health, New York, vitamin dan mineral penting yang dibutuhkan anak hingga usia remaja yaitu kalsium dan vitamin D. Keduanya membantu pertumbuhan tulang dan otot yang kuat. Dengan mencukupi vitamin D serta kalsium di usia anak hingga remaja maka Anda akan terhindari dari kerapuhan tulang di usia dewasa dan juga usia lanjut.

Anda bisa mendapatkan keduanya dari berbagai jenis makanan seperti bayam, produk susu, sarden, kuning telur, hati sapi, brokoli, hingga kacang kedelai. Jika dibutuhkan, vitamin D dan kalsium juga bisa dikonsumsi dari suplemen. Namun, dosis harus berdasarkan anjuran dokter.

Usia 20-an

diabetes pada remaja

Anda tetap perlu mengonsumsi kalsium dan vitamin D di usia 20-an. Namun Anda juga membutuhkan tambahan vitamin dan mineral lainnya. Hal ini biasanya didasarkan pada kondisi tubuh dan pola makan Anda. Misalnya, orang vegetarian dan vegan (hanya makan buah dan sayur) membutuhkan tambahan suplemen vitamin B12 karena vitamin ini biasanya hanya ditemukan pada produk-produk hewani.

Selain itu, rentang usia 20-an adalah usia paling subur bagi wanita untuk hamil dan melahirkan. Maka untuk mempersiapkan kehamilan yang sehat, wanita disarankan untuk mengonsumsi tambahan suplemen asam folat dan vitamin B kompleks dari jauh-jauh hari sebelum berencana hamil. Dua vitamin ini mampu mengurangi risiko bayi terlahir cacat akibat cacat tabung saraf seperti spina bifida dan anencephaly, juga autisme.

Usia 30-an

kesuburan pria

Di usia 30-an, tubuh mulai banyak mengalami perubahan yang terkait dengan peningkatan risiko berbagai penyakit seperti penyakit jantung.

Untuk menekan risiko penyakit kronis, tubuh membutuhkan tambahan asupan asam lemak omega-3 dalam menu santap harian Anda. Salah satu caranya dengan makan ikan dua kali seminggu, yang kaya akan kandungan asam lemak omega-3 seperti teri, lele, tuna, salmon, dan juga sarden. Selain itu, Anda juga bisa mengonsumsinya dari sumber makanan lain seperti alpukat, bayam, minyak kanola, dan suplemen jika dibutuhkan.

Usia 40-an

makanan untuk pria 50 tahun

Di usia ini, minum vitamin D menjadi hal penting yang tak boleh dilewatkan. Pasalnya, kekurangan vitamin D di usia 40-an meningkatkan risiko kanker, penyakit autoimun, diabetes, dan obesitas. Selain itu, vitamin D juga penting untuk menjaga otot dan tulang tetap kuat.

Selain vitamin D, Anda juga disarankan untuk mencukupi kebutuhan omega-3 dan omega-6 harian. Biasanya, orang yang kekurangan dua zat ini lebih mudah mengalami kebotakan.

Usia 50-an

wanita usia 50 tahun

Menginjak usia 50 tahun, wanita biasanya akan mulai menyambut masa menopause. Dikutip dari Prevention, penelitian di tahun 2017 menyatakan bahwa suplemen multivitamin dan vitamin E membantu mengurangi efek samping menopause yang menyebalkan, terutama hot flashes.

Tak hanya itu. Anda juga perlu mencukupi kebutuhan vitamin D harian karena di rentang usia ini, produksi estrogen dalam tubuh mulai menurun. Vitamin D terbukti mengurangi risiko osteoporosis dan mampu meningkatkan suasana hati Anda. Selain itu, konsumsi juga vitamin D3 untuk menjaga kesehatan jantung Anda.

Usia 60-an

pria usia 50 tahun

Saat memasuki usia 60-an, produksi asam lambung mulai menurun. Akibatnya, usus menjadi lebih sensitif dan meningkatkan risiko intoleransi laktosa. Untuk mengatasinya, konsumsilah vitamin B12 yang bisa menyehatkan saluran pencernaan. Selain itu, vitamin B12 juga membantu tubuh mencerna karbohidrat dan protein menjadi lebih mudah.

Jika Anda memiliki intoleransi atau sensitivitas laktosa, usahakan untuk meningkatkan asupan vitamin D dan juga vitamin K1 serta K2. Vitamin-vitamin ini membantu menyerap dan mendistribusikan kalsium ke seluruh tubuh.

Usia 70-an

lansia mulai ompong

Memasuki usia 70 tahun, risiko Anda terkena demensia dan Alzheimer akan semakin meningkat pesat dibanding sebelumnya. Oleh karena itu, penting untuk mengonsumsi vitamin B12 untuk meningkatkan kesehatan otak. Peneliti juga menyatakan bahwa konsumsi vitamin B12 yang dikombinasikan dengan asam folat membantu memperlambat perkembangan demensia dan penurunan kognitif otak.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Niacinamide untuk Kulit, Apa Manfaatnya?

Niacinamide adalah zat turunan vitamin B3 (niacin) yang kerap dipakai sebagai bahan aktif untuk kulit. Apa yang perlu diperhatikan dari bahan ini?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 9 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

11 Hal yang Paling Sering Jadi Penyebab Gusi Bengkak

Ada banyak hal yang bisa jadi penyebab gusi bengkak dan terasa sakit. Mungkin salah satunya sedang Anda alami tanpa disadari.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Gigi dan Mulut 7 Desember 2020 . Waktu baca 10 menit

Folat dan Asam Folat, Apa Bedanya? Mana yang Lebih Sehat?

Meski sering disangka sama, folat dan asam folat adalah dua nutrisi yang berbeda, dan berbeda pula efeknya pada kesehatan tubuh. Apa bedanya?

Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Fakta Gizi, Nutrisi 6 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Agar Tidak Keliru, Ketahui Aturan Pemberian Vitamin untuk Anak

Ada banyak vitamin anak yang dijual di pasaran. Namun, perlukah pemberian vitamin untuk anak? Seberapa penting vitamin untuk kesehatan si kecil?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Anak 6-9 tahun, Gizi Anak, Parenting 15 November 2020 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

vitamin untuk otak

Daftar Nutrisi dan Vitamin yang Bisa Bantu Menjaga Kesehatan Otak

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
minum vitamin pagi atau malam

Lebih Baik Minum Vitamin Pagi Hari atau Malam Hari?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 5 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Pityriasisrosea

Pityriasisrosea

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 25 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
fungsi kalsium

Calcium

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 12 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit