Nama Generik: Ambroxol Merek: shutterstock_405163231.

Penggunaan

Untuk apa obat ambroxol?

Ambroxol HCl (hidroklorida), atau lebih dikenal dengan ambroxol adalah obat dari golongan mukolitik yang berfungsi untuk mengecerkan dahak yang banyak dan kental hingga menyumbat saluran pernapasan. Dengan menggunakan obat batuk ambroxol HCl, maka dahak akan lebih encer sehingga memudahkan untuk mengeluarkannya dari tenggorokan saat batuk. Hal ini membuat Anda lebih mudah untuk bernapas karena saluran pernapasan sudah tidak ada lagi penyumbatan.

Biasanya obat ini digunakan untuk beberapa kondisi, seperti:

Bronkitis. Bronkitis adalah radang pada lapisan saluran bronkial karena infeksi. Bronkus adalah saluran yang membiarkan udara masuk ke dalam dan keluar dari paru-paru. Orang yang memiliki penyakit bronkitis sering mengalami batuk lendir yang menebal, yang bisa berubah warna.

Bronkitis asmatik. Kondisi ini adalah gabungan dari penyakit bronkitis akut dan asma, yang keduanya merupakan peradangan saluran napas. Ketika asma dan bronkitis akut terjadi bersamaan, kondisi ini disebut bronkitis asthmatik.

EmfisemaEmfisema adalah salah satu bentuk paling umum dari penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Penyakit ini terjadi ketika paru-paru mengalami pelebaran saluran akibat sumbatan yang menahun. Penyakit ini berkaitan dengan bronkitis kronis.

Bronkiektasis. Bronkiektasis adalah kerusakan yang membuat saluran udara (bronkus) melebar, melembek, dan menebal secara tidak normal sehingga paru-paru kesulitan untuk membersihkan lendir. Penyakit ini adalah kondisi langka penyebab batuk berdahak yang tidak sembuh-sembuh.

Tracheobronchitis. Kondisi ini terjadi ketika saluran tenggorokan atau bronkus mengalami peradangan. Biasanya kondisi ini dapat disebabkan karena infeksi bakteri atau virus, akan tetapi bisa juga akibat dari beberapa jenis iritasi, seperti asap rokok.

Bagaimana cara kerja obat ambroxol?

Seperti yang sudah disinggung di atas, ambroxol HCL adalah agen mukolitik yang digunakan untuk mengatasi gangguan pernapasan yang berhubungan dengan produksi dahak berlebih.

Obat ini mengandung bahan aktif Mucosolvan, Lasolvan, dan Mucoangin. Zat-zat  tersebut adalah obat muciaktif yang berperan untuk mengembalikan mekanisme pembersihan (clearance) saluran pernapasan dengan merangsang sintesis dan pelepasan surfkatan oleh pneumocytes tipe II. Surfaktan bertindak sebagai anti-lem dengan mengurangi perlengketan lendir ke dinding bronkus guna membantu memberikan perlindungan terhadap infeksi pada bronkus. 

Obat batuk ambroxol HCl tidak menekan batuk sehingga memudahkan tubuh untuk mengeluarkan dahak yang berlebih dari saluran pernapasan.

Bagaimana aturan pakai obat ambroxol?

Obat ini merupakan salah satu jenis obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Oleh karena itu, selalu ikuti aturan yang diberikan oleh dokter atau apoteker sebelum memulai mengonsumsi obat batuk ambroxol HCl. Selalu baca panduan obat yang tertera pada label kemasan atau Brosur Informasi Pasien yang disediakan apotek, jika ada, sebelum Anda mendapatkan obat ini atau setiap kali Anda membelinya ulang. Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda.

Anda dapat mengonsumsi obat ini bersamaan saat makan atau setelah makan. Minum banyak cairan saat menggunakan obat ini jika dokter tidak mengatakan sebaliknya.

Selalu pastikan jarak waktu pengonsumsian antara satu dosis dengan dosis berikutnya sama. Agar tidak lupa, Anda dapat mengonsumsi obat ini pada jam yang sama untuk mengoptimalkan pengobatan.

Jika Anda mengonsumsi obat batuk ambroxol sirup, pastikan selalu mengocok wadahnya dengan baik selama 15 detik sebelum menuangkan setiap dosis. Ukur dosis dengan hati-hati menggunakan alat pengukur khusus/sendok yang biasanya tersedia di dalam kemasan. Jangan gunakan sendok rumah karena Anda mungkin tidak mendapatkan dosis yang tepat.

Sementara jika Anda menggonsumsi obat batuk ambroxol tablet, jangan menggerus, mengunyah, atau memotong obat menjadi beberapa bagian kecuali dokter menganjurkannya.

Dosis dan lamanya pengobatan akan bergantung berdasarkan kondisi medis dan respon terhadap pengobatan. Jangan menggandakan dosis obat ini jika Anda terlambat atau terlupa untuk menggonsumsinya karena dapat memicu gangguan di dalam tubuh. Jika Anda lupa mengonsumsi obat ini, segera meminumnya jika jarak dengan pengonsumsian berikutnya tidak terlalu dekat. Namun apabila jarak pengonsumsian berikutnya sudah dekat, abaikan dan jangan menggandakan dosis obat ini.

Obat batuk ambroxol HCl tidak disarankan untuk dikonsumsi dalam jangka panjang, maka konsumsilah obat ini sesuai dengan jangka waktu yang telah ditentukan dokter.

Beri tahu dokter jika kondisi Anda tidak berubah, semakin memburuk, atau jika Anda mengalami gejala baru. Jika Anda merasa Anda mungkin memiliki masalah medis serius, dapatkan bantuan medis segera.

Bagaimana cara menyimpan obat ambroxol?

Agar obat ini dapat bekerja secara optimal, Anda harus pahami dulu aturan penyimpanannya. Berikut ini beberapa panduan menyimpan obat ambroxol HCl yang harus Anda ketahui:

  • Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap.
  • Jangan simpan obat ini di kamar mandi.
  • Jangan simpan obat ini di dalam frezer atau dibekukan.
  • Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
  • Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan.
  • Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi.

Bila perlu, konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda. Tidak semua obat memiliki cara penyimpanan yang sama dengan obat ini. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda.

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasi pada dokter atau apoteker sebelum memulai pengobatan.

Dosis

Bagaimana dosis Ambroxol untuk orang dewasa?

Dosis ambroxol untuk dewasa berkisar dari 30 mg (1 ambroxol tablet) sampai 120 mg (4 ambroxol tablet) per hari yang terbagi dalam 2-3 dosis.

Pada dasarnya dosis ambroxol tablet untuk dewasa akan disesuaikan pada kondisi pasien, tingkat keparahan penyakit, serta respon tubuhnya terhadap obat ini. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menentukan dosis ambroxol tablet yang sesuai dengan kebutuhan Anda

Bagaimana dosis Ambroxol untuk anak?

Pemberian dosis ambroxol sirup yang lazim digunakan untuk anak adalah:

  • Anak-anak usia kurang dari 2 tahun: 1/2 sendok teh (2.5 mL) ambroxol sirup yang dikonsumsi 2 kali sehari.
  • Anak-anak usia 2-5 tahun: 1/2 sendok teh (2.5 mL) ambroxol sirup yang dikonsumsi 3 kali sehari.
  • Anak-anak lebih dari 5 tahun: 1 sendok teh (5 mL) ambroxol sirup yang dikonsumsi 2-3 kali sehari.

Sama halnya orang dewasa, dosis ambroxol sirup untuk anak akan disesuaikan pada usia, kondisi kesehatan, tingkat keparahan penyakit, serta respon tubuhnya terhadap obat ini. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menentukan dosis ambroxol sirup yang sesuai dengan kebutuhan anak Anda.

Dalam dosis dan sediaan apakah obat ini tersedia?

Ada dua sediaan utama obat ini, yaitu ambroxol tablet dan ambroxol sirup. Setiap obat ambroxol tablet mengandung ambroxol 30 mg. Sementara pada kemasaan ambroxol sirup, mengandung ambroxol sebanyak 30 mg.

Efek Samping

Efek samping apa yang mungkin terjadi karena obat ini?

Efek samping paling umum dari penggunaan obat batuk ambroxol adalah:

Dalam beberapa kasus, reaksi alergi seperti ruam kulit, gatal-gatal, bengkak dan kemerahan juga mungkin terjad. Penting untuk dipahami bahwa tidak semua orang mengalami efek samping ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, segera konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa yang harus diketahui sebelum menggunakan obat ini?

Beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum menggunakan obat batuk ambroxol adalah:

  • Beri tahu dokter dan apoteker jika Anda alergi terhadap obat ini.
  • Beri tahu dokter dan apoteker jika Anda memiliki hipersensitif terhadap komponen yang ada di dalam obat ini.
  • Beri tahu dokter dan apoteker tentang obat resep dan obat non resep, vitamin, suplemen gizi, dan produk herbal yang Anda gunakan atau yang akan Anda gunakan.
  • Beri tahu dokter dan apoteker apabila Anda memiliki gangguan pada lambung seperti penyakit maag atau tukak lambung. Pasalnya obat ini mungkin saja dapat memperburuk kondisi Anda.
  • Beri tahu dokter Anda jika Anda sedang hamil, berencana untuk hamil, atau menyusui. Jika Anda hamil sewaktu menggunakan obat ini, hubungi dokter Anda.
  • Beri tahu dokter dan apoteker apabila Anda memiliki gangguan fungsi ginjal. Pasalnya obat ini disekresikan dalam urin melalui ginjal. Kadar obat ini dapat menumpuk di tubuh sehingga memungkinkan menyebabkan efek samping dan memperburuk kondisi Anda.
  • Apabila setelah mengonsumsi obat ini Anda mengalami gatal-gatal, ruam kemerahan, bengkak, dan reaksi alergi lainnya maka segeralah berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
  • Apabila Anda mengalami gejala overdosis yang ditandai dengan munculnya efek samping berlebihan, maka segeralah berkonsutasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
  • Meski dapat diberikan untuk anak-anak, namun ada baiknya Anda menanyakan terlebih dahulu pada dokter mengenai dosis ambroxol untuk anak-anak.

Apakah obat ini aman untuk ibu hamil atau menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ambroxol pada ibu hamil atau menyusui. Oleh karena itu, selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C  menurut US Food and Drugs Administration (FDA).

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA:

  • A = Tidak berisiko
  • B = Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  • C = Mungkin berisiko
  • D = Ada bukti positif dari risiko
  • X = Kontraindikasi
  • N = Tidak diketahui

Namun berdasarkan studi yang ada, penggunaan obat ini pada kehamilan trimester 3 tidak menyebabkan pengaruh yang buruk pada kehamilan. Meski begitu, para ahli sepakat untuk menghindari penggunaan obat ini selama trimester pertama kehamilan. Sementara pada ibu menyusui, obat ini dapat memasuki ASI. Akan tetapi, efek tersebut tidak berpengaruh terhadap bayi jika Anda mengonsumsi obat ini sesuai dengan dosis dan aturan yang dianjurkan oleh dokter.

Intinya, jangan lupa untuk selalu berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi obat ini apabila Anda sedang hamil, berencana untuk hamil, atau pun sedang menyusui.

Interaksi

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan obat ini?

Jangan gunakan obat ini secara bersamaan dengan beberapa antibiotik seperti amoxicillin, cefuroxim, erythromycin, dan doxycycline. Penggunaan obat secara bersamaan akan meningkatkan konsentrasi antibiotik tersebut di dalam jaringan paru. Selain itu, penggunaan obat ini bersamaan dengan obat penekan refleks batuk juga tidak disarankan karena dapat menghambat keluarnya dahak dari saluran pernapasan.

Perlu dipahami bahwa beberapa jenis obat dapat berinteraksi dengan obat batuk ambroxol HCl dengan dua cara, yaitu:

  • Obat ambroxol HCl menghambat obat lainnya
  • Obat lain yang justru menghambat obat ambroxol HCl

Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini. Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan obat ini?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan obat ini?

Adanya masalah kesehatan lain di tubuh Anda dapat mempengaruhi penggunaan obat ini. Beri tahukan dokter Anda bila Anda memiliki masalah kesehatan gangguan pencernaan yang berhubungan dengan lambung, seperti ulkus lambung (tukak lambung) atau penyakit maag. Selain itu, beri tahu dokter Anda apabila Anda mengalami hipersensitif terhadap komponen obat ini.

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Jika Anda memunculkan gejala overdosis selayaknya gejala efek samping yang berlebih, segera cari pertolongan medis. Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (118/119) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Pada intinya Anda tidak dianjurkan untuk menggandakan dosis apabila lupa minum obat ini.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: April 11, 2018 | Terakhir Diedit: April 11, 2018