Apa itu Allopurinol?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Nama Generik: Allopurinol Merek: obat allopurinol.

Penggunaan

Untuk apa obat Allopurinol?

Allopurinol adalah obat untuk mengobati asam urat dan beberapa jenis batu ginjal. Obat ini juga digunakan untuk mencegah peningkatan kadar asam urat pada pasien yang menerima kemoterapi kanker. Pasien kemoterapi kanker dapat mengalami peningkatan kadar asam urat akibat pelepasan asam urat dari sel kanker yang mati. Allopurinol bekerja dengan mengurangi jumlah asam urat yang dibuat oleh tubuh. Peningkatan kadar asam urat dapat menyebabkan masalah asam urat dan ginjal.

Bagaimana aturan pakai Allopurinol?

Obat ini biasanya diminum sekali sehari atau persis seperti yang diarahkan oleh dokter Anda. Minum obat ini setelah makan untuk mengurangi sakit perut. Jika dosis lebih dari 300 miligram per hari, Anda perlu membaginya dalam beberapa dosis kecil untuk digunakan satu hari demi mencapai jumlah yang disarankan (mintalah petunjuk dari dokter Anda).

Obat ini paling baik diminum dengan segelas air putih (240 ml) untuk setiap dosis, dan setidaknya minum 8 gelas lebih cairan sehari. Jika dokter Anda mengarahkan Anda untuk mengurangi minum cairan karena alasan medis lainnya, konsultasikan dengan dokter untuk petunjuk lebih lanjut. Dokter Anda mungkin juga menginstruksikan Anda tentang cara untuk mengurangi asam dalam urin Anda (misalnya, menghindari jumlah besar asam askorbat/vitamin C).

Dosis didasarkan pada kondisi medis Anda dan respon terhadap pengobatan. Gunakan obat ini secara teratur untuk mendapatkan manfaatnya. Untuk membantu Anda ingat, minumlah pada waktu yang sama setiap hari.

Untuk pengobatan nyeri sendi akibat asam urat (gout), mungkin memakan waktu hingga beberapa minggu untuk merasakan efek dari obat ini. Anda mungkin akan mengalami encok lebih sering untuk beberapa bulan setelah memulai pengobatan ini sementara tubuh menghilangkan kelebihan asam urat. Allopurinol bukanlah pereda nyeri. Untuk mengurangi rasa sakit dari asam urat, terus minum obat yang diresepkan untuk serangan encok (misalnya, colchicine, ibuprofen, indometasin) seperti yang diarahkan oleh dokter Anda.

Beri tahu dokter jika kondisi Anda tidak membaik atau semakin memburuk. Ikuti aturan yang diberikan oleh dokter atau apoteker sebelum memulai pengobatan. Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikan dengan dokter atau apoteker Anda.

Bagaimana cara menyimpan Allopurinol?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.   

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasi pada dokter atau apoteker sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis Allopurinol untuk orang dewasa?

Dosis Dewasa Biasa untuk asam urat (Gout)

Awal: 100 mg oral sekali sehari.

Pemeliharaan: 200-300 mg (gout ringan) secara oral satu kali sehari, atau 400-600 mg/hari (gout sedang-berat) dalam dosis terbagi.

Dosis Dewasa Biasa untuk Hiperurisemia Sekunder untuk Kemoterapi

Awal:

Parenteral: 200 hingga 400 mg/m²/hari hingga dosis maksimal 600 mg/hari

Oral: 600 sampai 800 mg/hari selama 1 sampai 3 hari dengan konsumsi minimal 2 L dari cairan/hari.

Pemeliharaan: 200 sampai 300 mg/hari secara oral sampai pasien tidak lagi berisiko tinggi hiperurisemia.

Dosis Dewasa Biasa untuk batu Kalsium Oksalat dengan hyperuricosuria

Awal: 200 sampai 300 mg secara oral sekali sehari.

Pemeliharaan: 300 mg/hari atau kurang.

Dosis Dewasa biasa untuk Gagal Jantung Bawaan

Studi (n = 11) untuk mencegah pembentukan radikal bebas superoksida dan meningkatkan fungsi endotel (pada kelas NYHA II hingga III gagal jantung kronis): 300 mg oral setiap hari selama 1 bulan

Dosis Dewasa Biasa untuk Bedah Jantung

Studi: Pada Coronary Artery Bypass Graft Surgery, berikan 600 mg secara oral satu hari sebelum operasi dan 600 mg secara oral pada hari operasi.

Dosis Dewasa Biasa untuk Leishmaniasis

Studi (n = 31 – Cutaneous leishmaniasis: 20 mg/kg/hari ditambah dosis rendah meglumine antimoniate (30 mg/kg/hari) selama 20 hari.

Dosis Dewasa Biasa untuk Mania

Laporan Kasus – Mania (bipolar I) terkait dengan hyperuricemia: 300 mg secara oral setiap hari.

Dosis Dewasa Biasa untuk  Percutaneous Transluminal Angioplasty Risiko Tinggi

Studi (n = 38) – Primary Percutaneous Transluminal Coronary Angioplasty (PTCA): 400 mg oral segera setelah masuk unit gawat darurat (sekitar 60 menit sebelum reperfusi) dan setelah  PTCA primer selesai.

Dosis Dewasa Biasa untuk Reactive Perforating Collangenosis

Laporan Kasus: 100 mg secara oral setiap hari.

Bagaimana dosis Allopurinol untuk anak?

Dosis Anak-anak Biasa untuk Hyperuricemia Sekunder untuk Kemoterapi

Parenteral:

Usia ≤10 tahun: 200 mg/m2/hari dalam 1-3 dosis terbagi, tidak melebihi 600 mg dalam 24 jam. Penakaran dosis yang lebih besar dari 300 mg harus diberikan dalam dosis terbagi.

Usia ≻10 tahun: 200 hingga 400 mg/m2/hari diberikan dalam 1 sampai 3 dosis terbagi, tidak melebihi 600 mg/24 jam.

Oral:

Usia ﹤6 tahun: 150 mg/hari dalam 3 dosis terbagi.

Usia 6-10 tahun: 300 mg/hari dalam 2-3 dosis terbagi.

Usia >10 tahun: 600-800 mg/hari dalam 2 sampai 3 dosis terbagi

Dosis Anak-anak Biasa untuk Leishmaniasis

Usia >5 tahun: Studi (n = 31) – leishmaniasis Cutaneous: 20 mg/kg/hari, ditambah dosis rendah meglumine antimoniate (30 mg/kg/hari) selama 20 hari.

Dalam dosis dan sediaan apakah Allopurinol tersedia?

Tablet, Oral: 100 mg, 300 mg.

Efek Samping

Efek samping apa yang mungkin terjadi karena Allopurinol?

Cari bantuan medis segera jika Anda mengalami tanda-tanda reaksi alergi berikut ini: gatal-gatal, kesulitan bernapas, pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan, atau jika Anda merasa ingin pingsan

Hentikan menggunakan Allopurinol dan hubungi dokter Anda jika Anda memiliki salah satu dari efek samping serius berikut ini:

  • Demam, sakit tenggorokan, dan sakit kepala parah, kulit mengelupas, dan ruam kulit merah
  • Gejala awal dari setiap ruam kulit, tidak peduli seberapa ringan
  • Rasa sakit atau perdarahan ketika buang air kecil
  • Mual, nyeri perut bagian atas, gatal-gatal, kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan, urine gelap, tinja berwarna sepertin tanah liat, sakit kuning (menguningnya kulit atau mata)
  • Kencing lebih sedikit dari biasanya atau tidak sama sekali
  • Nyeri sendi, gejala flu
  • Kesemutan, mati rasa, nyeri, kelemahan otot yang parah atau
  • Mudah memar, perdarahan yang tidak biasa (hidung, mulut, vagina, atau dubur)
  • bintik-bintik ungu atau merah di bawah kulit Anda

Efek samping yang kurang serius mungkin termasuk:

  • Muntah, diare
  • Mengantuk, sakit kepala
  • Perubahan indera perasa atau
  • Nyeri otot

Tidak semua orang mengalami efek samping seperti yang telah disebutkan. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikan dengan dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa yang harus diketahui sebelum menggunakan Allopurinol?

Sebelum menggunakan Allopurinol,

  • Beri tahu dokter dan apoteker jika Anda alergi terhadap Allopurinol, atau obat-obatan lain
  • Beri tahu dokter dan apoteker tentang obat resep dan obat non resep, vitamin, suplemen gizi, dan produk herbal yang Anda gunakan atau yang akan Anda gunakan. Pastikan untuk menyebutkan hal berikut: antikoagulan lain seperti amoksisilin (Amoxil, Trimox) ampisilin (Polycillin, Principen) antikoagulan ( ‘pengencer darah’) seperti warfarin (Coumadin) obat kemoterapi kanker seperti siklofosfamid (Cytoxan) dan merkaptopurin (Purinethol) klorpropamid (Diabinese) diuretik ( ‘pil air’) obat-obat yang menekan sistem kekebalan tubuh seperti azathioprine (Imuran) dan siklosporin (Neoral, Sandimmune) obat lain untuk gout seperti probenesid (Benemid) dan sulfinpyrazone (Anturane) dan tolbutamid (Orinase). Dokter Anda mungkin perlu mengubah dosis obat Anda atau memantau Anda dengan hati-hati untuk adanya efek samping
  • Beri tahu dokter Anda jika Anda sedang hamil, berencana untuk  hamil, atau menyusui. Jika Anda hamil sewaktu mengambil allopurinol, hubungi dokter Anda
  • Anda harus tahu bahwa allopurinol dapat membuat Anda mengantuk. Jangan mengendarai mobil atau mengoperasikan mesin sampai Anda tahu bagaimana obat ini mempengaruhi Anda
  • Tanyakan dokter Anda tentang penggunaan yang aman dari minuman beralkohol saat Anda menggunakan allopurinol. Alkohol dapat menurunkan efektivitas allopurinol

Apakah Allopurinol aman untuk ibu hamil atau menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C menurut US Food and Drugs Administration (FDA)

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA:

  •      A= Tidak berisiko
  •      B= Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  •      C= Mungkin berisiko
  •      D= Ada bukti positif dari risiko
  •      X= Kontraindikasi
  •      N= Tidak diketahui

Studi pada wanita menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko yang minimal untuk bayi bila digunakan selama menyusui.

Interaksi

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan Allopurinol?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini. Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter

Beri tahu dokter Anda tentang obat-obatan lain yang Anda gunakan, terutama:

  • Azathioprine (Imuran)
  • Klorpropamid (Diabinese)
  • Siklosporin (Gengraf, Sandimmune, Neoral)
  • Merkaptopurin (Purinethol)
  • Antibiotik seperti ampisilin (Principen, Omnipen, lainnya) atau amoksisilin (Amoxil, Augmentin, Trimox, Wymox)
  • Pengencer darah seperti dicoumarol atau warfarin (Coumadin) atau
  • Diuretik.

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan Allopurinol?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan  penyedia layanan kesehatan Anda

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan Allopurinol?

Adanya masalah kesehatan lain di tubuh Anda dapat mempengaruhi penggunaan obat ini. Informasikan dokter Anda bila Anda memiliki masalah kesehatan lain, seperti:

  • Masalah sumsum tulang
  • Penyakit hati — Gunakan dengan hati-hati. Mungkin membuat kondisi lebih buruk.
  • Penyakit ginjal — Gunakan dengan hati-hati. Efek samping dapat meningkat karena pembersihan obat lebih lambat dari dari tubuh.

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (118/119) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, gunakan sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Januari 1, 1970 | Terakhir Diedit: April 10, 2019

Yang juga perlu Anda baca