home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

4 Bahaya Suplemen Testosteron Jika Diminum Sembarangan

4 Bahaya Suplemen Testosteron Jika Diminum Sembarangan

Testesteron adalah hormon yang dapat meningkatkan gairah seksual, produksi sperma, kekuatan tulang, serta massa otot pria. Sayangnya, seiring bertambahnya usia kadar testosteron dalam tubuh pria mengalami penurunan. Demi menghindari penurunan fungsi seksual dan berbagai masalah kesehatan ini, tidak sedikit pria yang memilih untuk mengonsumsi suplemen testosteron. Namun, apakah suplemen testosteron aman untuk diminum? Cari tahu jawabannya di sini.

Suplemen testosteron menyimpan bahaya kesehatan

Sebenarnya suplemen testosteron dibuat bukan tanpa alasan. Selain untuk meningkatkan gairah seksual saat bercinta, suplemen ini juga dapat membantu mengobati pria yang memiliki penyakit hipogonadisme, yaitu kondisi ketika kadar testosteron dalam tubuh terlalu rendah.

Namun meski penelitian menunjukkan hasil yang positif, suplemen ini nyatanya juga menyimpan bahaya yang menimbulkan risiko kesehatan.

Beberapa risiko bahaya suplemen testosteron yang bisa terjadi meliputi:

1. Gangguan jantung

Penggunaan terapi testosteron jangka panjang tampaknya memiliki risiko masalah kardiovaskular seperti serangan jantung, stroke, dan kematian akibat penyakit jantung.

Hal ini dibuktikan pada sebuah studi yang dilaporkan dalam The New England Journal of Medicine. Dalam penelitian tersebut diketahui bahwa pria di atas 65 tahun yang pakai testosteron gel berisiko lebih tinggi mengalami gangguan jantung.

Penelitian lainnya juga menunjukkan hal yang serupa. Bahkan, pria dewasa maupun lansia sama-sama berisiko terkena serangan jantung saat mengonsumsi suplemen testosteron.

2. Gangguan prostat

Studi lain yang dilakukan tahun 2014 menemukan bahwa terapi testosteron dapat meningkatkan risiko kanker prostat pada tikus jantan. Meski dilakukan pada tikus, hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Endocrinology ini diduga memiliki potensi efek samping yang serupa jika digunakan pada pria.

Namun, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut pada manusia untuk memastikan hasil studi ini.

4. Sindrom metabolik

Pria yang minum suplemen testosteron juga diketahui memiliki kadar kolesterol HDL yang lebih rendah. Padahal jenis kolesterol satu ini tergolong baik dan diperlukan oleh tubuh.

Jika dibiarkan dalam waktu lama, pria usia lanjut berkemungkinan untuk mengembangkan sindrom metabolik, yang merupakan “kumpulan” dari berbagai masalah kesehatan seperti diabetes, tekanan darah tinggi, maupun kolesterol tinggi.

4. Masalah lainnya

Suplemen testosteron juga bisa memicu jerawat, gangguan pernapasan saat tidur (sleep apnea), pembesaran payudara,atau pembengkakan di pergelangan kaki.

Tak hanya itu. Suplemen hormon juga bisa meningkatkan risiko pembekuan darah yang terbentuk di vena bagian dalam. Jika dibiarkan tanpa pengobatan yang tepat, kondisi ini dapat menyebab emboli paru.

Selalu konsultasi ke dokter sebelum minum suplemen

Bagi orang yang memang memiliki kondisi tertentu, seperti hipogonadisme, terapi testosteron mungkin dapat memberikan manfaat yang lebih besar ketimbang risikonya. Namun, bagi beberapa pria lain, penggunaan suplemen ini bisa saja memberikan efek yang sebaliknya.

Oleh karena itu, sebelum minum suplemen ini, ada baiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter. Dokter dapat membantu Anda menentukan perawatan terbaik untuk meningkatkan kadar hormon testosteron yang aman dan sesuai dengan kondisi Anda.

Dokter Anda mungkin juga akan menyarankan cara alami untuk meningkatkan testosteron, seperti menurunkan berat badan dan meningkatkan massa otot melalui latihan ketahanan.

Jadi, pertimbangkan baik-baik sebelum Anda pakai suplemen ini. Jangan sampai keinginan untuk meningkatkan gairah seksual justru membuat Anda lebih rentan mengalami berbagai gangguan kesehatan yang berbahaya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Can Testosterone Supplements Improve Your Sex Drive? – https://www.healthline.com/health/low-testosterone/do-testosterone-supplements-work#risks diakses pada 13 Desember 2018

FDA Warns of Dangers from Testosterone Supplement https://www.webmd.com/men/news/20161026/fda-warns-of-dangers-from-testosterone-supplements diakses pada 13 Desember 2018

Testosterone Therapy: Potential Benefits and Risks as Your Age – https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/sexual-health/in-depth/testosterone-therapy/art-20045728 diakses pada 13 Desember 2018

Side Effects of Taking Testosterone Supplements – https://www.livestrong.com/article/34839-side-effects-taking-testosterone-supplements/ diakses pada 13 Desember 2018

Testosterone Treatment Is a Potent Tumor Promoter for the Rat Prostate – https://academic.oup.com/endo/article/155/12/4629/2422919 diakses pada 13 Desember 2018

https://www.healthline.com/health/high-cholesterol/testosterone-and-cholesterol#testosterone-and-hdl

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Risky Candra Swari Diperbarui 05/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x