Hati-hati, Debu di Dalam Rumah Bisa Picu Resistensi Antibiotik

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Tanpa disadari, setiap harinya tubuh terpapar dengan debu, polusi, dan partikel-partikel di udara yang berpotensi membawa penyakit. Berbagai patogen itu  menempel di permukaan kulit dan baju lalu ikut terbawa ketika Anda pulang ke rumah. Nah, ternyata patogen dari luar yang bercampur dengan debu dan partikel-partikel di dalam rumah bisa memunculkan bakteri yang bisa memicu resistensi terhadap antibiotik. Bagaimana penjelasannya?

Debu dapat mengandung bakteri yang memicu resistensi terhadap antibiotik

debu resisten antibiotik

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh tim dari Northwestern University memperlihatkan adanya kemungkinan bakteri yang tinggal pada debu dalam rumah dapat menyebarkan gen yang memicu resistensi antibiotik.

Memang, kebanyakan bakteri biasanya tidak berbahaya. Namun, dari studi yang diterbitkan pada Januari 2020 dalam jurnal PLOS Pathogens tersebut, bakteri yang tidak berbahaya bisa memperoleh resistensi antibiotik dengan percampuran bakteri dari luar. Hal tersebut mengakibatkan kuman yang tadinya dapat diobati menjadi kebal terhadap antibiotik konvensional.

Penelitian dilakukan dengan mengambil 40 sampel debu dari berbagai tempat yang memiliki sarana berbeda seperti pusat kebugaran dan tempat rekreasi. Sampel dimasukkan ke dalam kantong plastik steril dan disimpan dalam kamar gelap dengan suhu ruangan.

Sampel debu yang dikumpulkan akan dianalisis melalui pengamatan materi genetik dan ekstraksi kimia. Terlihat bahwa terdapat lebih dari 180 gen dalam debu yang resisten terhadap antibiotik. Peneliti lalu menyelidiki adanya kemungkinan gen untuk berpindah ke bakteri yang lainnya.

Perlu diketahui, bakteri dapat berbagi banyak jenis gen yang berbeda selama bakteri memiliki unsur transposable dalam DNA sebagai penggeraknya. Terdapat unsur bernama integron, plasmid, dan transposon pada bakteri yang mempermudah bit DNA untuk melakukan perjalanan antar-mikroba.

Bakteri berbagi gen dalam dua cara, yaitu dengan pembelahan biner di mana bakteri membelah diri menjadi dua dan dengan transfer gen horizontal, di mana bakteri menduplikasi gen kemudian bertukar salinan dengan bakteri lain.

Namun pergerakan bakteri ke bakteri lainnya tidak selalu terjadi. Pasalnya beberapa kondisi tertentu juga berpengaruh terhadap adanya perpindahan bakteri. Bakteri baru akan membagi gen ketika mengalami tekanan seperti atmosfer ruangan yang kering, kurangnya nutrisi, dan suhu yang terlalu tinggi atau terlalu rendah.

Ketika pembagian gen tersebut terjadi, gen dari bakteri debu yang tidak bersifat patogen akan menempel pada kuman yang bersifat patogen dan membuatnya menjadi resisten terhadap antibiotik.

Bahaya resistensi antibiotik pada tubuh manusia

TB MDR adalah resistensi obat TB

Antibiotik merupakan obat yang dibuat untuk mengobati dan mencegah pertumbuhan bakteri. Ketika seseorang telah terinfeksi bakteri yang resisten terhadap antibiotik, bakteri tersebut tidak bisa terbunuh dan akan terus tumbuh.

Oleh sebab itu, infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang kebal pada antibiotik akan sangat sulit atau bahkan tidak dapat diobati. Biasanya, orang yang terkena infeksi ini membutuhkan perawatan di rumah sakit dalam waktu yang lama serta diberikan obat alternatif yang lebih keras.

Dengan resistensi ini pula, penggunaan antibiotik yang kerap digunakan sebagai pengobatan untuk berbagai penyakit seperti pneumonia, tuberkulosis, gonore, sampai keracunan darah tidak lagi menjadi efektif.

Resistensi antibiotik merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih menjadi keprihatinan di seluruh dunia. Padahal banyak kemajuan dalam dunia medis yang sangat bergantung pada kegunaan antibiotik untuk melawan infeksi dan penyakit kronis lain.

Memang, seiring waktu dengan teknologi yang makin canggih, para pekerja di bidang kesehatan terus berusaha menemukan antibiotik baru yang dapat memerangi bakteri. Namun, bakteri juga akan selalu mencari cara untuk bertahan hidup. Salah satunya lewat debu di rumah yang memicu resistensi antibiotik.

Resistensi bakteri bisa terjadi pada siapa saja, tapi akibatnya akan lebih mudah menyerang orang-orang yang memang memiliki penyakit kronis.

Membersihkan debu di rumah untuk cegah bakteri yang memicu resistensi antibiotik

tips membersihkan rumah alergi

Infeksi bakteri dapat disebabkan oleh pola hidup yang kurang bersih. Untuk menghindari terjadinya hal tersebut, perubahan gaya hidup menjadi sehat pun sangat penting dilakukan. Beberapa di antaranya adalah melakukan suntik vaksin, cuci tangan setiap setelah dari kamar mandi, bepergian, dan sebelum mengolah makanan, serta mengonsumsi makanan yang higienis.

Namun, tidak cukup hanya dengan pencegahan pada diri sendiri, Anda juga harus rutin membersihkan rumah dari debu pembawa penyakit. Bersihkan juga pojok rumah yang paling banyak mengandung bakteri seperti dapur dan toilet.

Jangan lupa keringkan permukaan meja kerja, talenan, dan alat memasak lainnya. Air yang masih tersisa akan membantu kuman yang masih tertinggal untuk bertahan hidup dan berkembang biak.

Rutinlah mengelap permukaan peralatan seperti meja, laci, dan lemari dengan handuk yang lembab, lalu keringkan kembali dengan. Membersihkan benda dengan cairan berbahan antibakteri tidak disarankan karena malah akan meningkatkan resistensi pada bakteri. Dengan demikian, Anda bisa terhindar dari debu yang memicu resistensi antibiotik.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bagaimana Bakteri Bisa Jadi Kebal Terhadap Antibiotik?

Antibiotik adalah obat untuk membunuh bakteri. Namun, beberapa bakteri ternayata kebal terhadap antibiotik. Kondisi ini dinamakan resistensi bakteri.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Penyakit Infeksi 6 November 2018 . Waktu baca 3 menit

Cara Memakai Masker yang Benar Agar Tidak Menghirup Debu Polusi Udara

Memakai masker hidung ampuh untuk melindungi diri dari polusi udara dan penularan kuman penyakit. Namun, cara memakainya harus tepat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 1 Mei 2018 . Waktu baca 4 menit

Jangan Remehkan Bahaya Debu Polusi! Yuk, Lindungi Diri Dengan Cara Ini

Debu polusi yang tampak kecil dan tak berbahaya bisa jadi musuh besar kesehatan Anda. Pelajari berbagai bahaya polusi udara dan cara mengatasinya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan, Informasi Kesehatan 19 September 2017 . Waktu baca 5 menit

“Minum Antibiotik Harus Sampai Habis”, Anjuran Minum Obat yang Sudah Basi

Umumnya, dokter menganjurkan untuk minum obat antibiotik sampai habis. Tapi, hal itu bisa bikin tubuh jadi resistensi antibiotik. Benarkah demikian?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Penyakit Infeksi 18 September 2017 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

menghirup debu

Apa yang Akan Terjadi Ketika Anda Menghirup Debu

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
penyebab resistensi antibiotik

Resistensi Antibiotik: Apa Penyebab dan Bagaimana Cara Mencegahnya?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 7 April 2020 . Waktu baca 4 menit
tubuh sudah kebal antibiotik

Perlu Dicatat, Ini Berbagai Tanda Antibiotik Tak Lagi Mempan Lawan Penyakit

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 18 November 2018 . Waktu baca 3 menit
minum antibiotik

Bisakah Infeksi Sembuh Sendiri Tanpa Minum Obat Antibiotik?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 16 November 2018 . Waktu baca 3 menit