home

Artikel Bersponsor

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Tips Jaga Stamina Saat Puasa di Masa Pandemi COVID-19

Tips Jaga Stamina Saat Puasa di Masa Pandemi COVID-19

Hampir semua jenis pekerjaan dilakukan di rumah di masa pandemi COVID-19 saat ini. Meskipun berada di rumah, tentunya tetap penting menjaga stamina tubuh saat bulan puasa. Kondisi fisik harus tetap dijaga, sehingga Anda bisa dengan sehat melakukan pekerjaan dan berkegiatan bersama keluarga.

Agar segala aktivitas bisa berjalan lancar, ketahui cara jaga stamina saat bulan puasa berikut ini.

Menjaga stamina saat bulan puasa di tengah pandemi COVID-19

Perubahan pola makan dan tidur saat puasa, membuat tubuh perlu beradaptasi. Tubuh tidak menerima asupan makanan dan minuman selama kurang lebih 13 jam. Anda perlu mengatur pola hidup secara baik selama bulan puasa, sehingga stamina bisa terjaga dengan baik.

Ketika stamina tidak terjaga dengan baik, sistem imun bisa melemah dan Anda jadi mudah sakit. Misalnya, ketika Anda tak bisa mengatur waktu tidur, tidak memperhatikan asupan nutrisi, dan memaksakan diri bekerja. Hal ini bisa mempengaruhi tubuh jadi lebih stres, sehingga Anda mudah sakit saat puasa.

Walaupun Anda menjalankan puasa di masa pandemi COVID-19, Anda masih bisa menjaga stamina tubuh dengan beberapa cara di bawah ini.

1. Sahur dengan makanan bernutrisi tinggi

sumber protein saat sahur

Menjaga stamina saat puasa, diawali dengan sahur yang sehat. Pilih makanan sehat saat sahur, seperti makanan berkarbohidrat kompleks, tinggi serat, dan protein.

Makanan karbohidrat kompleks akan menjadi gula di dalam darah dan digunakan sebagai energi tubuh secara perlahan sepanjang hari. Dengan begitu, makanan ini membantu Anda lebih bugar. Asupan karbohidrat kompleks meliputi gandum, kacang-kacangan, oatmeal, dan nasi.

Sementara itu makanan tinggi serat juga membantu Anda kenyang lebih lama. Tentunya, bisa diperoleh dari buah-buahan dan sayuran.

Jangan lupakan makanan sumber protein, seperti daging sapi dan ayam, ikan, maupun telur. Makanan berprotein ini mendukung agar tubuh tetap berenergi sepanjang hari.

2. Mengatur jadwal minum

sudah cukup minum air putih belom

Ingat, minum air putih saat sahur penting untuk tetap menerapkan aturan minum 8 gelas atau 2 liter air selama bulan Ramadan. Air putih adalah kunci penting menjaga stamina dan energi tubuh saat puasa.

Tubuh yang tidak mendapatkan asupan cairan bisa berdampak pada dehidrasi. Bila sudah demikian, tubuh jadi lemas dan Anda jadi sulit berkonsentrasi dalam berkegiatan. Maka itu, tetap penuhi asupan cairan saat sahur dan berbuka puasa. Bagaimana caranya?

Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI memberi tips sebagai berikut.

  • 1 gelas sebelum tidur
  • 1 gelas setelah bangun sahur
  • 1 gelas selepas sahur
  • 1 gelas saat berbuka puasa
  • 1 gelas setelah salat magrib
  • 1 gelas setelah makan malam
  • 1 gelas setelah salat isya
  • 1 gelas setelah salat tarawih

Ingat, saat sahur lebih baik hindari minuman yang bersifat diuretik atau yang memicu tubuh terus berkemih. Misalnya, kopi atau teh. Lebih baik, konsumsi air putih untuk kebaikan kesehatan Anda saat puasa.

3. Istirahat yang cukup

menjaga stamina saat puasa

Cobalah untuk mengatur waktu tidur setiap malam dan usahakan untuk tidak begadang. Tidur merupakan waktu tubuh untuk mengumpulkan energi dan melawan infeksi penyakit.

Tidur turut menjaga stamina saat puasa. Ada hal penting yang terjadi di dalam tubuh ketika Anda tidur. Tubuh mengeluarkan sitokin ketika Anda tidur. Sitokin juga membantu melawan infeksi atau peradangan, serta menurunkan kadar stres Anda. Sitokin dapat bekerja dengan baik ketika Anda mendapatkan tidur yang cukup.

Jadi, usahakan untuk tidur delapan jam setiap malam.

4. Makanan sehat saat berbuka puasa

resep kurma

Setelah seharian berpuasa, selalu ada godaan untuk memanjakan diri dengan mengonsumsi minuman dingin, makanan manis, ataupun gorengan. Namun, bulan Ramadan masih akan berlanjut selama beberapa hari ke depan dan Anda perlu menjaga stamina saat puasa di esok hari.

Alternatif sehat adalah berbuka puasa dengan makan kurma. Kurma mudah dicerna, mengurangi rasa lapar, dan menghindarkan Anda dari makan berlebih. Kurma mengandung gula alami dan bisa meningkatkan energi tubuh Anda.

Nah, untuk itu penting tentunya untuk mengonsumsi makanan sehat saat berbuka puasa. Pilih menu makanan bernutrisi tinggi dengan kandungan karbohidrat, serat, protein, dan lemak sehat. PIlih menu buka puasa dengan proses memasak yang dikukus, direbus, atau dipanggang.

Anda bisa mengukus atau merebus sayuran agar nutrisinya pun tetap bisa optimal saat dikonsumsi. Tidak banyak vitamin dan mineral yang hilang. Sementara itu, untuk daging-dagingan Anda bisa merebus atau memanggangnya. Metode memasak ini lebih sehat dibandingkan menggorengnya dengan banyak minyak.

5. Suplemen vitamin C

cara memilih suplemen vitamin C

Anda bisa melengkapi cara menjaga stamina saat puasa dengan suplementasi vitamin C. Dikatakan dalam jurnal Mini Reviews in Medicinal Chemistry, vitamin C berperan dalam meningkatkan kekebalan tubuh dengan melawan peradangan akibat infeksi.

Vitamin C memiliki sifat imunostimulan, anti-inflamasi, antivirus, dan antibakteri. Suplementasi vitamin C dapat membantu tubuh meningkatkan sistem imun selama bulan puasa.

Lebih baik pilih suplemen vitamin C jenis Ester, yang aman untuk dikonsumsi setiap hari. Rekomendasi dosis harian vitamin C untuk perempuan sebesar 75 mg per hari, sementara 90 mg per hari pada laki-laki. Tubuh masih bisa menerima asupan vitamin C dengan dosis maksimal 2000 mg.

Anda perlu memperhatikan juga vitamin C dengan kadar oksalat yang rendah, seperti vitamin C jenis Ester, sehingga aman untuk ginjal. Selain itu, suplemen vitamin C jenis Ester juga bersifat tidak asam dan dapat bertahan 24 jam di dalam tubuh. Sifat tidak asam inilah yang membuat vitamin C jenis Ester aman untuk lambung saat dikonsumsi.

Jaga kesehatan Anda selama puasa dan pilih suplemen vitamin C yang tepat. Dengan begitu, daya tahan tubuh terjaga dengan baik dan stamina tetap prima di bulan Ramadan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Why Do I Keep Getting Sick All the Time?. (2020). Retrieved 28 April 2020, from https://www.healthline.com/health/cold-flu/always-sick

Dr. Bret Scher, M., & Dr. Andreas Eenfeldt, M. (2020). Boosting Your Immune System to Fight the Coronavirus — Diet Doctor. Retrieved 28 April 2020, from https://www.dietdoctor.com/coronavirus

The 28 best energy-boosting foods and drinks. (2020). Retrieved 28 April 2020, from https://www.medicalnewstoday.com/articles/323947#beans-and-legumes

What to eat during Ramadan? Here’s a complete meal plan. (2017). Retrieved 28 April 2020, from https://www.health24.com/Diet-and-nutrition/Healthy-diets/what-to-eat-during-ramadan-heres-a-complete-meal-plan-20170526

carbohydrates, C. (2020). Complex carbohydrates: MedlinePlus Medical Encyclopedia Image. Retrieved 28 April 2020, from https://medlineplus.gov/ency/imagepages/19529.htm

How Cooking Affects the Nutrient Content of Foods. (2020). Retrieved 28 April 2020, from https://www.healthline.com/nutrition/cooking-nutrient-content#cooking-amp-nutrients

Jangan lupa minum 8 gelas air putih per hari di bulan puasa – Direktorat P2PTM. (2019). Retrieved 28 April 2020, from http://www.p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/hipertensi-penyakit-jantung-dan-pembuluh-darah/jangan-lupa-minum-8-gelas-air-putih-per-hari-di-bulan-puasa

Oxalate (Oxalic Acid): Good or Bad?. (2020). Retrieved 28 April 2020, from https://www.healthline.com/nutrition/oxalate-good-or-bad#section2

Office of Dietary Supplements – Vitamin C. (2020). Retrieved 28 April 2020, from https://ods.od.nih.gov/factsheets/VitaminC-HealthProfessional/#en20

What to Drink for Acid Reflux. (2020). Retrieved 28 April 2020, from https://www.healthline.com/health/gerd/beverages

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh Maria Amanda
Tanggal diperbarui 08/05/2020
x