5 Dampak Makan Permen Karet yang Mengganggu Kesehatan

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Anda suka makan permen karet? Mungkin di saku atau tas Anda sudah ada persediaan permen karet supaya Anda bisa mengunyahnya kapan saja. Permen karet memang banyak disukai karena rasanya yang segar dan bisa membantu mengendalikan nafsu makan. Ada juga yang bilang mengunyah permen karet bisa membuat pikiran lebih fokus dan terjaga. Namun, di balik nikmatnya, ada berbagai dampak makan permen karet yang mungkin belum Anda ketahui. Simak apa saja efek samping mengunyah permen karet berikut ini.

1. Lebih sering makan junk food

Banyak orang sengaja makan permen karet supaya tidak cepat lapar dan tak ingin ngemil terus. Namun, menurut sebuah penelitian oleh Department of Exercise and Nutrition Sciences di Amerika Serikat, Anda yang sering makan permen karet akan mengurangi konsumsi makanan bergizi. Anda justru semakin bernafsu untuk makan junk food seperti gorengan, keripik kentang, atau bakso.

Ini karena biasanya perasa mint dan buah-buahan yang terkandung dalam permen karet membuat sayur dan buah-buahan jadi terasa pahit. Anda pun jadi ingin makanan yang terasa kuat dan gurih seperti junk food.

2. Memicu gangguan sendi rahang

Kalau Anda biasanya mengunyah permen karet pada satu sisi mulut tertentu, Anda berisiko mengalami otot rahang tak seimbang dan besar sebelah. Sementara jika Anda sudah bertahun-tahun sering sekali makan permen karet, Anda rentan mengalami gangguan sendi rahang. Gangguan sendi rahang terjadi kalau Anda memaksakan serangkaian otot dan sendi untuk bekerja terus. Gejala gangguan ini antara lain adalah sakit kepala, nyeri rahang, nyeri telinga, dan sakit gigi.  

3. Diare

Hati-hati kalau Anda kerap mengalami diare. Diare bisa jadi salah satu dampak makan permen karet terlalu sering. Sebuah penelitian laboratorium di Jerman yang dipublikasikan dalam British Medical Journal menguak bahwa permen karet, bahkan yang jenisnya bebas gula, mengandung pemanis buatan yang dikenal dengan sebutan sorbitol. Jika Anda mengonsumsi pemanis buatan ini dalam dosis yang tinggi, efeknya pada tubuh sama seperti obat pencahar. Anda pun berisiko mengalami diare dan dehidrasi.

Dalam sebuah kasus yang dilansir dari situs kesehatan pemerintah Inggris NHS, seorang pria yang makan 20 lembar permen karet setiap hari mengalami diare berkepanjangan. Ia harus bolak-balik ke kamar mandi sebanyak 10 kali sehari dalam setahun. Kasus yang serupa juga melibatkan seorang wanita berusia 21 tahun yang mengunyah 16 permen karet sehari. Dalam waktu 8 bulan, ia harus bolak-balik ke kamar mandi selama 12 kali sehari.  

4. Gangguan pencernaan

Selain diare, dampak makan permen karet bagi pencernaan adalah perut kembung, sakit perut, dan produksi asam lambung berlebihan. Perut jadi kembung karena saat makan permen karet Anda secara tak sadar menelan banyak udara yang masuk.

Makan permen karet juga bisa menipu sistem pencernaan Anda. Sistem pencernaan menduga bahwa Anda akan makan sesuatu, sehingga lambung pun memproduksi enzim yang asam untuk mengurai makanan. Pada kenyataannya, Anda tak makan apa pun selain permen karet. Akibatnya, lambung jadi terlalu asam. Ketika akhirnya Anda benar-benar makan sesuatu, enzim pun sudah tak akan diproduksi lagi sehingga makanan yang masuk tak bisa dicerna dan diurai. Hal ini berisiko menyebabkan penyakit irritable bowel syndrome (IBS).

5. Merusak gigi

Dalam permen karet, terdapat pengawet, pemanis, dan asam buatan yang bisa merusak gigi. Meskipun Anda memilih permen karet yang bebas gula, tetap ada bahan kimia yang keras di dalamnya. Terlalu sering makan permen karet sama saja dengan membalut gigi dengan bahan-bahan kimia berbahaya tersebut. Gigi Anda pun jadi lebih cepat keropos dan rusak.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Baru Pakai Skincare Antiaging Usia 50 Tahun ke Atas, Bermanfaatkah?

Produk skincare antiaging fungsinya adalah mencegah penuaan dini. Namun, kalau baru pakai antiaging di usia 50 tahun ke atas, apa hasilnya akan sama?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Lansia, Gizi Lansia 21 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

3 Manfaat yang Bisa Didapat dari Minum Kopi Sebelum Olahraga

Suka olahraga di pagi hari dan harus minum kopi dulu biar segar? Penelitian membuktikan kalau minum kopi sebelum olahraga ternyata baik buat tubuh, lho!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Gizi Olahraga, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Pilihan Pengobatan untuk Atasi Tipes

Gejala tipes umumnya dapat diobati di rumah. Selain minum obat dari dokter, apa saja cara mengobati tipes lainnya di rumah?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Infeksi, Demam Tifoid (Tifus) 20 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

4 Penyebab Buah Zakar Anda Gatal dan Ingin Terus Digaruk

Menggaruk alat kelamin terkadang sudah menjadi kebiasaan, tapi bisa juga karena memang terasa gatal. Apa saja penyebab buah zakar gatal? Apakah berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Pria, Penyakit pada Pria 20 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Mengurangi Bau Badan

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
olahraga malam hari

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
sakit kepala setelah makan

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
strategi menahan lapar

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit