7 Makanan yang Tak Diduga Bisa Mengandung Bahan Kimia

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Anda mungkin berpikir bahwa upaya Anda menghindari makanan berwarna dan berbahan kimia telah berhasil. Anda pasti sering tergugah dengan warna merah muda dari ikan salmon, atau kuningnya kuah kare. Di saat Anda begitu percaya akan kemurnian sebuah makanan, di sisi lain pihak produsen akan berpikir pragmatis dalam menghias sebuah sajian makanan. Faktor rekayasa tekstur juga mendorong produsen untuk ‘nakal’ menyuntikkan bahan kimia pada bahan makanan.

Anda kini harus lebih waspada terhadap makanan yang Anda pilih. Pewarna sintetis kini tidak hanya digunakan untuk permen, minuman, atau es krim. Kini, pewarna sintetis mengancam Anda pada makanan-makanan yang seakan alami seperti ikan, salad, sayuran, bahkan buah. Di bawah ini, terdapat beberapa makanan yang diam-diam ternyata sering jadi bahan ‘kenakalan’ produsen yang sehingga mengandung bahan kimia dan pewarna:

1. Salmon

Secara alami, warna salmon memang sangat menarik dibandingkan ikan-ikan lain. Warna merah muda pada salmon menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen. Jenis pewarna yang biasa digunakan oleh nelayan salmon adalah cat-cat yang digunakan untuk mewarnai kertas. Dalam hal ini warna yang biasa digunakan untuk salmon adalah warna pink pucat (#20), dan oranye merah (#34). Di supermarket sebenarnya sudah dilegalkan dalam penambahan bahan kimia dan pewarna, dengan catatan mencantumkan dalam kemasan. Jadi, intinya, telitilah dalam melihat kemasan saat membeli salmon.

2. Yoghurt

Yoghurt dicitrakan sebagai minuman/makanan sehat kaya serat, vitamin, protein, dan banyak manfaatnya bagi kesehatan dan kecantikan tubuh. Namun, yoghurt juga kerap kali menjadi sasaran produsen nakal untuk meraup rupiah dengan mempercantik dan mengawetkan yoghurt dengan bahan kimia dan pewarna. Warna yang digunakan untuk yoghurt memang akan disesuaikan dengan rasa, namun umumnya seporsi yoghurt mengandung pewarna biru (#1) dan merah (#40). Bahan-bahan pewarna tersebut dapat memicu hiperaktivitas pada anak, dan dapat memicu tumor pada sistem kekebalan tubuh.

3. Dressing pada salad

Anda mungkin sangat menyadari pentingnya saus dan topping dalam seporsi salad. Saus membantu kita dalam meningkatkan selera dalam memakan sayur pada semangkuk salad. Beberapa merk produsen balsamic vinegar (cuka italia) menggunakan pewarna karamel. Topping catalina dan beberapa buah-buahan juga rawan disusupi pewarna. Menurut The Center of Science in the Public Interest, pewarna-pewarna pada bahan-bahan makanan di atas belum bisa dikatakan aman untuk dikonsumsi manusia. Maka, sebaiknya hindari bahan bahan tersebut dan pilihlah topping yang alami untuk salad.

4. Sereal

Jika bicara soal sereal, yang terbayang di benak kita adalah sebuah kemasan yang warna-warni dihiasi tokoh-tokoh kartun. Selain itu, produsen-produsen sereal selalu mempromosikan faktor kealamian bahan dasar dari sereal tersebut. Namun, jangan sepenuhnya terbuai. Sereal merupakan salah satu makanan yang sering disusupi pewarna dan bahan kimia. Ternyata, dalam sekotak sereal, sebenarnya sering kali Anda disuguhi dengan biji-bijian yang seratnya sudah luntur lantas dilapisi dengan gula dan bahan-bahan kimia. Yang menakutkan, hampir di semua merk sereal terdapat unsur karsinogen yang dapat memicu berbagai jenis kanker.

5. Popcorn

Camilan berbahan dasar nabati selalu dipandang sebagai hal yang baik. Sama seperti bagaimana popcorn membawa nama baik jagung. Biji jagung memang sehat, namun akan berubah menjadi bahaya setelah jatuh ke tangan produsen. Bahan-bahan mengerikan seperti pewarna karamel, antioksidan TBHQ, butana, dan asam perfluorootanoic. Bahkan sering didapati bahan-bahan beracun yang sering ditemukan dalam permukaan panci dan wajan.

6. Selai kacang

Selai kacang sering menjadi dressing yang menarik untuk beberapa menu. Namun, ternyata beberapa merk menyisipkan bahan kimia berbahaya di dalamnya. Dalam sebuah toples selai kacang, ditemui bahan-bahan seperti minyak dihidrogenasi-parsial dan zinc oksida. Hal-hal tersebut merupakan bahan yang biasa terdapat pada krim sunblock.

7. Buah kaleng

Buah merupakan makanan yang menarik karena terdapat warna-warna yang memikat selera. Namun, Anda harus waspada dengan produk-produk buah kalengan. Beberapa produsen menambahkan pewarna merah (#3) agar buah terlihat lebih cerah dan segar. Bahan tersebut terbukti dapat memicu tumor tiroid. Anda disarankan untuk memakan buah secara konvensional, tidak membeli buah-buahan yang dikemas.

BACA JUGA:

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Habis Makan, Gula Darah Malah Turun Drastis? Apa Sebabnya?

Lemas habis makan mungkin masih wajar. Tapi kalau Anda gemetaran atau berkeringat, bisa jadi tanda gula darah turun. Hal ini disebut hipoglikemia reaktif.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Penyakit Diabetes, Gula Darah Normal 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Kenapa, Sih, Kita Tidak Bisa Mencium Bau Badan Sendiri?

Anda bisa mencium bau badan atau wangi parfum yang dipakai orang lain dengan mudah. Tapi kenapa, ya, kita tidak bisa mencium bau badan sendiri?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Kenapa Lidah Terasa Pahit saat Anda Sedang Sakit?

Saat Anda sakit, makan dan minum apapun jadi tak selera. Hal ini karena mulut dan lidah terasa pahit. Nah, ini dia alasan dan cara ampuh mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 25 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Tak Hanya Lemak, Kebanyakan Makan Garam Juga Bikin Tubuh Gemuk

Makanan berlemak selalu dinilai sebagai penyebab kenaikan berat badan. Eits, jangan salah, kebanyakan makan garam juga bisa membuat Anda lebih cepat gemuk.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Obesitas, Nutrisi 25 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

radiasi wi-fi

Benarkah Radiasi dari Wi-Fi Bisa Memicu Kanker Anak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
manfaat minyak kutus kutus

Benarkah Minyak Kutus Kutus Baik untuk Kesehatan? Cek Faktanya di Sini!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
fakta tentang hati manusia

3 Fakta Tentang Hati (Liver) Manusia yang Ternyata Menakjubkan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
apa itu diet raw food

Mau Coba Diet Raw Food? Simak Dulu Info Penting Ini

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit