home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

7 Makanan yang Tak Diduga Bisa Mengandung Bahan Kimia

7 Makanan yang Tak Diduga Bisa Mengandung Bahan Kimia

Anda mungkin berpikir bahwa upaya Anda menghindari makanan berwarna dan berbahan kimia telah berhasil. Anda pasti sering tergugah dengan warna merah muda dari ikan salmon, atau kuningnya kuah kare. Di saat Anda begitu percaya akan kemurnian sebuah makanan, di sisi lain pihak produsen akan berpikir pragmatis dalam menghias sebuah sajian makanan. Faktor rekayasa tekstur juga mendorong produsen untuk ‘nakal’ menyuntikkan bahan kimia pada bahan makanan.

Anda kini harus lebih waspada terhadap makanan yang Anda pilih. Pewarna sintetis kini tidak hanya digunakan untuk permen, minuman, atau es krim. Kini, pewarna sintetis mengancam Anda pada makanan-makanan yang seakan alami seperti ikan, salad, sayuran, bahkan buah. Di bawah ini, terdapat beberapa makanan yang diam-diam ternyata sering jadi bahan ‘kenakalan’ produsen yang sehingga mengandung bahan kimia dan pewarna:

1. Salmon

Secara alami, warna salmon memang sangat menarik dibandingkan ikan-ikan lain. Warna merah muda pada salmon menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen. Jenis pewarna yang biasa digunakan oleh nelayan salmon adalah cat-cat yang digunakan untuk mewarnai kertas. Dalam hal ini warna yang biasa digunakan untuk salmon adalah warna pink pucat (#20), dan oranye merah (#34). Di supermarket sebenarnya sudah dilegalkan dalam penambahan bahan kimia dan pewarna, dengan catatan mencantumkan dalam kemasan. Jadi, intinya, telitilah dalam melihat kemasan saat membeli salmon.

2. Yoghurt

Yoghurt dicitrakan sebagai minuman/makanan sehat kaya serat, vitamin, protein, dan banyak manfaatnya bagi kesehatan dan kecantikan tubuh. Namun, yoghurt juga kerap kali menjadi sasaran produsen nakal untuk meraup rupiah dengan mempercantik dan mengawetkan yoghurt dengan bahan kimia dan pewarna. Warna yang digunakan untuk yoghurt memang akan disesuaikan dengan rasa, namun umumnya seporsi yoghurt mengandung pewarna biru (#1) dan merah (#40). Bahan-bahan pewarna tersebut dapat memicu hiperaktivitas pada anak, dan dapat memicu tumor pada sistem kekebalan tubuh.

3. Dressing pada salad

Anda mungkin sangat menyadari pentingnya saus dan topping dalam seporsi salad. Saus membantu kita dalam meningkatkan selera dalam memakan sayur pada semangkuk salad. Beberapa merk produsen balsamic vinegar (cuka italia) menggunakan pewarna karamel. Topping catalina dan beberapa buah-buahan juga rawan disusupi pewarna. Menurut The Center of Science in the Public Interest, pewarna-pewarna pada bahan-bahan makanan di atas belum bisa dikatakan aman untuk dikonsumsi manusia. Maka, sebaiknya hindari bahan bahan tersebut dan pilihlah topping yang alami untuk salad.

4. Sereal

Jika bicara soal sereal, yang terbayang di benak kita adalah sebuah kemasan yang warna-warni dihiasi tokoh-tokoh kartun. Selain itu, produsen-produsen sereal selalu mempromosikan faktor kealamian bahan dasar dari sereal tersebut. Namun, jangan sepenuhnya terbuai. Sereal merupakan salah satu makanan yang sering disusupi pewarna dan bahan kimia. Ternyata, dalam sekotak sereal, sebenarnya sering kali Anda disuguhi dengan biji-bijian yang seratnya sudah luntur lantas dilapisi dengan gula dan bahan-bahan kimia. Yang menakutkan, hampir di semua merk sereal terdapat unsur karsinogen yang dapat memicu berbagai jenis kanker.

5. Popcorn

Camilan berbahan dasar nabati selalu dipandang sebagai hal yang baik. Sama seperti bagaimana popcorn membawa nama baik jagung. Biji jagung memang sehat, namun akan berubah menjadi bahaya setelah jatuh ke tangan produsen. Bahan-bahan mengerikan seperti pewarna karamel, antioksidan TBHQ, butana, dan asam perfluorootanoic. Bahkan sering didapati bahan-bahan beracun yang sering ditemukan dalam permukaan panci dan wajan.

6. Selai kacang

Selai kacang sering menjadi dressing yang menarik untuk beberapa menu. Namun, ternyata beberapa merk menyisipkan bahan kimia berbahaya di dalamnya. Dalam sebuah toples selai kacang, ditemui bahan-bahan seperti minyak dihidrogenasi-parsial dan zinc oksida. Hal-hal tersebut merupakan bahan yang biasa terdapat pada krim sunblock.

7. Buah kaleng

Buah merupakan makanan yang menarik karena terdapat warna-warna yang memikat selera. Namun, Anda harus waspada dengan produk-produk buah kalengan. Beberapa produsen menambahkan pewarna merah (#3) agar buah terlihat lebih cerah dan segar. Bahan tersebut terbukti dapat memicu tumor tiroid. Anda disarankan untuk memakan buah secara konvensional, tidak membeli buah-buahan yang dikemas.

BACA JUGA:

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Foto Penulis
Ditulis oleh Lika Aprilia Samiadi
Tanggal diperbarui 03/01/2017
x