brand logo
Kategori
Cek Kesehatan
Komunitas
Booking Dokter

Iklan

Bagikan

Meski Tampak Sama, Ini Perbedaan Overweight dan Obesitas

Overweight adalah kondisi berat badan berlebih dibandingkan kisaran yang dianjurkan untuk tinggi badan seseorang, sedangkan obesitas ditandai oleh penumpukan lemak tubuh berlebihan yang berisiko mengganggu kesehatan.

Meski Tampak Sama, Ini Perbedaan Overweight dan Obesitas

Keduanya berbeda dalam klasifikasi indeks massa tubuh (IMT) dan penilaian risikonya. Lantas, apa saja perbedaan overweight dan obesitas?

Perbedaan overweight dan obesitas

Banyak orang yang mengira bahwa kegemukan sama dengan obesitas. Nyatanya, kedua masalah berat badan ini memiliki ciri khas masing-masing.

Overweight (kelebihan berat badan) dan obesitas sama-sama berkaitan dengan berat badan relatif terhadap tinggi badan. Namun, obesitas merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan penumpukan lemak tubuh berlebih dan dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan obesitas sebagai penyakit kronis yang dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari genetik, neurobiologi, perilaku makan, akses terhadap makanan sehat, hingga lingkungan.

IMT membantu mengelompokkan status berat badan, tetapi bukan satu-satunya ukuran kesehatan. Jadi, perbedaan overweight dan obesitas tidak hanya terletak pada angka IMT, tetapi juga pada jumlah lemak tubuh, distribusi lemak, serta dampaknya terhadap kesehatan.

Di bawah ini sejumlah perbedaan overweight dan obesitas yang perlu Anda ketahui agar mendapatkan penanganan yang tepat.

1. Definisi dan penyebab

Istilah kegemukan (overweight) dan obesitas mengacu pada berat badan yang lebih besar dari angka yang dianggap normal atau sehat untuk tinggi badan tertentu.

Nilai IMT yang tinggi dapat dipengaruhi oleh massa lemak, otot, tulang, serta cairan tubuh. Karena IMT dihitung dari berat dan tinggi badan, ukuran ini tidak dapat membedakan komposisi tersebut. 

Obesitas berkaitan dengan kelebihan lemak tubuh yang dapat mengganggu kesehatan. Salah satu faktor risikonya adalah lemak perut (viseral) yang dicirikan dengan perut yang membuncit, tetapi tidak semua orang dengan kelebihan berat badan menunjukkan ciri ini.

Penyebab obesitas bervariasi, dari pola makan, genetik, kurang gerak, gangguan tidur, hingga pengaruh kondisi medis, obat-obatan, dan lingkungan.


“Aku dulu pikir berat badan naik itu biasa saja. Sampai aku mulai gampang ngos-ngosan dan cepat capek. Di situ aku baru ngerti, obesitas bukan cuma soal penampilan atau angka di timbangan. Obesitas itu adalah penyakit.”
— Ratu Maura, sedang menjalani penanganan obesitas

2. Batas indeks massa tubuh (IMT)

Selain penyebab, perbedaan lain obesitas dan overweight yaitu batas indeks massa tubuh (IMT) yang dianggap normal.

Gemuk dan obesitas sama-sama diukur menggunakan IMT. Perhitungan IMT menggunakan berat badan dan tinggi badan.

Caranya yakni membagi berat badan dalam kilogram dengan hasil kuadrat tinggi badan dalam meter. Sebagai contoh, Anda memiliki berat badan 58 kilogram dengan tinggi 1,6 meter.

Artinya, angka IMT Anda bisa dihitung dengan 58 ÷ (1,6 × 1,6) yang akan mendapatkan hasil sekitar 22,65.

Indeks massa tubuh (IMT) merupakan alat skrining untuk menilai status berat badan pada orang dewasa. Namun, batas IMT yang digunakan dapat berbeda menurut populasi dan pedoman yang menjadi acuan.

Menurut klasifikasi WHO global, kategori IMT pada orang dewasa adalah sebagai berikut.

  • IMT <18,5: berat badan kurang
  • IMT 18,5–24,9: berat badan normal
  • IMT 25,0–29,9: berat badan berlebih (overweight)
  • IMT ≥30,0: obesitas

Lebih lanjut, obesitas juga dibagi menjadi tiga kelas berdasarkan IMT.

  • IMT 30,0–34,9: obesitas kelas 1
  • IMT 35,0–39,9: obesitas kelas 2
  • IMT ≥40,0: obesitas kelas 3

Bagaimana dengan klasifikasi IMT di Indonesia?

Di Indonesia, terdapat perbedaan acuan klasifikasi IMT yang perlu diperhatikan.

  • PNPK Tata Laksana Obesitas Dewasa 2025: IMT 18,5–22,9 termasuk kategori normal, IMT 23,0–24,9 dikaitkan dengan peningkatan risiko komorbid, IMT 25,0–29,9 termasuk obesitas I, dan IMT ≥30,0 termasuk obesitas II.
  • Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023: IMT 18,5 hingga <25,0 dikategorikan normal, IMT 25,0 hingga <27,0 sebagai overweight, dan IMT ≥27,0 sebagai obesitas. Batas ini merupakan definisi operasional untuk keperluan survei nasional, bukan pengganti klasifikasi klinis.

Perlu diingat, IMT merupakan alat skrining, bukan satu-satunya dasar untuk menentukan kondisi kesehatan seseorang. Tenaga medis dapat mempertimbangkan lingkar pinggang, komposisi tubuh, serta faktor risiko dan kondisi kesehatan lainnya dalam melakukan penilaian.

Lalu, bagaimana cara menentukan kategori IMT Anda? Sebagai contoh, IMT Anda adalah 58 kg ÷ (1,6 × 1,6) = sekitar 22,7 kg/m². Nilai ini termasuk kategori normal menurut WHO global serta kategori normal dalam PNPK dewasa Asia.

Selain menghitung secara manual, Anda dapat menggunakan kalkulator BMI untuk menghitung IMT, lalu lihat acuan klasifikasi yang dipakai.

Apa bedanya “gemuk

Dalam bahasa sehari-hari, “gemuk” dan “gendut” sering digunakan bergantian. Namun, keduanya bukan kategori diagnosis medis. Untuk menilai overweight atau obesitas, tenaga kesehatan mempertimbangkan IMT, kondisi tubuh, dan faktor risiko lain.
Secara singkat, overweight artinya berat badan berlebih untuk tinggi badan tertentu, sedangkan obesitas berkaitan dengan lemak tubuh yang berlebih serta risiko kesehatan.

3. Komplikasi

Overweight dan obesitas dapat berkaitan dengan peningkatan risiko masalah kesehatan, tetapi tingkat risikonya tidak sama pada setiap individu. Risiko juga dipengaruhi distribusi lemak tubuh, kondisi metabolik, tekanan darah, serta penyakit penyerta.

Meski begitu, orang dengan obesitas cenderung memiliki penumpukan lemak lebih banyak dibandingkan kegemukan.

Penumpukan lemak tubuh berlebih dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan, termasuk diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, penyakit jantung dan stroke, gangguan tidur tertentu, serta masalah sendi seperti osteoartritis.

Walaupun berbeda klasifikasi, keduanya perlu ditinjau sesuai risiko kesehatan dan kondisi masing-masing, bukan hanya berdasarkan penampilan atau satu angka IMT.

Jika ingin mengetahui status berat badan, Anda dapat memulai dengan menghitung IMT dan, bila diperlukan, mengukur lingkar pinggang. Konsultasikan dengan dokter atau tenaga gizi untuk menilai risiko serta langkah yang sesuai dengan kondisi kesehatan.

Pengobatan overweight dan obesitas

Artikel Kesehatan Seputar Masalah Obesitas

Setelah mengetahui apa bedanya gemuk dan obesitas, waktunya untuk tahu bagaimana cara mengatasi kedua masalah ini.

Penanganan overweight dan obesitas disesuaikan dengan kondisi kesehatan, risiko komplikasi, serta kebutuhan individu. Kebiasaan makan, aktivitas fisik, kualitas tidur, dan dukungan lingkungan dapat menjadi bagian dari upaya pengelolaan berat badan.

Salah satu kunci utama dari mengatasi kedua kondisi ini yaitu berada di lingkungan dan komunitas yang mendukung. Hal ini ternyata berkontribusi dalam mengubah gaya hidup sehat.

Beberapa langkah yang dapat dipertimbangkan meliputi:

  • menata pola makan bergizi seimbang,
  • memperhatikan konsumsi gula dan garam harian,
  • membatasi minuman berpemanis dan makanan padat energi sesuai kebutuhan,
  • meningkatkan konsumsi bahan pangan kaya serat, serta
  • melakukan aktivitas fisik secara bertahap sesuai kemampuan dan kondisi kesehatan.

Langkah ini dapat membantu Anda mengelola berat badan, memperbaiki kesehatan metabolik, dan mengurangi risiko komplikasi obesitas. Namun, target penanganan perlu disesuaikan dengan kondisi setiap orang.

Untuk memulainya, Anda bisa berkonsultasi dengan ahli gizi guna menyusun menu harian yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan. Dengan begitu, kebutuhan energi dan zat gizi tetap terpenuhi tanpa harus membatasi makanan secara berlebihan.

Jika masih memiliki pertanyaan tentang cara mengatasi obesitas, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan saran yang sesuai dengan kondisi Anda.

Kesimpulan

  • Overweight adalah kategori berat badan berlebih relatif terhadap tinggi badan. Obesitas ditandai oleh penumpukan lemak tubuh berlebihan yang berisiko mengganggu kesehatan. IMT membantu skrining, tetapi tidak dapat membedakan massa lemak, otot, dan cairan.
  • Dalam klasifikasi WHO global untuk dewasa, overweight adalah IMT 25,0–29,9 dan obesitas adalah IMT ≥30,0. Pedoman klinis Indonesia menggunakan acuan berbeda untuk populasi Asia.
  • Penanganan kedua kondisi melibatkan kebiasaan hidup sehat dan dukungan lingkungan, dengan tindakan lebih lanjut yang ditentukan berdasarkan kondisi medis, risiko komplikasi, dan kebutuhan masing-masing.

#BeraniBicaraBerat #ObesitasAdalahPenyakit

medical
dr. Andreas Wilson Setiawan, M.Kes.
Ditinjau secara medis oleh
Magister Kesehatan · None
Ditulis oleh Monika Nanda · Tanggal diperbarui 4 hari lalu