Menyesuaikan Pola Makan untuk Penyakit Radang Pankreas (Pankreatitis)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Pankreatitis adalah penyakit yang terjadi saat organ pankreas mengalami peradangan. Ketika pankreas meradang, maka Anda perlu memerhatikan pola makan yang tepat agar gejala penyakitnya tidak semakin parah. Apa saja makanan untuk pankreatitis yang tepat? Simak di bawah sini.

Apa hubungannya pankreas dengan makanan?

Pankreas memiliki fungsi yang sangat erat dengan sistem pencernaan. Jika pankreas bermasalah, proses pencernaan di dalam tubuh pasti terganggu. Pankreas yang sehat berperan untuk menghasilkan enzim dan hormon yang dibutuhkan untuk mencerna makanan yang masuk dalam tubuh. Dengan kehadiran hormon dan enzim dari pankreas maka zat gizi akan terserap dengan baik.

Jika pankreas mengalami peradangan, organ ini harus bekerja lebih keras lagi untuk menghasilkan enzim dan hormon tersebut. Karenanya, enzim dan hormon yang dihasilkan pun tidak akan berfungsi semestinya. Maka orang yang mengalami radang pankreas sangat dianjurkan untuk mengatur makanan yang tepat agar bisa mengurangi beban kerja pankreas.

Apa saja makanan untuk pankreatitis yang dianjurkan?

Untuk mengurangi beban kerja pankreas yang meradang, pada intinya Anda dianjurkan mengonsumsi makanan yang kaya protein, rendah lemak, dan makanan yang mengandung antioksidan tinggi.

Contohnya:

  • Daging tanpa kulitnya (dan hilangkan bagian lemaknya).
  • Kacang-kacangan.
  • Sayuran hijau seperti bayam, tapi lengkapi juga dengan sayuran berwarna cerah yang kaya antioksidan seperti tomat, wortel, dan terong. Sayuran sebaiknya disajikan dengan kuah bening.
  • Buah-buahan tinggi antioksidan seperti bluebery, stroberi, anggur, mangga, dan delima.
  • Susu rendah lemak atau produk alternatif pengganti susu seperti sari almond dan sari kedelai.

Makanan-makanan inilah yang akan meringankan kerja pankreas. Sayur dan buah kaya antioksidan juga membantu melindungi sistem pencernaan untuk melawan radikal bebas yang bisa merusak sel-sel tubuh.

Jika pasien pankreatitis sedang ngidam makanan manis, pilihlah buah segar daripada makanan yang mengandung gula tambahan. Sebab, orang dengan pankreatitis memiliki risiko tinggi untuk mengalami diabetes melitus.

Apa saja makanan yang sebaiknya dihindari?

  • Daging merah berlemak
  • Jeroan
  • Gorengan
  • Mayonaise
  • Margarin dan mentega
  • Produk susu tinggi lemak
  • Minuman atau makanan dengan gula tambahan

Makanan-makanan ini sebaiknya dihindari untuk mengurangi beban kerja pankreas agar tidak memperparah peradangan yang terjadi. Sebab, makanan-makanan tersebut mengandung lemak yang cukup tinggi. Semakin tinggi lemak, semakin banyak enzim yang diperlukan untuk memecahnya, sedangkan kondisi pankreas sedang tidak mampu memproduksi enzim seperti saat sehat.

Selain itu, makanan untuk pankreatitis yang harus dihindari adalah makanan yang banyak mengandung gula tambahan, misalnya permen dan es krim. Tingginya gula tambahan yang masuk dalam tubuh membutuhkan hormon insulin yang dihasilkan pankreas untuk menjaga kadar gula darah. Akan tetapi, produksi hormon insulin terganggu ketika orang mengalami pankreatitis. Maka dari itu, minuman atau makanan manis dengan gula tambahan tidak dianjurkan sebagai makanan untuk pankreatitis.

Tips mengatur pola makan untuk pankreatitis

  • Makan dalam porsi kecil sebanyak 6-8 kali sehari untuk membantu memulihkan pankreas. Makan sedikit-sedikit tapi sering akan lebih mudah dicerna dibandingkan makan 2 sampai 3 kali sehari dalam porsi besar.
  • Hindari makan terlalu banyak serat sekaligus sebab ini dapat memperlambat pencernaan. Selain itu, masuknya serat seharusnya diimbangi dengan jumlah enzim pencernaan yang sangat cukup agar semua zat gizi diserap maksimal. Namun, ketika Anda mengalami radang pankreas jumlah enzim yang dikeluarkan menjadi terbatas dan kurang efektif. Oleh karena itu, makanan berserat tinggi harus dimakan dalam porsi kecil-kecil untuk memberikan jeda pada pankreas menghasilkan enzim.
  • Konsumsi suplemen multivitamin agar Anda mendapatkan zat gizi yang dibutuhkan. Apalagi bagi orang dengan pankreatitis kronis. Anda bersiko kekurangan kalsium, zat besi, folat, vitamin E, vitamin A, vitamin D, dan vitamin B12. Jadi diperlukan pengecekan rutin apakah terjadi kekurangan zat gizi dan apakah Anda perlu suplemen khusus.
  • Penuhi asupan cairan dalam tubuh dengan cara banyak minum. Jangan lupa, hindari alkohol dan kafein yang bisa membuat Anda membuang banyak cairan tubuh.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenali Tanda dan Cara Mengatasi Anak Hiperaktif

Sebagai orangtua, Anda perlu tau bedanya anak yang aktif dan hiperaktif. Yuk, kenali tanda dan cara mengatasi anak hiperaktif!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Kesehatan Anak, Parenting 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

Mengapa Sebagian Orang Mudah Dihipnotis, Sementara yang Lain Tidak?

Anda mungkin waspada ketika berjalan sendirian, takut dihipnotis oleh orang tak dikenal. Tahukah Anda tidak semua orang mudah dihipnotis?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Penyakit Saraf Lainnya 4 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

7 Manfaat Kesehatan yang Bisa Anda Dapat dari Buah Mangga

Kandungan mangga yang manis dan asam menyegarkan menjadikan buah musiman ini bintangnya rujak. Apa saja manfaat mangga untuk kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Fakta Gizi, Nutrisi 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

9 Bahaya yang Bisa Terjadi Jika Nekat Bikin Tato di Mata

Tertarik ingin mata Anda berwarna tidak hanya warna putih saja? Tato mata bisa jadi jawabannya. Sebelum lakukan, cari tahu dulu bahayanya di sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Kesehatan Mata, Penyakit Mata 3 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara pakai termometer

Mengenal 4 Jenis Termometer yang Paling Umum, dan Cara Pakainya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit
apa itu lucid dream

Sedang Mimpi Tapi Sadar? Begini Penjelasan Fenomena Lucid Dream

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Mata Kucing Pada Anak? Waspada Gejala Kanker Mata

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
berhenti minum pil kb

7 Hal yang Bisa Terjadi Pada Tubuh Jika Anda Berhenti Minum Pil KB

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit