home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Antara Mentega dan Margarin, Mana yang Lebih Sehat?

Antara Mentega dan Margarin, Mana yang Lebih Sehat?

Pada umumnya masyarakat Indonesia memang masih sulit membedakan antara margarin dan mentega. Jika Anda salah satu yang masih bingung menentukan mana yang lebih baik untuk dikonsumsi antara mentega dan margarin, simak penjelasan berikut ini.

Apa bedanya margarin dan mentega?

Mentega adalah produk olahan susu yang dibuat dengan cara memisahkan komponen yang bersifat padat dari komponen yang bersifat cair. Umumnya, mentega digunakan untuk memasak atau membuat roti. Dilihat dari teksturnya, mentega lembek dan mudah meleleh jika tidak disimpan dalam kulkas. Dari segi rasa, mentega pun lebih gurih dan nikmat dari margarin.

Sedangkan margarin dikembangkan sebagai pengganti mentega, terbuat dari minyak nabati seperti minyak canola, minyak sawit, dan minyak kedelai. Dalam proses pembuatan margarin, ditambahkan juga garam dan bahan-bahan lain seperti maltodekstrin, lesitin kedelai dan mono atau digliserida sehingga tekturnya lebih padat dan tidak cepat leleh dari mentega. Margarin biasa digunakan untuk membuat kue basah, bahkan tak jarang digunakan untuk menggoreng ataupun menumis makanan.

Kandungan lemak dan kolesterol dalam mentega dan margarin

  • Lemak trans: lemak trans meningkatkan kolesterol jahat secara signifikan, sembari menurunkan kadar kolesterol baik. Lemak trans bisa mengeras pada suhu kamar. Oleh sebab itu, semakin keras tekstur suatu margarin, maka semakin tinggi kandungan lemak transnya.
  • Lemak jenuh: lemak jenuh juga bisa menaikkan kadar kolesterol jahat, tetapi tidak sebanyak lemak trans. Mentega mengandung lemak jenuh dalam jumlah yang banyak, tetapi sedikit mengandung lemak trans.
  • Kolesterol: Kolesterol hanya ditemukan pada produk hewani, kelapa dan kelapa sawit. Kebanyakan margarin mengandung sedikit atau bahkan ada yang tidak mengandung kolesterol. Sedangkan mentega mengandung kolesterol dalam jumlah yang cukup banyak.

Kandungan nutrisi mentega

Satu sendok makan mentega mengandung 100 kalori, 12 gram lemak, 7 gram lemak jenuh, 0,5 gram lemak trans, 31 mg kolesterol, 0 gram karbohidrat, dan 0 gram gula. Mentega dibuat dari krim susu yang sudah dipasteurisasi (dipanaskan). Kadang-kadang, ada juga produsen yang menambahkan garam ke dalamnya.

Jika produsen mentega mengambil susu dari sapi yang diberi makan rumput berkualitas atau makan langsung dari rumput segar, maka mentega yang dihasilkan akan memiliki kualitas yang bagus pula. Pasalnya, produk susu dari sapi semacam ini mengandung vitamin K2 dan asam lemak omega-3 yang tinggi. Kedua zat gizi ini penting bagi kesehatan jantung.

Tidak hanya mentega, hal ini berlaku pada semua produk lain yang berasal dari sapi seperti daging, keju, ataupun susu. Produk susu dari sapi semacam ini mengandung vitamin K2 dan asam lemak omega-3 yang tinggi.

Kandungan nutrisi margarin

Satu sendok makan margarin biasa yang banyak dijual di pasaran, mengandung sekitar 80-100 kalori, 9-11 gram lemak, 2 gram lemak jenuh, 1,5-2,5 gram lemak trans, nol gram karbohidrat, nol gram kolesterol, dan nol gram gula. Hal ini berarti rata-rata margarin mengandung kalori lebih sedikit dari mentega. Namun sayangnya, margarin mengandung lemak trans.

Sedangkan margarin bebas lemak mengandung persentase air yang lebih banyak dibandingkan dengan margarin biasa, sehingga membuat kandungan kalori dan lemaknyanya lebih rendah. Secara umum, margarin jenis ini mengandung 40 kalori, 5 gram lemak, 1 – 1,5 gram lemak jenuh, nol gram lemak trans, kolesterol, karbohidrat, dan gula per satu sendok makan. Hal ini berarti margarin cair mengandung lemak jenuh dan lemak trans yang jauh lebih sedikit

Jadi, mana yang lebih baik: mentega atau margarin?

Jika dilihat dari bahan dasarnya, margarin memang cenderung lebih aman bagi kesehatan. Pasalnya margarin tidak mengandung lemak hewani sehingga kolesterol dan lemak yang terkandung dalam margarin tidak sebanyak mentega.

Hal yang harus diperhatikan ketika membeli produk makanan olahan adalah pastikan Anda tidak hanya memerhatikan label kandungan nutrisinya saja, tetapi baca juga secara teliti label bahan-bahan lainnya. Jika dalam lebel margarin ada kandungan minyak terhidrogenasi parsial, itu artinya produk tersebut mengandung lemak trans meski di label nutrisi ditulis nol lemak trans.

Namun keputusan memilih mengonsumsi margarin dan mentega tergantung pada masing-masing individu dan kebutuhan diet khusus yang sedang dijalani.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Sumber :

Butter vs Margarine: How to Choose – http://www.health.com/health/gallery/0,,20509217,00.html diakses pada 11 April 2017

Butter vs Margarine – http://www.health.harvard.edu/nutrition/butter-vs-margarine diakses pada 11 April 2017

Butter vs Margarine: Which Is Healtier? – http://www.medicalnewstoday.com/articles/304283.php diakses pada 11 April 2017

Is Butter Back? A Systematic Review and Meta-Analysis of Butter Consumption and Risk of Cardiovascular Disease, Diabetes, and Total Mortality – https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4927102/ diakses pada 12 April 2017

Foto Penulis
Ditulis oleh Risky Candra Swari Diperbarui 18/12/2020
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x