Antara Mentega dan Margarin, Mana yang Lebih Sehat?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Pada umumnya masyarakat Indonesia memang masih sulit membedakan antara margarin dan mentega. Jika Anda salah satu yang masih bingung menentukan mana yang lebih baik untuk dikonsumsi antara mentega dan margarin, simak penjelasan berikut ini.

Apa bedanya margarin dan mentega?

Mentega adalah produk olahan susu yang dibuat dengan cara memisahkan komponen yang bersifat padat dari komponen yang bersifat cair. Umumnya, mentega digunakan untuk memasak atau membuat roti. Dilihat dari teksturnya, mentega lembek dan mudah meleleh jika tidak disimpan dalam kulkas. Dari segi rasa, mentega pun lebih gurih dan nikmat dari margarin.

Sedangkan margarin dikembangkan sebagai pengganti mentega, terbuat dari minyak nabati seperti minyak canola, minyak  sawit, dan minyak kedelai. Dalam proses pembuatan margarin, ditambahkan juga garam dan bahan-bahan lain seperti maltodekstrin, lesitin kedelai dan mono atau digliserida sehingga tekturnya lebih padat dan tidak cepat leleh dari mentega. Margarin biasa digunakan untuk membuat kue basah, bahkan tak jarang digunakan untuk menggoreng ataupun menumis makanan.

Kandungan lemak dan kolesterol dalam mentega dan margarin

  • Lemak trans: lemak trans meningkatkan kolesterol jahat secara signifikan, sembari menurunkan kadar kolesterol baik. Lemak trans bisa mengeras pada suhu kamar. Oleh sebab itu, semakin keras tekstur suatu margarin, maka semakin tinggi kandungan lemak transnya.
  • Lemak jenuh: lemak jenuh juga bisa menaikkan kadar kolesterol jahat, tetapi tidak sebanyak lemak trans. Mentega mengandung lemak jenuh dalam jumlah yang banyak, tetapi sedikit mengandung lemak trans.
  • Kolesterol: Kolesterol hanya ditemukan pada produk hewani, kelapa dan kelapa sawit. Kebanyakan margarin mengandung sedikit atau bahkan ada yang tidak mengandung kolesterol. Sedangkan mentega mengandung kolesterol dalam jumlah yang cukup banyak.

Kandungan nutrisi mentega

Satu sendok makan mentega mengandung 100 kalori, 12 gram lemak, 7 gram lemak jenuh, 0,5 gram lemak trans, 31 mg kolesterol, 0 gram karbohidrat, dan 0 gram gula. Mentega dibuat dari krim susu yang sudah dipasteurisasi (dipanaskan). Kadang-kadang, ada juga produsen yang menambahkan garam ke dalamnya.

Jika produsen mentega mengambil susu dari sapi yang diberi makan rumput berkualitas atau makan langsung dari rumput segar, maka mentega yang dihasilkan akan memiliki kualitas yang bagus pula. Pasalnya, produk susu dari sapi semacam ini mengandung vitamin K2 dan asam lemak omega-3 yang tinggi. Kedua zat gizi ini penting bagi kesehatan jantung.

Tidak hanya mentega, hal ini berlaku pada semua produk lain yang berasal dari sapi seperti daging, keju, ataupun susu. Produk susu dari sapi semacam ini mengandung vitamin K2 dan asam lemak omega-3 yang tinggi.

Kandungan nutrisi margarin

Satu sendok makan margarin biasa yang banyak dijual di pasaran, mengandung sekitar 80-100 kalori, 9-11 gram lemak, 2 gram lemak jenuh, 1,5-2,5 gram lemak trans, nol gram karbohidrat, nol gram kolesterol, dan nol gram gula. Hal ini berarti rata-rata margarin mengandung kalori lebih sedikit dari mentega. Namun sayangnya, margarin mengandung lemak trans.

Sedangkan margarin bebas lemak mengandung persentase air yang lebih banyak dibandingkan dengan margarin biasa, sehingga membuat kandungan kalori dan lemaknyanya lebih rendah. Secara umum, margarin jenis ini mengandung 40 kalori, 5 gram lemak, 1 – 1,5 gram lemak jenuh, nol gram lemak trans, kolesterol, karbohidrat, dan gula per satu sendok makan. Hal ini berarti margarin cair mengandung lemak jenuh dan lemak trans yang jauh lebih sedikit

Jadi, mana yang lebih baik: mentega atau margarin?

Jika dilihat dari bahan dasarnya, margarin memang cenderung lebih aman bagi kesehatan. Pasalnya margarin tidak mengandung lemak hewani sehingga kolesterol dan lemak yang terkandung dalam margarin tidak sebanyak mentega.

Hal yang harus diperhatikan ketika membeli produk makanan olahan adalah pastikan Anda tidak hanya memerhatikan label kandungan nutrisinya saja, tetapi baca juga secara teliti label bahan-bahan lainnya. Jika dalam lebel margarin ada kandungan minyak terhidrogenasi parsial, itu artinya produk tersebut mengandung lemak trans meski di label nutrisi ditulis nol lemak trans.

Namun keputusan memilih mengonsumsi margarin dan mentega tergantung pada masing-masing individu dan kebutuhan diet khusus yang sedang dijalani.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Minuman Penurun Kolesterol yang Baik untuk Kesehatan dan Nikmat Dikonsumsi

Ternyata tidak hanya makanan yang dapat menjadi penurun kolesterol, tapi minuman juga. Yuk, simak berbagai minuman sehat yang dapat menurunkan kolesterol.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Jantung, Kolesterol 31 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Daging Kambing vs Daging Domba: Mana yang Lebih Sehat?

Anda penggemar sate kambing? Atau lebih suka steak domba muda? Kira-kira mana yang lebih baik untuk kesehatan, daging kambing atau domba?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Fakta Gizi, Nutrisi 20 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

5 Jenis Minyak yang Sebaiknya Tidak Digunakan untuk Memasak

Minyak merupakan salah satu sumber lemak yang kaya manfaat. Meski demikian, perlu diketahui bahwa tidak semua minyak cukup sehat untuk memasak. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Fakta Gizi, Nutrisi 2 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Terapkan 4 Kebiasaan Ini untuk Mencegah Batu Empedu

Semua orang bisa menderita penyakit batu empedu. Jika Anda ingin mencegah batu empedu, sebaiknya terapkan kebiasaan pola hidup sehat berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan Pencernaan, Gangguan Pencernaan Lainnya 27 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

perbedaan mentega dan margarin

Perbedaan Mentega dan Margarin: Mana yang Lebih Sehat?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
medical checkup

Perlukah Melakukan Medical Check Up secara Rutin?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 7 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
kolesterol ldl tinggi

Kolesterol Ldl

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
cepat tua

Cek Menu Harian Anda: 9 Makanan Ini Membuat Anda Tampak Cepat Tua

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 1 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit