Menunda kehamilan merupakan pilihan yang sering diambil oleh pasangan suami istri karena berbagai alasan, seperti ingin fokus pada karier, kondisi kesehatan, atau kesiapan finansial dan mental. Untuk itu, penting mengetahui berbagai cara mencegah kehamilan yang aman dan sesuai dengan kebutuhan agar perencanaan keluarga dapat berjalan dengan baik.
Pilihan cara menunda kehamilan
Menunda kehamilan merupakan pilihan yang sering diambil oleh pasangan suami istri karena berbagai alasan, seperti ingin fokus pada karier, kondisi kesehatan, atau kesiapan finansial dan mental.
Untuk itu, penting mengetahui berbagai cara menunda kehamilan yang aman dan efektif agar perencanaan keluarga dapat berjalan dengan baik.
Kondom adalah alat kontrasepsi berbentuk selubung tipis yang digunakan pada penis saat berhubungan seksual.
Alat ini bekerja dengan cara menghalangi sperma masuk ke dalam vagina sehingga tidak dapat bertemu dengan sel telur.
Kondom termasuk metode kontrasepsi yang mudah digunakan dan bisa dibeli tanpa resep dokter.
Selain menunda kehamilan, kondom juga dapat membantu melindungi dari infeksi menular seksual. Agar efektif, kondom harus digunakan dengan benar setiap kali berhubungan seksual.
Pil KB merupakan kontrasepsi hormonal yang dikonsumsi setiap hari oleh wanita. Pil ini bekerja dengan cara menghambat ovulasi, yaitu proses pelepasan sel telur dari ovarium.
Selain itu, pil KB juga menebalkan lendir serviks sehingga sperma lebih sulit mencapai sel telur.
Jika dikonsumsi secara rutin sesuai aturan, pil KB cukup efektif untuk mencegah kehamilan.
Namun, penggunaannya sebaiknya sesuai anjuran dokter karena dapat menimbulkan efek samping pada sebagian orang.
Bagi pasangan yang ingin menunda kehamilan dengan cara praktis, Anda bisa memilih IUD atau intrauterine device.
Alat kontrasepsi kecil ini berbentuk huruf T yang dipasang di dalam rahim oleh tenaga medis. Alat ini bekerja dengan cara menghambat pergerakan sperma sehingga tidak dapat membuahi sel telur.
Ada dua jenis IUD yang umum digunakan, yaitu IUD tembaga dan IUD hormonal. Metode ini termasuk kontrasepsi jangka panjang yang dapat bertahan hingga beberapa tahun.
IUD juga memiliki tingkat efektivitas yang tinggi dalam mencegah kehamilan.

KB implan adalah alat kontrasepsi hormonal berupa batang kecil yang ditanam di bawah kulit lengan atas.
Implan akan melepaskan hormon secara perlahan untuk mencegah ovulasi. Hormon tersebut juga membuat lendir serviks menjadi lebih kental sehingga sperma sulit masuk ke rahim.
Metode ini dapat mencegah kehamilan dalam jangka waktu sekitar 3 – 5 tahun. Pemasangan dan pelepasannya harus dilakukan oleh tenaga kesehatan.
Jika Anda dan pasangan telanjur terbawa suasana lau berhubungan intim tanpa pengaman, Anda dapat mengonsumsi pil darurat.
Pil ini bekerja dengan cara menunda atau mencegah ovulasi sehingga kehamilan dapat dicegah. Pil darurat sebaiknya diminum sesegera mungkin, idealnya sesegera mungkin diminum maksimal dalam waktu 72 jam setelah berhubungan seksual.
Metode ini hanya digunakan dalam kondisi darurat dan tidak dianjurkan sebagai kontrasepsi rutin. Efektivitasnya juga dapat menurun jika dikonsumsi terlalu lama setelah hubungan seksual.
Amenore laktasi adalah salah sati cara menunda kehamilan setelah melahirkan yang memanfaatkan proses menyusui.
Menyusui secara eksklusif dapat menekan hormon yang memicu ovulasi sehingga menstruasi belum kembali.
Metode ini dikenal sebagai Lactational Amenorrhea Method (LAM). Cara ini umumnya efektif jika bayi berusia kurang dari 6 bulan, ibu memberikan ASI eksklusif, dan menstruasi belum kembali.
Jika salah satu syarat tersebut tidak terpenuhi, risiko kehamilan dapat meningkat.
7. Senggama terputus alias ‘cabut singkong’
Cara menjarakkan kehamilan lainnya yaitu dengan metode cabut singkong. Metode ini juga dikenal sebagai metode senggama terputus dilakukan dengan cara menarik penis keluar dari vagina sebelum ejakulasi.
Tujuannya adalah agar sperma tidak masuk ke dalam vagina. Meski sederhana, metode ini memiliki tingkat kegagalan yang cukup tinggi.
Hal ini karena cairan pra-ejakulasi dapat mengandung sperma yang tetap berpotensi menyebabkan kehamilan.
Dikutip dari Planned Parenthood, metode ini juga membutuhkan kontrol diri yang baik dari pasangan pria.
Metode tanggal atau metode kalender dilakukan dengan menghitung masa subur dalam siklus menstruasi wanita.
Pasangan akan menghindari hubungan seksual atau menggunakan perlindungan tambahan selama masa subur.
Metode ini memerlukan pencatatan siklus menstruasi secara teratur agar perhitungan masa subur lebih akurat.
Cara ini lebih cocok bagi wanita dengan siklus haid yang teratur. Namun, efektivitasnya bisa lebih rendah dibandingkan metode kontrasepsi lainnya.
Setiap metode menunda kehamilan memiliki cara kerja, kelebihan, serta tingkat efektivitas yang berbeda. Oleh karena itu, penting bagi pasangan untuk memahami masing-masing metode sebelum menentukan pilihan.
Dalam memilih metode kontrasepsi, pertimbangkan faktor seperti kondisi kesehatan, kenyamanan penggunaan, serta rencana memiliki anak di masa depan. Beberapa metode mungkin lebih cocok untuk penggunaan jangka pendek, sementara yang lain dirancang untuk mencegah kehamilan dalam jangka waktu lebih lama.
Perlu dipahami juga bahwa menstruasi yang datang atau penggunaan obat maupun bahan tertentu untuk melancarkan haid tidak otomatis berarti kehamilan dapat dicegah.
Jika Anda pernah mendengar anggapan bahwa pelancar haid bisa mencegah kehamilan, penting untuk memahami faktanya agar tidak mengandalkan metode yang belum terbukti efektif sebagai kontrasepsi.
Jika masih ragu menentukan metode yang tepat, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan.