Proses ovulasi

Ovulasi adalah saat sel telur dilepaskan dari indung telur sehingga bisa dibuahi oleh sperma sebagai proses awal kehamilan.
Periode ovulasi umumnya terjadi satu bulan sekali atau sekitar 14 hari setelah hari pertama menstruasi.
Seorang wanita kemungkinan besar akan hamil jika berhubungan seks tanpa kontrasepsi saat 3 hari sebelum sampai hari ovulasi tiba.
Ini karena sperma sudah ada di tempatnya dan siap membuahi sel telur segera setelah dilepaskan.
Sperma seorang pria dapat bertahan hidup selama 3-5 hari di organ reproduksi wanita, tetapi sel telur wanita hanya mampu hidup selama 12-24 jam setelah ovulasi.
Jadi, jika sperma tetap tinggal dalam saluran reproduksi Anda sambil menunggu sel telur yang baru turun, peluang Anda untuk hamil akan tetap ada.
Bahkan, Anda tetap berisiko hamil jika berhubungan seks beberapa hari sebelum periode ovulasi.
Lama waktu sperma dapat bertahan hidup di dalam organ reproduksi wanita dipengaruhi oleh beberapa hal, seperti:
- Karakteristik sperma pasangan
- Frekuensi ejakulasi selama masa subur
Lama waktu ovulasi berlangsung tergantung pada panjang siklus menstruasi Anda. Sementara siklus menstruasi Anda dikendalikan oleh hormon di dalam tubuh.
Seperti yang telah disebutkan, masa kedaluwarsa sperma dalam tubuh adalah sekitar 5 hari setelah ejakulasi.
Oleh karena itu, wanita dikatakan berada pada periode paling subur saat:
- 5 hari sebelum ovulasi
- Selama hari ovulasi
- 12-24 jam setelah ovulasi
KB dengan cara kalender atau tanggal digunakan guna menentukan hari terbaik untuk melakukan atau menghindari hubungan seksual.
Biasanya, wanita memilih menggunakan KB ini jika mengalami riwayat medis tertentu atau karena alasan kepercayaan.
Cara melakukan KB sistem kalender
Jika Anda sudah memahami bagaimana cara kontrasepsi sistem kalender bekerja, kini saatnya Anda memahami bagaimana caranya menggunakan sistem kalender sebagai metode kontrasepsi.
Berikut cara menggunakan dan menghitung KB kalender:
1. Catat siklus menstruasi Anda

Agar berhasil tidak hamil saat melakukan KB kalender, Anda harus mencatat dengan cermat siklus menstruasi Anda selama paling tidak 6 bulan berturut-turut.
Pastikan bahwa Anda telah menandai hari pertama siklus menstruasi Anda. Hari pertama dari siklus menstruasi adalah hari saat Anda haid pertama.
Lalu, tandai pula hari pertama pada siklus-siklus berikutnya. Hitung jumlah hari yang di antara siklus pertama dan siklus kedua menstruasi.
2. Tentukan lamanya siklus menstruasi terpendek Anda

Setelah Anda mendapatkan jumlah hari di antara 2 siklus, tentukan mana hari terpendek dalam 6 siklus menstruasi Anda.
Selanjutnya, kurangi jumlah siklus terpendek Anda dengan 18 untuk mendapatkan hari pertama masa subur Anda.
Misalnya, siklus terpendek Anda adalah 26 hari. Jadi, 26 hari dikurangi 18, yaitu 8.
Dalam contoh ini, hari pertama siklus Anda adalah hari pertama perdarahan menstruasi dan hari ke-8 adalah hari pertama masa subur pertama Anda.
3. Tentukan lamanya siklus menstruasi terpanjang Anda

Kurangi 11 dari jumlah siklus terpanjang Anda untuk mendapatkan hari terakhir masa subur di siklus Anda.
Misalnya, siklus terpanjang Anda adalah 32 hari. Jadi, 32 hari dikurangi 11 sama dengan 21 hari.
Dalam contoh ini, hari pertama siklus Anda hari pertama perdarahan menstruasi dan hari ke-21 adalah hari terakhir masa subur Anda.
4. Rencanakan waktu yang tepat untuk berhubungan seksual

Jika Anda menggunakan KB sistem kalender agar tidak hamil, sebaiknya hindari berhubungan seksual tanpa pengaman saat sedang berada di masa subur.
Sebaliknya, jika Anda merencanakan kehamilan, lakukan hubungan seksual pada masa subur.
5. Selalu catat perhitungan Anda setiap bulan

Teruskan mencatat lamanya siklus menstruasi sebagai cara menghitung dan menentukan masa subur bila ingin menggunakan KB sistem kalender.
Ingatlah bahwa ada banyak faktor, termasuk obat-obatan, stres, dan penyakit, dapat memengaruhi waktu ovulasi.
Menggunakan metode kalender untuk memprediksi ovulasi bisa jadi tidak akurat, terutama jika siklus menstruasi Anda tidak teratur.
Risiko pakai KB kalender untuk mencegah kehamilan

KB dengan sistem kalender tidak butuh biaya apa pun dan terhitung aman untuk membantu Anda mencegah kehamilan.
Sistem kalender juga bisa dikatakan tidak memiliki risiko yang berarti untuk kesehatan Anda dan pasangan.
Namun, jika dibandingkan dengan metode kontrasepsi lain, sistem ini mungkin bisa dibilang tidak cukup efektif dalam menunda kehamilan.
Efektivitas dari KB ini bergantung pada masing-masing individu. Artinya, jika KB kalender ini efektif bagi pasangan lain, belum tentu hasilnya sama bagi Anda dan pasangan.
Bahkan, dilansir dari Mayo Clinic, 24 dari 100 wanita yang menggunakan KB kalender mengalami kehamilan pada tahun pertama percobaan dengan metode ini.
Jadi, penting untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum yakin memutuskan penggunaan metode kontrasepsi apa pun.
Tanya Dokter
Punya pertanyaan kesehatan?
Silakan login atau daftar untuk bertanya pada para dokter/pakar kami mengenai masalah Anda.
Ayo daftar atau Masuk untuk ikut berkomentar