home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Cara Tepat Mencuci dan Menyimpan Selada Agar Tahan Lama

Cara Tepat Mencuci dan Menyimpan Selada Agar Tahan Lama

Bagi Anda pecinta lalapan, Anda tentu sudah tidak asing lagi dengan daun selada. Ya, sayuran hijau yang satu ini sering kali dimakan mentah sebagai teman makan pecel ayam, gado-gado, atau asinan. Namun, sayuran yang dimakan mentah harus dicuci dengan cara yang tepat untuk mencegah risiko kontaminasi bakteri penyebab penyakit dan sisa-sisa pestisida yang membahayakan kesehatan.

Lantas, sudah benarkah cara mencuci selada yang Anda lakukan selama ini? Yuk, cari tahu langkah-langkahnya pada ulasan berikut ini.

Langkah-langkah mencuci daun selada yang tepat

manfaat daun selada

Di mana pun Anda membeli selada, baik di pasar maupun supermarket, sisa-sisa kotoran dan pestisida masih dapat menempel sehingga tetap perlu dibersihkan dengan benar. Nah, cara mencuci daun selada yang tepat adalah sebagai berikut.

  1. Cuci tangan hingga bersih menggunakan sabun dan air hangat, setidaknya 20 detik sebelum memegang bahan makanan. Ingat, tangan kotor adalah sumber kontaminasi bakteri yang paling umum.
  2. Kalau Anda membeli daun selada utuh, potong bagian akar, batang yang keras, dan bagian daun yang layu dengan menggunakan pisau bersih.
  3. Cuci daun-daunnya dengan air mengalir untuk merontokkan sisa-sisa kotoran dan pestisida yang mungkin masih menempel.
  4. Gosok-gosok perlahan setiap helai daun, dari sisi depan dan belakangnya. untuk membuang sisa pestisida yang masih menempel. Jangan cuci pakai sabun karena risiko residu sabun bisa tertinggal di daun sangat besar dan bisa mengkontaminasi sayuran.
  5. Periksa seluruh permukaan daun hingga ke sela-selanya, terutama pada area daun di dekat batang. Biasanya, bagian ini sering kali terlewat dan menyisakan kotoran atau tanah yang masih menempel.
  6. Bila dirasa sudah cukup bersih, tepuk-tepuk daun secara perlahan untuk menghilangkan sisa-sisa air. Tiriskan daun selada di atas saringan selama 5 sampai 10 menit sebelum disimpan.

Untuk menghindari daun selada cepat layu, hindari menggunakan pisau logam saat memotong bagian akar dan batang keras daun selada. Gunakan pisau plastik atau tangan untuk menunda kecokelatan yang biasa terjadi pada sayuran.

Lantas, bagaimana cara menyimpan selada agar awet dan tahan lama?

Sumber: www.livestrong.com

Dilansir dari Livestrong, daun selada yang dicuci dan disimpan dengan benar dapat bertahan hingga tujuh hari di dalam kulkas.

Nah, cara menyimpan selada yang tepat adalah sebagai berikut:

  1. Pastikan selada sudah dicuci bersih, lihat cara di atas.
  2. Keringkan dengan alat pengering atau tepuk-nepuk daun dengan handuk bersih. Pastikan seluruh bagian selada kering menyeluruh untuk menjaga kelembapannya.
  3. Letakkan daun selada di atas tisu hingga menutupi seluruh bagiannya, lalu gulung dengan rapi.
  4. Masukkan gulungan tisu berisi selada ke dalam kantong plastik bening.
  5. Simpan di dalam rak sayuran pada kulkas dengan suhu mendekati 0 derajat Celcius.
  6. Selada akan bertahan selama 5 sampai 10 hari.

Tidak hanya untuk daun selada, cara ini juga bisa Anda lakukan untuk jenis sayuran hijau lainnya, seperti kol, bayam, sawi, dan sebagainya. Setelah mencuci dan menyimpan daun selada dengan benar, barulah Anda bisa mengolah selada menjadi sajian yang lebih sehat untuk keluarga.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Adelia Marista Safitri
Tanggal diperbarui 01/06/2018
x