Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Apa Itu Radicchio? Inilah 5 Manfaatnya bagi Tubuh

Apa Itu Radicchio? Inilah 5 Manfaatnya bagi Tubuh

Memperbanyak ragam sayuran memperkaya asupan gizi harian Anda. Jika sering membeli jenis sayuran yang sama, Anda bisa mencoba radicchio. Sayuran ini memang terdengar asing, tetapi memiliki beragam manfaat untuk kesehatan.

Apa itu radicchio?

Radicchio adalah sayuran berdaun dengan ciri khas tampak merah dengan guratan putih dan rasanya pahit. Bentuknya mirip seperti sawi atau kol.

Sayuran ini berasal dari tanaman Cichorium intybus yang biasanya tumbuh di Eropa, Asia Barat, dan Afrika.

Tanaman ini termasuk dalam suku tumbuhan berbunga Asteraceae, masih satu keluarga dengan bunga aster dan bunga matahari.

Pertumbuhan C. intybus selalu diawali dengan daun hijau. Peralihan daunnya yang menjadi merah ini terjadi akibat suhu udara yang dingin.

Kandungan gizi radicchio

Kandungan Radicchio

Manfaat radicchio tentu berasal dari zat gizi yang terkandung. Inilah kandungan gizi serta kalori radicchio seberat 100 gram.

  • Air: 93,1 gram.
  • Kalori: 23 kkal.
  • Protein: 1,43 gram (g).
  • Lemak total: 0,25 g
  • Serat: 0,9 g.
  • Gula: 0,6 g.
  • Karbohidrat lainnya: 4,48 g.
  • Kalsium: 19 mg.
  • Zat besi: 0,57 mg.
  • Magnesium: 13 mg.
  • Fosfor: 40 mg.
  • Kalium: 302 mg.
  • Natrium: 22 mg.
  • Seng: 0,62 mg.
  • Selenium: 0,9 mikrogram (mcg).
  • Vitamin C: 8 mg.
  • Folat: 60 mcg.
  • Kolin: 10,9 mg.
  • Vitamin A: 1 mcg.
  • Beta-karoten: 16 mcg.
  • Lutein dan zeaxanthin: 8.830 mcg.
  • Vitamin E: 2,26 mg.
  • Vitamin K: 255 mcg.

Selain itu, sayuran ini mengandung senyawa tanaman atau fitokimia, yakni flavonoid. Beberapa ragam flavonoid yang terkandung, di antaranya:

  • flavanol,
  • flavonol,
  • flavon, dan
  • anthocyanin.

Senyawa anthocyanin juga diketahui sebagai pigmen atau pewarna merah alami pada radicchio.

Manfaat radicchio untuk kesehatan

Inilah berbagai khasiat radicchio untuk kesehatan Anda.

1. Mempercepat pembekuan darah

Manfaat Radicchio untuk pembekuan darah

Sayuran ini kaya akan vitamin K. Jika Anda mengonsumsi 100 gram radicchio, Anda bisa memenuhi kebutuhan vitamin K harian Anda, yakni sebanyak 55–65 mcg.

Vitamin K diperlukan tubuh untuk membekukan darah. Manfaat ini baik untuk memberhentikan perdarahan saat luka.

Vitamin K bekerja dengan cara membantu produksi protein mengentalkan darah sehingga tidak lagi mengalir melalui luka.

Asupan vitamin K yang melimpah ini biasanya juga diperlukan bagi orang dengan masalah malabsorpsi zat gizi, yaitu ketidakmampuan menyerap kandungan gizi dari makanan.

2. Menjaga kesehatan tulang

Ada beberapa zat gizi di dalam radicchio yang membantu menjaga kesehatan tulang, yakni:

  • vitamin C,
  • vitamin K,
  • kalsium,
  • fosfor, dan
  • magnesium.

Vitamin C membantu memproduksi kolagen di dalam tubuh. Kolagen ini merupakan protein utama yang menyusun tulang.

Sementara itu, vitamin K penting untuk pembentukan tulang dan mengantarkan kalsium langsung ke tulang. Hal ini membuat tulang lebih kuat.

Studi terbitan Cureus (2020) juga menemukan bahwa asupan vitamin K yang mencukupi juga membantu meningkatkan kepadatan mineral tulang pada pasien osteoporosis dan mengurangi risiko patah tulang.

Fosfor, magnesium, dan kalsium merupakan zat gizi yang penting untuk membangun mineral tulang agar tetap kuat.

3. Menjaga kesehatan mata

Manfaat Radicchio untuk mata

Zat gizi pada radicchio yang baik untuk menutrisi mata, yakni:

  • vitamin A,
  • beta-karoten, serta
  • lutein dan zeaxanthin.

Beta-karoten serta lutein dan zeaxanthin merupakan senyawa yang tergolong karotenoid.

Riset yang diterbitkan dalam jurnal Annual Review of Nutrition (2016) menyatakan bahwa lutein dan zeaxanthin ditemukan di dalam retina dan menyerap paparan cahaya biru sebanyak 40–90 persen.

Penyerapan ini membantu melindungi retina mata dari kerusakan dan mengurangi risiko penurunan intensitas cahaya pada pandangan.

Selain itu, lutein, zeaxanthin, serta beta-karoten bersifat antioksidan sehingga melindungi mata dari kerusakan akibat paparan radikal bebas.

Lutein pun berperan untuk mengurangi peradangan pada mata akibat infeksi kuman.

Vitamin A membantu menjaga kesehatan rodopsin agar mata bisa melihat dengan jelas saat malam hari. Oleh karena itu, asupan vitamin A membantu mengurangi risiko rabun senja.

Tidak hanya itu, vitamin A membantu memberi pelumas pada selaput tipis mata sehingga kornea tidak robek. Jika kornea robek, Anda rentan kehilangan pandangan dan mengalami kebutaan.

4. Menjaga kekebalan tubuh

Manfaat radicchio yang satu ini berasal dari kandungan vitamin C. Dalam hal ini, vitamin C membantu memperkuat lapisan pelindung pada sel-sel tubuh.

Oleh karena itu, tubuh pun lebih kebal dari paparan bakteri, virus, dan mikroorganisme lainnya yang menyebabkan suatu penyakit.

Vitamin C juga bersifat antioksidan yang berpotensi untuk mengurangi kerusakan sel-sel akibat paparan radikal bebas.

Zat gizi ini pun membantu sel darah putih bekerja dengan optimal. Sel darah putih merupakan salah satu aspek penting yang ada pada imunitas sehingga tubuh bisa memerangi mikroorganisme berbahaya.

5. Membantu penyerapan zat besi

Lagi-lagi, manfaat radicchio ini berasal dari kandungan vitamin C-nya.

Dalam hal ini, vitamin C atau asam askorbat bekerja dengan cara mengubah susunan zat besi sehingga lebih mudah diserap oleh usus halus.

Penyerapan zat besi yang optimal untuk memproduksi hemoglobin pada sel darah merah.

Nantinya, hemoglobin ini mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh sehingga fungsi tubuh berjalan dengan maksimal.

Radicchio adalah sayuran dedaunan yang kaya akan berbagai vitamin, mineral, serta zat gizi lainnya yang baik untuk kesehatan.

Jika Anda ingin mengonsumsinya, tambahkan sebanyak ⅔ piring dalam sekali makanan.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Fooddata Central Search Results. FoodData Central. (n.d.). Retrieved March 30, 2022, from https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/168564/nutrients

Epure, A., Pârvu, A. E., Vlase, L., Benedec, D., Hanganu, D., Gheldiu, A.-M., Toma, V. A., & Oniga, I. (2020). Phytochemical profile, antioxidant, cardioprotective and nephroprotective activity of Romanian chicory extract. Plants. doi: 10.3390/plants10010064

Vitamin K. (2012). Retrieved 30 March 2022, from https://www.hsph.harvard.edu/nutritionsource/vitamin-k/

Office of Dietary Supplements – Vitamin K. (2022). Retrieved 30 March 2022, from https://ods.od.nih.gov/factsheets/VitaminK-HealthProfessional/

Elshaikh, A., Shah, L., Joy Mathew, C., Lee, R., Jose, M., & Cancarevic, I. (2020). Influence of Vitamin K on Bone Mineral Density and Osteoporosis. Cureus. doi: 10.7759/cureus.10816

Calcium, Nutrition, and Bone Health – OrthoInfo – AAOS. (2022). Retrieved 30 March 2022, from https://orthoinfo.aaos.org/en/staying-healthy/calcium-nutrition-and-bone-health/

Mares, J. (2016). Lutein and Zeaxanthin Isomers in Eye Health and Disease. Annual Review of Nutrition, 36(1), 571-602. doi: 10.1146/annurev-nutr-071715-051110

What Is Vitamin A Deficiency?. (2022). Retrieved 30 March 2022, from https://www.aao.org/eye-health/diseases/vitamin-deficiency

Vitamin A beneficial for eyes, just not for preventing myopia. (2022). Retrieved 30 March 2022, from https://www.aoa.org/news/clinical-eye-care/health-and-wellness/vitamin-a-good-for-the-eyes?sso=y

Carr, A., & Maggini, S. (2017). Vitamin C and Immune Function. Nutrients, 9(11), 1211. doi: 10.3390/nu9111211

Isi Piringku Sekali Makan – Direktorat P2PTM. (2018). Retrieved 30 March 2022, from http://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/obesitas/isi-piringku-sekali-makan

Angka Kecukupan Gizi. (2022). Retrieved 30 March 2022, from http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__28_Th_2019_ttg_Angka_Kecukupan_Gizi_Yang_Dianjurkan_Untuk_Masyarakat_Indonesia.pdf

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari Diperbarui 4 weeks ago
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro