home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Microgreens, Sayuran Hijau Mungil yang Punya Segudang Nutrisi

Microgreens, Sayuran Hijau Mungil yang Punya Segudang Nutrisi

Membeli sayur-sayuran di tukang sayur atau di pasar dekat rumah memang lebih praktis, tapi pernahkah terbayang untuk menanam sendiri sayuran di rumah? Tidak perlu lahan yang luas, karena beberapa jenis sayuran hijau ukurannya amat mini sehingga bisa Anda tanam di pot kecil cantik. Sayuran hijau mungil itu disebut dengan microgreens alias vegetables confetti atau micro herb. Yuk, berkenalan lebih lanjut dengan geng sayuran mungil ini!

Apa itu microgreens?

Microgreens adalah bibit sayuran yang dipanen saat masih sangat muda, berkisar 7-14 hari setelah mulai berkecambah dan muncul daun mudanya. Tergantung dari jenisnya, sayuran microgreen umumnya memiliki rasa yang eksotis dan menyengat — bisa netral, pedas, pahit, asam, atau bahkan bercita rasa rempah yang kuat.

Yang umumnya termasuk sayuran microgreens adalah bayam, arugula, lobak, kemangi, seledri, selada air, ketumbar, peterseli, seledri, kucai, daun bawang, kubis, kembang kol, bit, dan brokoli. Beberapa jenis kacang, seperti kacang polong dan kacang Arab juga termasuk microgreens.

Karena ukurannya mini, microgreen dapat Anda tanam sendiri di rumah sekaligus menjadi tanaman penghias ruangan. Sayuran mungil ini juga bisa dibeli versi siap olahnya di pasar atau supermarket terdekat.

Manfaat kesehatan dari microgreens

Sayuran hijau mungil ini dipercaya lebih bergizi daripada versi sayuran dewasanya yang dipanen ketika “cukup umur”. Selain itu, sayuran hijau mini ini juga kaya akan enzim, sehingga lebih mudah untuk dicerna. Pada sayuran dewasa, sejumlah kandungan nutrisi ini bisa menyusut porsinya karena terus dipakai selama sayuran tersebut bertumbuh.

Sayuran muda masih mengandung vitamin, mineral, antioksidan, betakaroten, minyak nabati, dan protein yang lebih lengkap daripada sayuran dewasa. Kandungan antioksidan tinggi dalam sumber makanan nabati telah terbukti bermanfaat untuk kesehatan dan mencegah berbagai penyakit kronis — seperti obesitas, diabetes, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, hingga kanker. Ambil contoh antioksidan polifenol yang dapat menurunkan kadar LDL dan trigliserida, serta menurunkan risiko penyakit Alzheimer.

Terlebih, risiko kontaminasi bakteri pada sayuran microgreens lebih kecil dibandingkan kecambah atau tanaman dewasa lainnya. Microgreen tidak tumbuh di media air yang mengurangi potensi perkembangan bakteri. Bagian sayur yang dikonsumsi juga sebatas daun dan batangnya saja, tidak sampai ke akar.

Meski begitu, masih diperlukan lebih banyak lagi penelitian mengenai manfaat microgreen untuk kesehatan.

Bagaimana mengolah microgreens untuk menu makan sehari-hari?

Ada banyak cara memasukkan microgreens dalam menu makan Anda, misalnya:

  • Menambahkannya sebagai taburan untuk salad, sup, dan omelet.
  • Mencampurnya menjadi smoothies atau jus.
  • Menggunakannya sebagai hiasan (garnish) di hidangan utama.
  • Menambahkannya ke dalam burger, sandwich, atau taco.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Microgreens: All You Ever Wanted to Know https://www.healthline.com/nutrition/microgreens diakses 17 April 2018.

Health benefits of microgreens https://www.medicalnewstoday.com/articles/316075.php diakses 17 April 2018.


Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Andisa Shabrina
Tanggal diperbarui 01/05/2018
x