5 Masalah Gizi yang Sering Dialami Wanita Usia Subur

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Usia subur adalah usia yang paling aman  dan paling memungkinkan untuk hamil. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Royal College of Obstetrician Gynaecologist, wanita usia subur adalah wanita dengan usia kisaran 20 hingga 35 tahun. Kehamilan pada usia 35 tahun ke atas berisiko lebih besar mengalami komplikasi seperti preeklampsia, keguguran, dan cenderung untuk melahirkan secara caesar. Namun, meski usia subur adalah masa terpenting dalam hidup dan kesehatan wanita, nyatanya banyak yang justru mengalami masalah gizi di usia ini.

Nutrisi apa saja yang dibutuhkan wanita usia subur?

Beberapa nutrisi spesifik dibutuhkan pada masa ini, karena usia subur adalah masa perkembangan di mana organ reproduksi wanita yang telah matang dan berfungsi dengan baik. Nutrisi tersebut antara lain:

1. Asam folat

Merupakan salah satu bentuk dari vitamin B kompleks. Nutrisi ini dapat membantu mencegah janin Anda cacat selama pertumbuhannya nanti di dalam rahim (neural tube defect). Asupan asam folat yang dibutuhkan wanita usia subur sekitar 400 hingga 800 mcg. Konsumsinya sendiri diperbolehkan jika dalam bentuk suplemen.

2. B12

Nutrisi ini penting bagi perkembangan dan fungsional sistem saraf manusia. Tubuh Anda biasanya membutuhkannya kira-kira 2,4 mcg. Namun, Anda membutuhkan 2,6 mcg bila Anda sedang hamil, dan 2,8 mcg bila Anda sedang dalam masa menyusui.

3. Omega-3

Merupakan asam lemak yang penting karena bermanfaat dalam pemeliharaan kesehatan otak dan sel saraf, serta penyakit jantung. Seorang wanita yang berencana untuk tidak memiliki anak juga tetap disarankan untuk memenuhi asupan ini.

4. Kalsium

Pemenuhan kalsium di masa muda, akan sangat membantu Anda dalam menjalani masa tua. Wanita usia subur disarankan untuk mengkonsumsi kalsium 1000 hingga 1300 mg  per harinya,

5. Zat besi

Pada wanita usia subur disarankan mengonsumsi nutrisi ini sebanyak 19 mg per hari. Namun pada wanita hamil, dosis yang disarankan sebesar 27. Hal ini dikarenakan penggunaan zat besi yang banyak selama kehamilan.

Masalah gizi yang sering dialami wanita usia subur

1. Kekurangan gizi

Biasanya bentuknya berupa kurang gizi kronis maupun berat badan di bawah standar. Penyebabnya bisa dikarenakan telah lebih dulu mengalami kekurangan gizi pada masa kecilnya, memiliki kebiasaan makan yang tidak sehat, maupun akses untuk memenuhi asupan gizinya yang kurang (biasa terjadi pada negara berkembang). Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat memicu lahirnya berat bayi lahir rendah.

2. Zat besi

Anemia atau kurang zat besi sering dialami perempuan sejak dimulainya menstruasi pertama. Anemia juga biasa dialami perempuan dengan berat badan yang sangat rendah. Asupan zat besi bagi perempuan sendiri sebaiknya 15 hingga 18 mg per hari. Zat besi ini dapat didapatkan dari makanan seperti daging merah, sayur-sayuran dan sereal.

3. Yodium

Yodium masih menjadi masalah gizi di beberapa daerah yang memang kekurangan kandungan yodium. Bahayanya, kekurangan yodium pada wanita usia subur berpotensi memicu penyakit mental pada keturunannya nanti. Yodium juga diperlukan selama masa kehamilan.

4. Vitamin A

Awalnya vitamin A hanya menyerang balita, namun seiring berjalannya waktu, wanita usia subur juga kini rentan kekurangan vitamin A. Kurangnya vitamin ini juga berhubungan dengan terjadinya anemia.

5. Obesitas

Obesitas memang merupakan penyakit yang terus mengalami peningkatan. Meskipun genetik mungkin memiliki peranan, faktor lingkungan (gaya hidup yang tinggi asupan namun rendah aktivitas fisik) tetap menjadi mayoritas penyebab penyakit ini. Namun dampak jangka panjang dari kegemukan dapat berpotensi memicu penyakit lain seperti penyakit kardiovaskular maupun penyakit metabolisme lain di kemudian hari.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

11 Makanan dan Minuman Terbaik untuk Penderita Sakit Maag

Beberapa jenis makanan dan minuman ternyata bermanfaat untuk meringankan keluhan pada penderita sakit maag. Apa saja daftarnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kesehatan Pencernaan, Gastritis & Maag 11 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Pantangan Ambeien Beserta Makanan yang Boleh Dikonsumsi

Makanan sangat memengaruhi kondisi kesehatan pasien ambeien. Berikut pantangan sekaligus makanan untuk penderita ambeien.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Pencernaan, Ambeien 6 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

4 Cara Agar Sarapan Sayur Setiap Pagi Lebih Mudah

Sarapan adalah hal wajib Anda lakukan setiap pagi jika ingin tubuh sehat. Apalagi, jika Anda sarapan sayur tiap hari, maka perut Anda tak mudah keroncongan.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Tips Makan Sehat, Nutrisi 6 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Berapa Batas Asupan Karbohidrat yang Ideal Per Hari?

Karbohidrat merupakan salah satu sumber energi yang penting dalam tubuh. Berapa batas kebutuhan karbohidrat? Apa dampaknya jika tidak terpenuhi?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Fakta Gizi, Nutrisi 5 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

olahraga untuk mantan penderita sembuh dari pasien kanker survivor

Panduan Olahraga untuk Mantan Penderita Kanker

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
zat aditif adalah msg

Zat Aditif pada Makanan Ternyata Tak Selalu Berbahaya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
panduan diet sehat untuk menurunkan berat badan, cara diet sehat, menu diet sehat, makanan diet sehat, diet sehat alami

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 14 menit
menopause

Menopause

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit