home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Masalah Gizi yang Sering Dialami Wanita Usia Subur

5 Masalah Gizi yang Sering Dialami Wanita Usia Subur

Usia subur adalah usia yang paling aman dan paling memungkinkan untuk hamil. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Royal College of Obstetrician Gynaecologist, wanita usia subur adalah wanita dengan usia kisaran 20 hingga 35 tahun. Kehamilan pada usia 35 tahun ke atas berisiko lebih besar mengalami komplikasi seperti preeklampsia, keguguran, dan cenderung untuk melahirkan secara caesar. Namun, meski usia subur adalah masa terpenting dalam hidup dan kesehatan wanita, nyatanya banyak yang justru mengalami masalah gizi di usia ini.

Nutrisi apa saja yang dibutuhkan wanita usia subur?

Beberapa nutrisi spesifik dibutuhkan pada masa ini, karena usia subur adalah masa perkembangan di mana organ reproduksi wanita yang telah matang dan berfungsi dengan baik. Nutrisi tersebut antara lain:

1. Asam folat

Merupakan salah satu bentuk dari vitamin B kompleks. Nutrisi ini dapat membantu mencegah janin Anda cacat selama pertumbuhannya nanti di dalam rahim (neural tube defect). Asupan asam folat yang dibutuhkan wanita usia subur sekitar 400 hingga 800 mcg. Konsumsinya sendiri diperbolehkan jika dalam bentuk suplemen.

2. B12

Nutrisi ini penting bagi perkembangan dan fungsional sistem saraf manusia. Tubuh Anda biasanya membutuhkannya kira-kira 2,4 mcg. Namun, Anda membutuhkan 2,6 mcg bila Anda sedang hamil, dan 2,8 mcg bila Anda sedang dalam masa menyusui.

3. Omega-3

Merupakan asam lemak yang penting karena bermanfaat dalam pemeliharaan kesehatan otak dan sel saraf, serta penyakit jantung. Seorang wanita yang berencana untuk tidak memiliki anak juga tetap disarankan untuk memenuhi asupan ini.

4. Kalsium

Pemenuhan kalsium di masa muda, akan sangat membantu Anda dalam menjalani masa tua. Wanita usia subur disarankan untuk mengkonsumsi kalsium 1000 hingga 1300 mg per harinya,

5. Zat besi

Pada wanita usia subur disarankan mengonsumsi nutrisi ini sebanyak 19 mg per hari. Namun pada wanita hamil, dosis yang disarankan sebesar 27. Hal ini dikarenakan penggunaan zat besi yang banyak selama kehamilan.

Masalah gizi yang sering dialami wanita usia subur

1. Kekurangan gizi

Biasanya bentuknya berupa kurang gizi kronis maupun berat badan di bawah standar. Penyebabnya bisa dikarenakan telah lebih dulu mengalami kekurangan gizi pada masa kecilnya, memiliki kebiasaan makan yang tidak sehat, maupun akses untuk memenuhi asupan gizinya yang kurang (biasa terjadi pada negara berkembang). Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat memicu lahirnya berat bayi lahir rendah.

2. Zat besi

Anemia atau kurang zat besi sering dialami perempuan sejak dimulainya menstruasi pertama. Anemia juga biasa dialami perempuan dengan berat badan yang sangat rendah. Asupan zat besi bagi perempuan sendiri sebaiknya 15 hingga 18 mg per hari. Zat besi ini dapat didapatkan dari makanan seperti daging merah, sayur-sayuran dan sereal.

3. Yodium

Yodium masih menjadi masalah gizi di beberapa daerah yang memang kekurangan kandungan yodium. Bahayanya, kekurangan yodium pada wanita usia subur berpotensi memicu penyakit mental pada keturunannya nanti. Yodium juga diperlukan selama masa kehamilan.

4. Vitamin A

Awalnya vitamin A hanya menyerang balita, namun seiring berjalannya waktu, wanita usia subur juga kini rentan kekurangan vitamin A. Kurangnya vitamin ini juga berhubungan dengan terjadinya anemia.

5. Obesitas

Obesitas memang merupakan penyakit yang terus mengalami peningkatan. Meskipun genetik mungkin memiliki peranan, faktor lingkungan (gaya hidup yang tinggi asupan namun rendah aktivitas fisik) tetap menjadi mayoritas penyebab penyakit ini. Namun dampak jangka panjang dari kegemukan dapat berpotensi memicu penyakit lain seperti penyakit kardiovaskular maupun penyakit metabolisme lain di kemudian hari.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Theresia Evelyn Diperbarui 18/12/2020
Fakta medis diperiksa oleh Admin HHG
x